Detail Metadata Kegiatan Statistik
Survei Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara 2023
Informasi Umum
Judul KegiatanSurvei Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara
Tahun Kegiatan
2023
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Lingkungan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-24.7100.002
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Utara
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. 17 Agustus No. 69 Manado
| Telepon: | 816237367 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dlh@sulutprov.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara |
| Eselon 2: | Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Utara |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Danso Ayhuan |
| Jabatan: | Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup |
| Alamat: | Jl. 17 Agustus No. 69 Manado |
| Telepon: | 816237367 |
| Faksimile: | dansoayhuan340@gmail.com |
| Email: | dansoayhuan340@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanDalam konteks pembangunan nasional, Indonesia berkomitmen untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-13 (penanganan perubahan iklim), tujuan ke-14 (ekosistem laut), dan tujuan ke-15 (ekosistem daratan). Salah satu instrumen yang digunakan untuk memantau kondisi lingkungan hidup secara komprehensif adalah Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). IKLH merupakan indikator komposit yang dibangun dari tiga komponen utama, yaitu: Indeks Kualitas Air, Indeks Kualitas Udara, dan Indeks Tutupan Lahan. Melalui pengukuran ini, pemerintah dapat memperoleh gambaran kuantitatif mengenai kualitas lingkungan hidup secara nasional maupun daerah. Nilai IKLH berperan penting sebagai:
Tujuan Kegiatan
(1.) Menyediakan data dan informasi mengenai kualitas lingkungan hidup secara komprehensif melalui pengukuran tiga komponen utama: kualitas air, kualitas udara, dan tutupan lahan. (2.) Menghasilkan indikator kuantitatif berupa nilai Indeks Kualitas Lingkungan Hidup yang dapat digunakan untuk menilai kondisi dan tren perubahan lingkungan hidup di tingkat nasional maupun daerah. (3.) Mendukung perencanaan, pemantauan, dan evaluasi kebijakan pembangunan berkelanjutan, khususnya terkait pengendalian pencemaran, pelestarian lingkungan, serta pemulihan ekosistem. (4.) Menjadi dasar dalam penilaian kinerja pemerintah pusat maupun daerah dalam upaya pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup. (5.) Memberikan bahan advokasi dan edukasi kepada masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan mengenai pentingnya menjaga kualitas lingkungan hidup. (6.) Mendukung pencapaian target pembangunan nasional dan internasional, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2023-01-01 s.d. 2023-02-01
Desain
2023-02-28 s.d. 2023-08-30
Pengumpulan Data
2023-03-01 s.d. 2023-08-30
Pengolahan Data
2023-03-01 s.d. 2023-08-30
Analisis
2023-07-01 s.d. 2023-12-31
Diseminasi Hasil
2023-12-01 s.d. 2023-12-30
Evaluasi
2023-12-01 s.d. 2023-12-30
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| DO (Dissolved Oxygen) | Oksigen Terlarut | Jumlah oksigen terlarut di dalam air. | 2023 |
| BOD (Biochemical Oxygen Demand) | Oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme | Jumlah oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik. | 2023 |
| COD (Chemical Oxygen Demand) | Oksigen secara kimia untuk mengoksidasi | Kebutuhan oksigen secara kimia untuk mengoksidasi bahan organik/anorganik. | 2023 |
| TSS (Total Suspended Solid) | Padatan tersuspensi | Jumlah padatan tersuspensi (lumpur, partikel) dalam air. | 2023 |
| pH | Keasaman Air | Tingkat keasaman/alkalinitas air. | 2023 |
| PM10/PM2.5 (Particulate Matter) | Partikel debu | Partikel debu berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan. | 2023 |
| SO2 (Sulfur dioksida) | Gas dari pembakaran fosil | Gas dari pembakaran bahan bakar fosil. | 2023 |
| NO2 (Nitrogen dioksida) | Gas hasil pembakaran kendaraan/industri | Gas hasil pembakaran kendaraan/industri. | 2023 |
| O3 (Ozon troposfer) | Gas sekunder hasil reaksi fotokimia | Gas sekunder hasil reaksi fotokimia. | 2023 |
| CO (Karbon monoksida) | Gas tidak berwarna/berbau | Gas tidak berwarna/berbau dari pembakaran tidak sempurna. | 2023 |
| Perubahan luas hutan/lahan | Luas hutan/lahan | Tingkat kehilangan atau penambahan hutan setiap tahun | 2023 |
| Kerapatan vegetasi (NDVI) | Kehijauan vegetasi | Kehijauan vegetasi yang dihitung dari citra satelit. | 2023 |
| Lahan kritis | Luas lahan yang rusak | luas lahan yang rusak (misalnya karena erosi, alih fungsi lahan, tambang) dan tidak mampu mendukung fungsi ekologis. | 2023 |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
SEMESTERAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| SULAWESI UTARA | MINAHASA |
| SULAWESI UTARA | MINAHASA SELATAN |
| SULAWESI UTARA | MINAHASA UTARA |
| SULAWESI UTARA | BOLAANG MONGONDOW TIMUR |
| SULAWESI UTARA | KOTA MANADO |
| SULAWESI UTARA | KOTA BITUNG |
| SULAWESI UTARA | KOTA TOMOHON |
Mengisi Kuesioner Sendiri, Pengamatan, Lainnya : Observasi
Sarana Pengumpulan Data
CAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Sampel air, Air laut, Udara, Posisi AQMS (Air Quality Monitoring Sistem), dan Gambut
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelSINGLE_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_NONPROBABILITAS
Metode yang Digunakan
PURPOSIVE_SAMPLING
Unit Sampel
Sungai, Koordinat tertentu di laut, Posisi AQMS (Air Quality Monitoring Sistem)
Unit Observasi
Sampel air, Sampel air laut, Sampel udara ambien, Luas tutupan lahan
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Ya
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma I/II/III
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 2
Pengumpul data/enumerator: 2
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Air, Udara, dan Tutupan Lahan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Provinsi
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2023-12-31;
Digital (softcopy): 2023-12-31;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Jumlah padatan tersuspensi (lumpur, tanah, partikel organik/anorganik) dalam air.
-
Kebutuhan oksigen secara kimia untuk menguraikan bahan organik/anorganik dalam air
-
Jumlah oksigen yang terlarut dalam air yang tersedia bagi organisme akuatik untuk respirasi.
-
Gas pencemar dari pembakaran batu bara, minyak, dan kegiatan industri.
-
Gas sekunder terbentuk dari reaksi NOx & VOCs di bawah sinar matahari.
-
Lahan dengan kondisi rusak yang menurunkan fungsi ekologis (erosi, alih fungsi, tambang).
-
Luas wilayah yang secara administratif atau ekologis dikategorikan sebagai kawasan hutan (hutan lindung, hutan produksi, hutan konservasi) maupun lahan non-hutan, berdasarkan hasil inventarisasi kehutanan dan citra satelit.
-
Kondisi kehijauan vegetasi hasil pengolahan citra satelit.
-
Partikel debu halus berdiameter = 10 µm atau 2,5 µm yang dapat terhirup masuk ke sistem pernapasan.
-
Derajat Keasaman (pH) adalah tingkat keasaman atau kebasaan dari suatu cairan.
-
Gas hasil pembakaran mesin kendaraan dan industri.
-
Kebutuhan oksigen oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik di air selama 5 hari inkubasi
-
Gas beracun tanpa warna dan bau dari pembakaran tidak sempurna.
Indikator Kegiatan
-
Indeks yang menggambarkan daya dukung ekologis suatu wilayah berdasarkan tutupan vegetasi alami, luas hutan, dan perubahan lahan.
-
Persentase tutupan vegetasi alami adalah proporsi luas daratan suatu wilayah yang masih ditutupi oleh vegetasi alami (hutan primer, hutan sekunder, padang rumput alami, rawa, dan ekosistem alami lainnya) dibandingkan dengan total luas daratan wilayah tersebut.
-
Indeks yang menunjukkan kualitas udara ambien suatu wilayah berdasarkan konsentrasi polutan utama dibandingkan dengan baku mutu.
-
Indeks yang menggambarkan kualitas badan air permukaan (sungai, danau, waduk) berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi dibandingkan dengan baku mutu.
-
Perubahan luas lahan/hutan adalah selisih luas tutupan hutan atau lahan alami pada dua periode waktu tertentu yang menggambarkan dinamika deforestasi, degradasi, atau rehabilitasi lahan.
-
Indeks komposit yang menggambarkan kualitas lingkungan hidup suatu wilayah berdasarkan penggabungan tiga komponen utama: kualitas air, kualitas udara, dan tutupan lahan.