Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Lingkungan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Tebeu Nunggu No. 7 Kendari Sulawesi Tenggara
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | dishutsultra@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | SEKRETARIS DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA |
| Eselon 2: | KEPALA DINAS KEHUTANAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Kepala Bidang |
| Jabatan: | Kepala Bidang |
| Alamat: | Jl. Tebao Nunggu No. 7 |
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | Dishutsultra@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanHutan merupakan salah satu sumber daya alam paling berharga yang memiliki fungsi multidimensi, mulai dari fungsi ekologis sebagai paru-paru dunia dan pengatur iklim global, fungsi hidrologis sebagai pengatur tata air, hingga fungsi ekonomis sebagai penyedia hasil hutan bagi kesejahteraan masyarakat. Mengingat peran vital tersebut, pemanfaatan dan perlindungan sumber daya hutan harus dilakukan secara seimbang, terencana, dan berkelanjutan. Namun, tantangan pengelolaan kehutanan saat ini semakin kompleks, ditandai dengan tingginya laju deforestasi, konflik tenurial (sengketa lahan), alih fungsi hutan menjadi lahan non-kehutanan, serta dampak perubahan iklim yang memicu bencana ekologis seperti banjir dan kebakaran hutan.
Tujuan Kegiatan
Tersedianya Kompilasi Data Kehutanan
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-01-01 s.d. 2025-01-03
Desain
2025-01-01 s.d. 2025-01-03
Pengumpulan Data
2025-01-04 s.d. 2025-12-31
Pengolahan Data
2026-01-04 s.d. 2026-02-10
Analisis
2026-02-11 s.d. 2026-02-15
Diseminasi Hasil
2026-02-16 s.d. 2026-02-28
Evaluasi
2026-03-01 s.d. 2026-03-20
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Data Produksi kayu dan hasil hutan bukan kayu (Kayu (m3) dan hasil hutan bukan kayu (Ton)) | Jumlah Produksi Hasil Hutan Kayu dan Hasil Hutan Bukan Kayu | Produksi hasil hutan kayu adalah proses menghasilkan atau mengambil material batang pohon dari kawasan hutan yang diolah menjadi kayu pertukangan, bubur kertas, atau bahan bangunan. Sementara itu, produksi hasil hutan bukan kayu (HHBK) mencakup pengambilan komoditas non-kayu seperti rotan, madu, getah, dan buah dari dalam hutan. | Tahunan |
| Luas Pengelolaan Kawasan Konservasi (Kawasan Konservasi) | Pengelolaan Kawasan Konservasi | Kawasan konservasi adalah wilayah darat atau perairan yang dikelola secara khusus untuk melindungi keanekaragaman hayati, ekosistem, dan lingkungan. Di Indonesia, kawasan ini diatur oleh undang-undang untuk menjaga keseimbangan alam dan kelestarian flora serta fauna | Tahunan |
| Nilai Transaksi Ekonomi | Nilai Transaksi Ekonomi Kelompok masyarakat Kehutanan | Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) adalah total uang atau omzet dalam rupiah yang didapat dari hasil penjualan produk usaha produktif oleh kelompok masyarakat, seperti Kelompok Tani Hutan (KTH), dalam kurun waktu tertentu | Tahunan |
| Peningkatan akses legal kepada masyarakat dalam pengelolaan hutan melalui penghutanan sosial (Perhutanan sosial) | Pengelolaan hutan melalui penghutanan sosial | Perhutanan sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang melibatkan masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku utama. Program ini memberi izin resmi dan hak akses legal kepada warga sekitar hutan untuk mengelola kawasan hutan negara atau hutan adat demi meningkatkan kesejahteraan mereka tanpa merusak lingkungan | Tahunan |
| Persentase Luas Kawasan Hutan yang Dikelola Oleh Masyarakat dalam Skema Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat dan Kemitraan Kehutanan (Hutan Kemasyarakatan) | Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan | Hutan Kemasyarakatan (HKm) adalah kawasan hutan negara yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat lokal yang tinggal di dalam atau di sekitar hutan. | Tahunan |
| Persentase Luas lahan kritis yang direhabilitasi (Lahan kritis) | Luas lahan kritis yang direhabilitasi | Luas lahan kritis adalah besaran ukuran wilayah atau area tanah, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan, yang telah mengalami kerusakan fungsi produksi dan tata air akibat degradasi fisik, kimia, dan biologi | Tahunan |
| Persentase Tutupan Lahan (Tutupan Lahan) | Persentase Tutupan Lahan | Tutupan lahan (land cover) adalah kenampakan fisik atau material biofisik yang menutupi permukaan bumi, seperti hutan, semak belukar, badan air, tanah terbuka, dan bangunan | Tahunan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| SULAWESI TENGGARA | BUTON |
| SULAWESI TENGGARA | MUNA |
| SULAWESI TENGGARA | KONAWE |
| SULAWESI TENGGARA | KOLAKA |
| SULAWESI TENGGARA | KONAWE SELATAN |
| SULAWESI TENGGARA | BOMBANA |
| SULAWESI TENGGARA | WAKATOBI |
| SULAWESI TENGGARA | KOLAKA UTARA |
| SULAWESI TENGGARA | BUTON UTARA |
| SULAWESI TENGGARA | KONAWE UTARA |
| SULAWESI TENGGARA | KOLAKA TIMUR |
| SULAWESI TENGGARA | KONAWE KEPULAUAN |
| SULAWESI TENGGARA | MUNA BARAT |
| SULAWESI TENGGARA | BUTON TENGAH |
| SULAWESI TENGGARA | BUTON SELATAN |
| SULAWESI TENGGARA | KOTA KENDARI |
| SULAWESI TENGGARA | KOTA BAUBAU |
Wawancara, Mengisi Kuesioner Sendiri
Sarana Pengumpulan Data
CATI, CAWI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 3
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Usaha/perusahaan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Provinsi, Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Ya
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2026-03-01;
Data Mikro: 2026-03-01;
Variabel Kegiatan
-
Tutupan lahan (land cover) adalah kenampakan fisik atau material biofisik yang menutupi permukaan bumi, seperti hutan, semak belukar, badan air, tanah terbuka, dan bangunan
-
Hutan Kemasyarakatan (HKm) adalah kawasan hutan negara yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat lokal yang tinggal di dalam atau di sekitar hutan.
-
Kawasan konservasi adalah wilayah darat atau perairan yang dikelola secara khusus untuk melindungi keanekaragaman hayati, ekosistem, dan lingkungan. Di Indonesia, kawasan ini diatur oleh undang-undang untuk menjaga keseimbangan alam dan kelestarian flora serta fauna
-
Perhutanan sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang melibatkan masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku utama. Program ini memberi izin resmi dan hak akses legal kepada warga sekitar hutan untuk mengelola kawasan hutan negara atau hutan adat demi meningkatkan kesejahteraan....
-
Luas lahan kritis adalah besaran ukuran wilayah atau area tanah, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan, yang telah mengalami kerusakan fungsi produksi dan tata air akibat degradasi fisik, kimia, dan biologi
-
Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) adalah total uang atau omzet dalam rupiah yang didapat dari hasil penjualan produk usaha produktif oleh kelompok masyarakat, seperti Kelompok Tani Hutan (KTH), dalam kurun waktu tertentu
-
Produksi hasil hutan kayu adalah proses menghasilkan atau mengambil material batang pohon dari kawasan hutan yang diolah menjadi kayu pertukangan, bubur kertas, atau bahan bangunan. Sementara itu, produksi hasil hutan bukan kayu (HHBK) mencakup pengambilan komoditas non-kayu seperti rotan, madu, getah,....
Indikator Kegiatan
-
Perbandingan antara total luas kawasan hutan yang telah diberikan hak akses kelolanya kepada masyarakat (melalui skema Hutan Desa, HKm, HTR, dan Kemitraan Kehutanan) terhadap total target luas alokasi kawasan hutan untuk perhutanan sosial di daerah, yang dinyatakan dalam persentase.
-
Total luas area daratan maupun perairan kawasan konservasi yang berada di bawah pengelolaan dan pengawasan teknis dalam rangka perlindungan keanekaragaman hayati, ekosistem, serta kelestarian flora dan fauna.
-
Total volume atau berat hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang diproduksi dan dimanfaatkan secara sah/legal dari kawasan hutan di wilayah daerah dalam kurun waktu satu tahun.
-
Perbandingan antara luas lahan kritis dan sangat kritis yang telah berhasil direhabilitasi/dipulihkan fungsinya (baik di dalam maupun di luar kawasan hutan) terhadap total luas seluruh lahan kritis yang terdata di wilayah daerah, dinyatakan dalam satuan persentase.
-
Total luasan kawasan hutan atau jumlah persetujuan/izin yang diberikan kepada kelompok masyarakat hukum adat maupun masyarakat setempat untuk mengelola kawasan hutan secara legal dan lestari melalui skema Perhutanan Sosial.
-
Total nilai perputaran moneter (nominal rupiah) yang dihasilkan dari pemanfaatan, pengolahan, dan transaksi penjualan hasil hutan kayu maupun hasil hutan bukan kayu (HHBK) di wilayah daerah selama periode satu tahun.
-
Perbandingan antara luas area tutupan berhutan (atau vegetasi alami) terhadap total luas daratan wilayah kewenangan daerah, yang dinyatakan dalam satuan persentase.