Detail Metadata Kegiatan Statistik
Survei Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 2024
Informasi Umum
Judul KegiatanSurvei Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Lingkungan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-24.1377.001
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Diponegoro No 48, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat 25512
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | dprkpp@pariamankota.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Sekretaris Daerah |
| Eselon 2: | Kepala Dinas Dinas Perkim LH |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | - |
| Jabatan: | Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup |
| Alamat: | Jalan Diponegoro No 48, Kel. Kampung Pondok |
| Telepon: | 082389247107 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dinasperkimlhkotapariaman@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanBerdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 27 Tahun 2021 tentang Indeks Kualitas Lingkungan Hidup, menyatakan bahwa Indeks Kualitas Lingkungan Hidup yang selanjutnya disingkat IKLH adalah nilai yang menggambarkan kualitas Lingkungan Hidup dalam suatu wilayah pada waktu tertentu, yang merupakan nilai komposit dari Indeks Kualitas Air, Indeks Kualitas Udara, Indeks Kualitas Lahan, dan Indeks Kualitas Air Laut. IKLH sebagai indikator kinerja pengelolaan lingkungan hidup secara nasional dan daerah yang dapat digunakan sebagai bahan informasi dalam mendukung proses pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Nilai IKLH Nasional merupakan indeks kinerja pengelolaan lingkungan hidup secara Nasional. IKLH ini merupakan generalisasi dari indeks kualitas lingkungan hidup seluruh Provinsi di Indonesia, dimana IKLH Provinsi merupakan indeks kinerja pengelolaan lingkungan terukur dari indeks kualitas lingkungan hidup seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi tersebut. Sedangkan IKLH Kabupaten/Kota merupakan indeks kinerja pengelolaan lingkungan yang terukur di Kabupaten/Kota tersebut.
Tujuan Kegiatan
1. Sebagai informasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan di tingkat pusat maupun daerah yang berkaitan dengan bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup; 2. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik tentang pencapaian target kinerja program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah; 3. Sebagai instrumen indikator keberhasilan Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam mengelola dan mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-01-01 s.d. 2024-01-31
Desain
2024-01-01 s.d. 2024-02-01
Pengumpulan Data
2024-02-01 s.d. 2024-02-29
Pengolahan Data
2024-04-01 s.d. 2024-05-01
Analisis
2024-05-01 s.d. 2024-10-01
Diseminasi Hasil
2024-10-01 s.d. 2024-12-02
Evaluasi
2024-12-02 s.d. 2025-01-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Indeks Kualitas Air | Status mutu Air | Indeks Kualitas Air yang selanjutnya disingkat IKA adalah suatu nilai yang menggambarkan kondisi kualitas air yang merupakan nilai komposit parameter kualitas air dalam suatu wilayah pada waktu tertentu | Februari dan Oktober |
| Indeks Kualitas Udara | Udara ambien | Indeks Kualitas Udara yang selanjutnya disingkat IKU adalah ukuran yang menggambarkan kualitas udara yang merupakan nilai komposit parameter kualitas udara dalam suatu wilayah pada waktu tertentu | April - September |
| Indeks Kualitas Tutupan Lahan | Luas lahan | Indeks Kualitas Tutupan Lahan yang selanjutnya disingkat IKTL adalah nilai yang menggambarkan kualitas Tutupan Lahan yang dihitung dari kondisi tutupan hutan dan tutupan vegetasi non hutan | April-November |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
SEMESTERAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| SUMATERA BARAT | KOTA PARIAMAN |
Pengamatan
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : dinas perpustakaan dan kearsipan
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelSINGLE_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_NONPROBABILITAS
Metode yang Digunakan
QUOTA_SAMPLING
Unit Sampel
air dan udara
Unit Observasi
air permukaan
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma I/II/III
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 2
Pengumpul data/enumerator: 2
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : kota
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2025-01-01;
Digital (softcopy): 2025-01-01;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Total luas wilayah yang dinilai atau dianalisis.
-
senyawa nitrogen yang larut dalam air, sering berasal dari limbah domestik, pertanian, atau industri.
-
jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan organik (dan anorganik tertentu) dalam air secara kimia. COD mengukur total tingkat pencemaran organik, baik yang dapat maupun tidak dapat diuraikan secara biologis.
-
jumlah partikel padat tersuspensi dalam air yang dapat disaring, seperti lumpur, pasir, atau material organik
-
Luas area yang tertutup oleh vegetasi alami, seperti hutan atau belukar.
-
jumlah oksigen terlarut dalam air yang dibutuhkan oleh organisme akuatik untuk bernapas.
-
gas yang terbentuk dari pembakaran bahan bakar fosil dan dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan.
-
pH menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan air. pH menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan air. pH menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan air.
-
gas yang terbentuk dari pembakaran bahan bakar fosil dan dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, serta dapat berkontribusi pada asam hujan gas yang terbentuk dari pembakaran bahan bakar fosil dan dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, serta dapat berkontribusi....
-
jumlah semua bentuk fosfat dalam air, termasuk fosfat terlarut dan tersuspensi.
-
kelompok bakteri yang berasal dari kotoran makhluk berdarah panas.
Indikator Kegiatan
-
Indeks Kualitas Udara yang selanjutnya disingkat IKU adalah ukuran yang menggambarkan kualitas udara yang merupakan nilai komposit parameter kualitas udara dalam suatu wilayah pada waktu tertentu
-
Angka yang menggambarkan tingkat polusi udara di suatu wilayah.
-
Nilai yang menggambarkan kualitas Lingkungan Hidup dalam suatu wilayah pada waktu tertentu, yang merupakan nilai komposit dari Indeks Kualitas Air, Indeks Kualitas Udara, Indeks Kualitas Lahan, dan Indeks Kualitas Air Laut.
-
"Indeks Kualitas Tutupan Lahan yang selanjutnya disingkat IKTL adalah nilai yang menggambarkan kualitas Tutupan Lahan yang dihitung dari kondisi tutupan hutan dan tutupan vegetasi non hutan"
-
Suatu nilai yang menggambarkan kondisi kualitas air yang merupakan nilai komposit parameter kualitas air dalam suatu wilayah pada waktu tertentu. Indeks Kualitas Air diukur berdasarkan 8 (delapan) parameter, yaitu: pH, BOD, COD, TSS, DO, NO3-N, Total Phosphat, dan Fecal Coliform.