Detail Metadata Indikator Statistik
Indeks Ketahanan Pangan
| Nama Indikator | Indeks Ketahanan Pangan |
|---|---|
| Konsep | ketahanan pangan |
| Definisi | Indeks yang digunakan untuk mengetahui ketahanan pangan suatu daerah. Indeks ini terdiri dari 3 dimensi yaitu dimensi ketersediaan pangan, keterjangkauan/akses pangan dan pemanfaatan pangan. |
| Interpretasi | Jika indeks ketahanan pangan< (µ-1,0 s) maka daerah tersebut kurang tahan pangan; Jika (µ-1,0 s) < indeks ketahanan pangan < (µ+1,0 s), maka daerah tersebut cukup tahan pangan; Jika indeks ketahanan pangan = (µ+1,0s), maka daerah tersebut memiliki tahan pangan yang tinggi |
| Metode Perhitungan | 1. Standarisasi nilai indikator dengan menggunakan z-score dan distance to scale (0 – 100) 2. Menjumlahkan hasil perkalian antara masing-masing nilai indikator yang sudah distandarisasi dengan bobot indikator, dengan rumus: ??(??) = ? ????????j Dimana: i : Indikator ke-1, 2, 3, … 7, 8, dan 9 j : Kabupaten ke-1, 2, 3, … 414, 415, dan 416; kota ke-1, 2, 3, … 96, 97, dan 98 Yj : Indeks Ketahanan Pangan kabupaten/kota ke-j ai : Bobot masing-masing indikator ke-i Xij : Nilai standarisasi masing-masing indikator ke-i pada kabupaten/kota ke-j Wilayah yang memiliki nilai IKP paling besar merupakan wilayah yang paling tahan pangan, sebaliknya nilai IKP paling kecil menunjukkan wilayah yang rentan terhadap kerawanan pangan. 3. Mengelompokan wilayah ke dalam 6 kelompok berdasarkan cut off point IKP IKP yang dihasilkan pada masing-masing wilayah dikelompokkan ke dalam enam kelompok berdasarkan cut off point IKP (Tabel 3). Cut off point IKP merupakan hasil penjumlahan dari masing-masing perkalian antara bobot indikator individu dengan cut off point indikator individu hasil standarisasi z-score dan distance to scale (0-100). Wilayah yang masuk ke dalam kelompok 1 adalah kabupaten/kota/provinsi yang cenderung memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi daripada kabupaten/kota dengan kelompok di atasnya, sebaliknya wilayah pada kelompok 6 merupakan kabupaten/kota/provinsi yang memiliki ketahanan pangan paling baik. |
| Rumus | $K\left(j\right)=\sum^9_{n=1}a_ic_{ij}$ |
| Ukuran | indeks |
| Satuan | tanpa satuan |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | 1. Prioritas 1 2. Prioritas 2 3. Prioritas 3 4. Prioritas 4 5. Prioritas 5 6. Prioritas 6 |
| Apakah Indikator Komposit | Ya |
| Indikator Pembangun | Rasio luas lahan pertanian terhadap jumlah penduduk Rasio jumlah sarana dan prasaran penyedia pangan terhadap jumlah rumah tangga Rasio jumlah penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah terhadap jumlah penduduk desa Rasio jumlah rumah tangga tanpa akses air bersih terhadap jumlah rumah tangga desa Desa yang tidak memiliki akses penghubung memadai melalui darat atau air atau udara Rasio jumlah tenaga kesehatan terhadap jumlah penduduk desa |
| Variabel Pembangun | - |
| Level Estimasi | Kelurahan Se-Kota Binjai |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | PENYUSUNAN BUKU PETA KETAHANAN DAN KERENTANAN PANGAN (FSVA/FOOD SECURITY AND VULNERABILITY ATLAS) KOTA BINJAI 2021 |