| Nama Indikator | Rasio konsumsi normatif per kapita thd produksi bersih pangan (padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, sagu, pisang) |
| Konsep | Konsumsi Pangan
|
| Definisi | Rasio konsumsi normatif per kapita terhadap produksi bersih pangan
sumber karbohidrat (padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, dan pisang). Konsumsi
normatif komoditas tersebut sebesar 300 gram/kapita/hari |
| Interpretasi | Rasio ini digunakan untuk mengukur sejauh mana ketersediaan pangan suatu wilayah mencukupi kebutuhan konsumsi normal per orang dalam sehari. Jika rasio tinggi, ini menunjukkan ketersediaan pangan lebih dari cukup, sedangkan rasio rendah berarti produksi pangan kurang untuk memenuhi kebutuhan konsumsi normatif. |
| Metode Perhitungan | Rasio = Konsumsi normatif per kapita / Produksi Bersih Pangan |
| Rumus | $^{\prime}Rasio=Konsumsinormatifperkapita/ProduksiBersihPangan$ |
| Ukuran | Jumlah |
| Satuan | Gram |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | -
|
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Jumlah Penduduk Konsumsi Pangan
|
| Level Estimasi | Kabupaten / Kota |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Kabupaten Seluma Tahun 2025 2025 |
|---|