Detail Metadata Kegiatan Statistik
Survei Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara 2024
Informasi Umum
Judul KegiatanSurvei Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Lingkungan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-24.7100.002
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Utara
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. 17 Agustus No. 69 Manado
| Telepon: | 816237367 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dlh@sulutprov.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara |
| Eselon 2: | Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Utara |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Danso Ayhuan |
| Jabatan: | Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup |
| Alamat: | Jl. 17 Agustus No. 69 Manado |
| Telepon: | 816237367 |
| Faksimile: | dansoayhuan340@gmail.com |
| Email: | dansoayhuan340@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanDalam konteks pembangunan nasional, Indonesia berkomitmen untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-13 (penanganan perubahan iklim), tujuan ke-14 (ekosistem laut), dan tujuan ke-15 (ekosistem daratan). Salah satu instrumen yang digunakan untuk memantau kondisi lingkungan hidup secara komprehensif adalah Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). IKLH merupakan indikator komposit yang dibangun dari tiga komponen utama, yaitu: Indeks Kualitas Air, Indeks Kualitas Udara, dan Indeks Tutupan Lahan. Melalui pengukuran ini, pemerintah dapat memperoleh gambaran kuantitatif mengenai kualitas lingkungan hidup secara nasional maupun daerah. Nilai IKLH berperan penting sebagai:
Tujuan Kegiatan
(1.) Menyediakan data dan informasi mengenai kualitas lingkungan hidup secara komprehensif melalui pengukuran tiga komponen utama: kualitas air, kualitas udara, dan tutupan lahan. (2.) Menghasilkan indikator kuantitatif berupa nilai Indeks Kualitas Lingkungan Hidup yang dapat digunakan untuk menilai kondisi dan tren perubahan lingkungan hidup di tingkat nasional maupun daerah. (3.) Mendukung perencanaan, pemantauan, dan evaluasi kebijakan pembangunan berkelanjutan, khususnya terkait pengendalian pencemaran, pelestarian lingkungan, serta pemulihan ekosistem. (4.) Menjadi dasar dalam penilaian kinerja pemerintah pusat maupun daerah dalam upaya pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup. (5.) Memberikan bahan advokasi dan edukasi kepada masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan mengenai pentingnya menjaga kualitas lingkungan hidup. (6.) Mendukung pencapaian target pembangunan nasional dan internasional, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2023-12-01 s.d. 2024-01-31
Desain
2024-01-01 s.d. 2024-02-29
Pengumpulan Data
2024-04-08 s.d. 2024-09-30
Pengolahan Data
2024-04-15 s.d. 2024-09-30
Analisis
2024-05-01 s.d. 2024-11-30
Diseminasi Hasil
2024-12-01 s.d. 2024-12-31
Evaluasi
2024-12-01 s.d. 2024-12-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| DO (Dissolved Oxygen) | Oksigen Terlarut | Jumlah oksigen terlarut di dalam air. | pada saat pengambilan sampel |
| BOD (Biochemical Oxygen Demand) | Oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme | Jumlah oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik. | pada saat pengambilan sampel |
| COD (Chemical Oxygen Demand) | Oksigen secara kimia untuk mengoksidasi | Kebutuhan oksigen secara kimia untuk mengoksidasi bahan organik/anorganik. | pada saat pengambilan sampel |
| TSS (Total Suspended Solid) | Padatan tersuspensi | Jumlah padatan tersuspensi (lumpur, partikel) dalam air. | pada saat pengambilan sampel |
| pH | Keasaman Air | Tingkat keasaman/alkalinitas air. | pada saat pengambilan sampel |
| PM10/PM2.5 (Particulate Matter) | Partikel debu | Partikel debu berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan. | pada saat pengambilan sampel |
| SO2 (Sulfur dioksida) | Gas dari pembakaran fosil | Gas dari pembakaran bahan bakar fosil. | pada saat pengambilan sampel |
| NO2 (Nitrogen dioksida) | Gas hasil pembakaran kendaraan/industri | Gas hasil pembakaran kendaraan/industri. | pada saat pengambilan sampel |
| O3 (Ozon troposfer) | Gas sekunder hasil reaksi fotokimia | Gas sekunder hasil reaksi fotokimia. | pada saat pengambilan sampel |
| CO (Karbon monoksida) | Gas tidak berwarna/berbau | Gas tidak berwarna/berbau dari pembakaran tidak sempurna. | pada saat pengambilan sampel |
| Perubahan luas hutan/lahan | Luas hutan/lahan | Tingkat kehilangan atau penambahan hutan setiap tahun | pada saat pengambilan sampel |
| Kerapatan vegetasi (NDVI) | Kehijauan vegetasi | Kehijauan vegetasi yang dihitung dari citra satelit. | pada saat pengambilan sampel |
| Lahan kritis | Luas lahan yang rusak | luas lahan yang rusak (misalnya karena erosi, alih fungsi lahan, tambang) dan tidak mampu mendukung fungsi ekologis. | pada saat pengambilan sampel |
| Suhu | Kondisi fisik perairan | Besaran derajat panas atau dingin air laut yang memengaruhi aktivitas metabolisme biota perairan, kelarutan oksigen, serta keseimbangan ekosistem laut. | pada saat pengambilan sampel |
| Kecerahan / Turbiditas | Transparansi perairan | Tingkat kejernihan air laut yang menunjukkan kemampuan cahaya menembus kolom air, dipengaruhi oleh partikel tersuspensi, plankton, sedimen, atau pencemaran. | pada saat pengambilan sampel |
| Salinitas | Kandungan garam | Tingkat konsentrasi garam terlarut (NaCl dan mineral lain) dalam air laut, yang menentukan keseimbangan osmotik dan jenis organisme yang dapat hidup di dalamnya. | pada saat pengambilan sampel |
| Amoniak | toksisitas bagi organisme | Senyawa hasil dekomposisi bahan organik atau limbah domestik/industri yang dapat bersifat racun bagi organisme laut dalam konsentrasi tinggi. | pada saat pengambilan sampel |
| Minyak & Lemak | pencemaran minyak | Senyawa hidrokarbon, trigliserida, atau fraksi minyak bumi yang mencemari perairan laut, berpotensi menghambat penetrasi cahaya dan mengganggu biota perairan. | pada saat pengambilan sampel |
| Logam Berat | pencemaran industri | Unsur logam dengan densitas tinggi seperti merkuri (Hg), timbal (Pb), kadmium (Cd) yang bersifat toksik, dapat terakumulasi dalam jaringan organisme laut, dan berisiko bagi kesehatan manusia melalui rantai makanan. | pada saat pengambilan sampel |
| Coliform | pencemaran biologis | Kelompok bakteri (misalnya Escherichia coli) yang digunakan sebagai indikator adanya pencemaran biologis dari limbah domestik/fekal di perairan laut. | pada saat pengambilan sampel |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
SEMESTERAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| SULAWESI UTARA | MINAHASA |
| SULAWESI UTARA | MINAHASA SELATAN |
| SULAWESI UTARA | MINAHASA UTARA |
| SULAWESI UTARA | BOLAANG MONGONDOW TIMUR |
| SULAWESI UTARA | KOTA MANADO |
| SULAWESI UTARA | KOTA BITUNG |
| SULAWESI UTARA | KOTA TOMOHON |
Mengisi Kuesioner Sendiri, Pengamatan, Lainnya : Observasi
Sarana Pengumpulan Data
CAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Sampel air, Air laut, Udara, Posisi AQMS (Air Quality Monitoring Sistem), dan Gambut
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelSINGLE_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_NONPROBABILITAS
Metode yang Digunakan
PURPOSIVE_SAMPLING
Unit Sampel
Sungai, Koordinat tertentu di laut, Posisi AQMS (Air Quality Monitoring Sistem)
Unit Observasi
Sampel air, Sampel air laut, Sampel udara ambien, Luas tutupan lahan
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Ya
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma I/II/III
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 2
Pengumpul data/enumerator: 2
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Air, Udara, dan Tutupan Lahan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Provinsi
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2024-12-26;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Gas pencemar dari pembakaran batu bara, minyak, dan kegiatan industri.
-
Lahan dengan kondisi rusak yang menurunkan fungsi ekologis (erosi, alih fungsi, tambang).
-
Derajat Keasaman (pH) adalah tingkat keasaman atau kebasaan dari suatu cairan.
-
Gas hasil pembakaran mesin kendaraan dan industri.
-
Kelompok bakteri (misalnya Escherichia coli) yang digunakan sebagai indikator adanya pencemaran biologis dari limbah domestik/fekal di perairan laut.
-
Kondisi kehijauan vegetasi hasil pengolahan citra satelit.
-
Gas sekunder terbentuk dari reaksi NOx & VOCs di bawah sinar matahari.
-
Senyawa hidrokarbon, trigliserida, atau fraksi minyak bumi yang mencemari perairan laut, berpotensi menghambat penetrasi cahaya dan mengganggu biota perairan.
-
Unsur logam dengan densitas tinggi seperti merkuri (Hg), timbal (Pb), kadmium (Cd) yang bersifat toksik, dapat terakumulasi dalam jaringan organisme laut, dan berisiko bagi kesehatan manusia melalui rantai makanan.
-
Kebutuhan oksigen secara kimia untuk menguraikan bahan organik/anorganik dalam air
-
Besaran derajat panas atau dingin air laut yang memengaruhi aktivitas metabolisme biota perairan, kelarutan oksigen, serta keseimbangan ekosistem laut.
-
Jumlah oksigen yang terlarut dalam air yang tersedia bagi organisme akuatik untuk respirasi.
-
Senyawa hasil dekomposisi bahan organik atau limbah domestik/industri yang dapat bersifat racun bagi organisme laut dalam konsentrasi tinggi.
-
Tingkat konsentrasi garam terlarut (NaCl dan mineral lain) dalam air laut, yang menentukan keseimbangan osmotik dan jenis organisme yang dapat hidup di dalamnya.
-
Tingkat kejernihan air laut yang menunjukkan kemampuan cahaya menembus kolom air, dipengaruhi oleh partikel tersuspensi, plankton, sedimen, atau pencemaran.
-
Jumlah padatan tersuspensi (lumpur, tanah, partikel organik/anorganik) dalam air.
-
Luas wilayah yang secara administratif atau ekologis dikategorikan sebagai kawasan hutan (hutan lindung, hutan produksi, hutan konservasi) maupun lahan non-hutan, berdasarkan hasil inventarisasi kehutanan dan citra satelit.
-
Partikel debu halus berdiameter = 10 µm atau 2,5 µm yang dapat terhirup masuk ke sistem pernapasan.
-
Gas beracun tanpa warna dan bau dari pembakaran tidak sempurna.
-
Kebutuhan oksigen oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik di air selama 5 hari inkubasi
Indikator Kegiatan
-
Indeks yang menggambarkan kualitas badan air permukaan (sungai, danau, waduk) berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi dibandingkan dengan baku mutu.
-
Nilai yang menggambarkan kualitas Lingkungan Hidup dalam suatu wilayah pada waktu tertentu, yang merupakan nilai komposit dari Indeks Kualitas Air, Indeks Kualitas Udara, Indeks Kualitas Lahan, dan Indeks Kualitas Air Laut.
-
Persentase tutupan vegetasi alami adalah proporsi luas daratan suatu wilayah yang masih ditutupi oleh vegetasi alami (hutan primer, hutan sekunder, padang rumput alami, rawa, dan ekosistem alami lainnya) dibandingkan dengan total luas daratan wilayah tersebut.
-
Ukuran komposit yang menggambarkan kondisi kualitas perairan laut berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi utama. IKAL digunakan untuk menilai tingkat pencemaran dan kesehatan ekosistem laut, serta menentukan apakah perairan laut layak untuk kegiatan perikanan, pariwisata, transportasi, dan ekosistem pesisir.
-
Perubahan luas lahan/hutan adalah selisih luas tutupan hutan atau lahan alami pada dua periode waktu tertentu yang menggambarkan dinamika deforestasi, degradasi, atau rehabilitasi lahan.
-
Indeks yang menggambarkan daya dukung ekologis suatu wilayah berdasarkan tutupan vegetasi alami, luas hutan, dan perubahan lahan.
-
Indeks yang menunjukkan kualitas udara ambien suatu wilayah berdasarkan konsentrasi polutan utama dibandingkan dengan baku mutu.