Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Penyusunan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat Kabupaten Gresik 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Penyusunan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat Kabupaten Gresik
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-25.3525.014
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Kesehatan Kabupaten Gresik
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Dr. Wahidin S.H. No.245 Kembangan Kebomas Kab. Gresik Jawa Timur 61124
| Telepon: | (031) 3951395 |
| Faksimile: | - |
| Email: | rengram.dinkes.gresik@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | dr. RINI SULISTYOASIH, M.Kes |
| Jabatan: | Sekretaris Dinas Kesehatan |
| Alamat: | Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 245 |
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | rengram.dinkes.gresik@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanIPKM (Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat) adalah indikator komposit yang menggambarkan kemajuan pembangunan kesehatan, dirumuskan dari data kesehatan berbasis komunitas yaitu: Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar), Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional), Survei Podes (Potensi Desa) IPKM merupakan indeks komposit yang dirumuskan dari 24 indikator kesehatan. Dengan pengembangan IPKM dapat dirumuskan indikator komposit dari berbagai indikator kesehatan berbasis komunitas yang menggambarkan keberhasilan pembangunan kesehatan masyarakat. IPKM dapat dimanfaatkan: 1. Sebagai Indikator untuk menentukan peringkat Provinsi dan Kabupaten/ Kota dalam keberhasilan pembangunan kesehatan masyarakat. 2. Sebagai bahan advokasi ke Pemerintah Daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten/ Kota agar terpacu menaikkan peringkatnya, sehingga sumber daya dan program kesehatan diprioritaskan. 3. Sebagai salah satu kriteria penentuan alokasi dana bantuan kesehatan dari pusat ke daerah (Provinsi maupun Kabupaten/ Kota) dan dari Provinsi ke Kabupaten/ Kota.
Tujuan Kegiatan
1. Mengetahui dan meningkatkan Nilai Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Gresik 2. Menjadi bahan penyedia data kesehatan yang digunakan sebagai dasar penentuan kebijakan
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-01-02 s.d. 2025-01-19
Desain
2025-01-20 s.d. 2025-01-31
Pengumpulan Data
2025-02-01 s.d. 2025-12-31
Pengolahan Data
2026-01-02 s.d. 2026-03-18
Analisis
2026-03-19 s.d. 2026-04-19
Diseminasi Hasil
2026-04-20 s.d. 2026-04-26
Evaluasi
2026-04-27 s.d. 2026-04-30
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Jumlah Balita Gizi Kurang/Kurus (BB/PB atau BB/TB < -2 SD) | Status Gizi | Anak usia 0 (nol) sampai 59 (lima puluh sembilan) bulan yang hasil pengukuran berat badan (BB) relatif terhadap panjang/tinggi badannya (PB/TB) berada pada kategori Gizi Kurang atau Kurus (Z-score BB/PB atau BB/TB<-2SD) menurut Standar Antropometri Anak. | 2025 |
| Jumlah Balita Gizi Buruk/Sangat Kurus (BB/PB atau BB/TB < -3 SD) | Status Gizi | Anak usia 0 (nol) sampai 59 (lima puluh sembilan) bulan yang hasil pengukuran berat badan (BB) relatif terhadap panjang/tinggi badannya (PB/TB) berada pada kategori Sangat Kurus atau Gizi Buruk (Z-score BB/PB atau BB/TB<-3SD) menurut Standar Antropometri Anak. | 2025 |
| Jumlah Balita Stunting (Pendek dan Sangat Pendek) | Status Gizi | Anak usia 0 (nol) sampai 59 (lima puluh sembilan) bulan yang hasil pengukuran panjang badannya (PB) atau tinggi badannya (TB) relatif terhadap umurnya (U) berada pada kategori Pendek atau Sangat Pendek (Z-score PB/U atau TB/U<-2SD) menurut Standar Antropometri Anak. | 2025 |
| Jumlah Seluruh Balita yang Diukur | 1. Balita 2. Pengukuran Balita | Anak usia 0 (nol) sampai 59 (lima puluh sembilan) bulan yang telah dilakukan pengukuran Berat Badan (BB) dan Panjang/Tinggi Badan (PB/TB) yang lengkap dan valid untuk penentuan status gizi di wilayah laporan. | 2025 |
| Jumlah Balita Gemuk | Status Gizi | Hitungan jumlah anak usia 0-59 bulan yang hasil pengukuran status gizinya (menggunakan indeks Berat Badan menurut Panjang Badan/Tinggi Badan) berada pada kategori Gemuk (yaitu nilai Z-Score>+2 SD). | 2025 |
| Jumlah Balita yang Ditimbang (D) | 1. Balita 2. Penimbangan Balita | Anak usia 0 (nol) sampai 59 (lima puluh sembilan) bulan yang terdaftar dan telah dilakukan penimbangan berat badan pada bulan laporan di Posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya. | 2025 |
| Jumlah Seluruh Balita (S) | Balita | Anak usia 0 (nol) sampai 59 (lima puluh sembilan) bulan yang menjadi sasaran pelayanan kesehatan dan berada di wilayah kerja atau cakupan layanan tertentu. | 2025 |
| Jumlah Neonatus yang mendapat layanan KN 1 | Pelayanan Neonatal | Jumlah bayi baru lahir yang mendapatkan satu kali pelayanan kesehatan neonatal esensial lengkap oleh tenaga kesehatan kompeten (Dokter, Bidan, Perawat) pada rentang usia 6 jam hingga 48 jam setelah kelahiran hidup. | 2025 |
| Jumlah Kelahiran Hidup | Kelahiran Hidup | Kelahiran seorang bayi yang pada saat dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan, seperti bernapas, adanya denyut jantung, denyut tali pusat, atau gerakan otot-otot, tanpa melihat lama kehamilan. | 2025 |
| Jumlah bayi yang mendapat imunisasi dasar lengkap | 1. Bayi 2. Imunisasi Dasar 3. Imunisasi | Imunisasi dasar yang diberikan pada bayi sebelum berusia 1 (satu) tahun. | 2025 |
| Jumlah surviving infant | Bayi | Jumlah bayi yang bertahan hidup | 2025 |
| Jumlah PUS yang Menggunakan Metode KB Modern | 1. Pasangan Usia Subur (PUS) 2. Kontrasepsi | Jumlah absolut PUS (istri berusia 15-49 tahun) yang pada periode pelaporan tercatat sebagai pengguna aktif metode kontrasepsi modern (non-tradisional), termasuk Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan non-MKJP modern. | 2025 |
| Jumlah Total PUS | Pasangan Usia Subur (PUS) | Angka perkiraan total pasangan sah (suami-istri) di mana istri berusia antara 15 sampai 49 tahun yang hidup bersama di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu. | 2025 |
| Jumlah Perkiraan Sasaran Ibu Hamil | Kehamilan | Jumlah perkiraan ibu hamil yang ada di suatu wilayah kerja pada periode waktu tertentu, biasanya dihitung berdasarkan persentase tertentu dari jumlah penduduk atau wanita usia subur (WUS). | 2025 |
| Jumlah Ibu Hamil yang Mencapai K4 | 1. Kehamilan 2. Pelayanan Antenatal | Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan Antenatal Care (ANC) minimal empat kali, dengan jadwal kunjungan yang memenuhi standar: 1 kali pada Trimester I (usia kehamilan < 14 minggu), 1 kali pada Trimester II (usia kehamilan 14–28 minggu), dan 2 kali pada Trimester III (usia kehamilan > 28 minggu), hingga persalinan. | 2025 |
| Jumlah Ibu Hamil dengan LiLA < 23,5 cm | LiLa | Hitungan jumlah Ibu Hamil yang hasil pengukuran Lingkar Lengan Atasnya (LiLA) menunjukkan nilai di bawah 23,5 cm (<23,5 cm), yang mengindikasikan Kurang Energi Kronik (KEK). | 2025 |
| Jumlah Ibu Hamil yang Diukur | Kehamilan | Hitungan total seluruh Ibu Hamil (tergantung target indikator) yang berhasil diukur Lingkar Lengan Atasnya (LiLA) dalam periode pemantauan yang ditetapkan. | 2025 |
| Jumlah Persalinan yang Dilakukan di Fasyankes | Pelayanan Persalinan | Persalinan yang dilaksanakan dan ditolong oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes), seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Klinik Pratama, atau tempat praktik mandiri tenaga kesehatan. | 2025 |
| Jumlah Perkiraan Sasaran Persalinan | Pelayanan Persalinan | Jumlah perkiraan ibu hamil yang akan melahirkan (yang menghasilkan kelahiran hidup) di suatu wilayah kerja pada periode waktu tertentu. Angka ini seringkali didasarkan pada perkiraan 100% dari perkiraan jumlah kelahiran hidup. | 2025 |
| Jumlah Kecamatan yang Memenuhi Standar Kecukupan Dokter | 1. Kecamatan 2. Dokter | Hitungan jumlah kecamatan di wilayah yang memiliki jumlah dokter (misalnya dokter umum, atau sesuai standar rasio yang berlaku) yang memenuhi atau melebihi standar minimal yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan atau otoritas terkait. | 2025 |
| Jumlah Kecamatan | Kecamatan | Hitungan total seluruh wilayah administrasi setingkat kecamatan yang berada dalam batas wilayah yang menjadi fokus pengukuran (misalnya, satu Kabupaten atau Kota). | 2025 |
| Jumlah Desa/Kelurahan dengan Jumlah Posyandu yang Cukup | 1. Posyandu 2. Desa 3. Kelurahan | Hitungan jumlah desa atau kelurahan di wilayah yang memiliki jumlah Posyandu (baik Posyandu Aktif maupun Pasif) yang memenuhi atau melebihi standar rasio minimal yang ditetapkan, misalnya 1 Posyandu per 100 balita, atau 1 Posyandu untuk radius layanan tertentu. | 2025 |
| Jumlah Desa/Kelurahan | 1. Desa 2. Kelurahan | Banyaknya desa/kelurahan atau yang setara dengan desa/kelurahan seperti Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT), desa persiapan, nagari, pemukiman suku pedalaman, dll. | 2025 |
| Jumlah Desa/Kelurahan dengan Jumlah Bidan yang Cukup | Pengukuran jumlah wilayah desa yang telah mencapai rasio bidan minimal yang ditetapkan. | Hitungan jumlah desa atau kelurahan di wilayah yang memiliki jumlah bidan (termasuk Bidan Desa) yang memenuhi atau melebihi standar rasio minimal yang ditetapkan, misalnya 1 bidan per 1.000 penduduk, atau minimal 1 bidan yang tinggal dan bertugas di desa. | 2025 |
| Jumlah peserta JKN Aktif | Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) | setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat 6 (enam) bulan di Indonesia, yang telah membayar iuran jaminan kesehatan | 2025 |
| Jumlah Penduduk | Penduduk | Banyaknya orang yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia selama 1 tahun atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 1 tahun tetapi bertujuan untuk menetap. | 2025 |
| Jumlah Penduduk Usia >=15 Tahun yang Merokok | 1. Penduduk 2. Merokok | Hitungan jumlah individu berusia >=15 tahun yang menyatakan diri sebagai perokok, yaitu mereka yang saat ini merokok (baik setiap hari maupun kadang-kadang). Termasuk pengguna rokok kretek, rokok putih, cerutu, pipa, atau rokok elektrik/vape (tergantung definisi operasional ) | 2025 |
| Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas | Penduduk | Banyaknya penduduk yang berumur 15 tahun ke atas. | 2025 |
| Jumlah Individu/Rumah Tangga yang Melakukan CTPS | CTPS | Hitungan jumlah individu atau rumah tangga (tergantung unit observasi) yang menyatakan atau menunjukkan bahwa mereka secara konsisten melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada setidaknya dua dari tiga waktu kritis utama (seperti: setelah buang air besar, sebelum makan, dan sebelum menyiapkan makanan/memberi makan bayi). | 2025 |
| Jumlah Total Individu/Rumah Tangga | 1. Penduduk 2. Rumah Tangga | Hitungan total seluruh individu atau rumah tangga yang di suatu wilayah. | 2025 |
| Jumlah Rumah Tangga yang Menggunakan Jamban Sehat | 1. Rumah Tangga 2. Sanitasi Dasar | Hitungan jumlah rumah tangga yang menyatakan bahwa semua anggota keluarga mereka buang air besar (BAB) di jamban yang memenuhi syarat kesehatan (memiliki leher angsa, tertutup, dan kotoran tidak mencemari lingkungan, misalnya ditampung di septic tank). | 2025 |
| Jumlah Rumah Tangga | Rumah Tangga | Banyaknya rumah tangga di suatu wilayah pada suatu waktu tertentu. | 2025 |
| Jumlah Penduduk Usia >=15 Tahun dengan Aktivitas Fisik Cukup | Aktivitas Fisik | Hitungan jumlah individu berusia >=15 tahun yang total akumulasi waktu aktivitas fisik mereka dalam seminggu mencapai batas minimal yang direkomendasikan oleh WHO atau Kementerian Kesehatan (misalnya, minimal 150 menit intensitas sedang). | 2025 |
| Jumlah Individu Gosok Gigi Benar | Gosok Gigi | Hitungan jumlah individu yang menyatakan bahwa mereka menyikat gigi minimal dua kali sehari, dengan waktu sikat gigi yang tepat adalah pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. | 2025 |
| Jumlah Penduduk Usia >=15 Tahun dengan Hipertensi | Tekanan Darah Tinggi | Hitungan jumlah individu berusia >=15 tahun yang memiliki tekanan darah sistolik >=140 mmHg atau tekanan darah diastolik >=90 mmHg (berdasarkan pengukuran) atau yang menyatakan sedang minum obat anti-hipertensi berdasarkan anjuran dokter. | 2025 |
| Jumlah Penduduk Usia >=15 Tahun dengan Diabetes Melitus | Diabetes Melitus | Hitungan jumlah individu berusia >=15 tahun yang memenuhi kriteria diagnosis DM (gula darah tinggi saat pemeriksaan atau diagnosis DM oleh tenaga kesehatan, termasuk yang sedang mengonsumsi obat DM atau insulin). | 2025 |
| Jumlah Penduduk Usia >=15 Tahun dengan Indikasi GME | Gangguan Mental Emotional | Hitungan jumlah individu berusia >=15 tahun yang hasil skriningnya (menggunakan instrumen baku seperti SRQ-20) menunjukkan skor melebihi batas potong (cut-off) yang ditetapkan, sehingga terindikasi menderita Gangguan Mental Emosional. | 2025 |
| Jumlah Penduduk Usia >=15 Tahun dengan Obesitas Sentral | Obesitas | Hitungan jumlah individu berusia >=15 tahun yang hasil pengukuran Lingkar Perut (LP)-nya melebihi batas potong yang ditetapkan untuk populasi Asia. (Contoh batas potong Indonesia: Pria >=90 cm, Wanita >=80 cm). | 2025 |
| Jumlah Penduduk yang Mengalami Masalah Gigi dan Mulut | Gigi Mulut | Hitungan jumlah individu yang dalam periode waktu tertentu (misalnya, 12 bulan terakhir) mengalami keluhan atau didiagnosis memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut yang memerlukan perawatan (misalnya, sakit gigi, gusi bengkak, atau gigi berlubang). | 2025 |
| Jumlah Kasus Pneumonia Balita yang Ditemukan dan Diobati | Pneumonia | Jumlah absolut anak usia 2 bulan sampai <5 tahun yang didiagnosis menderita pneumonia (ditandai napas cepat) dan/atau pneumonia berat (ditandai napas cepat dan tarikan dinding dada ke dalam—TDDK) menggunakan standar Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), dan telah dicatat serta dilaporkan oleh Fasyankes. | 2025 |
| Estimasi Jumlah Kasus Pneumonia Balita | Pneumonia | Angka perkiraan total kasus pneumonia yang diperkirakan terjadi (insiden) pada populasi balita (usia 2 bulan sampai <5 tahun) di suatu wilayah, yang ditetapkan berdasarkan rumus standar insiden rate (biasanya menggunakan 10-15% dari total balita) oleh Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota. | 2025 |
| Jumlah Balita yang Mengalami Diare | 1. Balita 2. Diare | Hitungan jumlah anak berusia 0–59 bulan yang mengalami diare (buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan konsistensi cair atau lembek) dalam periode waktu tertentu | 2025 |
| Jumlah Balita yang Mengalami ISPA | 1. Balita 2. ISPA | Hitungan jumlah anak berusia 0–59 bulan yang mengalami gejala ISPA (batuk/pilek disertai gejala pernapasan lainnya seperti demam atau kesulitan bernapas) dalam periode waktu tertentu | 2025 |
| Jumlah Rumah Tangga dengan Akses Sanitasi Layak dan Aman | Sanitasi Dasar | Hitungan jumlah rumah tangga yang memiliki atau menggunakan fasilitas BAB yang memenuhi kriteria Layak (jamban leher angsa, tertutup) dan Aman (limbah kotoran diolah/dikelola dengan baik sehingga tidak mencemari lingkungan dan tidak diangkut/dibuang ke badan air). | 2025 |
| Jumlah Rumah Tangga dengan Akses Air Minum Layak dan Aman | Sanitasi Dasar | Hitungan jumlah rumah tangga yang menggunakan sumber air minum yang memenuhi kriteria Layak (dilindungi, bukan air permukaan) dan Aman (tidak tercemar bakteri/kimia, tersedia sepanjang waktu, dan berjarak <1000 meter dari rumah). Kriteria "Aman" di Indonesia sering mengacu pada air minum dalam kemasan (AMDK) atau air yang diuji kualitasnya. | 2025 |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA TIMUR | GRESIK |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
Lainnya : Google Sheets
Unit Pengumpulan Data
Individu, Lainnya : Puskesmas
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Lainnya : Validasi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 0
Pengumpul data/enumerator: 0
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Puskesmas
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2026-05-07;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Anak usia 0 (nol) sampai 59 (lima puluh sembilan) bulan yang hasil pengukuran berat badan (BB) relatif terhadap panjang/tinggi badannya (PB/TB) berada pada kategori Gizi Kurang atau Kurus (Z-score BB/PB atau BB/TB<-2SD) menurut Standar Antropometri Anak.
-
Imunisasi dasar yang diberikan pada bayi sebelum berusia 1 (satu) tahun.
-
Banyaknya orang yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia selama 1 tahun atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 1 tahun tetapi bertujuan untuk menetap.
-
Jumlah absolut PUS (istri berusia 15-49 tahun) yang pada periode pelaporan tercatat sebagai pengguna aktif metode kontrasepsi modern (non-tradisional), termasuk Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan non-MKJP modern.
-
Anak usia 0 (nol) sampai 59 (lima puluh sembilan) bulan yang telah dilakukan pengukuran Berat Badan (BB) dan Panjang/Tinggi Badan (PB/TB) yang lengkap dan valid untuk penentuan status gizi di wilayah laporan.
-
Hitungan jumlah individu yang dalam periode waktu tertentu (misalnya, 12 bulan terakhir) mengalami keluhan atau didiagnosis memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut yang memerlukan perawatan (misalnya, sakit gigi, gusi bengkak, atau gigi berlubang).
-
Hitungan jumlah individu yang menyatakan bahwa mereka menyikat gigi minimal dua kali sehari, dengan waktu sikat gigi yang tepat adalah pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
-
Hitungan jumlah rumah tangga yang memiliki atau menggunakan fasilitas BAB yang memenuhi kriteria Layak (jamban leher angsa, tertutup) dan Aman (limbah kotoran diolah/dikelola dengan baik sehingga tidak mencemari lingkungan dan tidak diangkut/dibuang ke badan air).
-
Hitungan jumlah individu berusia =15 tahun yang memenuhi kriteria diagnosis DM (gula darah tinggi saat pemeriksaan atau diagnosis DM oleh tenaga kesehatan, termasuk yang sedang mengonsumsi obat DM atau insulin).
-
Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan Antenatal Care (ANC) minimal empat kali, dengan jadwal kunjungan yang memenuhi standar: 1 kali pada Trimester I (usia kehamilan < 14 minggu), 1 kali pada Trimester II (usia kehamilan 14–28 minggu), dan 2 kali pada Trimester III (usia kehamilan > 28 minggu), hingga persalinan.
-
Jumlah bayi yang bertahan hidup
-
Hitungan jumlah individu berusia >= 15 tahun yang menyatakan diri sebagai perokok, yaitu mereka yang saat ini merokok (baik setiap hari maupun kadang-kadang). Termasuk pengguna rokok kretek, rokok putih, cerutu, pipa, atau rokok elektrik/vape (tergantung definisi operasional )
-
Anak usia 0 (nol) sampai 59 (lima puluh sembilan) bulan yang terdaftar dan telah dilakukan penimbangan berat badan pada bulan laporan di Posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya.
-
Angka perkiraan total kasus pneumonia yang diperkirakan terjadi (insiden) pada populasi balita (usia 2 bulan sampai <5 tahun) di suatu wilayah, yang ditetapkan berdasarkan rumus standar insiden rate (biasanya menggunakan 10-15% dari total balita) oleh Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota.
-
Hitungan jumlah anak berusia 0–59 bulan yang mengalami gejala ISPA (batuk/pilek disertai gejala pernapasan lainnya seperti demam atau kesulitan bernapas) dalam periode waktu tertentu
-
Hitungan jumlah individu berusia >= 15 tahun yang hasil skriningnya (menggunakan instrumen baku seperti SRQ-20) menunjukkan skor melebihi batas potong (cut-off) yang ditetapkan, sehingga terindikasi menderita Gangguan Mental Emosional.
-
Anak usia 0 (nol) sampai 59 (lima puluh sembilan) bulan yang hasil pengukuran panjang badannya (PB) atau tinggi badannya (TB) relatif terhadap umurnya (U) berada pada kategori Pendek atau Sangat Pendek (Z-score PB/U atau TB/U<-2SD) menurut Standar Antropometri Anak.
-
Banyaknya penduduk yang berumur 15 tahun ke atas.
-
Hitungan total seluruh Ibu Hamil (tergantung target indikator) yang berhasil diukur Lingkar Lengan Atasnya (LiLA) dalam periode pemantauan yang ditetapkan.
-
Jumlah perkiraan ibu hamil yang ada di suatu wilayah kerja pada periode waktu tertentu, biasanya dihitung berdasarkan persentase tertentu dari jumlah penduduk atau wanita usia subur (WUS).
-
Angka perkiraan total pasangan sah (suami-istri) di mana istri berusia antara 15 sampai 49 tahun yang hidup bersama di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu.
-
Jumlah perkiraan ibu hamil yang akan melahirkan (yang menghasilkan kelahiran hidup) di suatu wilayah kerja pada periode waktu tertentu. Angka ini seringkali didasarkan pada perkiraan 100% dari perkiraan jumlah kelahiran hidup.
-
Hitungan total seluruh individu atau rumah tangga yang di suatu wilayah.
-
Anak usia 0 (nol) sampai 59 (lima puluh sembilan) bulan yang hasil pengukuran berat badan (BB) relatif terhadap panjang/tinggi badannya (PB/TB) berada pada kategori Sangat Kurus atau Gizi Buruk (Z-score BB/PB atau BB/TB<-3SD) menurut Standar Antropometri Anak.
-
Hitungan jumlah anak usia 0-59 bulan yang hasil pengukuran status gizinya (menggunakan indeks Berat Badan menurut Panjang Badan/Tinggi Badan) berada pada kategori Gemuk (yaitu nilai Z-Score>+2 SD).
-
Hitungan jumlah rumah tangga yang menggunakan sumber air minum yang memenuhi kriteria Layak (dilindungi, bukan air permukaan) dan Aman (tidak tercemar bakteri/kimia, tersedia sepanjang waktu, dan berjarak <1000 meter dari rumah). Kriteria "Aman" di Indonesia sering mengacu pada air minum dalam kemasan....
-
Hitungan jumlah kecamatan di wilayah yang memiliki jumlah dokter (misalnya dokter umum, atau sesuai standar rasio yang berlaku) yang memenuhi atau melebihi standar minimal yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan atau otoritas terkait.
-
Hitungan jumlah individu atau rumah tangga (tergantung unit observasi) yang menyatakan atau menunjukkan bahwa mereka secara konsisten melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada setidaknya dua dari tiga waktu kritis utama (seperti: setelah buang air besar, sebelum makan, dan sebelum menyiapkan makanan/memberi....
-
Hitungan jumlah Ibu Hamil yang hasil pengukuran Lingkar Lengan Atasnya (LiLA) menunjukkan nilai di bawah 23,5 cm (<23,5 cm), yang mengindikasikan Kurang Energi Kronik (KEK).
-
Persalinan yang dilaksanakan dan ditolong oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes), seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Klinik Pratama, atau tempat praktik mandiri tenaga kesehatan.
-
setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat 6 (enam) bulan di Indonesia, yang telah membayar iuran jaminan kesehatan
-
Hitungan jumlah rumah tangga yang menyatakan bahwa semua anggota keluarga mereka buang air besar (BAB) di jamban yang memenuhi syarat kesehatan (memiliki leher angsa, tertutup, dan kotoran tidak mencemari lingkungan, misalnya ditampung di septic tank).
-
Hitungan jumlah desa atau kelurahan di wilayah yang memiliki jumlah Posyandu (baik Posyandu Aktif maupun Pasif) yang memenuhi atau melebihi standar rasio minimal yang ditetapkan, misalnya 1 Posyandu per 100 balita, atau 1 Posyandu untuk radius layanan tertentu.
-
Anak usia 0 (nol) sampai 59 (lima puluh sembilan) bulan yang menjadi sasaran pelayanan kesehatan dan berada di wilayah kerja atau cakupan layanan tertentu.
-
Jumlah bayi baru lahir yang mendapatkan satu kali pelayanan kesehatan neonatal esensial lengkap oleh tenaga kesehatan kompeten (Dokter, Bidan, Perawat) pada rentang usia 6 jam hingga 48 jam setelah kelahiran hidup.
-
Banyaknya desa/kelurahan atau yang setara dengan desa/kelurahan seperti Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT), desa persiapan, nagari, pemukiman suku pedalaman, dll.
-
Hitungan jumlah individu berusia >= 15 tahun yang memiliki tekanan darah sistolik >= 140 mmHg atau tekanan darah diastolik >= 90 mmHg (berdasarkan pengukuran) atau yang menyatakan sedang minum obat anti-hipertensi berdasarkan anjuran dokter.
-
Hitungan total seluruh wilayah administrasi setingkat kecamatan yang berada dalam batas wilayah yang menjadi fokus pengukuran (misalnya, satu Kabupaten atau Kota).
-
Hitungan jumlah individu berusia >= 15 tahun yang hasil pengukuran Lingkar Perut (LP)-nya melebihi batas potong yang ditetapkan untuk populasi Asia. (Contoh batas potong Indonesia: Pria >= 90 cm, Wanita >= 80 cm).
-
Hitungan jumlah individu berusia >= 15 tahun yang total akumulasi waktu aktivitas fisik mereka dalam seminggu mencapai batas minimal yang direkomendasikan oleh WHO atau Kementerian Kesehatan (misalnya, minimal 150 menit intensitas sedang).
-
Jumlah absolut anak usia 2 bulan sampai <5 tahun yang didiagnosis menderita pneumonia (ditandai napas cepat) dan/atau pneumonia berat (ditandai napas cepat dan tarikan dinding dada ke dalam—TDDK) menggunakan standar Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), dan telah dicatat serta dilaporkan oleh Fasyankes.
-
Hitungan jumlah anak berusia 0–59 bulan yang mengalami diare (buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan konsistensi cair atau lembek) dalam periode waktu tertentu
-
Hitungan jumlah desa atau kelurahan di wilayah yang memiliki jumlah bidan (termasuk Bidan Desa) yang memenuhi atau melebihi standar rasio minimal yang ditetapkan, misalnya 1 bidan per 1.000 penduduk, atau minimal 1 bidan yang tinggal dan bertugas di desa.
-
Banyaknya rumah tangga di suatu wilayah pada suatu waktu tertentu.
-
Kelahiran seorang bayi yang pada saat dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan, seperti bernapas, adanya denyut jantung, denyut tali pusat, atau gerakan otot-otot, tanpa melihat lama kehamilan.
Indikator Kegiatan
-
Bagian dari populasi penduduk yang mendapatkan perlindungan kesejahteraan.
-
Perbandingan antara jumlah Wanita Usia Subur (WUS) atau Ibu Hamil yang memiliki ukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) kurang dari 23,5 cm dengan total jumlah WUS atau Ibu Hamil yang diukur di suatu wilayah kerja dan periode tertentu, dinyatakan dalam persentase.
-
Perbandingan antara jumlah balita (usia 0-59 bulan) yang memiliki status gizi gemuk (kelebihan berat badan dan obesitas) berdasarkan indeks Berat Badan menurut Panjang Badan/Tinggi Badan (BB/PB atau BB/TB), dengan total balita yang diukur, dinyatakan dalam persentase.
-
Persentase seluruh persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih dan dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes), dibandingkan dengan jumlah seluruh perkiraan persalinan di suatu wilayah pada periode tertentu.
-
Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang menggunakan fasilitas BAB di jamban layak (tidak BABS/Open Defecation Free - ODF) dan dikelola dengan aman (kotoran diolah dengan baik) dengan total jumlah rumah tangga.
-
Perbandingan antara jumlah desa/kelurahan yang telah memiliki jumlah bidan yang memadai sesuai standar rasio yang ditetapkan (misalnya, minimal satu Bidan Desa yang bertugas penuh di desa tersebut), dengan total jumlah desa/kelurahan yang ada di wilayah administrasi yang diamati.
-
Perbandingan antara jumlah balita (usia 0-59 bulan) yang mengalami gejala ISPA (batuk, pilek, atau kesulitan bernapas) dalam periode waktu tertentu (misalnya, dua minggu terakhir) dengan total jumlah balita di wilayah tersebut.
-
Persentase anak balita (usia 0-59 bulan) yang ditimbang berat badannya pada bulan laporan (D) dibandingkan dengan jumlah seluruh anak balita yang ada di wilayah kerja (S).
-
Persentase anak balita (usia 0-59 bulan) yang memiliki indeks Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) di bawah -3 Standar Deviasi (SD) berdasarkan standar pertumbuhan anak yang berlaku. Serta anak balita (usia 0-59 bulan) yang memiliki indeks Berat Badan....
-
Perbandingan antara jumlah individu atau rumah tangga yang menyatakan/menunjukkan perilaku mencuci tangan dengan sabun (CTPS) pada waktu-waktu kritis (misalnya, sebelum makan, setelah buang air besar, dan sebelum menyiapkan makanan) dengan total jumlah individu atau rumah tangga yang ada.
-
Proporsi kasus pneumonia pada balita (usia 2 bulan sampai <5 tahun) yang berhasil ditemukan dan dicatat oleh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) terhadap estimasi jumlah kasus pneumonia yang diperkirakan terjadi pada balita di wilayah dan periode yang sama.
-
Perbandingan antara jumlah balita (usia 0-59 bulan) yang mengalami episode diare (buang air besar lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi cair) dalam periode waktu tertentu (misalnya, dua minggu terakhir) dengan total jumlah balita di wilayah tersebut.
-
Bagian dari populasi pasangan Usia Subur (PUS), yang menjadi peserta KB aktif (peserta KB yang saat ini menggunakan salah satu alat kontrasepsi).
-
Perbandingan antara jumlah penduduk usia >=15 tahun yang terdiagnosis hipertensi (berdasarkan pengukuran tekanan darah >=140/90 mmHg atau sedang mengonsumsi obat anti-hipertensi) dengan total jumlah penduduk usia >=15 tahun
-
Perbandingan antara jumlah penduduk usia =15 tahun yang melakukan aktivitas fisik intensitas sedang secara teratur (minimal 150 menit per minggu) atau intensitas berat (minimal 75 menit per minggu), atau kombinasi keduanya, dengan total jumlah penduduk usia =15 tahun
-
Cakupan (Jumlah dan persentase) bayi usia 0-11 bulan yang telah mendapatkan 1 dosis imunisasi Hepatitis B0, 1 dosis imunisasi BCG, 3 dosis DPT-HB-HIB, 4 dosis imunisasi bOPV (Polio tetes/polio oral) (3 dosis imunisasi IPV di Provinsi DIY), 1 dosis imunisasi IPV (Polio suntik), dan 1 dosis imunisasi campak Rubela
-
Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang menggunakan fasilitas air minum dari sumber Layak (misalnya PDAM, sumur terlindungi, mata air terlindungi) dan dikelola dengan Aman (tersedia setiap saat, kualitas terjaga, dan dekat dengan tempat tinggal), dengan total jumlah rumah tangga
-
Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang memiliki dan/atau menggunakan fasilitas Buang Air Besar (BAB) di Jamban Sehat (Jamban Leher Angsa, tertutup, dan memiliki septik tank/IPAL) dengan total jumlah rumah tangga di suatu wilayah dan periode tertentu, dinyatakan dalam persentase.
-
Perbandingan antara jumlah penduduk yang mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut (seperti gigi berlubang, sakit gigi, atau gusi bengkak) dalam periode waktu tertentu, dengan total jumlah penduduk
-
Perbandingan antara jumlah desa/kelurahan yang telah memiliki jumlah Posyandu yang memadai sesuai standar rasio yang ditetapkan (misalnya, jumlah Posyandu per jumlah sasaran balita atau jumlah Posyandu per jarak tempuh), dengan total jumlah desa/kelurahan yang ada di wilayah administrasi yang diamati.
-
Perbandingan antara jumlah kecamatan yang telah memenuhi standar rasio minimal jumlah dokter (baik dokter umum, dokter layanan primer, atau dokter spesialis tertentu) dengan total jumlah seluruh kecamatan di wilayah administrasi yang diamati (kabupaten/kota/provinsi), dinyatakan dalam persentase.
-
Perbandingan antara jumlah penduduk usia >=15 tahun yang terdiagnosis DM (baik berdasarkan hasil pemeriksaan gula darah atau berdasarkan diagnosis/pengobatan dokter) dengan total jumlah penduduk usia >=15 tahun
-
Perbandingan antara jumlah penduduk usia >=15 tahun yang memiliki Lingkar Perut (LP) melebihi batas normal yang ditetapkan (misalnya, >=90 cm untuk pria dan >=80 cm untuk wanita Asia) dengan total jumlah penduduk usia >=15 tahun yang diukur.
-
Perbandingan antara jumlah penduduk usia >=15 tahun yang terindikasi mengalami Gangguan Mental Emosional (GME) berdasarkan instrumen skrining (misalnya, Self-Reporting Questionnaire/SRQ-20) dengan total jumlah penduduk usia >=15 tahun
-
Perbandingan antara jumlah penduduk yang mengalami cedera (yang memerlukan pertolongan atau mengganggu aktivitas harian) dalam periode waktu tertentu (misalnya 12 bulan terakhir) dengan total jumlah penduduk
-
Persentase ibu hamil yang telah melakukan minimal empat kali Kunjungan Antenatal Care (ANC) sesuai jadwal yang ditetapkan (satu kali pada trimester I, satu kali pada trimester II, dan dua kali pada trimester III), dibandingkan dengan perkiraan jumlah ibu hamil di wilayah tersebut pada periode yang sama.
-
Persentase anak balita (usia 0-59 bulan) yang memiliki indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) di bawah -2 Standar Deviasi (SD) berdasarkan standar pertumbuhan anak yang berlaku.
-
Perbandingan antara jumlah individu yang menyikat gigi minimal dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, dengan total jumlah penduduk
-
Bagian dari populasi penduduk umur >=15 tahun,yang merokok selama sebulan terakhir.
-
Proporsi bayi baru lahir yang mendapatkan pelayanan kesehatan esensial Neonatus 1 (KN 1) dari tenaga kesehatan (nakes) kompeten, yaitu pada usia 6–48 jam setelah kelahiran, terhadap seluruh Kelahiran Hidup di wilayah kerja tertentu.