Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Profil Rumah Sakit Umum Negara Kabupaten Jembrana 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Profil Rumah Sakit Umum Negara Kabupaten Jembrana
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraRumah Sakit Umum Negara
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jln. Wijaya Kusuma No. 17 Negara
| Telepon: | 036541006 |
| Faksimile: | 036541006 |
| Email: | rsunegarabali17@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Kepala Dinas Kesehatan |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | dr. NI PUTU EKA INDRAWATI |
| Jabatan: | Direktur Rumah Sakit Umum Negara |
| Alamat: | Jl. Wijaya Kusuma No. 17 Kel. Baler Bale Agung, Kec. Negara, Kab. Jembrana |
| Telepon: | 036541006 |
| Faksimile: | 6236541006 |
| Email: | rsunegarabali17@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanRumah Sakit Umum Negara adalah salah satu perangkat pemerintah dilingkungan Kabupaten Jembrana yang merupakan unsur penunjang penyelenggaraan pemerintah daerah dibidang pelayanan kesehatan. Rumah Sakit Umum Negara termasuk dalam kategori rumah sakit kelas C dan rumah sakit dengan Akreditasi peringkat Paripurna. Dengan memberikan pelayanan kegawat daruratan, pelayanan rawat jalan, dan pelayanan rawat inap. Selain itu ditunjang dengan unit penunjang yakni unit laboratorium, radiologi, serta layanan khusus yakni layanan hemodialisa, Klinik VCT dan layanan fisioterapi dan juga farmasi. Rumah Sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang komleks, padat pakar, padat modal, dan padat teknologi. Kompleksitas ini muncul karena pelayanan rumah sakit menyangkut berbagai fungsi, antara lain : pelayanan, pendidikan dan penelitan, serta mencakup berbagai tingkatan maupun jenis disiplin pelayanan. Agar rumah sakit mampu melaksanakan fungsi yang sedemikian kompleks, rumah sakit harus memiliki perangkat penunjang sumber daya manusia yang profesional baik di bidang teknis medis maupun administrai kesehatan. Walaupun sumber daya yang ada cukup memadai pada tahun-tahun terakhir ini terdapat kecendrungan adanya rumah sakit atau klinik kesehatan swasta yang memberikan pelayanan sejenis. Ditambah dengan kebijakan BPJS dengan sistem rujukan yang memperlakukan aturan yang sama untuk rumah sakit pemerintah ataupun swasta. Demikian juga terjadi pada provider pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Daerah. Tantangan dan tekanan Rumah Sakit Daerah akan selalu muncul sesuai dengan perkembangan teknologi kedokteran, perkembangan jenis penyakit dan tuntutan masyarakat tentang perbaikan mutu layanan.
Tujuan Kegiatan
1. Penyelenggaraan tata kelola rumah sakit yang akuntabel 2. Terwujudnya pelayanan kesehatan yang berkualitas
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-12-01 s.d. 2024-12-31
Desain
2024-12-15 s.d. 2024-12-31
Pengumpulan Data
2025-01-06 s.d. 2025-01-12
Pengolahan Data
2025-01-12 s.d. 2025-01-31
Analisis
2025-01-16 s.d. 2025-01-31
Diseminasi Hasil
2025-02-01 s.d. 2025-02-20
Evaluasi
2025-02-21 s.d. 2025-02-28
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| 10 Besar Penyakit DI IGD RSU Negara | Penyakit DI IGD RSU Negara | Sepuluh jenis kasus atau penyakit dengan jumlah kunjungan terbanyak yang ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Negara | Tahunan |
| 10 Besar Penyakit DI IRJ RSU Negara | 10 Besar Penyakit DI IRJ RSU Negara | Daftar sepuluh jenis penyakit terbanyak berdasarkan jumlah kunjungan pasien rawat jalan yang tercatat di Instalasi Rawat Jalan RSU Negara dalam periode waktu tertentu (bulanan, triwulan, atau tahunan). | Tahunan |
| Data Kunjungan Rawat Jalan Sesuai Dengan Klinik dan Layanan Khusus | Kunjungan Rawat Jalan | Pelayanan medis yang diberikan kepada pasien tanpa harus menjalani perawatan inap. Layanan ini mencakup berbagai kegiatan seperti pemeriksaan, pengobatan, tindakan medis ringan, hingga konsultasi dengan dokter umum maupun spesialis di fasilitas | Tahunan |
| Kunjungan Rawat Inap Sesuai dengan Ruangan | Kunjungan Rawat Inap | pencatatan jumlah pasien yang menjalani perawatan inap di masing-masing ruangan atau bangsal rumah sakit, seperti ruang kelas I, II, III, VIP, ICU, NICU, dan ruangan khusus lainnya. Data ini mencerminkan distribusi pasien berdasarkan jenis layanan inap | Tahunan |
| Kunjungan Instalasi Gawat Darurat | Instalasi Gawat Darurat | Data yang mencatat jumlah pasien yang datang ke IGD untuk mendapatkan pelayanan medis darurat, baik kasus kegawatdaruratan medis, bedah, trauma, kecelakaan, maupun kondisi kritis lainnya. Data ini mencakup informasi waktu kedatangan, jenis kasus, tingkat | Tahunan |
| Jumlah Pasien Operasi | Pasien Operasi | Total pasien yang menjalani tindakan bedah (operasi) di rumah sakit dalam periode tertentu, baik operasi elektif maupun darurat, mencerminkan volume pelayanan bedah sebagai salah satu indikator aktivitas dan kapasitas medis rumah sakit. | Tahunan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| BALI | JEMBRANA |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Kinerja Bidang
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Lainnya : Pemeriksaan Manual
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma I/II/III
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 2
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Sub bagian perencanaan, evaluasi, dan pelaporan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2025-02-28;
Digital (softcopy): 2025-02-28;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Data yang mencatat jumlah pasien yang datang ke IGD untuk mendapatkan pelayanan medis darurat, baik kasus kegawatdaruratan medis, bedah, trauma, kecelakaan, maupun kondisi kritis lainnya. Data ini mencakup informasi waktu kedatangan, jenis kasus, tingkat
-
epuluh jenis kasus atau penyakit dengan jumlah kunjungan terbanyak yang ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Negara
-
Daftar sepuluh jenis penyakit terbanyak berdasarkan jumlah kunjungan pasien rawat jalan yang tercatat di Instalasi Rawat Jalan RSU Negara dalam periode waktu tertentu (bulanan, triwulan, atau tahunan).
-
Total pasien yang menjalani tindakan bedah (operasi) di rumah sakit dalam periode tertentu, baik operasi elektif maupun darurat, mencerminkan volume pelayanan bedah sebagai salah satu indikator aktivitas dan kapasitas medis rumah sakit.
-
pencatatan jumlah pasien yang menjalani perawatan inap di masing-masing ruangan atau bangsal rumah sakit, seperti ruang kelas I, II, III, VIP, ICU, NICU, dan ruangan khusus lainnya. Data ini mencerminkan distribusi pasien berdasarkan jenis layanan inap
-
Pelayanan medis yang diberikan kepada pasien tanpa harus menjalani perawatan inap. Layanan ini mencakup berbagai kegiatan seperti pemeriksaan, pengobatan, tindakan medis ringan, hingga konsultasi dengan dokter umum maupun spesialis di fasilitas
Indikator Kegiatan
-
Angka kematian umum untuk tiap-tiap 1.000 pasien keluar. Nilai GDR sebaiknya tidak lebih dari 45 per 1.000
-
Angka kematian = 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1.000 pasien keluar. Nilai parameter NDR yang dianggap masih dapat ditolerin yaitu < 25 per 1.000
-
Angka kematian umum untuk tiap-tiap 1.000 pasien keluar. Nilai GDR sebaiknya tidak lebih dari 45 per 1.000
-
Angka kematian = 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1.000 pasien keluar. Nilai parameter NDR yang dianggap masih dapat ditolerin yaitu < 25 per 1.000
-
Rata-rata lama rawat (dalam satuan hari) seorang pasien. Nilai parameter ALOS yang ideal adalah 6-9 hari
-
Angka kematian umum untuk tiap-tiap 1.000 pasien keluar. Nilai GDR sebaiknya tidak lebih dari 45 per 1.000