Detail Metadata Kegiatan Statistik
Survei Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Lahat Tahun 2025 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanSurvei Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Lahat Tahun 2025
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Lingkungan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Lingkungan hidup
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. R.E. Martadinata No. 74 Bandar Agung
| Telepon: | 0731326294 |
| Faksimile: | 0731326294 |
| Email: | lhkablahat@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | H.M. Dodi Alfiansyah, S.T., M.Si. |
| Eselon 2: | Rosivelt Herwin, S.E., M.M. |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Rosivelt Herwin, S.E., M.M. |
| Jabatan: | Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan Hidup |
| Alamat: | Jl. R.E. Martadinata No. 74 Bandar Agung |
| Telepon: | 0731326294 |
| Faksimile: | 0731326294 |
| Email: | lhkablahat@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanKerusakan lingkungan dapat dikatakan sebagai bencana yang merugikan masyarakat, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi dampak yang lebih besar juga dapat melekat pada kehidupan manusia. Upaya pengurangan laju kerusakan dan pemulihan lingkungan terus dilakukan baik oleh pemerintah maupun organisasi masyarakat. Di beberapa negara, kinerja kualitas lingkungan dipantau dan dinilai dalam banyak aspek, seperti dimensi lingkungan dalam kualitas hidup, kesadaran dan perilaku lingkungan ditinjau dari faktor sosial-psikologis, dan indeks kesehatan. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) disusun sebagai alat ukur untuk menggambarkan target dan ukuran pencapaian sehingga dapat merefleksikan sejauh mana hubungan pembangunan suatu wilayah terhadap lingkungan. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengevaluasi secara umum kualitas lingkungan hidup dan tren pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemutakhiran informasi kualitas lingkungan hidup pun perlu dilakukan secara rutin dan berkala. Secara sederhana, IKLH dapat dijadikan sebagai indikator awal untuk mengidentifikasi dampak implementasi pembangunan di Kabupaten Lahat terhadap kondisi lingkungan hidup. Data indeks kualitas lingkungan sangat erat kaitannya dengan fenomena sifat kontinyu di permukaan bumi. Penafsiran kondisi lingkungan mungkin mengandung beberapa ketidakpastian dan memiliki kisaran keadaan yang mungkin sebagian benar, yaitu data indikator lingkungan yang dapat diinterpretasikan sebagai “antara” klasifikasi buruk dan baik, dan karenanya akan kurang sesuai jika diolah secara bersama dengan pendekatan statistik. Sistem yang memiliki tingkat kompleksitas tertentu, sehingga tidak mungkin memberikan deskripsi yang akurat dan bermakna tentang perilaku sistem dengan menggunakan metode kuantitatif. Pengembangan metodologi penghitungan IKLH telah dilakukan dari tahun ke tahun untuk mendapatkan satu satuan ukuran yang dapat menggambarkan kualitas lingkungan hidup secara keseluruhan suatu wilayah. Bukan lagi sebagai informasi secara parsial berdasarkan media yang mewakili kualitas air, udara, dan lahan. Indikator kualitas lingkungan yang digunakan untuk menghitung IKLH di Kabupaten Lahat terdiri dari 3 indikator yaitu Indikator Kualitas Air (IKA) yang diukur berdasarkan parameter-parameter TSS, DO, BOD, COD, Total Fosfat, Fecal Coliform, pH, dan NO3-N; Indikator Kualitas Udara (IKU), yang diukur berdasarkan parameter: SO2 dan NO2; dan Indikator Kualitas Lahan (IKL) yang diukur berdasarkan luas tutupan lahan hutan. Dalam perkembangannya, metode pengukuran IKLH terus dikembangkan. IKLH sebagai salah satu alat ukur dan evaluasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup, yang merupakan upaya pengendalian lingkungan hidup untuk mencapai target IKLH tiap periode. Sesuai Surat Edaran KLHK Nomor S.78/PPKL/SET/REN.O/3/2020, KLHK mensosialisasikan target nasional untuk pencapaian IKLH Nasional untuk periode 2020-2024. Target IKLH Nasional dapat dijadikan acuan bagi kabupaten untuk merumuskan pencapaian target IKLH Kabupaten, dan sedapat mungkin untuk diintegrasikan dalam perencanaan daerah salah satunya dalam dokumen RPJMD Kabupaten Lahat. Laporan ini disusun salah satunya untuk memberikan pertimbangan yang komprehensif sekaligus optimistis terhadap perumusan pencapaian target IKLH Provinsi berikutnya maupun kontribusinya terhadap IKLH Nasional, serta sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam mengambil keputusan perbaikan kualitas lingkungan di masa mendatang.
Tujuan Kegiatan
Untuk menggambarkan kualitas lingkungan hidup di suatu wilayah pada waktu tertentu
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-01-01 s.d. 2025-03-18
Desain
2025-03-19 s.d. 2025-06-18
Pengumpulan Data
2025-06-19 s.d. 2025-07-17
Pengolahan Data
2025-07-18 s.d. 2025-09-01
Analisis
2025-09-02 s.d. 2025-10-15
Diseminasi Hasil
2025-12-01 s.d. 2025-12-25
Evaluasi
2025-12-26 s.d. 2025-12-29
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Air | Konsep variabel air berkaitan dengan berbagai faktor yang mempengaruhi atau berkaitan dengan air, baik secara kualitas maupun kuantitas. Variabel-variabel ini dapat berupa faktor fisik, kimia, maupun biologis, serta faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhinya. | Senyawa kimia dengan rumus H2O, yang terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau pada kondisi standar (suhu dan tekanan normal). | Tahunan |
| Udara | Tingkat kualitas udara dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor lingkungan dan faktor meteorologis. Faktor lingkungan mencakup kepadatan lalu lintas dan tingkat konsentrasi CO pada udara, sedangkan faktor meteorologis mencakup suhu udara, kelembapan udara, kecepatan angin, dan curah hujan. | Campuran gas yang mengelilingi Bumi dan merupakan lapisan atmosfer yang kita hirup. Udara terdiri dari berbagai gas, seperti nitrogen (sekitar 78%), oksigen (sekitar 21%), dan gas lainnya seperti argon, karbon dioksida, dan uap air. | Tahunan |
| Tutupan Lahan | Merujuk pada klasifikasi jenis objek fisik yang menutupi permukaan bumi, seperti hutan, perairan, bangunan, lahan pertanian, dan lainnya. Variabel ini digunakan untuk menganalisis perubahan dan kondisi permukaan bumi, terutama dalam konteks perubahan lingkungan dan pembangunan. | Deskripsi biofisik dari permukaan bumi, mencakup segala sesuatu yang menutupi tanah, baik alami maupun buatan manusia. Ini berbeda dengan penggunaan lahan yang mengacu pada aktivitas manusia di suatu wilayah. Contoh tutupan lahan meliputi hutan, padang rumput, air, bangunan, dan jalan. | Tahunan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| SUMATERA SELATAN | LAHAT |
Pengamatan
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : 208 titik
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelMULTI_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_NONPROBABILITAS
Metode yang Digunakan
QUOTA_SAMPLING
Unit Sampel
- Air sungai - Botol sampel - Gayung, Ember/Timba - Udara - HVAS, Dust Sampler
Unit Observasi
Air Sungai: 1. Hulu 2. Tengah 3. Hilir Udara: 1. Perkotaan 2. Pedesaan 3. Area industri/usaha Tutupan lahan: 1. Seluruh
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Kunjungan kembali (revisit)
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 4
Pengumpul data/enumerator: 10
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Air sungai, Udara, dan Tutupan Lahan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2025-12-30;
Digital (softcopy): 2025-12-30;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Pencemaran udara merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh beberapa wilayah perkotaan di dunia dan tidak terkecuali di Kabupaten Lahat. Kecenderungan penurunan kualitas udara di beberapa kota besar di Indonesia telah terlihat dalam beberapa dekade terakhir yang dibuktikan dengan data hasil pemantauan....
-
Menunjukan kondisi kualitas air yang diukur dan atau diuji berdasarkan parameter-parameter tertentu dan metode tertentu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku
-
Penghitungan ITH dilakukan dengan membandingkan antara luas hutan dengan luas wilayah administrasinya.
Indikator Kegiatan
-
Deskripsi biofisik dari permukaan bumi, mencakup segala sesuatu yang menutupi tanah, baik alami maupun buatan manusia. Ini berbeda dengan penggunaan lahan yang mengacu pada aktivitas manusia di suatu wilayah. Contoh tutupan lahan meliputi hutan, padang rumput, air, bangunan, dan jalan.
-
Nilai yang menggambarkan kualitas Lingkungan Hidup dalam suatu wilayah pada waktu tertentu, yang merupakan nilai komposit dari Indeks Kualitas Air, Indeks Kualitas Udara, Indeks Kualitas Lahan, dan Indeks Kualitas Air Laut.
-
Campuran gas yang mengelilingi Bumi dan merupakan lapisan atmosfer yang kita hirup. Udara terdiri dari berbagai gas, seperti nitrogen (sekitar 78%), oksigen (sekitar 21%), dan gas lainnya seperti argon, karbon dioksida, dan uap air.
-
Senyawa kimia dengan rumus H2O, yang terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau pada kondisi standar (suhu dan tekanan normal).