Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Kejadian Bencana 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Kejadian Bencana
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Timur
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jalan Raya Sukamulia Kabupaten Lombok Timur
| Telepon: | (0376) 21032 |
| Faksimile: | - |
| Email: | bpbd.lotim@yahoo.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Sekretariaaat Daerah Lombok Timur |
| Eselon 2: | Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Timur |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | - |
| Jabatan: | Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik |
| Alamat: | Jalan Prof M. Yamin SH No. 69 Selong Lombok Timur |
| Telepon: | 081918434084 |
| Faksimile: | - |
| Email: | bpbd.lotim@yahoo.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanSesuai Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 36 Tahun 2021 tentang kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Timur, maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Timur merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan bidang penanggulangan bencana, dan penanggulagan bencana bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana, menjamin terselenggaranya penanggulangan bencana secara terencana, terorganisasi, terpadu, terkoordinasi, menyeluruh dan berkelanjutan, melindungi cagar budaya dan seluruh lingkungan alam berikut keanekaragaman hayatinya, mengurangi kerentanan dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, membangun partsipasi dan kemitraan swasata, mendorong semangat gotong royong, kesetiakawanan, kedermawanan dan kesukarelaan. Bencana Adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Kejadian Bencana adalah peristiwa bencana yang terjadi dan dicatat berdasarkan tanggal kejadian, lokasi, jenis bencana, korban dan/ataupun kerusakan. Jika terjadi bencana pada tanggal yang sama dan melanda lebih dari satu wilayah, maka dihitung sebagai satu kejadian. Dimana ada 12 potensi bencana yang terjadi di Kabupaten Lombok Timur di antaranya Gempa Bumi, Tsunami, Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, Letusan Gunung Api, Kekeringan, Angin Putting Beliung/Cuaca Ekstrim, Kebakaran Hutan dan Lahan, Gelombang Ekstrim dan Abrasi, Konflik Sosial, Epidemi dan penyakit.
Tujuan Kegiatan
ntuk menghitung Jumlah Kejadian Bencana yang terjadi di Kabupaten Lombok Timur.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-01-30 s.d. 2025-04-30
Desain
2025-05-01 s.d. 2025-05-13
Pengumpulan Data
2025-05-16 s.d. 2025-12-31
Pengolahan Data
2025-05-16 s.d. 2025-06-15
Analisis
2025-06-16 s.d. 2025-07-15
Diseminasi Hasil
2025-07-16 s.d. 2025-08-15
Evaluasi
2025-08-20 s.d. 2025-08-23
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| ID Bencana | ID Bencana | Identitas unik untuk setiap kejadian bencana, terdiri dari 10 digit angka dengan format YYYYMMDDNN, yaitu: 4 digit pertama untuk tahun (YYYY), 2 digit berikutnya untuk bulan (MM), 2 digit selanjutnya untuk tanggal (DD), dan 2 digit terakhir (NN) sebagai nomor urut kejadian pada hari tersebut. Setiap satu kejadian bencana hanya memiliki satu ID yang unik, sehingga tidak ada dua kejadian bencana yang memiliki ID yang sama, bahkan jika terjadi pada hari yang sama. | Januari - Desember 2024 |
| Jenis bencana | Jenis bencana | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengklasifikasikan 12 jenis bencana yang sering terjadi di Indonesia, yaitu: gempa bumi yang disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik atau aktivitas vulkanik; letusan gunung api yang menghasilkan erupsi dan bahaya seperti awan panas dan lava; tsunami akibat gangguan impulsif di dasar laut seperti gempa atau longsor; tanah longsor yang terjadi karena gangguan kestabilan lereng; banjir akibat curah hujan tinggi atau meluapnya sungai; banjir bandang yang datang tiba-tiba dengan debit air besar; kekeringan saat ketersediaan air sangat minim; kebakaran yang melanda bangunan atau area; kebakaran hutan dan lahan yang merusak ekosistem; angin puting beliung yang berputar cepat dan menghantam daratan secara tiba-tiba; gelombang pasang atau badai akibat siklon tropis yang menimbulkan gelombang tinggi; serta abrasi yang merupakan pengikisan pantai oleh gelombang dan arus laut. Semua jenis bencana ini memerlukan penanganan dan mitigasi khusus sesuai dengan karakteristik masing-masing. | Januari - Desember 2024 |
| Jumlah Korban Meninggal Dunia | Jumlah Korban Meninggal Dunia | Jumlah orang yang dinyatakan telah kehilangan nyawa akibat langsung dari kejadian bencana | Januari - Desember 2024 |
| Kecamatan | Kecamatan | Nama wilayah yang dipimpin oleh seorang kepala kecamatan yang disebut camat yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada bupati/wali kota melalui sekretaris Daerah. | Januari - Desember 2024 |
| Desa/Kelurahan | Desa/Kelurahan | Nama wilayah yang dipimpin oleh kepala desa/kepala kelurahan (lurah) yang berada di bawah koordinasi camat. | Januari - Desember 2024 |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| NUSA TENGGARA BARAT | LOMBOK BARAT |
| NUSA TENGGARA BARAT | LOMBOK TENGAH |
| NUSA TENGGARA BARAT | LOMBOK TIMUR |
| NUSA TENGGARA BARAT | SUMBAWA |
| NUSA TENGGARA BARAT | DOMPU |
| NUSA TENGGARA BARAT | BIMA |
| NUSA TENGGARA BARAT | SUMBAWA BARAT |
| NUSA TENGGARA BARAT | LOMBOK UTARA |
| NUSA TENGGARA BARAT | KOTA MATARAM |
| NUSA TENGGARA BARAT | KOTA BIMA |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Usaha/perusahaan
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Lainnya : pengumpulan data skunder
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 3
Pengumpul data/enumerator: 5
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataData Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Usaha/perusahaan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2026-01-30;
Digital (softcopy): 2026-01-30;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
orang yang dinyatakan telah kehilangan nyawa akibat langsung dari kejadian bencana
-
Identitas unik untuk setiap kejadian bencana, terdiri dari 10 digit angka dengan format YYYYMMDDNN, yaitu: 4 digit pertama untuk tahun (YYYY), 2 digit berikutnya untuk bulan (MM), 2 digit selanjutnya untuk tanggal (DD), dan 2 digit terakhir (NN) sebagai nomor urut kejadian pada hari tersebut. Setiap....
-
Nama wilayah yang dipimpin oleh seorang kepala kecamatan yang disebut camat yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada bupati/wali kota melalui sekretaris Daerah.
-
Jenis peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat.
-
Nama wilayah yang dipimpin oleh kepala desa/kepala kelurahan (lurah) yang berada di bawah koordinasi camat.
Indikator Kegiatan
-
Kejadian Bencana adalahperistiwa bencana yang terjadi dan dicatat berdasarkan tanggal kejadian, lokasi, jenis bencana, korban dan/ataupun kerusakan menurut Kecamatan
-
Banyaknya orang yang mengalami kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dampak psikologis, dan meninggal dunia akibat kecelakaan, bencana, dan/atau kondisi membahayakan manusia.