Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Produk Administrasi Profil Kesehatan Tahun 2024 2024
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Produk Administrasi Profil Kesehatan Tahun 2024
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-24.3502.010
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Gedung Terpadu Lantai I-II, Jl.Basuki Rahmat, Ponorogo
| Telepon: | 0352-481438 |
| Faksimile: | 0352-484550 |
| Email: | medsos3502@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Hana Tryastuti, S.Sos., MSi. |
| Jabatan: | Sekretaris Dinas Kesehatan |
| Alamat: | Gedung Terpadu Lt.I & II, Jl. Basuki Rahmat |
| Telepon: | (0352) 481438 |
| Faksimile: | (0352) 484550 |
| Email: | dinkesponorogo@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanDalam Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, sasaran pembangunan jangka menengah 2020-2024 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Kementrian Kesehatan RI dalam RPJM 2020-2024 telah menentukan strateginya yang terurai dalam lima point yaitu: peningkatan kesehatan ibu dan anak dan kesehatan reproduksi, percepatan perbaikan gizi masyarakat, peningkatan pengendalian penyakit, penguatan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), serta peningkatan pelayanan kesehatan dan pengawasan obat dan makanan. Sasaran pembangunan kesehatan yang akan dicapai pada tahun 2025 adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, dengan indikator meningkatnya Umur Harapan Hidup, menurunnya Angka Kematian Bayi, menurunnya Angka Kematian Ibu, dan menurunnya prevalensi gizi kurang pada balita. Tujuan dan sasaran pembangunan kesehatan ini dapat dicapai dengan melakukan lima strategi pembangunan kesehatan 2005-2025, yaitu pembangunan nasional berwawasan kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan daerah, pengembangan upaya dan pembiayaan kesehatan, pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan, penanggulangan keadaan darurat kesehatan. Untuk mengukur keberhasilan pembangunan kesehatan disesuaikan dengan Visi Bupati “PONOROGO LEBIH MAJU, BERBUDAYA, DAN RELIGIUS” dan dengan Misinya “Meningkatkan peran aktif Pemerintah Daerah dan memajukan sistem pelayanan pendidikan dan kesehatan masyarakat guna mendorong kualitas SDM yang handal, mempunyai kompetensi yang cukup. Membangun jiwa bangsa melalui pemberdayaan pemuda dan olahraga yang bertakwa, berbudaya dan berkepribadian” seperti diuraikan dalam RPJMD didukung dengan pelaksanaan Rencana strategis Dinas Kesehatan Tahun 2017-2023. Pemerintah Kabupaten Ponorogo berfokus pada masalah stunting dengan menerapkan pola penanganan yang terbukti ampuh menekan kasus anak balita gagal tumbuh akibat akumulasi ketidakcukupan zat gizi itu. Masalah stunting teratasi untuk menyiapkan generasi unggul dan kompetitif. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko berani pasang target menurunkan angka stunting di angka 7 persen pada tahun ini dengan menggerakan semua lini. Tanpa kecuali, mengerahkan tenaga kesehatan untuk jemput bola dengan mendatangi setiap rumah tangga yang memiliki anak balita stunting. Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Kesehatan setempat berupaya menekan angka stunting dengan sejumlah program. Bulan timbang dilaksanakan setiap Februari dan Agustus untuk mendeteksi gangguan dan penyimpangan tumbuh kembang anak sejak dini agar mendapat tindak lanjut dengan cepat serta tepat. Perang menghadapi stunting di Ponorogo selama ini berlangsung masif dengan mengerahkan sekitar 751 tim pendamping keluarga (TPK). Tugas TPK adalah mendatangi langsung rumah keluarga yang memiliki anak balita (bawah lima tahun) yang berisiko stunting. Ratusan anggota TPK itu juga meverifikasi dan mevalidasi data keluarga berisiko stunting. Bersamaan itu, Pemkab Ponorogo menambah locus penanganan stunting dari 15 menjadi 25 desa atau kelurahan dengan melibatkan camat, kades, serta lurah. Selain itu, dalam mengatasi masalah stunting, Pemerintah Kabupaten Ponorogo tidak hanya melakukan Tindakan kuratif saja, melainkan Tindakan preventif juga. Salah satunya memastikan perempuan yang nantinya bakal menjadi ibu memiliki kesehatan yang baik. Pemerintah Kabupaten Ponorogo berencana memberikan Tablet Tambah Darah (TTD) rutin setiap minggu kepada seluruh remaja putri (retri). Jika ingin anak sehat, ibu harus sehat. Dalam pelaksanaannya, program tersebut Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan Dinas PPKB dan Dinas Pendidikan. Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas setempat untuk memberikan dan memantau konsumsi tablet tambah darah (TTD) kepada peserta didik di tingkat SMP dan SMA. Tujuan pembangunan kesehatan di Kabupaten Ponorogo sebagaimana dalam renstra adalah meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan dengan indikator meliputi Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI), persentase balita gizi buruk, prevalensi balita stunting, indeks kepuasan masyarakat (IKM), persentase puskesmas akreditasi, kepesertaan JKN serta kejadian penyakit menular dan tidak menular dapat diukur tingkat keberhasilannya selama kurun waktu 5 tahunan. Informasi tentang pencapaian indikator ini bisa didapatkan dari Buku Profil Kesehatan yang diterbitkan setiap tahun oleh Dinas KesehatanKabupaten Ponorogo.
Tujuan Kegiatan
a. a. Sebagai dasar perencanaan, pengambilan keputusan pelaksanaan kegiatan program kesehatan selama 1 (satu) tahun di Kabupaten Ponorogo; b. Meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat; c. Sebagai acuan kegiatan monitoring dan pengendalian program kesehatan; d. Sarana mengevaluasi berbagai pencapaian program kesehatan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-01-01 s.d. 2024-02-12
Desain
2024-03-01 s.d. 2024-05-12
Pengumpulan Data
2024-10-10 s.d. 2024-12-31
Pengolahan Data
2025-01-01 s.d. 2025-03-31
Analisis
2025-04-01 s.d. 2025-07-31
Diseminasi Hasil
2025-08-01 s.d. 2025-08-31
Evaluasi
2025-09-01 s.d. 2025-09-10
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Ibu | Kematian Ibu | Tentang ibu hamil, bersalin, nifas, dll | Bulan/ TW/ Smt/ Tahunan |
| Bayi | Kematian, Kelahiran, Hidup | Tentang bayi baru lahir | Bulan/ TW/ Smt/ Tahunan |
| Balita | Kematian Balita | Tentang balita | Bulan/ TW/ Smt/ Tahunan |
| Anak Usia Pendidikan Dasar | Pelayanan Kesehatan pada usia pendidikan dasar | Skrining dan pelayanan kesehatan anak usia pendidikan dasar | Bulan/ TW/ Smt/ Tahunan |
| Usia Produktif | Pelayanan Kesehatan | Skrining dan pelayanan kesehatan usipro | Bulan/ TW/ Smt/ Tahunan |
| Usia Lanjut | Lanjut Usia (lansia) | Skrining dan pelayanan kesehatan usila | Bulan/ TW/ Smt/ Tahunan |
| Sarana | Fasyankes | Sarana prasarana kesehatan | Tahunan |
| Anggaran | Alokasi Anggaran Kesehatan | Anggaran kesehatan dalam satu tahun | Tahunan |
| Penyakit | Penderita (PTM & PM) yang mendapatkan pelayanan kesehatan di Fasyankes | Tentang penyakit | Bulan/ TW/ Smt/ Tahunan |
| SDM | Indikator SDM meliputi semua orang bekerja secara aktif di bidang kesehatan\, baik yang memiliki pendidikan formal kesehatan maupun tidak | Jumlah dan jenis SDM Kesehatan | Tahunan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA TIMUR | PONOROGO |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI, Lainnya : Manual dari pemeriksaan kesehatan pasien
Unit Pengumpulan Data
Individu, Lainnya : Puskesmas
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Lainnya : Validasi data oleh programer Dinas Kesehatan kepada petugas Puskesmas
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 21
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Individu, Lainnya : Puskesmas
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2025-09-15;
Digital (softcopy): 2025-09-15;
Data Mikro: -