Detail Metadata Kegiatan Statistik
Survei Penyusunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang 2024
Informasi Umum
Judul KegiatanSurvei Penyusunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Lingkungan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Candirejo No.2 Kompleks Perkantoran Candiasri Ungaran Barat 50513
| Telepon: | (024) 6925605 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dlhkabsemarang@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Kepala Dinas Lingkungn Hidup Kabupaten Semarang |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | - |
| Jabatan: | Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup |
| Alamat: | Jl. Candirejo No.2 Kompleks Perkantoran Candiasri Ungaran Barat 50513 |
| Telepon: | (024) 6925605 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dlhkabsemarang@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanPermasalahan lingkungan di daerah Kabupaten Semarang perlahan menunjukkan gejala yang signifikan baik pada unsur kualitas air, udara maupun tutupan vegetasi. Peningkatan pertumbuhan penduduk yang diakibatkan pesatnya industrialisasi pada sebagian wilayah Kabupaten Semarang berdampak buruk bagi ekologi jika rencana strategi preventif dalam pengelolaan tata guna lahan tidak bersifat ecodevelopment. Aktifitas pertanian dan peternakan pun memiliki andil cukup besar dalam meningkatkan kadar kimia bersifat buruk yang dapat merusak ekosistem sungai. Maka perlu dilakukannya penghitungan indeks kualitas lingkungan hidup agar pembangunan yang sedang tumbuh di Kabupaten Semarang dapat terkontrol dan tetap menjaga keseimbangan ekologi.
Tujuan Kegiatan
1. Memberikan informasi kepada para pengambil keputusan terutama di tingkat pemerintah Kabupaten Semarang tentang kondisi lingkungan di Kabupaten Semarang sebagai bahan evaluasi kebijakan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. 2. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik tentang pencapaian target program-program pemerintah Kabupaten Semarang di bidang pengelolaan lingkungan hidup. 3. Sebagai instrumen keberhasilan pemerintah dalam melindungi dan mengelola lingkungan hidup.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2023-11-01 s.d. 2023-12-31
Desain
2023-12-01 s.d. 2024-01-31
Pengumpulan Data
2024-02-01 s.d. 2024-12-30
Pengolahan Data
2024-12-01 s.d. 2025-01-31
Analisis
2025-01-03 s.d. 2025-01-31
Diseminasi Hasil
2025-02-01 s.d. 2025-02-15
Evaluasi
2025-02-08 s.d. 2025-02-28
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Puissance negative de H (pH) | derajat yang menyatakan keasaman dan kebasaan perairan yang merupakan negatif dari logaritma konsentrasi ion hidrogen (H+). pH merupakan tolak ukur mutu air yang banyak mempengaruhi nilai pemanfaatan air (Mahida, 1984). Perairan yang mempunyai pH antara 6,5-8,5 adalah perairan yang produktif dan ideal bagi kehidupan organisme akuatik. | derajat yang menyatakan keasaman dan kebasaan perairan yang merupakan negatif dari logaritma konsentrasi ion hidrogen (H+). pH merupakan tolak ukur mutu air yang banyak mempengaruhi nilai pemanfaatan air (Mahida, 1984). Perairan yang mempunyai pH antara 6,5-8,5 adalah perairan yang produktif dan ideal bagi kehidupan organisme akuatik. | saat observasi pengambilan sampel |
| Total Suspended Solid (TSS) | bahan-bahan tersuspensi (diameter > 1 µm ) yang tertahan pada saringan Millipore dengan diameter pori 0,45 µm. TSS terdiri atas lumpur dan pasir halus serta jasad-jasad renik, yang terutama disebabkan oleh kikisan tanah atau erosi tanah yang terbawa ke badan air. Padatan tersuspensi dikategorikan dalam padatan sulit mengendap, sehingga tidak dapat dihilangkan dengan pengendapan gravitasi konvensional (Suprihatin dan Suparno 2013). | bahan-bahan tersuspensi (diameter > 1 µm ) yang tertahan pada saringan Millipore dengan diameter pori 0,45 µm. TSS terdiri atas lumpur dan pasir halus serta jasad-jasad renik, yang terutama disebabkan oleh kikisan tanah atau erosi tanah yang terbawa ke badan air. Padatan tersuspensi dikategorikan dalam padatan sulit mengendap, sehingga tidak dapat dihilangkan dengan pengendapan gravitasi konvensional (Suprihatin dan Suparno 2013). | saat observasi pengambilan sampel |
| Total Dissolved Solid (TDS) | terlarutnya zat padat, baik berupa ion, berupa senyawa, koloid di dalam air. | Residu dianggap sebagai kandungan total bahan terlarut dan tersuspensi dalam air. Selama penentuan residu ini, sebagian besar bikarbonat yang merupakan ion utama di perairan telah mengalami transformasi menjadi karbondioksida, sehingga karbondioksida dan gas-gas lain yang menghilang pada saat pemanasan tidak tercakup dalam nilai padatan total. | saat observasi pengambilan sampel |
| Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen, DO) | oksigen terlarut berperan dalam proses oksidasi dan reduksi bahan organik dan anorganik. yakni untuk membantu mengurangi beban pencemaran pada perairan secara alami maupun dengan perlakuan aerobik untuk memurnikan air buangan industri dan rumah tangga. | oksigen terlarut berperan dalam proses oksidasi dan reduksi bahan organik dan anorganik. yakni untuk membantu mengurangi beban pencemaran pada perairan secara alami maupun dengan perlakuan aerobik untuk memurnikan air buangan industri dan rumah tangga. | saat observasi pengambilan sampel |
| Biochemical Oxygen Demand (BOD) | merupakan variabel yang menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh organisme untuk memecah atau mengoksidasi bahan-bahan buangan di dalam air. | (1) BOD merupakan banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme dalam lingkungan air untuk memecah (mendegradasi) bahan buangan organic yang ada dalam air menjadi karbondioksida dan air. (2) BOD menunjukan jumlah oksigen yang dikonsumsi oleh proses respirasi microba aerob yang terdapat dalam botol BOD yang diinkubasi selama 5 hari pada suhu 20°C dalam keadaan tanpa cahaya. | saat observasi pengambilan sampel |
| Chemical Oxygen Demand (COD) | merupakan variabel yang digunakan untuk mengetahui zat organik dan jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi materi organik dan oksidasi secara kimia. Nilai COD dalam air limbah biasanya lebih tinggi dari nilai BOD karena lebih banyak senyawa yang dapat dioksidasi biologi. Semakin tinggi nilai COD dalam air limbah mengindikasikan bahwa derajat pencemaran pada suatu perairan semakin tinggi (Suharto, 2011) | merupakan variabel yang digunakan untuk mengetahui zat organik dan jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi materi organik dan oksidasi secara kimia. Nilai COD dalam air limbah biasanya lebih tinggi dari nilai BOD karena lebih banyak senyawa yang dapat dioksidasi biologi. Semakin tinggi nilai COD dalam air limbah mengindikasikan bahwa derajat pencemaran pada suatu perairan semakin tinggi (Suharto, 2011) | saat observasi pengambilan sampel |
| Total Fosfat | Fosfat terdapat dalam air alam atau air limbah sebagai senyawa ortofosfat, polifosfat dan fosfat-organis. am air alam atau air limbah sebagai senyawa ortofosfat, polifosfat dan fosfat-organis. Ortofosfat adalah senyawa monomer seperti H2PO4-HPO42-, PO43-, sedangkan polifosfat merupakan senyawa polimer seperti (PO3)63-, P2O74- fosfat organis adalah P yang terikat dengan senyawa organis sehingga tidak berada dalam larutan secara terlepas. Dalam air limbah, senyawa fosfat dapat berasal dari limbah penduduk, industri dan pertanian. Fosfat organis terdapat dalam air buangan penduduk (tinja) dan sisa makanan. | Fosfat terdapat dalam air alam atau air limbah sebagai senyawa ortofosfat, polifosfat dan fosfat-organis. am air alam atau air limbah sebagai senyawa ortofosfat, polifosfat dan fosfat-organis. Ortofosfat adalah senyawa monomer seperti H2PO4-HPO42-, PO43-, sedangkan polifosfat merupakan senyawa polimer seperti (PO3)63-, P2O74- fosfat organis adalah P yang terikat dengan senyawa organis sehingga tidak berada dalam larutan secara terlepas. Dalam air limbah, senyawa fosfat dapat berasal dari limbah penduduk, industri dan pertanian. Fosfat organis terdapat dalam air buangan penduduk (tinja) dan sisa makanan. | saat observasi pengambilan sampel |
| Ammonia | Kadar amonia yang tinggi dapat merupakan indikasi adanya pencemaran bahan organik yang berasal dari limbah domestik, industri, dan limpasan pupuk pertanian. Kandungan amonia ada dalam jumlah yang relatif kecil jika di dalam perairan kandungan oksigen terlalu tinggi. | Kadar amonia yang tinggi dapat merupakan indikasi adanya pencemaran bahan organik yang berasal dari limbah domestik, industri, dan limpasan pupuk pertanian. Kandungan amonia ada dalam jumlah yang relatif kecil jika di dalam perairan kandungan oksigen terlalu tinggi. | saat observasi pengambilan sampel |
| Fecal Coli | Keberadaan E. Coli di perairan secara berlimpah menggambarkan bahwa perairan tersebut tercemar oleh kotoran manusia, yang mungkin disertai dengan cemaran bakteri patogen. Coliform fecal adalah bakteri yang berasal dari tinja manusia atau hewan berdarah panas, jenis Coliform fecal yaitu Escherichia coli. | Keberadaan E. Coli di perairan secara berlimpah menggambarkan bahwa perairan tersebut tercemar oleh kotoran manusia, yang mungkin disertai dengan cemaran bakteri patogen. Coliform fecal adalah bakteri yang berasal dari tinja manusia atau hewan berdarah panas, jenis Coliform fecal yaitu Escherichia coli. | saat observasi pengambilan sampel |
| Total Coliform | kumpulan mikroorganisme relatif tidak berbahaya yang hidup dalam jumlah besar di tanah, tanaman dan di usus berdarah panas (manusia) dan hewan berdarah dingin. | kumpulan mikroorganisme relatif tidak berbahaya yang hidup dalam jumlah besar di tanah, tanaman dan di usus berdarah panas (manusia) dan hewan berdarah dingin. | saat observasi pengambilan sampel |
| Sulfur Dioksida (SO2) | SO2 mewakili emisi dari industry dan kendaraan diesel yang menggunakan bahan bakar solar serta bahan bakar yang mengandung sulfur lainnya. Gas SO2 hasil dari proses pembakaran bahan bakar fosil (batubara) yang jumlahnya terlalu banyak, sehingga kondisi alamiah lingkungan alam pun tidak dapat me-recycle-nya kembali ke alam sekitar. | SO2 mewakili emisi dari industry dan kendaraan diesel yang menggunakan bahan bakar solar serta bahan bakar yang mengandung sulfur lainnya. Gas SO2 hasil dari proses pembakaran bahan bakar fosil (batubara) yang jumlahnya terlalu banyak, sehingga kondisi alamiah lingkungan alam pun tidak dapat me-recycle-nya kembali ke alam sekitar. | saat observasi pengambilan sampel |
| Nitrogen Dioksida (NO2) | Nitrogen oksida (NOx) menjadi salah satu polutan dengan jumlah besar yang dihasilkan oleh boiler. Emisi NOx yang dihasilkan oleh boiler tersusun atas 90-95% NO dan sisanya adalah NO2. Namun setelah kombinasi NOx tersebut keluar dari cerobong asap boiler, NO akan teroksidasi lebih lanjut menjadi NO2. NO2 inilah yang biasanya tampak sebagai asap yang keluar dari cerobong asap boiler tersebut. | Nitrogen oksida (NOx) menjadi salah satu polutan dengan jumlah besar yang dihasilkan oleh boiler. Emisi NOx yang dihasilkan oleh boiler tersusun atas 90-95% NO dan sisanya adalah NO2. Namun setelah kombinasi NOx tersebut keluar dari cerobong asap boiler, NO akan teroksidasi lebih lanjut menjadi NO2. NO2 inilah yang biasanya tampak sebagai asap yang keluar dari cerobong asap boiler tersebut. | saat observasi pengambilan sampel |
| Khlorin Bebas | Klorin yang tersedia untuk menonaktifkan organisme penyebab penyakit, dan dengan demikian merupakan ukuran yang digunakan untuk menentukan kelayakan air | Klorin yang tersedia untuk menonaktifkan organisme penyebab penyakit, dan dengan demikian merupakan ukuran yang digunakan untuk menentukan kelayakan air | saat observasi pengambilan sample |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA TENGAH | SEMARANG |
Pengamatan
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Sungai, transportasi, pemukiman, perkantoran, industri dan lahan
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelSINGLE_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_NONPROBABILITAS
Metode yang Digunakan
QUOTA_SAMPLING
Unit Sampel
Sungai, udara dan lingkungan di Kabupaten Semarang
Unit Observasi
17 sungai; 15 titik lingkungan pemukiman, kantor dan industri; kerapatan vegetasi dengan citra landsat
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma I/II/III
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 8
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataData Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : lingkungan hidup
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2025-03-02;
Digital (softcopy): 2025-02-15;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
(1) BOD merupakan banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme dalam lingkungan air untuk memecah (mendegradasi) bahan buangan organic yang ada dalam air menjadi karbondioksida dan air. (2) BOD menunjukan jumlah oksigen yang dikonsumsi oleh proses respirasi microba aerob yang terdapat dalam....
-
Nitrogen oksida (NOx) menjadi salah satu polutan dengan jumlah besar yang dihasilkan oleh boiler. Emisi NOx yang dihasilkan oleh boiler tersusun atas 90-95% NO dan sisanya adalah NO2. Namun setelah kombinasi NOx tersebut keluar dari cerobong asap boiler, NO akan teroksidasi lebih lanjut menjadi NO2.....
-
Kadar amonia yang tinggi dapat merupakan indikasi adanya pencemaran bahan organik yang berasal dari limbah domestik, industri, dan limpasan pupuk pertanian. Kandungan amonia ada dalam jumlah yang relatif kecil jika di dalam perairan kandungan oksigen terlalu tinggi.
-
Fosfat terdapat dalam air alam atau air limbah sebagai senyawa ortofosfat, polifosfat dan fosfat-organis. am air alam atau air limbah sebagai senyawa ortofosfat, polifosfat dan fosfat-organis. Ortofosfat adalah senyawa monomer seperti H2PO4-HPO42-, PO43-, sedangkan polifosfat merupakan senyawa polimer....
-
oksigen terlarut berperan dalam proses oksidasi dan reduksi bahan organik dan anorganik. yakni untuk membantu mengurangi beban pencemaran pada perairan secara alami maupun dengan perlakuan aerobik untuk memurnikan air buangan industri dan rumah tangga.
-
Klorin yang tersedia untuk menonaktifkan organisme penyebab penyakit, dan dengan demikian merupakan ukuran yang digunakan untuk menentukan kelayakan air
-
Keberadaan E. Coli di perairan secara berlimpah menggambarkan bahwa perairan tersebut tercemar oleh kotoran manusia, yang mungkin disertai dengan cemaran bakteri patogen. Coliform fecal adalah bakteri yang berasal dari tinja manusia atau hewan berdarah panas, jenis Coliform fecal yaitu Escherichia coli.
-
Residu dianggap sebagai kandungan total bahan terlarut dan tersuspensi dalam air. Selama penentuan residu ini, sebagian besar bikarbonat yang merupakan ion utama di perairan telah mengalami transformasi menjadi karbondioksida, sehingga karbondioksida dan gas-gas lain yang menghilang pada saat pemanasan....
-
kumpulan mikroorganisme relatif tidak berbahaya yang hidup dalam jumlah besar di tanah, tanaman dan di usus berdarah panas (manusia) dan hewan berdarah dingin.
-
SO2 mewakili emisi dari industry dan kendaraan diesel yang menggunakan bahan bakar solar serta bahan bakar yang mengandung sulfur lainnya. Gas SO2 hasil dari proses pembakaran bahan bakar fosil (batubara) yang jumlahnya terlalu banyak, sehingga kondisi alamiah lingkungan alam pun tidak dapat me-recycle-nya....
-
bahan-bahan tersuspensi (diameter > 1 µm ) yang tertahan pada saringan Millipore dengan diameter pori 0,45 µm. TSS terdiri atas lumpur dan pasir halus serta jasad-jasad renik, yang terutama disebabkan oleh kikisan tanah atau erosi tanah yang terbawa ke badan air. Padatan tersuspensi dikategorikan dalam....
-
merupakan variabel yang digunakan untuk mengetahui zat organik dan jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi materi organik dan oksidasi secara kimia. Nilai COD dalam air limbah biasanya lebih tinggi dari nilai BOD karena lebih banyak senyawa yang dapat dioksidasi biologi. Semakin tinggi nilai....
-
derajat yang menyatakan keasaman dan kebasaan perairan yang merupakan negatif dari logaritma konsentrasi ion hidrogen (H+). pH merupakan tolak ukur mutu air yang banyak mempengaruhi nilai pemanfaatan air (Mahida, 1984). Perairan yang mempunyai pH antara 6,5-8,5 adalah perairan yang produktif dan ideal....
Indikator Kegiatan
-
Metode sederhana yang digunakan sebagai bagian dari survei kualitas air secara umum dengan menggunakan 10 parameter, yaitu DO, Fecal Coliform, COD, pH, BOD, NH3-N, TP, TSS, NO3-N, dan TDS dengan perhitungan berdasarkan bobot dan transformasi nilai sub-indeks parameter kualitas air yang ditetapkan dalam....
-
IKLH sebagai indikator pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia merupakan perpaduan antara konsep Indeks Kualitas Lingkungan dan konsep Environmental Performance Index (EPI). IKLH dapat digunakan untuk menilai kinerja program perbaikan kualitas lingkungan hidup. IKLH juga dapat digunakan sebagai bahan....
-
Merupakan indeks ‘kehijauan’ vegetasi atau aktifitas fotosintesis vegetasi, didasarkan pada pengamatan bahwa permukaan yang berbeda-beda merefleksikan berbagai jenis gelombang cahaya yang berbeda-beda. vegetasi yang aktif melakukan fotosintesis akan menyerap sebagian besar gelombang merah sinar matahari....
-
Ukuran yang digunakan untuk menilai pencemaran udara di suatu daerah dengan parameter perhitungan indeks kualitas udara yaitu NO2 dan So2