Detail Metadata Kegiatan Statistik
Survei Penyusunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamandau 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanSurvei Penyusunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamandau
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Lingkungan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-23.6207.003
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Lamandau
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jln. Bukit Raya Komplek Perkantoran Pemda Bukit Hibul Nanga Bulik
| Telepon: | (0532) 2071045 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dlhkumumdankepegawaian@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah |
| Eselon 2: | Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Kabupaten Lamandau |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Ismawati, S.P. |
| Jabatan: | Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup |
| Alamat: | Jl. Bukit Raya, Komplek Perkantoran Bukit Hibul Nanga Bulik |
| Telepon: | 05322071045 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dlhkumumdankepegawaian@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanKualitas lingkungan memiliki pengaruh yang besar terhadap kualitas hidup masyarakat di suatu wilayah. Kondisi lingkungan yang mencerminkan baiknya kualitas air, udara maupun lahan akan berdampak positif pada kesehatan setiap manusia dan makhluk hidup lainnya. Upaya dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup diwujudkan dalam bentuk pengelolaan lingkungan hidup yang dapat berupa program dan kegiatan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan. Melalui tindakan pencegahan dan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan diharapkan dapat menahan laju kerusakan lingkungan dan menurunkan tingkat pencemaran yang terjadi. Untuk mengetahui indikator kualitas lingkungan, pemerintah telah merumuskan suatu formulasi berupa nilai indeks yaitu Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 27 Tahun 2021 tentang Indeks Kualitas Lingkungan Hidup, IKLH adalah nilai yang menggambarkan kualitas lingkungan hidup dalam suatu wilayah pada waktu tertentu, yang merupakan nilai komposit dari Indeks Kualitas Air, Indeks Kualitas Udara, Indeks Kualitas Lahan, dan Indeks Kualitas Air Laut. IKLH juga merupakan suatu indikator kinerja pengelolaan lingkungan hidup yang berfungsi sebagai bahan informasi pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Dalam proses menghasilkan suatu nilai IKLH, pengambilan data kualitas lingkungan merupakan hal yang penting. Pengambilan data yang berupa pemantauan kualitas air, udara dan lahan dilakukan secara rutin dan berkala serta harus sesuai dengan standar kerja dan baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan. Hal ini bertujuan untuk menjaga validitas data agar nilai yang diperoleh sesuai dengan kondisi di lapangan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah antara lain mengamanatkan bahwa urusan lingkungan hidup merupakan salah satu urusan yang diserahkan kepada daerah. Dengan adanya indeks kualitas lingkungan, terutama yang berbasis daerah, diharapkan dapat menjadi masukan bagi para pengambil keputusan baik di tingkat pusat maupun daerah untuk menentukan arah kebijakan pengelolaan lingkungan di masa depan. Untuk menjamin keberlangsungan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, capaian target IKLH harus menjadi prioritas pembangunan. Target IKLH juga merupakan salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) Kabupaten Lamandau yang terdapat pada Dokumen Rencana Pembangunan Daerah Tahun 2024-2026 Kabupaten Lamandau.
Tujuan Kegiatan
Tujuan disusunnya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) adalah: 1. Sebagai informasi untuk pengambilan keputusan dan evaluasi kebijakan terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di daerah; 2. Sebagai bentuk pertanggungjawaban Pemerintah Daerah kepada publik tentang pencapaian target program-program pemerintah di bidang pengelolaan lingkungan hidup; 3. Sebagai instrumen keberhasilan Pemerintah Daerah dalam melindungi dan mengelola lingkungan hidup.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-01-01 s.d. 2025-01-31
Desain
2025-01-01 s.d. 2025-01-31
Pengumpulan Data
2025-02-01 s.d. 2025-09-30
Pengolahan Data
2025-10-01 s.d. 2025-10-31
Analisis
2025-11-01 s.d. 2025-11-29
Diseminasi Hasil
2025-12-01 s.d. 2026-01-15
Evaluasi
2025-12-01 s.d. 2026-01-15
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Kadar NO2 | Komponen senyawa kimia | Nitrogen Oksida (NOx) adalah kelompok gas nitrogen yang terdapat di atmosfir yang terdiri dari nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2). Walaupun ada bentuk oksida nitrogen lainnya, tetapi kedua gas tersebut yang paling banyak diketahui sebagai bahan pencemar udara. Nitrogen monoksida merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau sebaliknya nitrogen dioksida berwarna coklat kemerahan dan berbau tajam. Nitrogen monoksida terdapat diudara dalam jumlah lebih besar daripada nitrogen dioksida. Pembentukan NO dan NO2 merupakan reaksi antara nitrogen dan oksigen diudara sehingga membentuk NO, yang bereaksi lebih lanjut dengan lebih banyak oksigen membentuk NO2. | Pada saat pengamatan |
| Kadar SO2 | Komponen senyawa kimia | Sulfur Dioksida (SO2) adalah salah satu spesies dari gas-gas oksida sulfur (SOx). Gas ini sangat mudah terlarut dalam air, memiliki bau namun tidak berwarna, SO2 dan gas-gas oksida sulfur lainnya terbentuk saat terjadi pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur. | Pada saat pengamatan |
| Nilai pH | Derajat keasaman atau kebasaan suatu larutan | Pengukuran ion hidrogen dalam suatu larutan. Larutan dengan nilai pH rendah dinamakan asam, sedangkan larutan dengan nilai pH tinggi disebut basa. | Pada saat pengamatan |
| TSS (Total Suspended Solid) | Residu atau endapan tersuspensi | Residu atau endapan dari padatan total yang tertahan oleh saringan dengan ukuran partikel maksimal 2µm atau lebih besar dari ukuran partikel koloid. | Pada saat pengamatan |
| DO (Dissolved Oxygen) | Oksigen Terlarut (Dissolved Oxygen) atau sering juga disebut dengan Kebutuhan Oksigen (Oxygen Demand) | Oksigen terlarut (dissolved oxygen, disingkat DO) atau sering juga disebut dengan kebutuhan oksigen (Oxygen Demand) menunjukan jumlah oksigen (O2) yang tersedia dalam suatu badan air. Semakin besar nilai DO pada air, mengindikasikan air tersebut memiliki kualitas yang bagus. Sebaliknya jika nilai DO rendah, dapat diketahui bahwa air tersebut telah tercemar. | Pada saat pengamatan |
| BOD (Biological Oxygen Demand) | Parameter pengukuran jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri. | Banyaknya oksigen yang diperlukan oleh mikroorganisme untuk memecahkan bahan-bahan organik yang terdapat di dalam air. | Pada saat pengamatan |
| COD (Chemical Oxygen Demand) | Jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat- zat organik yang ada dalam sampel air. | Jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organik yang ada dalam satu liter sampel air, dimana pengoksidanya adalah K2Cr2O7 atau KMNO4. Angka COD merupakan ukuran bagi pencemaran air oleh zat-zat organik yang secara alamiah dapat dioksidasi melalui proses mikrobiologis dan mengakibatkan berkurangnya oksigen terlarut di dalam air. | Pada saat pengamatan |
| Nitrat (NO3-N) | Bentuk utama nitrogen di perairan dan merupakan nutrien utama bagi pertumbuhan tanaman dan alga. | Bentuk utama nitrogen di perairan dan merupakan nutrien utama bagi pertumbuhan tanaman dan alga. Nitrat nitrogen sangat mudah larut dalam air dan bersifat stabil. Konsentrasi nitrat yang tinggi di perairan dapat menstimulasi menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan organisme perairan apabila di dukung oleh ketersediaan nutrient. | Pada saat pengamatan |
| Total Phospat | Bentuk fosfor yang dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. | Bentuk fosfor yang dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Fosfor merupakan unsur yang esensial bagi tumbuhan tingkat tinggi dan alga, sehingga sangat mempengaruhi tingkat produktivitas perairan. | Pada saat pengamatan |
| Fecal Coliform | Bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik lain. | Bakteri Coliform Fekal adalah bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik lain. Penentuan Coliform Fekal menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya pasti berkolerasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Selain itu juga dapat mendeteksi bakteri petogenik lain. Semakin sedikit kandungan Coliform artinya kualitas air semakin baik. | Pada saat pengamatan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| KALIMANTAN TENGAH | LAMANDAU |
Pengamatan
Sarana Pengumpulan Data
PAPI, Lainnya : Alat uji udara dan air
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Sampel Udara dan Air
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelSINGLE_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_NONPROBABILITAS
Metode yang Digunakan
PURPOSIVE_SAMPLING
Unit Sampel
Titik lokasi pengamatan
Unit Observasi
Titik lokasi pengamatan
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 3
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataData Entry
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Titik Lokasi Pengamatan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2026-01-15;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Nitrogen Oksida (NOx) adalah kelompok gas nitrogen yang terdapat di atmosfir yang terdiri dari nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2). Walaupun ada bentuk oksida nitrogen lainnya, tetapi kedua gas tersebut yang paling banyak diketahui sebagai bahan pencemar udara. Nitrogen monoksida merupakan....
-
Salah satu spesies dari gas-gas oksida sulfur (SOx). Gas ini sangat mudah terlarut dalam air, memiliki bau namun tidak berwarna, SO2 dan gas-gas oksida sulfur lainnya terbentuk saat terjadi pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur.
-
Total fosfat adalah senyawa yang menghasilkan ion fosfat dan merupakan indikator penting untuk mengukur kualitas air. Fosfat total terdiri dari ortofosfat, polifosfat, dan fosfor organik.
-
Fecal coliform adalah bakteri coliform yang berasal dari tinja manusia atau hewan
-
Muatan padatan tersuspensi adalah bahan-bahan tersuspensi (diameter > 1 µm) yang tertahan pada saringan miliopore dengan diameter pori 0.45 µm
-
Jumlah oksigen yang diperlukan untuk mengurai seluruh bahan anorganik yang terkandung dalam air
-
Derajat Keasaman (pH) adalah tingkat keasaman atau kebasaan dari suatu cairan.
-
Bentuk utama nitrogen di perairan utama dan merupakan nutrient utama bagi pertumbuhan tanaman dan algae
-
Banyaknya oksigen yang diperlukan oleh mikroorganisme untuk memecahkan bahan-bahan organik yang terdapat di dalam air.
-
Banyaknya oksigen terlarut dalam suatu perairan
Indikator Kegiatan
-
Nilai yang menggambarkan kualitas lahan yang terdiri dari Indeks Kualitas Tutupan Lahan dan Indeks Kualitas Ekosistem Gambut.
-
Angka yang menggambarkan tingkat polusi udara di suatu wilayah.
-
Angka yang menggambarkan kualitas air ambien yang baik pada badan air yang didekati dengan jumlah zat padat tersuspensi/total suspended solid (TSS), jumlah oksigen terlarut/dissolved oxygen (DO), kebutuhan oksigen biokimia/biochemical oxygen demand (BOD), kebutuhan oksigen kimia/chemical oxygen demand....
-
Nilai yang menggambarkan kualitas Lingkungan Hidup dalam suatu wilayah pada waktu tertentu, yang merupakan nilai komposit dari Indeks Kualitas Air, Indeks Kualitas Udara, Indeks Kualitas Lahan, dan Indeks Kualitas Air Laut.