Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Pemanfaatan Sarana Alat dan Mesin Pertanian di Kabupaten Barru 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Pemanfaatan Sarana Alat dan Mesin Pertanian di Kabupaten Barru
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl.H.M.Saleh Lawa Kel.Supangb inangaE Kec.Barru Kab.Barru
| Telepon: | 0427-21028 |
| Faksimile: | 0427-21028 |
| Email: | dinaspertaniandanketapanbarru@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | -- |
| Eselon 2: | Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Nur Aidah, S.P. |
| Jabatan: | Kepala Bidang Prasarana Sarana Pertanian dan Penyuluhan |
| Alamat: | Jl. H. M.Saleh Lawa No.58 Kabupaten Barru |
| Telepon: | 081355578747 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dinaspertaniandanketapangbarru@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanPenggunaan mesin pertanian telah merevolusi operasi pertanian di seluruh dunia, memungkinkan sistem irigasi otomatis, kemajuan dalam mesin pertanian telah membantu petani bekerja lebih efisien dan produktif di semua tingkatan. Ketika peralatan pertanian kontemporer dipadukan dengan pertanian presisi, kemungkinannya diperluas ke tingkat yang lebih tinggi, memastikan penggunaan sumber daya yang lebih praktis, peningkatan hasil panen, dan meminimalkan dampak lingkungan. Temukan cara terbaik untuk mengintegrasikan mesin dan teknologi pertanian ini ke dalam pertanian guna memaksimalkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutannya. Pentingnya Mesin Pertanian dalam Pertanian Pengenalan mesin pertanian (teknologi pertanian) - segala jenis struktur, perangkat, dan peralatan mekanis yang digunakan dalam pertanian - didorong oleh keinginan untuk memudahkan pekerjaan petani dan meningkatkan produktivitas pertanian. Berkat kemajuan mesin dan teknologi pertanian, petani kini memiliki akses ke metode produksi tanaman yang paling efektif. Jika digunakan dengan tepat, mesin dapat menjinakkan lahan yang paling tidak cocok dan membuka kemungkinan untuk pengolahan lahan yang luas secara cepat dan presisi yang sebelumnya tidak terpikirkan. Dengan bantuan mesin pertanian, lebih banyak tanaman dapat ditanam dengan lebih sedikit tenaga kerja, waktu, dan biaya yang diinvestasikan. Lebih lanjut, menjalankan operasi yang tepat dengan mesin yang tepat sesuai dengan pendekatan pertanian berkelanjutan memungkinkan pelestarian atau bahkan peningkatan kesuburan lahan. Pada akhirnya, petani yang menggunakan mesin pertanian secara bijak mendapatkan manfaat dari biaya tenaga kerja yang lebih rendah, hasil panen yang lebih baik, dan profitabilitas pertanian yang lebih tinggi. Tanaman. UU No. 22 Tahun 2019: Tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan. Peraturan Pemerintah PP No. 81 Tahun 2001: Tentang Alat dan Mesin Budidaya Tanaman. Peraturan Menteri Pertanian (PermenPertan) PermenPertan No. 65/Permentan/OT.140/12/2006: Pedoman pengawasan pengadaan, peredaran, dan penggunaan alat dan mesin pertanian. PermenPertan No. 5 Tahun 2007: Syarat dan tata cara pengujian dan pemberian sertifikat alsintan. PermenPertan No. 25 Tahun 2008: Pedoman penumbuhan dan pengembangan usaha pelayanan jasa alat dan mesin pertanian. PermenPertan No. 21 Tahun 2023: Tentang Pengelolaan Usaha Pengolahan Hasil Pertanian.
Tujuan Kegiatan
1. Peningkatan Produksi dan Produktivitas Pertanian Penggunaan peralatan dan mesin pertanian sangat penting bagi produksi tanaman saat ini. Dengan memanfaatkan mesin secara lebih baik, petani dapat mengolah lahan yang lebih luas secara lebih efisien, meningkatkan hasil panen dengan mengurangi beban sumber daya alam. Mekanisasi pertanian telah meningkatkan produktivitas pertanian dan produksi keseluruhan bagi petani untuk memenuhi permintaan pangan populasi dunia yang terus bertambah. Intensifikasi sistem pertanian melalui penggunaan mesin pertanian tidak mengorbankan sumber daya alam kita. Selain membantu petani komersial memenuhi permintaan pangan melalui peningkatan hasil panen, mekanisasi pertanian berpotensi hasil panen berkualitas tinggi dengan upaya fisik yang lebih sedikit. . 2. Kurangnya Staf dan Pengurangan Biaya Tenaga Kerja Dalam beberapa dekade terakhir, penduduk pedesaan semakin banyak bermigrasi ke kota untuk mencari peluang kerja yang lebih baik. Namun, hal ini berarti pertanian seringkali kekurangan tenaga kerja. Bagaimana mesin pertanian mengubah pola kerja pertanian? Dengan bantuannya, produsen pertanian tidak perlu lagi khawatir kekurangan tenaga kerja dan dapat menghemat biaya tenaga kerja dengan tidak membayar pekerja yang biasanya bekerja lembur secara berlebihan
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-01-02 s.d. 2025-02-28
Desain
2025-01-06 s.d. 2025-02-28
Pengumpulan Data
2025-11-27 s.d. 2025-12-25
Pengolahan Data
2025-12-26 s.d. 2025-12-28
Analisis
2025-12-29 s.d. 2025-12-30
Diseminasi Hasil
2025-12-30 s.d. 2025-12-31
Evaluasi
2025-12-30 s.d. 2025-12-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Kelompok Tani | - Kelompok Tani (Poktan) - Petani | Banyaknya petani/peternak/pekebun yang tergabung dalam kelompok tani atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan sosial, ekonomi, dan sumberdaya, kesamaan komoditas, dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota | Tahunan |
| Alat dan Mesin Pertanian | Alat dan Mesin Pertanian | Alat dan mesin pertanian adalah peralatan yang digunakan dalam kegiatan pertanian untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas hasil pertanian. Alat dan mesin pertanian dapat berupa peralatan manual, semi-mekanis, atau mekanis yang digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan pertanian | Tahunan |
| Luas lahan pertanian | Luas Lahan Pertanian | Lahan pertanian adalah area tanah yang dikhususkan atau cocok untuk kegiatan usaha tani, baik untuk menanam tanaman pangan/perkebunan maupun untuk memelihara ternak, menjadi sumber daya vital untuk produksi pangan dan ekonomi, mencakup sawah (lahan basah), tegal/ladang (lahan kering), perkebunan, dan lahan penggembalaan, yang penting untuk ketahanan pangan nasional dan memerlukan pengelolaan baik seperti irigasi, pemupukan, serta perlindungan dari konversi lahan | Tahunan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| SULAWESI SELATAN | BARRU |
Wawancara, Pengamatan, Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI, CAPI, CATI
Unit Pengumpulan Data
Individu, Usaha/perusahaan
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Taskforce
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 9
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Individu, Rumah Tangga
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Provinsi, Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2025-12-30;
Digital (softcopy): 2025-12-31;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Banyaknya petani/peternak/pekebun yang tergabung dalam kelompok tani atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan sosial, ekonomi, dan sumberdaya, kesamaan komoditas, dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota.
-
Lahan pertanian adalah area tanah yang dikhususkan atau cocok untuk kegiatan usaha tani, baik untuk menanam tanaman pangan/perkebunan maupun untuk memelihara ternak, menjadi sumber daya vital untuk produksi pangan dan ekonomi, mencakup sawah (lahan basah), tegal/ladang (lahan kering), perkebunan, dan....
-
Jenis-jenis alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) sangat beragam, mencakup peralatan untuk berbagai tahap pertanian seperti pengolahan lahan (Traktor, Rotavator, Kultivator), penanaman (Seeder/Planter, Rice Transplanter), pemeliharaan (Sprayer, Pompa Irigasi), panen (Combine Harvester, Mesin Pemotong Rumput),....