Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya 2024
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-24.3278.010
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Kesehatan Kota Tasikmalaya
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jalan Ir. H. Djuanda, Panyingkiran, Kec. Indihiang, Tasikmalaya, Jawa Barat (Komplek Perkantoran)
| Telepon: | 0265342437 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dinkes@tasikmalayakota.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Suryaningsih, S.Sos, MM, M.K.M |
| Jabatan: | Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya |
| Alamat: | Jalan Ir. H. Djuanda (komplek Perkantoran) |
| Telepon: | 0265342437 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dinkes@tasikmalayakota.go.id |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanTujuan Pembangunan kesehatan adalah untuk mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan secara optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum. Upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut diatas diantaranya yaitu penataan kembali dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) Kota yang disesuaikan dengan tatanan desentralisasi atau Otonomi Daerah di Bidang Kesehatan. Salah satu produk dari Sistem Informasi Kesehatan Kota yaitu Profil Kesehatan Kota yang dapat digunakan sebagai sarana penyedia data dan informasi dalam rangka evaluasi tahunan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan.
Tujuan Kegiatan
Untuk dapat menyediakan data statistik sektor Kesehatan di Wilayah Kota Tasikmalaya, dan dapat membantu dan memudahkan para pengambil keputusan (manajemen/pimpinan) dalam menganalisa dan mengevaluasi, serta untuk mendapatkan bahan perbandingan sebagai tolak ukur terhadap hasil yang telah dicapainya dan memberikan kemudahan pelayanan administratif dan informasi kepada masyarakat dengan data yang mutakhir dan akurat bersumber dari data - data Dinas Kesehatan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-01-01 s.d. 2024-01-31
Desain
2024-02-01 s.d. 2024-02-29
Pengumpulan Data
2024-03-01 s.d. 2024-03-31
Pengolahan Data
2024-04-01 s.d. 2024-04-30
Analisis
2024-05-01 s.d. 2024-05-31
Diseminasi Hasil
2024-06-01 s.d. 2024-06-30
Evaluasi
2024-07-01 s.d. 2024-07-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Angka kematian Bayi (AKB) | Kematian Bayi | Angka yang menggambarkan banyaknya kematian bayi berumur dibawah satu tahun pada setiap 1000 kelahiran hidup. | 1 Tahun Terakhir |
| Angka Kematian Balita | Kematian Balita | Angka yang menggambarkan banyaknya kematian anak berusia 0- 4 tahun selama satu tahun tertentu pada setiap 1000 anak dengan kelompok umur yang sama. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Kematian Ibu | Kematian Ibu | Kematian perempuan selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera. | 1 Tahun Terakhir |
| Angka Kematian Ibu (AKI) | Kematian Ibu | Angka yang menggambarkan banyaknya perempuan yang meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan, bunuh diri atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan, dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilan pada setiap 100.000 kelahiran hidup. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) | DBD | Penyakit menular yang disebabkan oleh Virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, yang ditandai demam mendadak 2-7 hari, lemah/lesu, gelisah, nyeri ulu hati disertai tanda pendarahan di kulit berupa bintik perdarahan, lebam, kadang-kadang disertai dengan mimisan, berak darah, muntah darah dan kesadaran menurun. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Penderita kronis filariasis | filariasis | Penderita filariasis yang telah menunjukkan gejala klinis kronis filariasis, seperti limfedema pada tungkai atau lengan, pembesaran payudara, dan hidrokel. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Kasus Diare | Diare | Penyakit yang membuat penderitanya sering buang air besar dengan kondisi tinja encer atau cairan. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Kasus Pneumonia | Pneumonia | Pneumonia adalah peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi seperti virus atau bakteri. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Kasus Tuberkulosis Paru | Tuberkulosis Paru | Suatu penyakit bakteri menular yang berpotensi serius yang terutama mempengaruhi paru-paru. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Kasus Kusta | Kusta | Gangguan pada kulit akibat infeksi bakteri kronis. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Kasus HIV/AIDS | HIV/AIDS | Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, mengganggu kemampuannya untuk melawan infeksi dan penyakit. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Fasilitas Kesehatan | Fasilitas Kesehatan | Fasilitas Kesehatan adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan perorangan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau Masyarakat. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Kasus Diabetes Melitus (DM) | Diabetes Melitus | Suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Kasus Hipertensi | Hipertensi | Tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/ tenang. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJ) | Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJ) | Penderita Skizofrenia dan Psikosis akut. ODGJ berat yang mendapat layanan adalah penderita Skizofrenia dan Psikosis Akut yang mendapatkan penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan. | 1 Tahun Terakhir |
| Persentase Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) | Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) | Bayi dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram. | 1 Tahun Terakhir |
| Persenta Balita dengan Gizi Kurang | Balita Gizi Kurang | Kondisi ketika anak tidak menerima nutrien, mineral, dan kalori yang cukup untuk membantu perkembangan organ vital. Anak umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) memiliki Z score kurang dari -2 SD sampai dengan -3 SD. | 1 Tahun Terakhir |
| Persentase Balita dengan Gizi Buruk | Balita Gizi Buruk | Kondisi yang terjadi akibat tubuh anak tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya, baik karena kekurangan maupun kelebihan. Anak umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) memiliki Z score kurang dari -3 SD. | 1 Tahun Terakhir |
| Persentase Kunjungan Ibu Hamil K-1 | Kunjungan Ibu Hamil K-1 | Ibu hamil yang pertama kali mendapat pelayanan antenatal sesuai standar (10T) oleh tenaga kesehatan pada masa kehamilan trimester pertama di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. | 1 Tahun Terakhir |
| Persentase Kunjungan Ibu Hamil K-4 | Kunjungan Ibu Hamil K-4 | Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar (10T) paling sedikit empat kali, dengan distribusi pemberian pelayanan yang dianjurkan adalah minimal satu kali pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua dan dua kali pada trimester ketiga umur kehamilan. | 1 Tahun Terakhir |
| Persentase Kunjungan Ibu Hamil K-6 | Kunjungan Ibu Hamil K-6 | Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar (10T) paling sedikit enam kali, dengan distribusi pemberian pelayanan yang dianjurkan adalah minimal satu kali pada trimester pertama, dua kali pada trimester kedua dan tiga kali pada trimester ketiga dengan paling sedikit 2 kali oleh dokter pada trimester pertama dan ketiga. | 1 Tahun Terakhir |
| Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan | Persalinan | Cakupan Ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. | 1 Tahun Terakhir |
| Cakupan Pertolongan Persalinan di Fasilitas Kesehatan | Persalinan | Ibu bersalin yang mendapatkan pelayanan persalinan sesuai standar di fasilitas pelayanan kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. | 1 Tahun Terakhir |
| Persentase Imunisasi Td (Tetanus Difteri) Pada Ibu Hamil | Imunisasi Td | Ibu hamil yang mendapatkan imunisasi Td (Tetanus difteri) dengan interval tertentu (yang dimulai saat dan atau sebelum kehamilan) dengan memperhatikan hasil skrining dan status T. | 1 Tahun Terakhir |
| Persentase Ibu Hamil Mendapat 90 Tablet Tambah Darah (TTD) | Tablet Tambah Darah (TTD) | Ibu hamil yang mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD) sekurangnya mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam folat yang disediakan oleh pemerintah minimal 90 tablet selama masa kehamilan. | 1 Tahun Terakhir |
| Persentase Penanganan Komplikasi Kebidanan | Komplikasi Kebidanan | Kesakitan pada ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu nifas yang dapat mengancam jiwa ibu dan/atau bayi. | 1 Tahun Terakhir |
| Persentase Komplikasi Neonatal | Komplikasi Neonatal | Neonatal dengan penyakit dan kelainan yang dapat menyebabkan kesakitan, kecacatan, dan kematian. Neonatus dengan komplikasi seperti BBLR (berat badan lahir rendah < 2500 gr), asfiksia, infeksi, tetanus neonatorum, kelainan kongenital, Covid 19, dan lain-lain seperti ikterus, hipotermia, trauma lahir, sindroma gangguan pernafasan. | 1 Tahun Terakhir |
| Persentase Bayi dan Balita Mendapatkan Vitamin A | Vitamin A | Bayi umur 6 sampai 11 bulan yang mendapat kapsul vitamin A berwarna biru dengan kandungan vitamin A sebesar 100.000 Satuan Internasional (SI) dan anak umur 12-59 bulan yang mendapat kapsul vitamin A berwarna merah dengan kandungan vitamin A sebesar 200.000 Satuan Internasional. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Peserta KB Aktif Modern | Peserta KB Aktif Modern | Peserta KB Aktif Metode Modern (mCPR) : Peserta KB baru dan lama yang masih aktif memakai kontrasepsi terus-menerus dengan metode modern (kondom, suntik, pil, AKDR, MOW, MOP, Implan, MAL) | 1 Tahun Terakhir |
| Persentase Peserta KB Pasca Persalinan | KB Pasca Persalinan | Pasangan usia subur yang mulai menggunakan alat kontrasepsi segera setelah melahirkan (0-42 hari pasca melahirkan) dengan semua metode modern. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut | Kesehatan Gigi dan Mulut | Setiap penyelenggaraan upaya kesehatan gigi dan mulut untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan gigi dan mulut perorangan, keluarga, kelompok atau masyarakat secara paripurna, terpadu, dan berkualitas. | 1 Tahun Terakhir |
| Persentase Kunjungan Neonatal (KN1) | Kunjungan Neonatal (KN1) | Cakupan neonatal yang mendapatkan pelayanan sesuai standar pada usia 6 jam - 48 jam setelah lahir di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. | 1 Tahun Terakhir |
| Persentase Kunjungan Neonatal 3 (KN Lengkap) | Neonatal 3 (KN Lengkap) | Bayi baru lahir usia 0 - 28 hari yang mendapatkan pelayanan sesuai standar paling sedikit tiga kali dengan distribusi waktu 1 kali pada 6-48 jam, 1 kali pada hari ke 3 – hari ke 7, dan 1 kali pada hari ke 8 – hari ke 28 setelah lahir di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu. | 1 Tahun Terakhir |
| Persentase Pelayanan Kesehatan Bayi | Pelayanan Kesehatan Bayi | Jumlah bayi yang dilayani minimal 4 kali yaitu satu kali pada umur 29 hari-3 bulan, 1 kali pada umur 3-6 bulan, 1 kali pada umur 6-9 bulan, dan 1 kali pada umur 9-11 bulan. Pelayanan Kesehatan tersebut meliputi pemberian imunisasi dasar (BCG, DPT/HB/HiB1-3, Polio 1-4, Campak), pemantauan pertumbuhan, Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK), pemberian vitamin A pada bayi umur 6-11 bulan, penyuluhan pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MP ASI). | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) | Universal Child Immunization (UCI) | Desa/kelurahan dimana 80% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap dalam waktu satu tahun. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Imunisasi DPT-HB-Hib3 | Imunisasi | Jumlah bayi usia 0-11 bulan yang mendapatkan 1 dosis imunisasi DPT-HB-Hib dosis ke 3. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Imunisasi Polio 4* | Imunisasi | Jumlah bayi usia 0-11 bulan yang mendapatkan imunisasi bOPV (Polio tetes/polio oral) dosis ke 4*. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Imunisasi Campak Rubela | Imunisasi | Jumlah bayi usia 0-11 bulan yang mendapatkan 1 dosis imunisasi campak Rubela. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Imunisasi Dasar Lengkap | Imunisasi | Jumlah bayi usia 0-11 bulan yang telah mendapatkan 1 dosis imunisasi Hepatitis B0, 1 dosis imunisasi BCG, 3 dosis DPT-HB-HIB, 4 dosis imunisasi bOPV (Polio tetes/polio oral) (3 dosis imunisasi IPV di Provinsi DIY), 1 dosis imunisasi IPV (Polio suntik), dan 1 dosis imunisasi campak Rubela. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Bayi Mendapatkan ASI Eksklusif | Bayi baru Lahir mendapatkan ASI Eksklusif | Pemberian ASI atau air susu ibu untuk bayi sejak baru lahir hingga berumur 6 bulan tanpa digantikan oleh minuman serta makanan lain | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Balita Ditimbang | Balita Ditimbang | Balita yang ditimbang berat badannya di sarana pelayanan kesehatan termasuk di posyandu dan tempat penimbangan lainnya. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Pelayanan Kesehatan Balita | Pelayanan Balita | Kunjungan Balita dillihat dari jumlah balita yang memperoleh pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali setahun, pemantauan perkembangan 2x setahun dan pemberian vitamin A 2x setahun. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Kunjungan Rawat Jalan | Rawat Jalan | Jumlah kunjungan pasien baru rawat jalan di fasilitas pelayanan kesehatan. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Kunjungan Rawat Inap | Rawat Inap | Jumlah kunjungan pasien baru rawat inap di fasilitas pelayanan kesehatan. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Kunjungan Gangguan Jiwa | Kunjungan Gangguan Jiwa | Kunjungan pasien yang mengalami gangguan kejiwaan yang meliputi gangguan pada perasaan, proses pikir, dan perilaku yang menimbulkan penderitaan pada individu dan atau hambatan dalam melaksanakan peran sosialnya. | 1 Tahun Terakhir |
| Angka Kematian Kasar | Kematian | Banyaknya kematian yang terjadi pada suatu tahun tertentu dalam setiap 1000 penduduk. | 1 Tahun Terakhir |
| Angka Kematian Bersih | Kematian | Angka kematian >= 8 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 pasien. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat | Rumah Tangga PHBS | Semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat. | 1 Tahun Terakhir |
| Persentase Sarana Air Minum yang Dilakukan Pengawasan | Sarana Air Minum | Pengawasan eksternal yang dilakukan diperiksa kualitasnya dan memenuhi syarat di antara seluruh jumlah sarana air minum yang ada. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Kepala Keluarga dengan Akses Sanitasi Layak | Sanitasi Layak | Fasilitas sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan, fasilitas tersebut digunakan oleh rumah tangga sendiri atau bersama dengan rumah tangga lain tertentu, dilengkapi dengan kloset menggunakan leher angsa, tempat pembuangan akhir tinja menggunakan tangki septik atau sistem pengolahan air limbah (SPAL). | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Kelurahan Melaksanakan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) | STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) | Pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Sedangkan Pilar STBM adalah perilaku higienis dan saniter yang digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Tenaga Kesehatan | Tenaga Kesehatan | Tenaga kesehatan yang terdiri atas dokter umum, dokter gigi, bidan, perawat, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga gizi, ATLM, dan tenaga kefarmasian. | 1 Tahun Terakhir |
| Luas Wilayah | Luas Wilayah | Luas yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan/atau aspek fungsional. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Kelurahan | Kelurahan | Banyaknya Kelurahan di setiap Kecamatan. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah penduduk | Penduduk | Semua penduduk yang memiliki identitas kependudukan di wilayah Kota Tasikmalaya. | 1 Tahun Terakhir |
| Kepadatan Penduduk | Penduduk | Jumlah Penduduk Setiap Kecamatan di Kota Tasikmalaya dibagi dengan Luas Wilayah Setiap Kecamatan di Kota Tasikmalaya. | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Kelahiran | Kelahiran | Bayi Lahir hidup adalah kelahiran seorang bayi tanpa memperhitungkan lamanya di dalam kandungan, di mana si bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupan pada saar dilahirkan. Bayi Lahir mati adalah bayi yang mati dan mati dini <28 hari kelahiran | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah Ibu Hamil mendapat Pelayanan Kesehatan | Ibu Hamil mendapat Pelayanan Kesehatan | Pelayanan yang diberikan pada ibu hamil untuk memonitor mendukung kesehatan ibu dan mendeteksi ibu apakah ibu hamil normal atau bermasalah yang meliputi kunjungan K1, K4 dan K6 | 1 Tahun Terakhir |
| Jumlah kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi | Kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi | Kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi yaitu penyakit Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B dan Campak | 1 Tahun Terakhir |
| Persentase kunjungan Neonatal | Kunjungan Neonatal | Pelayanan kesehatan kepada neonatus sedikitnya 3 kali yaitu kunjungan neonatus I (KN 1) pada 6 jam sampai dengan 48 jam setelah lahir, kunjungan neonatus II (KN 2) pada hari ke 3 sampai dengan hari ke 7 setelah kelahiran, dan kunjungan neonatus III (KN 3) pada hari ke 8-28 setelah kelahiran | 1 Tahun Terakhir |
| Prevalensi Stunting | Stunting | Bagian dari populasi anak balita pada waktu tertentu, yang bertubuh pendek dan sangat pendek ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. | 1 Tahun Terakhir |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA BARAT | KOTA TASIKMALAYA |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI, Lainnya : Dokumentasi
Unit Pengumpulan Data
Individu
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma I/II/III
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 2
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota, Kecamatan
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): -
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Jumlah kunjungan pasien baru rawat inap di fasilitas pelayanan kesehatan.
-
Pelayanan yang diberikan pada ibu hamil untuk memonitor mendukung kesehatan ibu dan mendeteksi ibu apakah ibu hamil normal atau bermasalah yang meliputi kunjungan K1, K4 dan K6
-
Tenaga kesehatan yang terdiri atas dokter umum, dokter gigi, bidan, perawat, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga gizi, ATLM, dan tenaga kefarmasian.
-
Jumlah Kelahiran didefinisikan sebagai banyaknya kelahiran hidup yang terjadi pada waktu tertentu pada wilayah tertentu.
-
Kunjungan Balita dillihat dari jumlah balita yang memperoleh pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali setahun, pemantauan perkembangan 2x setahun dan pemberian vitamin A 2x setahun.
-
Jumlah kunjungan pasien baru rawat jalan di fasilitas pelayanan kesehatan.
-
Fasilitas sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan, fasilitas tersebut digunakan oleh rumah tangga sendiri atau bersama dengan rumah tangga lain tertentu, dilengkapi dengan kloset menggunakan leher angsa, tempat pembuangan akhir tinja menggunakan tangki septik atau sistem pengolahan air limbah (SPAL).
-
Kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi yaitu penyakit Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B dan Campak
-
Kunjungan pasien yang mengalami gangguan kejiwaan yang meliputi gangguan pada perasaan, proses pikir, dan perilaku yang menimbulkan penderitaan pada individu dan atau hambatan dalam melaksanakan peran sosialnya.
-
Banyaknya Kelurahan di setiap Kecamatan.
-
Pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Sedangkan Pilar STBM adalah perilaku higienis dan saniter yang digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.
-
Semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat.
-
Semua penduduk yang memiliki identitas kependudukan di wilayah Kota Tasikmalaya.
-
Pemberian ASI atau air susu ibu untuk bayi sejak baru lahir hingga berumur 6 bulan tanpa digantikan oleh minuman serta makanan lain.
-
Jumlah bayi usia 0-11 bulan yang telah mendapatkan 1 dosis imunisasi Hepatitis B0, 1 dosis imunisasi BCG, 3 dosis DPT-HB-HIB, 4 dosis imunisasi bOPV (Polio tetes/polio oral) (3 dosis imunisasi IPV di Provinsi DIY), 1 dosis imunisasi IPV (Polio suntik), dan 1 dosis imunisasi campak Rubela.
-
Balita yang ditimbang berat badannya di sarana pelayanan kesehatan termasuk di posyandu dan tempat penimbangan lainnya.