Detail Metadata Indikator Statistik
Indeks Kemahalan Konstruksi
| Nama Indikator | Indeks Kemahalan Konstruksi |
|---|---|
| Konsep | 1. Indeks Kemahalan Konstruksi 2. Indeks Spasial |
| Definisi | Angka yang digunakan sebagai proxy untuk menggambarkan tingkat kemahalan bangunan konstruksi di suatu daerah dibandingkan dengan kota acuan. |
| Interpretasi | Semakin tinggi angka IKK di suatu daerah maka semakin tinggi pula biaya yang diperlukan untuk mendirikan sebuah bangunan di daerah tersebut. Jika kota A memiliki nilai IKK sebesar 110, berarti biaya untuk membangun suatu proyek/bangunan/pekerjaan sipil di kota A lebih tinggi 10 persen dibandingkan dengan Kota Acuan. Jika IKK kota B sebesar 96, berarti biaya untuk membangun suatu proyek/bangunan/pekerjaan sipil lebih rendah 4 persen dibandingkan Kota Acuan. |
| Metode Perhitungan | Tahap Pertama: menghitung nilai komponen konstruksi masing masing sistem dari suatu bangunan untuk setiap kabupaten/kota; Tahap kedua: menghitung PPP sistem; Tahap ketiga: menghitung PPP bangunan; Tahap keempat: menghitung PPP proyek; Tahap kelima: menghitung IKK kabupaten/kota; Ket: NK l = nilai komponen ke-l pada masing-masing sistem dari suatu bangunan di kabupaten/kota pm = harga material/upah/sewa alat ke-m qm = kuantitas/volume material/upah/sewa ke-m M = jumlah material/upah/sewa dalam komponen ke-l PPP sistem ijk = purchasing power parity sistem ke-k, bangunan ke-j, proyek ke-i NK klx = nilai komponen ke-l, sistem ke-k, di kabupaten/kota ke-x NK kl0 = nilai komponen ke-l, sistem ke-k, di kabupaten/kota acuan L = jumlah komponen dalam suatu sistem PPP bangunan ij = purchasing power parity bangunan ke-j, proyek ke-i K = Jumlah sistem dalam suatu bangunan PPP proyek i = purchasing power parity proyek ke-i J = Jumlah bangunan dalam suatu proyek I = jumlah proyek dalam suatu kabupaten/kota w1 = penimbang yang berasal dari realisasi APBD |
| Rumus | $v\left\{NK\right\}_l=\sum^M_{m=1}¦p_m.q_m;v\left\{PPP\right\}_{\left\{sistem\right\}_ijk}=\left(?^L_{i=1}¦\left\{NK\right\}_klx/\left\{NK\right\}_kl0\right)^{1/L};v\left\{PPP\right\}_{\left\{bangunan\right\}_ij}=?^K_{k=1}¦\left\{\left\{PPP\right\}_sistem\right\}_ijk^{w_2k};v\left\{PPP\right\}_{\left\{proyek\right\}_i}=?^J_{j=1}¦\left\{\left\{PPP\right\}_bangunan\right\}_ij^{1/J};v\left\{IKK\right\}_{kabkot}=?^I_{i=1}¦\left(\left\{PPP\right\}_{\left\{proyek\right\}_i}\right)^{w_1i}×100$ |
| Ukuran | Indeks |
| Satuan | - |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Wilayah |
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Harga komoditas barang konstruksi Nilai atau harga sewa alat berat konstruksi Nilai Upah Jasa Konstruksi per satuan per unit |
| Level Estimasi | Kabupaten/Kota |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Survei Harga Kemahalan Konstruksi di Indonesia 2025 |