Detail Metadata Kegiatan Statistik
SURVEI ANALISIS KONSUMSI PANGAN TAHUN 2024 2024
Informasi Umum
Judul KegiatanSURVEI ANALISIS KONSUMSI PANGAN TAHUN 2024
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Perdagangan Internasional dan Neraca Perdagangan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Budi Pembangunan II No.14, Pulo Brayan Kota, Kec. Medan Barat, Kota Medan
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | dkp3@pemkomedan.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Kepala Dinas ( Gelora Kurnia Putra Ginting, S. S T P., M. A P. ) |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | - |
| Jabatan: | Kabid Sistem Informasi dan Rumusan Kebijakan |
| Alamat: | Jl. Budi Pembangunan III No. 3 |
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | dkp3@pemkomedan.go.id |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanKeberhasilan pembangunan ketahanan pangan dapat diketahui dari kualitas konsumsi pangan masyarakat yang dapat dipantau menggunakan Ukuran Pola Pangan Harapan (PPH). Semakin tinggi skor mutu pangan yang dihitung menggunakan pendekatan PPH menunjukkan konsumsi pangan semakin beragam dan komposisinya semakin baik/berimbang, sehingga konsumsi pangan sudah dapat memenuhi kebutuhan layak untuk hidup sehat. Untuk mendapatkan skor pola pangan harapan, maka dilakukan Survei Konsumsi Pangan.
Tujuan Kegiatan
Menghasilkan suatu kompisisi (standar) pangan guna memenuhi kebutuhan gizi penduduk, yang mempertimbangkan keseimbangan gizi ( nutitional balance ) berdasarkan cita rasa, daya cerna, daya terima masyarakat, kuantitas, dan kemampuan daya beli serta sebagai perencanaan konsumsi / ketersediaan pangan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-05-01 s.d. 2024-05-31
Desain
2024-06-01 s.d. 2024-06-30
Pengumpulan Data
2024-07-01 s.d. 2024-07-30
Pengolahan Data
2024-08-01 s.d. 2024-08-31
Analisis
2024-08-01 s.d. 2024-08-31
Diseminasi Hasil
2024-09-01 s.d. 2024-09-30
Evaluasi
2024-09-01 s.d. 2024-09-30
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Skor PPH Konsumsi | PPH Konsumsi | Sususnan beragam pangan yang didasarkan pada sumbangan energi dari kelompok pangan utama | Juni - Okt 2023 |
| Angka Kecakupan Energi | Kecakupan Energi | Banyaknya energi yang dikonsumsi oleh penduduk suatu wilayah | Juni - Okt 2023 |
| Angka Kecakupan Protein | Kecakupan Protein | Banyaknya protein yang dikonsumsi oleh penduduk suatu wilayah | Juni - Okt 2023 |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| SUMATERA UTARA | KOTA MEDAN |
Wawancara
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Rumah Tangga
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelMULTI_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_NONPROBABILITAS
Metode yang Digunakan
PURPOSIVE_SAMPLING
Unit Sampel
Rumah Tangga terpilih di Kelurahan terpilih
Unit Observasi
Rumah Tangga
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Kunjungan kembali (revisit), Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 0
Pengumpul data/enumerator: 126
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Rumah Tangga
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Tidak
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2024-11-26;
Digital (softcopy): -
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Sayur dan buah adalah bahan makanan nabati yang berasal dari tumbuhan dan memiliki perbedaan dari segi dtruktur, rasa dan nutrisi.
-
Minyak dan lemak adalah senyawa organik yang merupakan bagian dari lipid, yaitu senyawa organik yang tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelaarut organik non-polar Minyak dan lemak memiliki komponen utama berupa trigliserida, yaitu senyawa yang terdiri dari 3 asam lemak dan gliserol
-
Bumbu adalah campuran rempah-rempah yang digunakan untuk menambah rasa, aroma dan warna pada masakan. Bumbu dapat berupa tanaman aromatik atau ramuan dari beberapa jenis tanaman.
-
Kacang-kacangan adalah sebutan untuk biji yang berukuran relatif lebih besar dibandingkan serealia dan digunakan untuk bahan pangan bagi manusia dan hewan ternak. Kacang kacangan pada umumnya didapatkan dari tanaman famili fabaceae
-
Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditas perdagangan utama dan paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan dengan keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang di produksi....
-
Pangan hewani adalah bahan makanan yang asalnya dari hewan atau olahan makanan yang bahan dasarnya berupa nasi dan hewan . bahan pangan tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda sehingga bahan tersebut memerlukan penanganan yang berbeda.
-
Tanaman padi (Oryza sativa L) merupakan tanaman semusim dengan morfologi berbatang bulat dan berongga yang disebut daunnya memanjang dengan ruas searah batang daun.
-
Umbi-umbian adalah bahan nabati yang diperoleh dari dalam tanah, misalnya ubi kayu, ubi jalar, kentang, garut, kunyit, gadung, bawang, kencur, jahe, kimpul, talas, gembili, ganyong, bengkuang dan sebagainya pada umumnya umbi-umbian tersebut merupakan bahan sumber karbohidrat terutama pati
-
Buah biji berlemak adalah buah yang mengandung lemak sehat. Lemak sehat merupakan lemak yang berasal dari biji-bijian, kacang-kacangan dan buah buahan.
Indikator Kegiatan
-
Angka yang menggambarkan jumlah dan komposisi atau ketersediaan pangan. Nilai ini diperoleh dari perkalian persentase angka kecukupan energi setiap golongan bahan pangan dengan bobotnya. Jika skor konsumsi pangan mencapai 100, maka wilayah tersebut dikatakan tahan pangan.
-
Banyaknya protein yang dikonsumsi oleh ppenduduk dalam suatu wilayah dengan jumlah protein sebesar 57 gram/kap/hari.
-
Banyaknya energi yang dikonsumsi oeh penduduk dalam suatu wilayah dengan jumlah energi ideal sebesar 2150 kkal/kap/hari