Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Pengukuran Indeks Risiko Bencana (IRB) Kabupaten Sidoarjo 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Pengukuran Indeks Risiko Bencana (IRB) Kabupaten Sidoarjo
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Lingkungan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-25.3515.077
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jalan Sultan Agung No.19 Magersari Kecamatan Sidoarjo
| Telepon: | 0318953200 |
| Faksimile: | 0318953200 |
| Email: | bpbdsidoarjo@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | SABINO MARIANO, S.SOS., M.KP |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | KARSONO, S.E., M.Ak. |
| Jabatan: | Kepala Bidang Pencegahan dan Kedaruratan |
| Alamat: | Jl. Sultan Agung No.19 Kabupaten Sidoarjo |
| Telepon: | 0318953200 |
| Faksimile: | - |
| Email: | bpbdsidoarjo@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanSecara nasional, terdapat 2 (dua) isu pokok tentang Pengurangan Risiko Bencana, yaitu: (1) belum memadainya kinerja penanggulangan bencana, hal tersebut terkait dengan keterbatasan kapasitas dalam pelaksanaan tanggap darurat serta upaya rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah pasca bencana, dan (2) masih rendahnya kesadaran terhadap risiko bencana dan masih rendahnya pemahaman terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, meliputi rendahnya kesadaran terhadap upaya pengurangan risiko bencana serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Di pihak lain, integrasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dalam Perencanaan Pembangunan masih terkendala oleh beberapa hal, antara lain kesenjangan persepsi masyarakat maupun aparat pemerintah tentang pengurangan risiko, yang selama ini pemahamannya masih sebatas pada tanggap darurat, kurangnya sosialisasi pengurangan risiko bencana kepada stakeholder dan keterbatasan kapasitas baik kelembagaan, SDM dan pendanaan dalam pengurangan risiko bencana. Adapun dalam upaya mereduksi sejumlah permasalahan pengurangan risiko bencana tersebut, maka dalam dokumen RPJMN 2020 – 2024 dan RPJMD Kabupaten Sidoarjo Tahun 2021- 2026.Untuk mencapai sasaran sebagaimana dinyatakan dalam dokumen RPJMN tersebut, maka rumusan visi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagaimana termaktub dalam RPJMD adalah: “Terwujudnya Kabupaten Sidoarjo yang Sejahtera, Maju, Berkarakter dan Berkelanjutan” sedang Misi Kabupaten Sidoarjo, meliputi upaya untuk menuju: 1. Terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan tangkas melalui digitalisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kemudahan berusaha; 2. Membangkitkan pertumbuhan ekonomi dengan fokus pada kemandirian lokal berbasis usaha mikro, koperasi, pertanian, perikanan, sektor jasa dan industri untuk membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan; 3. Membangun infrastruktur ekonomi dan sosial yang modern dan berkeadilan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan; 4. Membangun SDM unggul dan berkarakter melalui peningkatan akses pelayanan bidang pendidikan, kesehatan serta kebutuhan dasar lainnya; 5. Mewujudkan masyarakat religius yang berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan serta mampu menjaga kerukunan sosial antar warga. Dengan mengacu kepada visi dan misi penanggulangan bencana Kabupaten Sidoarjo, maka dapat diformulasikan kebijakan penanggulangan bencana Kabupaten Sidoarjo. Kebijakan penanggulangan bencana ini disusun atas dasar regulasi daerah, kelembagaan daerah dan perencanaan. Saat ini ancaman dan peristiwa bencana telah terjadi di berbagai negara, tak terkecuali di Indonesia yang termasuk dalam kategori negara yang „akrab? dengan bencana. Kejadian demi kejadian pada akhir-akhir ini seolah tak terduga, tanpa mengenal waktu dan kondisi daerah. Wilayah atau daerah yang dulu dikenal aman atau jarang terjadi peristiwa bencana, pada akhirnya terdampak juga oleh kejadian bencana dengan kerusakan dan kerugian yang tidak sedikit. Kejadian gempa di wilayah selatan Jawa beberapa waktu lalu, dan beberapa bencana banjir yang terjadi di Jawa Timur memberikan sinyal kuat bahwa upaya-upaya pengurangan risiko dan kesiapsiagaan harus secara konsisten diimplementasikan secara berkesinambungan, yang salah satu tolak ukurnya adalah dengan melihat dan atau menghitung IndeksRisiko Bencana sebuah daerah termasuk di Kabupaten Sidoarjo yang dibandingkan dengan perhitungan Indeks Risiko Bencana yang ada dalam Arahan dan Strategi Penanggulangan Bencana RPJMN Nasional 2020 – 2024 yang didasarkan pada IRBI Tahun 2020. Kabupaten Sidoarjo, pada tahun 2022 telah melakukan pengukuran Indeks Ketahanan Daerah dengan Indeks 0,78, termasuk dalam kelas risiko sedang dengan dengan ancaman banjir, kebakaran dan puting beliung. Sedangkan dalam Arahan dan Strategi Penanggulangan Bencana RPJMN Nasional 2020–2024, Kabupaten Sidoarjo termasuk dalam 136 Kabupaten/Kota di Indonesia dalam kategori daerah dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi atau aglomerasi yang rawan bencana yang menjadi prioritas nasional dan atau termasuk dalam 10 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Selain itu, Sidoarjo juga dikenal luas di seluruh pelosok negeri bahkan dunia dengan peristiwa atau kejadian bencana yang populer dengan sebutan „Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi)? yang menunjukkan bahwa ancaman bencana di Sidoarjo tidak dapat dipandang dengan sebelah mata dan penangananannya harus dilakukan secara kolaboratif, antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha sebagaimana diamanatkan dalam UU 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Tujuan Kegiatan
Kegiatan Pengukuran Indeks Kapasitas Daerah (IKD) dan Indeks Risiko Bencana (IRB) Tahun 2023 Kabupaten Sidoarjo BPBD Kab. Sidoarjo bertujuan memberikan kontribusi dalam menurunkan IRBI yakni: 1. Melakukan perhitungan Indeks Risiko Bencana Kabupaten Sidoarjo dalam kurun waktu tertentu yang kemudian dibandingkan hasilnya dengan target penurunan Indeks Risiko Bencana sebagaimana dinyatakan dalam dokumen Arahan dan Strategi Penanggulangan Bencana RPJMN Nasional 2020 2024. 2. Melakukan identifikasi sejumlah faktor yang berpengaruh terhadap capaian kinerja BPBD Kab.Sidoarjo dan OPD terkait khususnya yang berhubungan dengan implementasi program-program penanggulangan bencana yang berkontribusi terhadap penururnan Indeks Risiko Bencana di Kab. Sidoarjo 3. Melakukan analisis sekaligus merekomendasikan program/kegiatan penanggulangan bencana yang dapat mendorong dan atau berpengaruh terhadap penurunan Indeks Risiko Bencana di Kabupaten Sidoarjo dengan merujuk target penurunan sebesar 30% dalam lima tahun sebagaimana dinyatakan dalam dokumen Arahan dan Strategi Penanggulangan Bencana RPJMN Nasional 2020 2024 maupun RPJMD Kabupaten Sidoarjo 2021- 2026.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-08-01 s.d. 2025-08-06
Desain
2025-08-07 s.d. 2025-08-11
Pengumpulan Data
2025-08-25 s.d. 2025-09-25
Pengolahan Data
2025-09-26 s.d. 2025-10-01
Analisis
2025-10-02 s.d. 2025-10-06
Diseminasi Hasil
2025-10-07 s.d. 2025-10-16
Evaluasi
2025-10-17 s.d. 2025-12-08
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Tersedianya perhitungan Indeks Risiko Bencana Kabupaten Sidoarjo | Tersedianya perhitungan Indeks Risiko Bencana Kabupaten Sidoarjo | Tersedianya perhitungan Indeks Risiko Bencana Kabupaten Sidoarjo | Tahunan |
| Teridentifikasinya Sejumlah faktor yang berpengaruh terhadap capaian kinerja BPBD | Teridentifikasinya Sejumlah faktor yang berpengaruh terhadap capaian kinerja BPBD | Teridentifikasinya Sejumlah faktor yang berpengaruh terhadap capaian kinerja BPBD | Tahunan |
| Tersedianya analisis dan rekomendasi program/kegiatan penanggulangan bencana | Tersedianya analisis dan rekomendasi program/kegiatan penanggulangan bencana | Tersedianya analisis dan rekomendasi program/kegiatan penanggulangan bencana | Tahunan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA TIMUR | SIDOARJO |
Pengamatan, Pengumpulan data sekunder, Lainnya : Melakukan Forum discussion Group dengan tenaga ahli dan pihak terkait
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Data kebencanaan pada Kbaupaten Sidoarjo
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Lainnya : FGD (Forum Discussion Group)
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 2
Pengumpul data/enumerator: 5
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Data Kebencanaan dan Kejadian Bencana di Sidoarjo
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Provinsi, Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2025-12-31;
Digital (softcopy): 2025-12-31;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Pembangunan kesiapsiagaan bertujuan membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana melalui kesadaran, partisipasi, dan peningkatan kapasitas, melibatkan pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya secara terkoordinasi untuk mengurangi risiko dan dampak bencana. Langkah-langkahnya meliputi....
-
Aturan utama penanggulangan bencana di Indonesia adalah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan peraturan pelaksanaannya, yang membentuk sistem kelembagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di tingkat pusat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat....
-
Pengurangan faktor risiko dasar adalah serangkaian upaya sistematis untuk menganalisis, meminimalkan, dan mengendalikan ancaman atau bahaya yang dapat menimbulkan kerugian, baik melalui pembangunan fisik maupun peningkatan kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk menghadapi dan mengurangi dampak bencana.....
-
Peringatan dini bencana adalah sistem penyampaian informasi mengenai potensi bencana kepada masyarakat secara tepat waktu untuk mengurangi dampak negatifnya, sementara kajian risiko bencana (KRB) adalah analisis untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi bahaya, kerentanan, serta kemampuan suatu wilayah....
-
proses pembelajaran tentang pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan mitigasi serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai jenis bencana, baik alam maupun nonalam. Tujuannya adalah mempersiapkan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, agar mampu bertindak cepat, tepat, dan mengurangi....
Indikator Kegiatan
-
IKD adalah alat ukur kapasitas suatu daerah dalam menangani dan mengurangi dampak bencana.
-
Indeks Risiko Bencana (IRB) adalah ukuran yang menunjukkan potensi dampak negatif (kehilangan nyawa, cedera, kerusakan harta benda) akibat suatu ancaman bencana, dihitung berdasarkan perbandingan antara tingkat bahaya (ancaman), kerentanan (vulnerability), dan kapasitas (ketangguhan) suatu wilayah atau....