Detail Metadata Indikator Statistik
Angka Kecukupan Protein
| Nama Indikator | Angka Kecukupan Protein |
|---|---|
| Konsep | AKP |
| Definisi | Kontribusi protein masing-masing kelompok pangan |
| Interpretasi | - Tingkat Kecukupan Protein < 70% : Defisit tingkat berat - 70% <= Tingkat Kecukupan Protein < 79% : Defisit tingkat sedang - 80% <= Tingkat Kecukupan Protein < 89% : Defisit tingkat ringan - 90% <= Tingkat Kecukupan Protein < 119% : Normal - Tingkat Kecukupan Protein >= 120% : Berlebih Contoh: Angka kecukupan protein masyarakat kota Solok adalah 106,8%. Artinya, secara kuantitas, rata-rata konsumsi protein perkapita perhari masyarakat Kota Solok tersebut sudah melebihi protein yang dianjurkan, namun masih termasuk pada kategori normal (AKP berkisar antara 90-119%) |
| Metode Perhitungan | Membandingkan antara konsumsi zat protein aktual dengan kecukupan protein yang dianjurkan |
| Rumus | $Perbandinganproteinsuatukelompokpanganperseluruhdikali100\%$ |
| Ukuran | bERAT |
| Satuan | Gram/kapita |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Jenis pangan |
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | - |
| Level Estimasi | Kabupaten/Kota |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | SURVEI PELAKSANAAN PENCAPAIAN TARGET KONSUMSI PANGAN PER KAPITA/TAHUN SESUAI DENGAN ANGKA KECUKUPAN GIZI 2021 |