Detail Metadata Kegiatan Statistik
Survei Pembangunan Kebudayaan Kabupaten Tangerang 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanSurvei Pembangunan Kebudayaan Kabupaten Tangerang
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Demografi dan Kependudukan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-25.3603.002
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Tangerang
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Komplek Perkantoran Tigaraksa Jl.KH. Somawinata No.1 Kel.Kadu Agung Kec.Tigaraksa Kab.Tangerang
| Telepon: | (021) 5994156 |
| Faksimile: | (021) 599420 |
| Email: | kabtangerangbappeda@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tangerang |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Dra. Upit Kurniasih, M.Si. |
| Jabatan: | Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Daerah |
| Alamat: | Jalan H. Somawinata Blok D No 1, Tigaraksa, Tangerang, Banten |
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | kurniasihupit@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanIndonesia merupakan negara adikuasa di bidang kebudayaan. Sebagai negara- bangsa bercorak majemuk dengan latar belakang sosial yang beragam: suku, ras, adat-istiadat, budaya, bahasa, dan agama, Indonesia memiliki khazanah kebudayaan yang sangat kaya dan melimpah. Khazanah kebudayaan tersebut tersebar di seluruh penjuru Nusantara, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote. Khazanah kebudayaan bukan saja menunjukkan peradaban suatu bangsa, tapi juga dapat menjadi kekuatan penggerak dan modal dasar pembangunan. Kebudayaan memiliki peran penting dalam pembangunan, dengan menekankan hubungan yang erat dan saling terkait antara pembangunan dan kebudayaan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Selain itu nilai budaya dan sikap mental seperti etos kerja, motivasi berprestasi, ulet, dan daya juang dapat menjadi pendorong produktivitas dan kemajuan bangsa. Nilai budaya dan mentalitas menjadi penentu untuk mencapai kemajuan dalam suatu proses pembangunan. Menyadari begitu strategisnya peran kebudayaan dalam pembangunan, pemerintah Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan pembangunan kebudayaan. Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan membawa arah baru dalam pembangunan kebudayaan dengan menjadikan kebudayaan sebagai investasi untuk membangun masa depan dan peradaban bangsa. Melalui pemajuan kebudayaan, diharapkan kebudayaan dapat memperkukuh jati diri dan karakter bangsa, memperteguh persatuan dan kesatuan bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa, melestarikan warisan budaya bangsa, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan mampu memengaruhi arah perkembangan peradaban dunia.Untuk mendukung pemajuan kebudayaan diperlukan data dan informasi yang memadai agar pemajuan kebudayaan tepat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional bahwa perencanaan pembangunan didasarkan pada data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Mengingat pentingnya data dan informasi dalam pembangunan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Badan Pusat Statistik memiliki inisiatif menyusun Indeks Pembangunan Kebudayaan. Indeks Pembangunan Kebudayaan disusun dengan mengacu pada konsep Culture Development Indicators (CDIs) UNESCO. CDIs UNESCO memiliki serangkaian dimensi dan indikator yang menyoroti tentang kontribusi kebudayaan terhadap pembangunan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membantu individu dan masyarakat untuk memperluas pilihan hidup, dan beradaptasi pada perubahan. Adapun Indeks Pembangunan Kebudayaan merupakan instrumen untuk mengukur capaian kinerja pembangunan kebudayaan. Dalam hal ini, Indeks Pembangunan Kebudayaan tidak dimaksudkan untuk mengukur nilai budaya suatu daerah, melainkan untuk mengukur kinerja pembangunan kebudayaan. Indeks Pembangunan Kebudayaan diharapkan dapat memberikan gambaran pembangunan kebudayaan secara lebih holistik dengan memuat 7 (tujuh) dimensi, yakni: (1) dimensi ekonomi budaya; (2) dimensi pendidikan; (3) dimensi ketahanan sosial budaya; (4) dimensi warisan budaya; (5) dimensi ekspresi budaya; (6) dimensi budaya literasi; dan (7) dimensi kesetaraan gender. Ketujuh dimensi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kebudayaan memiliki ruang lingkup yang cukup luas dan bersifat lintas sektor. Dengan diterbitkannya Indeks Pembangunan Kebudayaan ini, diharapkan pembangunan kebudayaan dapat semakin terarah dan berkualitas. Salah satu modal dasar pembangunan yaitu sumber daya kebudayaan. Selain itu SDB juga memiliki peran penting karena Indonesia memiliki SDB yang berlimpah, dapat diperbarui, digunakan kembali, dan didaur ulang (renewable, reuse, and recycle). Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) dapat diwujudkan dengan meningkatkan literasi, inovasi, dan kreativitas, revolusi mental dan pembinaan ideologi Pancasila, memperkuat moderasi beragama, serta meningkatkan pemajuan dan pelestarian kebudayaan. Indeks Pembangunan Kebudayaan sebagai strategi pembangunan daerah juga menjadi salah satu program Prioritas Pembangunan Kabupaten Tangerang. IPK merupakan alat ukur capaian pembangunan wilayah sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk memajukan wilayah secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tujuan Kegiatan
Menghasilkan gambaran tingkat Pembangunan Kebudayaan Kabupaten Tangerang melalui Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK)
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-01-02 s.d. 2025-01-28
Desain
2025-02-01 s.d. 2025-02-28
Pengumpulan Data
2025-02-24 s.d. 2025-03-09
Pengolahan Data
2025-03-10 s.d. 2025-03-16
Analisis
2025-03-17 s.d. 2025-03-23
Diseminasi Hasil
2025-03-24 s.d. 2025-03-30
Evaluasi
2025-03-31 s.d. 2025-03-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Dimensi Pendidikan | Dimensi Ekonomi Budaya Dimensi Pendidikan | Dimensi pendidikan dalam indeks pembangunan kebudayaan merujuk pada aspek-aspek yang menilai kualitas dan aksesibilitas pendidikan yang mendukung pengembangan dan pelestarian kebudayaan suatu masyarakat. Dimensi ini mencakup bagaimana pendidikan berkontribusi dalam membentuk pemahaman, nilai, dan keterampilan individu dalam konteks budaya, serta menciptakan kesadaran akan pentingnya warisan budaya dan identitas. | Setahun terakhir |
| Dimensi Ketahanan Sosial Budaya | Dimensi Ketahanan Sosial Budaya | Dimensi ketahanan sosial budaya dalam indeks pembangunan kebudayaan merujuk pada aspek-aspek yang menilai interaksi sosial, nilai-nilai, norma, serta praktik budaya yang mempengaruhi kehidupan masyarakat. Dimensi ini mencakup bagaimana masyarakat saling berinteraksi, mengembangkan identitas bersama, dan melestarikan tradisi, serta bagaimana semua ini berkontribusi pada pembangunan kebudayaan secara keseluruhan. | Setahun terakhir |
| Dimensi Warisan Budaya | Dimensi Warisan Budaya | Dimensi sosial budaya dalam indeks pembangunan kebudayaan merujuk pada aspek-aspek yang mencakup interaksi sosial, nilai-nilai, norma, dan praktik budaya yang membentuk identitas dan kehidupan masyarakat. Dimensi ini menilai bagaimana elemen elemen budaya dan sosial berinteraksi dan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, kohesi sosial, dan pelestarian warisan budaya. | Setahun terakhir |
| Dimensi Ekspresi Budaya | Dimensi Ekspresi Budaya | Ekspresi budaya dalam indeks pembangunan kebudayaan merujuk pada berbagai cara di mana masyarakat menampilkan, merayakan, dan melestarikan nilai-nilai, tradisi, dan identitas budaya mereka melalui seni, bahasa, ritual, dan praktik sosial. Dimensi ini mencakup manifestasi kreatif dari kebudayaan yang mencerminkan kekayaan, keragaman, dan dinamika suatu komunitas, serta perannya dalam pembangunan sosial dan ekonomi. | Setahun terakhir |
| Dimensi Literasi Budaya | Dimensi Literasi Budaya | Literasi budaya dalam indeks pembangunan kebudayaan merujuk pada kemampuan individu dan masyarakat untuk memahami, menghargai, dan berpartisipasi dalam praktik praktik budaya yang ada di lingkungan mereka. Dimensi ini mencakup pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menginterpretasikan, mengapresiasi, dan menciptakan ekspresi budaya, serta kemampuan untuk berinteraksi secara efektif dalam konteks sosial yang beragam. | Setahun terakhir |
| Dimensi Gender | Dimensi Gender | Gender dalam indeks pembangunan kebudayaan merujuk pada peran, norma, dan hubungan antara jenis kelamin yang mempengaruhi interaksi sosial, akses terhadap sumber daya, serta partisipasi dalam kehidupan budaya dan masyarakat. Dimensi ini menilai sejauh mana gender berkontribusi pada pembangunan budaya dan bagaimana perbedaan gender mempengaruhi akses terhadap pendidikan, seni, dan pelestarian warisan budaya. | Setahun terakhir |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| BANTEN | TANGERANG |
Wawancara
Sarana Pengumpulan Data
CAPI
Unit Pengumpulan Data
Individu, Rumah Tangga
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelMULTI_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_PROBABILITAS
Metode yang Digunakan
SYSTEMATIC_RANDOM_SAMPLING
Kerangka Sampel Tahap Terakhir
LIST_FRAME
Fraksi Sampel Keseluruhan
Tahap 1 Sampel Rukun Tetangga (RT) f1 = n(h) x [M(hi)/M(h)] dimana: f1 : fraksi sampling Rukun Tetangga (RT) n(h) : Jumlah Rukun Tetangga (RT) yang dgunakan sebagai Master Sampling Frame di starata ke-h (h = 1 untuk daerah perkotaan, h = 2 untuk daerah perdesaan) M(hi) : Jumlah Populasi Keluarga pada Rukun Tetangga (RT) i strata ke-h M(h) : Jumlah Populasi Keluarga pada strata ke-h pada sampling frame Tahap 2 Sampel Keluarga f2 = m(hi)/M(hi) dimana: f2 : fraksi sampling Keluarga m(hi) : Jumlah Sampel Keluarga pada Rukun Tetangga (RT) i strata ke-h M(hi) : Jumlah Populasi Keluarga pada Rukun Tetangga (RT) i strata ke-h Fraksi Sampling Keseluruhan (f) f = f1 x f2
Nilai Perkiraan Sampling Error Variabel Utama
5%
Unit Sampel
Keluarga
Unit Observasi
Keluarga
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Kunjungan kembali (revisit), Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 3
Pengumpul data/enumerator: 27
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataValidasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Rumah Tangga
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2025-03-31;
Digital (softcopy): 2025-03-31;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Kondisi umur responden yang menunjukkan apakah responden telah berusia 10 tahun atau lebih pada saat pelaksanaan survei.
-
Kondisi ada atau tidaknya anggota rumah tangga yang pernah menyelenggarakan dan/atau menghadiri upacara adat atau tradisi dalam kurun waktu satu tahun terakhir sebelum pelaksanaan survei.
-
Kondisi ada atau tidaknya anggota rumah tangga yang membeli dan/atau menggunakan produk-produk tradisional dalam kurun waktu tiga bulan terakhir sebelum pelaksanaan survei.
-
Kondisi ada atau tidaknya keterdaftaran responden sebagai anggota dalam suatu organisasi di luar organisasi yang berkaitan dengan tempat kerja atau sekolah dalam kurun waktu satu tahun terakhir sebelum pelaksanaan survei.
-
Status keterlibatan responden dalam pertunjukan, pameran, atau produksi seni dan tradisi yang memberikan penghasilan, baik sebagai sumber penghasilan utama maupun penghasilan tambahan.
-
Kemampuan responden untuk membaca dan menulis kalimat sederhana dalam bahasa yang digunakan sehari-hari.
-
Perbedaan antara perempuan dengan laki-laki secara fisiologis yang ditandai dengan ciri-ciri fisik tertentu. Jenis kelamin terbagi atas perempuan dan laki-laki.
-
Panggilan lengkap seseorang sesuai dengan nama yang tercantum pada kartu keluarga (KK) atau kartu tanda penduduk (KTP).
-
Lama waktu hidup sejak dilahirkan yang dihitung dalam tahun menurut sistem kalender Masehi dengan pembulatan ke bawah atau umur ulang tahun yang terakhir. Dalam pengumpulan data direkomendasikan menggunakan kelompok umur tunggal, sedangkan untuk penyajian data direkomendasikan menggunakan kelompok umur....
-
Status sekolah berdasarkan kepemillikan atau pengelolaannya, yang terbagi atas negeri dan swasta
-
Jenjang pendidikan formal tertinggi yang telah diselesaikan dan dibuktikan dengan ijazah oleh responden pada saat survei.
-
Kondisi ada atau tidaknya keikutsertaan responden dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang diselenggarakan di lingkungan sekitar tempat tinggal, seperti di tingkat RT, RW, dusun, atau desa, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir sebelum pelaksanaan survei.
-
Pandangan atau sikap responden terhadap kemungkinan adanya anggota rumah tangga yang menjalin hubungan pertemanan dengan individu dari suku bangsa lain.
-
Nomor identitas penduduk yang bersifat unik atau khas, tunggal, dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk Indonesia yang tercantum di beberapa dokumen kependudukan seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, dan sumber lainnya. NIK terdiri dari 16 digit angka yang mengandung informasi....
-
Ikatan atau pertalian setiap anggota rumah tangga dengan kepala rumah tangga.
-
Kondisi ada atau tidaknya aktivitas responden dalam menonton atau menikmati pertunjukan seni dan/atau pameran seni di Indonesia dalam kurun waktu tiga bulan terakhir sebelum pelaksanaan survei.
-
Kondisi ada atau tidaknya aktivitas kunjungan responden ke perpustakaan, baik perpustakaan umum, sekolah, maupun perpustakaan lainnya, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir sebelum pelaksanaan survei.
-
Pandangan atau sikap responden terhadap pelaksanaan kegiatan di lingkungan sekitar tempat tinggal yang dilakukan oleh kelompok masyarakat dari agama atau kepercayaan lain.
-
Pandangan atau sikap responden terhadap keberadaan dan pelaksanaan kegiatan di lingkungan sekitar tempat tinggal yang dilakukan oleh kelompok masyarakat dari suku bangsa lain.
-
Kondisi ada atau tidaknya kebiasaan responden dalam memberikan saran atau pendapat pada saat mengikuti kegiatan pertemuan atau rapat di lingkungan sekitar tempat tinggal.
-
Alamat lengkap tempat tinggal sekarang yang mencakup nama jalan, nomor rumah, lingkungan, dan keterangan lainnya seperti kode pos
-
Alamat lengkap tempat tinggal sekarang yang mencakup nama jalan, nomor rumah, lingkungan, dan keterangan lainnya seperti kode pos
-
Kondisi ada atau tidaknya keterlibatan responden sebagai pelaku utama maupun pendukung dalam pertunjukan, pameran, atau proses produksi seni dalam kurun waktu tiga bulan terakhir sebelum pelaksanaan survei.
-
Penggunaan satu atau lebih bahasa oleh responden dalam aktivitas sehari-hari, baik di lingkungan rumah maupun dalam pergaulan sosial seperti tempat kerja, sekolah, dan lingkungan sekitar.
-
Pandangan atau sikap responden terhadap kemungkinan adanya anggota rumah tangga yang menjalin pertemanan dengan individu dari agama atau kepercayaan lain.
-
Kondisi ada atau tidaknya aktivitas membaca media cetak dan/atau media elektronik oleh responden dalam kurun waktu satu minggu terakhir sebelum pelaksanaan survei, dengan syarat responden memiliki kemampuan membaca dan menulis.
-
Kondisi ada atau tidaknya keikutsertaan responden dalam kegiatan pertemuan atau rapat di tingkat lingkungan tempat tinggal, seperti RT, RW, dusun, atau desa, dalam kurun waktu satu tahun terakhir sebelum pelaksanaan survei.
-
Kondisi ada atau tidaknya aktivitas kunjungan responden ke tempat atau peninggalan sejarah serta warisan budaya bersifat kebendaan di Indonesia dalam kurun waktu satu tahun terakhir sebelum pelaksanaan survei.
-
Kondisi ada atau tidaknya aktivitas penggunaan internet oleh responden, baik untuk komunikasi, informasi, hiburan, maupun media sosial, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir sebelum pelaksanaan survei.
Indikator Kegiatan
-
Indikator persentase penduduk berusia 15 tahun ke atas yang pernah terlibat sebagai pelaku/pendukung pertunjukan seni dan menjadikan keterlibatannya sebagai sumber penghasilan terhadap jumlah penduduk berumur 15 tahun ke atas.
-
rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk berusia 25 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan yang pernah dijalani.
-
persentase satuan pendidikan yang mempunyai guru yang mengajar mulok bahasa daerah dan/atau kesenian terhadap jumlah satuan pendidikan.