Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Penyusun Indeks Ketimpangan Gender di Indonesia 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Penyusun Indeks Ketimpangan Gender di Indonesia
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pembangunan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Dasar
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi Penyelenggara-
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | - |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik |
| Eselon 2: | Direktorat Analisis dan Pengembangan Statistik |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Koordinator Fungsi Analisis Statistik |
| Jabatan: | Koordinator Fungsi Analisis Statistik |
| Alamat: | Jl. Dr. Sutomo 6-8 Jakarta 10710 Indonesia |
| Telepon: | 0213841195 |
| Faksimile: | (021) 3857046 ex. 7310 |
| Email: | bpshq@bps.go.id |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanSalah satu faktor penentu daya saing suatu negara adalah kualitas sumber daya manusia, baik dalam hal kemampuan, kapabilitas, maupun produktivitasnya. Secara komposisi jumlah penduduk,sumber daya manusia laki-laki dan perempuan hampir setara. Artinya, pembangunan yang dicapai,separuhnya ditentukan oleh perempuan. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan daya saing negaradan pembangunan, perlu adanya kesetaraan gender, yaitu meningkatkan hak, tanggung jawab,kapabilitas dan peluang yang sama bagi perempuan. Namun demikian, sampai sekarangkesetaraan gender di Indonesia belum sepenuhnya terpenuhi. Berbagai data menunjukkan adanyaketimpangan gender di semua wilayah di Indonesia. Oleh sebab itu di Indonesia, isu kesetaraan gender juga tertuang dalam visi pembangunan nasional, yaitu mewujudkan Indonesia yang mandiri,maju, adil dan makmur. Dalam RPJMN 2014-2019 perspektif gender di semua bidang dan tahapanpembangunan sangat ditekankan. Kesetaraan dalam pembangunan tersebut adalah untukmeningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembangunan yang berkelanjutan. Secaraspesifi k, program kesetaraan gender merupakan bagian tugas Kementerian PemberdayaanPerempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Dalam program Three Ends, kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia, dan kesenjangan ekonomi merupakan tiga permasalahan yang harus diselesaikan dalam rangka meningkatkan pemberdayaan dan kualitashidup perempuan. Untuk mengevaluasi sejauh mana kesetaraan dan pemberdayaan gender yang sudah tercapai dapat dilihat dari berbagai ukuran. Indikator-indikator yang menunjukkan capaian-capaian pembangunan berbasis gender diharapkan akan memberikan gambaran yang nyata tentang pengarusutamaan gender di Indonesia. Saat ini terdapat pengukuran terkait gender antaralain Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) yang mengadopsi metode dari UNDP. Namun demikian, terdapat berbagai kelemahan pada kedua indikatortersebut. Oleh karena itu UNDP mempublikasikan Gender Inequality Index (GII) atau Indeks Ketimpangan Gender (IKG) sebagai salah satu ukuran yang dianggap lebih tepat menggambarkan pemberdayaan sekaligus kesejahteraan antara laki-laki dan perempuan.
Tujuan Kegiatan
1. Mendapatkan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam kesetaraan gender 2. Mendapatkan indikator untuk menentukan peringkat atau level ketimpangan atau kesetaraan gender di suatu wilayah 3. Mendapatkan data strategis sebagai ukuran kinerja pemerintah 4. Medapatkan data strategis sebagai salah satu target dalam pembangunan daerah dan nasional
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-12-01 s.d. 2025-05-05
Desain
2024-12-01 s.d. 2025-05-05
Pengumpulan Data
2024-12-01 s.d. 2025-05-05
Pengolahan Data
2024-12-01 s.d. 2025-05-05
Analisis
2025-05-05 s.d. 2025-07-31
Diseminasi Hasil
2025-05-05 s.d. 2025-07-31
Evaluasi
2025-05-05 s.d. 2025-07-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Proporsi perempuan 15-49 tahun yang dalam dua tahun terakhir melahirkan anak lahir hidup terakhir tidak di fasilitas kesehatan (MTF) | fasilitas pelayanan kesehatan; melahirkan/kelahiran; perempuan | Perbandingan antara banyaknya perempuan pernah kawin usia 15-49 tahun yang pernah melahirkan anak lahir hidup terakhir dalam 2 tahun dan proses melahirkan terakhirnya tidak di fasilitas kesehatan dengan jumlah perempuan pernah kawin usia 15-49 tahun yang pernah melahirkan anak lahir hidup terakhir dalam 2 tahun. | 2024 |
| Proporsi perempuan 15-49 tahun yang saat melahirkan anak lahir hidup pertama berusia kurang dari 20 tahun (MHPK20) | kelahiran hidup; melahirkan/kelahiran; perempuan | Perbandingan antara banyaknya perempuan pernah kawin usia 15-49 tahun yang saat melahirkan anak lahir hidup pertama berumur kurang dari 20 tahun dengan jumlah perempuan pernah kawin usia 15-49 tahun yang pernah melahirkan anak lahir hidup. | 2024 |
| Persentase penduduk laki-laki usia 25 tahun ke atas yang berpendidikan minimal SMA | penduduk; pendidikan | Persentase penduduk laki-laki usia 25 tahun ke atas yang telah menamatkan pendidikan formal minimal SMA/sederajat terhadap penduduk umur 25 tahun ke atas. | 2024 |
| Persentase penduduk perempuan usia 25 tahun ke atas yang berpendidikan minimal SMA | penduduk; pendidikan | Persentase penduduk perempuan usia 25 tahun ke atas yang telah menamatkan pendidikan formal minimal SMA/sederajat terhadap penduduk umur 25 tahun ke atas. | 2024 |
| Persentase anggota legislatif laki-laki | anggota legislatif | Persentase anggota DPR RI, DPRD Tingkat I, dan DPRD Tingkat II laki-laki terhadap total anggota dihitung pada posisi akhir tahun | 2024 |
| Persentase anggota legislatif perempuan | anggota legislatif | Persentase anggota DPR RI, DPRD Tingkat I, dan DPRD Tingkat II perempuan terhadap total anggota dihitung pada posisi akhir tahun | 2024 |
| Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki | angkatan kerja | Persentase penduduk laki-laki usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran dibagi jumlah penduduk laki-laki usia 15 tahun ke atas. | 2024 |
| Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan | angkatan kerja | Persentase penduduk perempuan usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran dibagi jumlah penduduk perempuan usia 15 tahun ke atas. | 2024 |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SELURUH_WILAYAH_INDONESIA
Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Kabupaten/Kota, Provinsi
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Kunjungan kembali (revisit)
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 0
Pengumpul data/enumerator: 0
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataValidasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Kabupaten/Kota, Provinsi
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2025-07-31;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
bagian dari penduduk laki-laki berusia 15 tahun ke atas yang bekerja, memiliki pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja, dan sedang mencari pekerjaan/menganggur
-
bagian dari penduduk perempuan berusia 25 tahun ke atas yang berpendidikan minimal SMA
-
Perbedaan antara perempuan dengan laki-laki secara fisiologis yang ditandai dengan ciri-ciri fisik tertentu. Jenis kelamin terbagi atas perempuan dan laki-laki.
-
Bagian dari populasi perempuan pernah kawin berumur 15—49 tahun yang dalam dua tahun terakhir melahirkan anak lahir hidup terakhir dilakukan di tempat selain fasilitas pelayanan kesehatan (rumah sakit, rumah bersalin/klinik, puskesmas, puskesmas pembantu, praktik dokter/bidan/perawat)
-
bagian dari populasi perempuan pernah kawin berumur 15—49 tahun yang melahirkan anak lahir hidup pertama saat berumur kurang dari 20 tahun
-
bagian dari penduduk perempuan berusia 15 tahun ke atas yang bekerja, memiliki pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja, dan sedang mencari pekerjaan/menganggur
-
Jumlah anggota legislatif (DPR, DPRD Tingkat I, dan DPRD Tingkat II) pada periode akhir tahun.
-
bagian dari penduduk laki-laki berusia 25 tahun ke atas yang berpendidikan minimal SMA
Indikator Kegiatan
-
IKG adalah indeks komposit yang mengukur ketimpangan gender dalam tiga aspek utama: kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan partisipasi dalam pasar tenaga kerja
-
Jumlah anggota legislatif laki-laki dibagi seluruh anggota legislatif (laki-laki dan perempuan) dikali seratus persen
-
Jumlah anggota legislatif perempuan dibagi seluruh anggota legislatif (laki-laki dan perempuan) dikali seratus persen