Detail Metadata Kegiatan Statistik
Survei Indeks Pengawasan Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanSurvei Indeks Pengawasan Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Lingkungan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-25.3525.014
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. KH Wachid No 17 Gresik, Bedilan, Kebungson, Kec. Gresik, Kabupaten Gresik
| Telepon: | (031)3981780 |
| Faksimile: | (031)3978630 |
| Email: | blh@gresikkab.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | KEPALA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KAB. GRESIK |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup |
| Jabatan: | Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup |
| Alamat: | Jl. KH Wachid No 17 Gresik, Bedilan, Kebungson, Kec. Gresik, Kabupaten Gresik |
| Telepon: | 0313981780 |
| Faksimile: | (031) 39768630 |
| Email: | Rengramdlh@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanKerusakan lingkungan dapat dikatakan sebagai bencana yang merugikan masyarakat, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi dampak yang lebih besar juga dapat melekat pada kehidupan manusia. Upaya pengurangan laju kerusakan dan pemulihan lingkungan terus dilakukan baik oleh pemerintah maupun organisasi masyarakat. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) merupakan gambaran atau indikasi awal yang memberikan kesimpulan cepat dari suatu lingkungan hidup pada lingkup dan periode tertentu yang lebih representatif dan komprehensif terhadap dinamika kualitas lingkungan dan problem pencemaran yang terjadi. Instrumen ini terdiri dari tiga indikator utama yaitu Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU) dan Indeks Kualitas Lahan (IKL). Selain itu juga memiliki target capaian yang dicantumkan dalam perencanaan pembangunan. IKLH berperan sebagai indikator meningkatnya lingkungan hidup yang bersih dan sehat dalam berbagai perencanaan.
Tujuan Kegiatan
1. Sebagai informasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan di daerah yang berkaitan dengan bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.2. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik tentang pencapaian target kinerja program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.3. Untuk meningkatkan upaya pemerintah daerah dalam melaksanakan kebijakan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan.4. Sebagai bahan evaluasi kebijakan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.5. Sebagai instrumen keberhasilan pemerintah daerah dalam melindungi dan mengelola lingkungan hidup.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-01-01 s.d. 2025-02-28
Desain
2025-01-01 s.d. 2025-02-28
Pengumpulan Data
2025-05-21 s.d. 2025-10-31
Pengolahan Data
2025-11-01 s.d. 2025-11-30
Analisis
2025-12-01 s.d. 2025-12-25
Diseminasi Hasil
2025-12-26 s.d. 2026-01-13
Evaluasi
2026-01-15 s.d. 2026-01-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Kebutuhan Oksigen Biokimiawi | Air | Jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan senyawa organik pada kondisi aerobik | 2025 |
| Kebutuhan Oksigen Kimiawi | Air | Jumlah oksigen yang diperlukan untuk mengurai seluruh bahan anorganik yang terkandung dalam air | 2025 |
| Padatan Tersuspensi Total | 1. Air 2. Tanah | Muatan padatan tersuspensi adalah bahan-bahan tersuspensi (diameter > 1 µm) yang tertahan pada saringan miliopore dengan diameter pori 0.45 µm | 2025 |
| Total Nitrogen | Nitrogen | Banyaknya nitrogen yang terkandung di dalam suatu objek seperti air | 2025 |
| Fecal Coliform | 1. Lingkungan Hidup 2. Pengelolaan Kualitas Air | Fecal coliform adalah bakteri coliform yang berasal dari tinja manusia atau hewan | 2025 |
| Derajat Keasaman (pH) | 1. Lingkungan Hidup 2. Pengelolaan Kualitas Air | Derajat Keasaman (pH) adalah tingkat keasaman atau kebasaan dari suatu cairan. | 2025 |
| Total Fosfat (T-Phosphat) | 1. Lingkungan Hidup 2. Pengelolaan Kualitas Air | Total fosfat adalah senyawa yang menghasilkan ion fosfat dan merupakan indikator penting untuk mengukur kualitas air. Fosfat total terdiri dari ortofosfat, polifosfat, dan fosfor organik. | 2025 |
| Oksigen Terlarut | 1. Oksigen 2. Air | Banyaknya oksigen terlarut dalam suatu perairan | 2025 |
| Nitrat | Nitrat | Bentuk utama nitrogen di perairan utama dan merupakan nutrient utama bagi pertumbuhan tanaman dan algae | 2025 |
| Sulfur Dioksida | 1. Gas yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil 2. Gas | Gas berbau tajam yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil (batubara, minyak). Dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, hujan asam, dan kerusakan vegetasi | 2025 |
| Nitrogen Dioksida | 1. Gas berwarna cokelat kemerahan yang dihasilkan dari pembakaran kendaraan dan industri. 2. Gas 3. Nitrogen Dioksida | Gas berwarna cokelat kemerahan yang dihasilkan dari pembakaran kendaraan dan industri. Bersifat toksik, menyebabkan gangguan pernapasan, dan berperan dalam pembentukan ozon troposfer serta hujan asam | 2025 |
| Hutan Lahan Kering Primer | Hutan yang belum terganggu aktivitas manusia | Hutan alami yang belum pernah terganggu secara signifikan oleh aktivitas manusia dan masih mempertahankan keanekaragaman hayati, struktur, serta komposisi vegetasi aslinya. | 2025 |
| Hutan Lahan Kering Sekunder | Hutan yang tumbuh alami | Hutan yang tumbuh kembali secara alami setelah mengalami gangguan, seperti penebangan, kebakaran, atau pembukaan lahan, dan memiliki komposisi vegetasi yang berbeda dari hutan primer. | 2025 |
| Hutan Tanaman | Hutan yang dibangun oleh manusia | Hutan yang dibangun melalui kegiatan penanaman oleh manusia dengan jenis tanaman tertentu, biasanya bersifat monokultur untuk tujuan produksi kayu atau hasil hutan lainnya. | 2025 |
| Belukar Rawa | Vegetasi semak | Vegetasi semak atau perdu yang tumbuh di daerah rawa dengan kondisi tanah jenuh air atau tergenang secara periodik. | 2025 |
| Ruang Terbuka Hijau | Area terbuka yg ditanami vegetasi | Area terbuka yang didominasi vegetasi, baik alami maupun buatan, yang berfungsi ekologis, sosial, dan estetika, seperti taman kota, jalur hijau, atau hutan kota. | 2025 |
| Rehabilitasi Hutan dan Lahan | Upaya pemulihan atau perbaikan kondisi lahan kritis | Upaya pemulihan, penanaman, dan perbaikan kondisi lahan kritis atau hutan rusak agar kembali berfungsi sesuai peruntukannya secara ekologis, sosial, dan ekonomi. | 2025 |
| Perkebunan | Lahan yg digunakan untuk menananm | Lahan yang digunakan untuk menanam tanaman tahunan dalam skala luas dengan tujuan ekonomi, seperti kelapa sawit, karet, teh, atau kopi. | 2025 |
| Belukar | wilayah dengan vegetasi semak | Wilayah dengan vegetasi semak, perdu, atau tumbuhan rendah yang tumbuh secara alami di lahan yang sebelumnya mungkin merupakan hutan atau lahan pertanian. | 2025 |
| Pertanian Lahan Kering Campur | lahan yang ditanami campuran antara tanaman pangan dan kayu | Lahan pertanian yang ditanami campuran antara tanaman pangan, palawija, atau tanaman keras (buah-buahan, kayu), tanpa sistem irigasi permanen. | 2025 |
| Pertanian Lahan Kering | lahan pertanian untuk menanam tanpa irigasi | Lahan pertanian yang digunakan untuk menanam tanaman pangan atau palawija tanpa irigasi, mengandalkan curah hujan sebagai sumber air utama. | 2025 |
| Rawa | lahan basah | Lahan basah yang selalu atau secara periodik tergenang air dengan vegetasi khas seperti rumput rawa, semak air, atau pohon rawa. | 2025 |
| Sawah | lahan pertanian | Lahan pertanian yang dikelola dengan sistem irigasi atau tadah hujan, digunakan untuk menanam padi dan tanaman air lainnya. | 2025 |
| Savanna | padang rumput | Padang rumput yang diselingi pohon-pohon jarang, biasanya terdapat di wilayah beriklim kering atau semi-kering. | 2025 |
| Transmigrasi | kawasan yang dibangun sebagai pemukiman baru | Kawasan yang dibangun sebagai permukiman baru bagi penduduk yang berpindah dari daerah padat ke daerah kurang penduduk dalam rangka pemerataan pembangunan dan penggunaan lahan. | 2025 |
| Bandara/Pelabuhan | area untuk aktivitas penerbangan | Area yang digunakan untuk aktivitas penerbangan, termasuk landasan pacu, terminal, dan fasilitas pendukung lainnya. | 2025 |
| Tambak | lahan perairan buatan | Lahan perairan buatan yang digunakan untuk budidaya ikan, udang, atau biota air lainnya dengan sistem pengairan dan pengelolaan khusus. | 2025 |
| Tubuh Air | area peraian alami | Area perairan alami atau buatan seperti sungai, danau, waduk, atau bendungan yang menjadi penampung air di permukaan bumi. | 2025 |
| Lahan Terbuka | lahan yang tidak tertutupi | Lahan yang tidak tertutupi vegetasi atau bangunan permanen, dapat berupa lahan kosong, gundul, atau bekas aktivitas manusia seperti galian | 2025 |
| Pemukiman / Lahan Terbangun | wilayah perumahan | Wilayah yang digunakan untuk perumahan dan fasilitas pendukung seperti jalan, sekolah, dan sarana sosial masyarakat | 2025 |
| Pertambangan | lahan kegiatan eksploitasi sumber daya mineral | Lahan yang digunakan untuk kegiatan eksploitasi sumber daya mineral, batu bara, atau bahan tambang lainnya, termasuk area penggalian dan penimbunan | 2025 |
| Hutan Rawa Primer | Hutan yg tumbuh di rawa | Adalah hutan alami yang tumbuh di lahan rawa dengan kondisi tergenang air secara permanen atau musiman, yang belum mengalami gangguan berarti oleh aktivitas manusia. Vegetasinya masih asli dan didominasi oleh spesies khas rawa seperti meranti rawa, ramin, atau jelutung. | 2025 |
| Hutan Mangrove Primer | Hutan mangrove alami | Merupakan hutan mangrove alami yang tumbuh di daerah pesisir, muara sungai, atau pantai berlumpur yang masih utuh dan belum terganggu aktivitas manusia. Struktur vegetasi dan ekosistemnya masih asli, dengan dominasi jenis seperti Rhizophora, Avicennia, dan Sonneratia. | 2025 |
| Hutan Lahan Kering Sekunder | Hutan yg tumbuh kembali secara alami di lahan kering | Adalah hutan yang tumbuh kembali secara alami di lahan kering (tidak tergenang air) setelah mengalami gangguan seperti penebangan, kebakaran, atau pembukaan lahan. Vegetasinya merupakan hasil suksesi alami yang terdiri dari campuran pohon muda dan spesies pionir. | 2025 |
| Hutan Rawa Sekunder | Hutan yg tumbuh kembali di kawasan rawa | Merupakan hutan yang tumbuh kembali di kawasan rawa setelah mengalami gangguan atau perubahan dari hutan rawa primer. Ekosistemnya sedang dalam proses pemulihan, dengan vegetasi yang terdiri dari spesies pionir khas rawa dan tumbuhan sekunder. | 2025 |
| Hutan Mangrove Sekunder | Hutan yg tumbuh kembali melalui rehabilitasi | Adalah hutan mangrove yang tumbuh kembali secara alami atau melalui rehabilitasi setelah mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia atau bencana alam. Struktur vegetasinya belum sepenuhnya pulih seperti hutan mangrove primer dan didominasi oleh spesies muda atau jenis pionir mangrove | 2025 |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA TIMUR | GRESIK |
Pengamatan
Sarana Pengumpulan Data
PAPI, CAPI
Unit Pengumpulan Data
Usaha/perusahaan
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelSINGLE_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_NONPROBABILITAS
Metode yang Digunakan
PURPOSIVE_SAMPLING
Unit Sampel
Pelaku Usaha / Perusahaan
Unit Observasi
Pelaku Usaha
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Kunjungan kembali (revisit), Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma I/II/III
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 3
Pengumpul data/enumerator: 10
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataData Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Usaha/perusahaan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2026-01-01;
Digital (softcopy): 2026-01-01;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Lahan yang digunakan untuk kegiatan eksploitasi sumber daya mineral, batu bara, atau bahan tambang lainnya, termasuk area penggalian dan penimbunan
-
Lahan perairan buatan yang digunakan untuk budidaya ikan, udang, atau biota air lainnya dengan sistem pengairan dan pengelolaan khusus.
-
Hutan yang dibangun melalui kegiatan penanaman oleh manusia dengan jenis tanaman tertentu, biasanya bersifat monokultur untuk tujuan produksi kayu atau hasil hutan lainnya.
-
Adalah hutan alami yang tumbuh di lahan rawa dengan kondisi tergenang air secara permanen atau musiman, yang belum mengalami gangguan berarti oleh aktivitas manusia. Vegetasinya masih asli dan didominasi oleh spesies khas rawa seperti meranti rawa, ramin, atau jelutung
-
Merupakan hutan yang tumbuh kembali di kawasan rawa setelah mengalami gangguan atau perubahan dari hutan rawa primer. Ekosistemnya sedang dalam proses pemulihan, dengan vegetasi yang terdiri dari spesies pionir khas rawa dan tumbuhan sekunder
-
Area yang digunakan untuk aktivitas penerbangan, termasuk landasan pacu, terminal, dan fasilitas pendukung lainnya.
-
Kawasan yang dibangun sebagai permukiman baru bagi penduduk yang berpindah dari daerah padat ke daerah kurang penduduk dalam rangka pemerataan pembangunan dan penggunaan lahan.
-
Derajat Keasaman (pH) adalah tingkat keasaman atau kebasaan dari suatu cairan.
-
Wilayah dengan vegetasi semak, perdu, atau tumbuhan rendah yang tumbuh secara alami di lahan yang sebelumnya mungkin merupakan hutan atau lahan pertanian.
-
Wilayah yang digunakan untuk perumahan dan fasilitas pendukung seperti jalan, sekolah, dan sarana sosial masyarakat
-
Bentuk utama nitrogen di perairan utama dan merupakan nutrient utama bagi pertumbuhan tanaman dan algae
-
Lahan pertanian yang dikelola dengan sistem irigasi atau tadah hujan, digunakan untuk menanam padi dan tanaman air lainnya
-
Padang rumput yang diselingi pohon-pohon jarang, biasanya terdapat di wilayah beriklim kering atau semi-kering
-
Lahan basah yang selalu atau secara periodik tergenang air dengan vegetasi khas seperti rumput rawa, semak air, atau pohon rawa
-
Upaya pemulihan, penanaman, dan perbaikan kondisi lahan kritis atau hutan rusak agar kembali berfungsi sesuai peruntukannya secara ekologis, sosial, dan ekonomi.
-
Lahan yang tidak tertutupi vegetasi atau bangunan permanen, dapat berupa lahan kosong, gundul, atau bekas aktivitas manusia seperti galian
-
Vegetasi semak atau perdu yang tumbuh di daerah rawa dengan kondisi tanah jenuh air atau tergenang secara periodik
-
Muatan padatan tersuspensi adalah bahan-bahan tersuspensi (diameter > 1 µm) yang tertahan pada saringan miliopore dengan diameter pori 0.45 µm
-
Lahan pertanian yang ditanami campuran antara tanaman pangan, palawija, atau tanaman keras (buah-buahan, kayu), tanpa sistem irigasi permanen
-
Total fosfat adalah senyawa yang menghasilkan ion fosfat dan merupakan indikator penting untuk mengukur kualitas air. Fosfat total terdiri dari ortofosfat, polifosfat, dan fosfor organik.
-
Hutan yang tumbuh kembali secara alami setelah mengalami gangguan, seperti penebangan, kebakaran, atau pembukaan lahan, dan memiliki komposisi vegetasi yang berbeda dari hutan primer.
-
Banyaknya oksigen terlarut dalam suatu perairan
-
Fecal coliform adalah bakteri coliform yang berasal dari tinja manusia atau hewan
-
Jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan senyawa organik pada kondisi aerobik
-
Adalah hutan yang tumbuh kembali secara alami di lahan kering (tidak tergenang air) setelah mengalami gangguan seperti penebangan, kebakaran, atau pembukaan lahan. Vegetasinya merupakan hasil suksesi alami yang terdiri dari campuran pohon muda dan spesies pionir.
-
Gas berwarna cokelat kemerahan yang dihasilkan dari pembakaran kendaraan dan industri. Bersifat toksik, menyebabkan gangguan pernapasan, dan berperan dalam pembentukan ozon troposfer serta hujan asam.
-
Lahan yang digunakan untuk menanam tanaman tahunan dalam skala luas dengan tujuan ekonomi, seperti kelapa sawit, karet, teh, atau kopi.
-
Hutan alami yang belum pernah terganggu secara signifikan oleh aktivitas manusia dan masih mempertahankan keanekaragaman hayati, struktur, serta komposisi vegetasi aslinya.
-
Jumlah oksigen yang diperlukan untuk mengurai seluruh bahan anorganik yang terkandung dalam air
-
Area perairan alami atau buatan seperti sungai, danau, waduk, atau bendungan yang menjadi penampung air di permukaan bumi.
-
Banyaknya nitrogen yang terkandung di dalam suatu objek seperti air
-
Merupakan hutan mangrove alami yang tumbuh di daerah pesisir, muara sungai, atau pantai berlumpur yang masih utuh dan belum terganggu aktivitas manusia. Struktur vegetasi dan ekosistemnya masih asli, dengan dominasi jenis seperti Rhizophora, Avicennia, dan Sonneratia.
-
Area terbuka yang didominasi vegetasi, baik alami maupun buatan, yang berfungsi ekologis, sosial, dan estetika, seperti taman kota, jalur hijau, atau hutan kota.
-
Adalah hutan mangrove yang tumbuh kembali secara alami atau melalui rehabilitasi setelah mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia atau bencana alam. Struktur vegetasinya belum sepenuhnya pulih seperti hutan mangrove primer dan didominasi oleh spesies muda atau jenis pionir mangrove
-
Lahan pertanian yang digunakan untuk menanam tanaman pangan atau palawija tanpa irigasi, mengandalkan curah hujan sebagai sumber air utama.
-
Gas berbau tajam yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil (batubara, minyak). Dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, hujan asam, dan kerusakan vegetasi
Indikator Kegiatan
-
Suatu nilai yang menggambarkan kondisi kualitas air yang merupakan nilai komposit parameter kualitas air dalam suatu wilayah pada waktu tertentu. Indeks Kualitas Air diukur berdasarkan 8 (delapan) parameter, yaitu: pH, BOD, COD, TSS, DO, NO3-N, Total Phosphat, dan Fecal Coliform.
-
Kompilasi data tutupan lahan seperti tutupan hutan, semak/belukar dan semak/belukar rawa, ruang terbuka hijau dan rehabilitasi hutan dan lahan untuk dilakukan perhitungan kualitas tutupan lahan
-
Angka yang menggambarkan tingkat polusi udara di suatu wilayah.
-
Nilai yang menggambarkan kualitas Lingkungan Hidup dalam suatu wilayah pada waktu tertentu, yang merupakan nilai komposit dari Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), Indeks Kualitas Lahan (IKL)