Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Lingga 2024
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Lingga
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Lingkungan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lingga
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Istana Kota Baru, Kelurahan Daik, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau 29811
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | dlh.lingga.kab@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Joko Wiyono, Sp, Mm |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Iswal Syahri, S.ip |
| Jabatan: | Kepala Bidang Penataan Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup |
| Alamat: | Daik Lingga |
| Telepon: | 081261995019 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dlh.kab.lingga@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanIndeks Kualitas Lingkungan Hidup (iklh) Telah Dikembangkan Sejak Tahun 2009, Yang Merupakan Indeks Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Secara Nasional Dan Menjadi Acuan Bersama Bagi Semua Pihak Dalam Mengukur Kinerja Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Penghitungan Iklh Terdiri Dari Tiga Komponen Yaitu: Indeks Kualitas Air (ika); Indeks Kualitas Udara (iku); Indeks Kualitas Lahan (ikl); Dan Indeks Kualitas Air Laut (ikal). Sesuai Dengan Kewenangannya Maka Indeks Kualitas Air Laut (ikal) Menjadi Kewenangan Pemerintah Provinsi. Sesuai Dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (rpjmn) Bahwa Kebijakan Pengelolaan Kualitas Lingkungan Hidup Diarahkan Pada Peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Yang Mencerminkan Kondisi Kualitas Air, Udara Dan Tutupan Lahan, Yang Diperkuat Dengan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Lingkungan Dan Penegakan Hukum Lingkungan. Adapun Strategi Yang Akan Dilakukan Yaitu Berupa Penguatan Sistem Pemantauan Kualitas Lingkungan Hidup; Penguatan Mekanisme Pemantauan Dan Sistem Informasi Lingkungan Hidup Dan Penyempurnaan Iklh.
Tujuan Kegiatan
1. Menyediakan Informasi Lingkungan Hidup Sebagai Sarana Publik Untuk Melaksanakan Pengawasan Dan Penilaian Lingkungan Di Daerah, Sebagai Landasan Publik Untuk Berperan Dalam Menentukan Kebijakan Pembangunan Yang Berkelanjutan Dan Berwawasan Lingkungan Serta Sebagai Sarana Pendidikan Untuk Meningkatkan Kesadaran Publik Dalam Menjaga Kelestarian Fungsi Lingkungan. 2. Meningkatkan Mutu Informasi Tentang Lingkungan Hidup Sebagai Bagian Bagi Sistem Pelaporan Publik Serta Sebagai Bentuk Dari Akuntabilitas Publik. 3. Merumuskan Kebijakan Dalam Rangka Pengendalian Kerusakan Dan Pencemaran Lingkungan Serta Pemulihan Kualitas Lingkungan. 4. Mendokumentasikan Perubahan Dan Kecendrungan Kondisi Lingkungan 5. Menyediakan Fondasi Yang Handal Berupa Data, Informasi Dan Dokumentasi Untuk Meningkatkan Kualitas Pengembalian Keputusan Pada Semua Tingkat Dengan Memperhatikan Aspek Daya Dukung Dan Daya Tampung Lingkungan Hidup Daerah. 6. Sebagai Informasi Untuk Mendukung Proses Pengembalian Keputusan Di Kabupaten Lingga Yang Berkaitan Dengan Bidang Perlindungan Dn Pengelolaan Lingkungan Hidup 7. Sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Kepada Publik Tentang Pencapaian Target Kinerja Program Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 8. Sebagai Instrumen Keberhasilan Pemerintahan Dalam Melindungi Dan Mengelola Lingkungan Hidup.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-01-02 s.d. 2024-02-24
Desain
2024-01-02 s.d. 2024-02-24
Pengumpulan Data
2024-02-25 s.d. 2024-09-30
Pengolahan Data
2024-08-01 s.d. 2024-10-30
Analisis
2024-10-01 s.d. 2024-10-28
Diseminasi Hasil
2024-10-15 s.d. 2025-02-28
Evaluasi
2024-11-30 s.d. 2025-03-12
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Derajat keasaman | Ukuran konsentrasi ion Hidrogen (H+) dalam air yang menentukan sifat keasaman dan kebasaan air | Derajat keasaman/kebasaan air | Tahunan |
| Oksigen Terlarut | Jumlah oksigen yang terlarut dalam air yang tersedia bagi kehidupan air | Dissolved Oxygen atau oksigen terlarut dalam air | Tahunan |
| Kebutuhahan Oksigen Biokimiawi | Jumlah oksigen yang diperlukan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik di dalam air | Biochemical Oxygen Demand atau oksigen untuk mengurai bahan organik aerob | Tahunan |
| Kebutuhahan Oksigen Kimiawi | Jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan organik dan anorganik dalam air secara kimia | Chemical Oxygen Demand atau oksigen untuk mengoksidasi bahan organik dan anorganik | Tahunan |
| Padatan Tersuspensi Total | Jumlah partikel padat tersuspensi dalam air yang dapat disaring | Total suspensi solid atau padatan tersuspensi | Tahunan |
| Nitrat | Senyawa nitrogen yang umum terdapat di perlairan akibat aktifitas pertanian atau limbah domestik | Ion nitrat dalam air | Tahunan |
| total Fosfat | Nutrien utama yang menunjang pertumbuhan alga dan tanaman air | Fosfat total di dalam air | Tahunan |
| Fecal Coliform | Kelomopok bakteri indikator adanya kontaminasi tinja di perairan | Bakteri E Coli sebagai indikator kontaminasi fecal | Tahunan |
| Partikulat | Campuran partikel padat dan cair yang tersuspensi di udara, yang berasal dari proses alam atau aktivitas manusia | Partikulat sangat halus dengan diameter =?2,5?µm diukur tiap jam 24?jam | Tahunan |
| Nitrogen Dioksida | Gas beracun yang terbentuk dari pembakaran bahan bakar terutama kendaraan bermotor dan industri | Gas hasil pembakaran bahan bakar fosil; berpotensi iritasi saluran napas; dihitung dalam rerata 24?jam ISPU | Tahunan |
| Sulfur Dioksida | Gas hasil pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur, seperti batu bara dan minyak. | Gas beracun dari pembakaran batubara/minyak; dapat mengiritasi pernapasan; masuk dalam kategori ISPU 24?jam | Tahunan |
| Luasan tutupan hutan | Tutupan hutan mencerminkan seberapa besar wilayah yang tertutupi oleh vegetasi pohon alami atau buatan, yang memiliki fungsi ekologis penting | Area lahan yang didominasi vegetasi pepohonan alami atau hasil rehabilitasi yang dapat membentuk kanopi dengan kerapatan tertentu. Luas tutupan hutan diukur melalui interpretasi citra satelit (misalnya Landsat/Sentinel), kemudian diklasifikasi berdasarkan jenis penutup lahan dengan bobot ekologis tertentu. | Tahunan |
| Luasan tutupan vegetasi non hutan | Tutupan vegetasi non-hutan mengukur luasan wilayah yang ditutupi oleh tanaman selain hutan, seperti semak, padang rumput, pertanian, dan kebun, yang juga memiliki peran ekologis | Area lahan yang ditumbuhi oleh vegetasi (tanaman/rerumputan/perkebunan), tetapi tidak diklasifikasikan sebagai kawasan hutan. | Tahunan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| KEPULAUAN RIAU | LINGGA |
Pengamatan, Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Air, udara, lahan
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Kunjungan kembali (revisit)
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 0
Pengumpul data/enumerator: 0
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Area
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Nasional, Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2025-01-12;
Digital (softcopy): 2025-01-12;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Kebutuhan Oksigen Kimiawi
-
Total suspensi solid atau padatan tersuspensi berdiameter lebih dari 1 µm yang tertahan pada saringan miliopore dengan diameter pori 0.45 µm
-
Biochemical Oxygen Demand atau oksigen untuk mengurai bahan organik aerob
-
Gas beracun dari pembakaran batubara/minyak; dapat mengiritasi pernapasan; masuk dalam kategori ISPU 24 jam
-
Lokasi pengambilan sampel yang memenuhi kriteria seperti mewakili sumber pencemar, pada outlet daerah aliran sungai utama, pada titik intake pengolahan air minum, pada danau, waduk atau situ; dan/atau pada aliran Badan Air kawasan hulu yang belum terpengaruh aktivitas manusia. Lokasi Pemantauan yang....
-
Gas hasil pembakaran bahan bakar fosil; berpotensi iritasi saluran napas; dihitung dalam rerata 24 jam ISPU
-
Derajat keasaman/kebasaan air
-
Senyawa yang menghasilkan ion fosfat dan merupakan indikator penting untuk mengukur kualitas air. Fosfat total di dalam air terdiri dari ortofosfat, polifosfat, dan fosfor organik
-
Luas wilayah daratan yang termasuk dalam wilayah adminsitratif daerah
-
Bakteri coliform yang berasal dari tinja manusia atau hewan
-
Bentuk utama nitrogen di perairan utama dan merupakan nutrient utama bagi pertumbuhan tanaman dan algae
-
Partikulat sangat halus dengan diameter = 2.5 µm diukur tiap 24 jam
-
Banyaknya oksigen terlarut dalam suatu perairan
-
Nilai luas pada kelas tutupan lahan berupa hutan lahan kering primer, hutan rawa primer, hutan mangrove primer, hutan lahan kering sekunder, hutan rawa sekunder, hutan mangrove sekunder, dan hutan tanaman.
-
Luas lahan bukan hutan yang diamati
Indikator Kegiatan
-
Pengukuran konsentrasi gas Nitrogen Dioksida (NO2) pada udara ambien.
-
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup yang selanjutnya disingkat IKLH adalah nilai yang menggambarkan kualitas Lingkungan Hidup dalam suatu wilayah pada waktu tertentu, yang merupakan nilai komposit dari Indeks Kualitas Air, Indeks Kualitas Udara, Indeks Kualitas Lahan, dan Indeks Kualitas Air Laut.
-
Semua jenis tutupan vegetasi selain hutan, seperti lahan pertanian, padang rumput, semak, dan jenis tanaman lainnya
-
Angka yang menggambarkan tingkat polusi udara di suatu wilayah.
-
Partikel yang memiliki ukuran kurang dari atau sama dengan 2.5 mikrometer
-
Luas wilayah berhutan dengan kriteria yang telah ditentukan sesuai dengan pemetaan dan standar kehutanan
-
Indeks Kualitas Tutupan Lahan yang selanjutnya disingkat IKTL adalah nilai yang menggambarkan kualitas Tutupan Lahan yang dihitung dari kondisi tutupan hutan dan tutupan vegetasi non hutan
-
Pengukuran konsentrasi gas Sulfur Dioksida (SO2) pada udara ambien.
-
Jumlah lokasi spesifik di media lingkungan hidup yang dipilih untuk pengambilan sampel dan pengukuran parameter pada tiap indikator kualitas lingkungan hidup.
-
Suatu nilai yang menggambarkan kondisi kualitas air yang merupakan nilai komposit parameter kualitas air dalam suatu wilayah pada waktu tertentu. Indeks Kualitas Air diukur berdasarkan 8 (delapan) parameter, yaitu: pH, BOD, COD, TSS, DO, NO3-N, Total Phosphat, dan Fecal Coliform.