Detail Metadata Kegiatan Statistik
Pengumpulan Data Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) Kota Bogor 2024
Informasi Umum
Judul KegiatanPengumpulan Data Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) Kota Bogor
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Sektor Publik Perpajakan dan Regulasi Pasar
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-22.3271.006
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor
| Telepon: | (0251) 8318670 |
| Faksimile: | (0251) 8318670 |
| Email: | dkpp@kotabogor.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Ir. H. CHUSNUL ROZAQI, M.M |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Halimah S.Pt, MM |
| Jabatan: | Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda |
| Alamat: | Jl. Raya Cipaku No 5 Bogor |
| Telepon: | 02518318670 |
| Faksimile: | 02518318670 |
| Email: | halimahrasyid2@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanKota Bogor merupakan wilayah strategis yang berada di tengah Kabupaten Bogor dan berdekatan dengan Ibukota Negara. Dengan pertumbuhan penduduk dan ekonomi yang dinamis, tantangan terhadap ketahanan pangan pun semakin kompleks. Kebutuhan pangan meningkat seiring laju pertumbuhan penduduk, sehingga memerlukan intervensi pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan. Dalam upaya pengelolaan dan pengendalian kerawanan pangan serta penyusunan kebijakan yang tepat, diperlukan informasi yang akurat dan komprehensif. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan PP Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, yang mewajibkan pemerintah menyusun sistem informasi pangan dan gizi terintegrasi. Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) dikembangkan sebagai instrumen pemantauan dan peringatan dini, untuk mendeteksi wilayah rentan pangan hingga ke tingkat kelurahan. Sejak 2012, FSVA Kota Bogor telah disusun dan terus dimutakhirkan guna mengakomodasi dinamika wilayah dan data terbaru. FSVA ini menjadi alat penting dalam merencanakan program dan investasi pembangunan yang berdampak pada ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Tujuan Kegiatan
Menyusun peta ketahanan dan kerentanan pangan (Food Security and Vulnerability / FSVA ) tahun 2024
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-07-01 s.d. 2024-07-31
Desain
2024-08-01 s.d. 2024-08-10
Pengumpulan Data
2024-08-12 s.d. 2024-09-12
Pengolahan Data
2024-09-13 s.d. 2024-09-30
Analisis
2024-10-01 s.d. 2024-11-30
Diseminasi Hasil
2024-12-05 s.d. 2024-12-06
Evaluasi
2025-01-01 s.d. 2025-06-30
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Ketersediaan pangan | Ketersediaan pangan merupakan kondisi di mana pangan tersedia dalam jumlah yang cukup dari produksi lokal maupun pasokan dari luar. | Ketersediaan pangan adalah jumlah pangan utama yang tersedia dari hasil produksi pertanian dan distribusi, yang mencakup beras, jagung, dll. | September 2024 |
| Keterjangkauan/akses pangan | Akses pangan merupakan kemampuan rumah tangga dalam memperoleh pangan baik secara fisik maupun ekonomi. | Keterjangkauan pangan adalah kemampuan rumah tangga untuk memperoleh pangan yang cukup melalui pembelian atau bantuan sosial. | September 2024 |
| Aspek pemanfaatan pangan | Pemanfaatan pangan adalah bagaimana rumah tangga mengolah dan mengonsumsi pangan yang berdampak pada status gizi dan kesehatan. | Aspek pemanfaatan pangan meliputi keragaman konsumsi pangan, sanitasi lingkungan, dan praktik pemberian makan balita. | September 2024 |
| Kerentanan terhadap gangguan pangan | Kondisi yang menunjukkan tingkat risiko suatu wilayah atau rumah tangga terhadap gangguan ketersediaan dan akses pangan akibat bencana atau krisis. | Kerentanan mencakup faktor-faktor risiko seperti curah hujan ekstrim, kemiskinan ekstrem, dan kerusakan infrastruktur pangan. | September 2024 |
| Prevalensi penduduk rawan pangan | Proporsi penduduk yang masuk dalam kategori rawan pangan. | Penduduk rawan pangan adalah penduduk yang tidak mampu memperoleh pangan yang cukup baik dari sisi jumlah maupun keberagaman. | September 2024 |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA BARAT | KOTA BOGOR |
Mengisi Kuesioner Sendiri
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Data sekunder
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Ya
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Lainnya : Diskusi dengan produsen data
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 2
Pengumpul data/enumerator: 3
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Kota Bogor
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2024-12-20;
Digital (softcopy): 2024-12-20;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Aspek pemanfaatan pangan adalah cara masyarakat mengonsumsi dan mengolah pangan yang bergizi, aman, dan sesuai dengan kebutuhan gizi harian
-
jumlah pasar, minimarket, toko, warung, restoran dan lain-lain yang menyediakan pangan
-
kemampuan jumlah tenaga kesehatan yang ada di wilayah desa
-
Kelurahan yang tidak memiliki akses penghubung memadai dengan mempertimbangkan prasarana dan sarana transportasi darat, air, atau udara
-
Jumlah Penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah
-
Keterjangkauan pangan adalah tingkat kemampuan individu atau rumah tangga untuk mendapatkan pangan yang cukup dari segi harga dan akses.
-
Kerentanan terhadap gangguan pangan adalah kondisi ketika individu atau rumah tangga mudah terkena dampak dari guncangan ekonomi atau alam.
-
Jumlah Rumah Tangga Tanpa Akses Air Bersih Terhadap Jumlah Rumah Tangga
-
Ketersediaan pangan adalah jumlah pangan yang tersedia dari produksi, impor, dan cadangan di suatu wilayah dalam periode tertentu
-
Prevalensi penduduk rawan pangan adalah persentase penduduk yang mengalami kerawanan pangan kronis atau akut dalam suatu wilayah.
Indikator Kegiatan
-
Ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan minimum dan biasanya berhubungan dengan struktural dan faktor-faktor yang tidak berubah dengan cepat, seperti iklim setempat, jenis tanah, sistem pemerintahan daerah, infrastruktur publik, kepemilikan lahan, distribusi pendapatan, hubungan antar suku, tingkat....
-
Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat....