Detail Metadata Indikator Statistik
Tingkat Kerentanan Pangan
| Nama Indikator | Tingkat Kerentanan Pangan |
|---|---|
| Konsep | Pangan Kerentanan Pangan |
| Definisi | Ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan minimum dan biasanya berhubungan dengan struktural dan faktor-faktor yang tidak berubah dengan cepat, seperti iklim setempat, jenis tanah, sistem pemerintahan daerah, infrastruktur publik, kepemilikan lahan, distribusi pendapatan, hubungan antar suku, tingkat pendidikan, dan lain-lain. |
| Interpretasi | Kecamatan pada Prioritas 1, 2, dan 3 merupakan wilayah rentan pangan dengan klasifikasi sangat rentan (Prioritas 1), rentan (Prioritas 2), dan agak rentan (Prioritas 3). Semakin rendah nilai tingkat kerentanan suatu kecamatan, maka semakin tinggi tingkat ketahanannya terhadap pangan. |
| Metode Perhitungan | Penjumlahan dari perkalian Bobot indikator ke-i dengan Nilai standarisasi cut off point indikator ke-i komposit ke-j. |
| Rumus | $K\left(j\right)=\sum^n_{i\mathop{=}1}\left(a_iC_i\right)$ |
| Ukuran | Rasio |
| Satuan | Poin |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Kecamatan |
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Food Security and Vulnerrability Atlas (FSFA) |
| Level Estimasi | Kota |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Pengumpulan Data Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) Kota Bogor 2024 |