Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Kota Tangerang 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Kota Tangerang
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Sektor Publik Perpajakan dan Regulasi Pasar
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Penanggulangan Bencana Daerah
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Raya Daan Mogot No.67, RT.001/RW.001, Sukarasa, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15112 No. Telepon : 021 - 5582144
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | bpbd@tangerangkota.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | MURSIMAN, ST |
| Jabatan: | Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan |
| Alamat: | Jl. Daan Mogot No.67, RT.001/RW.001, Sukarasa, Tangerang, Kota Tangerang, Banten |
| Telepon: | 0215582144 |
| Faksimile: | - |
| Email: | bpbd@tangerangkota.go.id |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanTahap pencegahan dan mitigasi bencana dilakukan untuk mengurangi serta menanggulangi resiko bencana. Rangkaian upaya yang dilakukan dapat berupa perbaikan dan modifikasi lingkungan fisik maupun penyadaran serta peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Tahap kesiapsiagaan dilakukan menjelang sebuah bencana akan terjadi. Pada tahap ini alam menunjukkan tanda atau signal bahwa bencana akan segera terjadi. Maka pada tahapan ini, seluruh elemen terutama masyarakat perlu memiliki kesiapan dan selalu siaga untuk menghadapi bencana tersebut.
Tujuan Kegiatan
Mengumpulkan data yang berkaitan dengan pencegahan dan kesiapsiagaan bencana sebagai dasar penyusunan kebijakan penanggulangan bencana di Kota Tangerang.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-10-02 s.d. 2024-11-30
Desain
2024-10-02 s.d. 2024-11-30
Pengumpulan Data
2025-01-01 s.d. 2025-12-31
Pengolahan Data
2025-11-01 s.d. 2025-12-30
Analisis
2025-12-02 s.d. 2025-12-16
Diseminasi Hasil
2025-12-17 s.d. 2026-01-17
Evaluasi
2026-02-21 s.d. 2026-03-14
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Pelayanan informasi rawan bencana | Pelayanan informasi rawan bencana | Jumlah warga negara yang memperoleh layanan informasi rawan bencana | 1 tahun |
| Pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana | Pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana | Jumlah warga negara yang memperoleh layanan pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana | 1 tahun |
| Kecamatan | Kecamatan | Perangkat daerah kabupaten atau kota sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang memiliki wilayah kerja tertentu. | 1 tahun |
| Sistem Peringatan dini | Sistem Peringatan dini | Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang | 1 tahun |
| Kawasan Rawan Bencana Alam | Kawasan Rawan Bencana Alam | kawasan rawan atau yang berpotensi tinggi mengalami bencana alam | 1 tahun |
| Gempa Bumi | Gempa Bumi | Getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam bumi secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Penyebab utama gempa bumi adalah pergerakan lempeng tektonik, aktivitas vulkanik, atau akibat runtuhan bawah tanah | 1 tahun |
| Tsunami | Tsunami | Serangkaian gelombang yang terbentuk akibat gangguan impulsif di dasar laut, seperti gempa bumi bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, tanah longsor bawah laut, atau bahkan hantaman benda luar angkasa. Gangguan ini menyebabkan perpindahan air laut yang besar dan mendadak, menciptakan gelombang besar yang bisa sangat merusak saat mencapai daratan | 1 tahun |
| Gunung Meletus | Gunung Meletus | Peristiwa di mana material dari dalam bumi berupa magma, gas, dan abu dikeluarkan ke permukaan melalui rekahan atau lubang pada kerak bumi. Letusan gunung berapi dapat terjadi karena tekanan gas yang sangat tinggi di dalam magma, menyebabkan material vulkanik tersebut terlontar keluar dengan kekuatan yang besar. Letusan ini dapat mengakibatkan dampak signifikan terhadap lingkungan sekitar, termasuk kerusakan infrastruktur dan ancaman bagi keselamatan manusia | 1 tahun |
| Banjir | Banjir | Kejadian alam di mana air menutupi lahan yang biasanya kering, yang disebabkan oleh tingginya curah hujan, meluapnya sungai, rusaknya tanggul, atau kombinasi faktor-faktor tersebut. Banjir juga dapat terjadi karena faktor lain seperti pasang surut laut (rob) dan banjir bandang | 1 tahun |
| Kekeringan | Kekeringan | Kondisi di mana suatu wilayah mengalami defisit curah hujan yang berkepanjangan sehingga mengakibatkan kekurangan air untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, dan aktivitas lainnya. Kekeringan dapat menyebabkan berkurangnya persediaan air, kerusakan tanaman, dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan | 1 tahun |
| Angin Topan | Angin Topan | Fenomena cuaca ekstrem yang ditandai oleh sistem tekanan udara rendah dengan angin berputar kencang. Angin ini berkecepatan minimal 63 km/jam dan dapat mencapai lebih dari 118 km/jam. Angin topan sering kali terbentuk di atas lautan tropis dan dapat menimbulkan kerusakan signifikan ketika mencapai daratan | 1 tahun |
| Tanah Longsor | Tanah Longsor | Peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan massa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Tanah longsor terjadi akibat gravitasi yang mempengaruhi lereng yang curam, serta dapat dipicu oleh berbagai faktor lain seperti erosi, gempa bumi, hujan lebat, dan aktivitas manusia | 1 tahun |
| Kawasan Rawan Bencana Kebakaran | Kawasan Rawan Bencana Kebakaran | kawasan atau wilayah yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana kebakaran | 1 tahun |
| Sistem Peringatan Dini Bencana Alam Banjir | Sistem Peringatan Dini Bencana Alam Banjir | Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang | 1 tahun |
| Sistem Elektronik Bencana Alam Banjir | Sistem Elektronik Bencana Alam Banjir | Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang | 1 tahun |
| Sistem Elektronik Peringatan Dini Bencana Alam Longsor | Sistem Elektronik Peringatan Dini Bencana Alam Longsor | Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang | 1 tahun |
| Peringatan Dini Tradisional Bencana Alam Longsor | Peringatan Dini Tradisional Bencana Alam Longsor | Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang | 1 tahun |
| Sistem Elektronik Peringatan Dini Bencana Alam Gempa | Sistem Elektronik Peringatan Dini Bencana Alam Gempa | Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang | 1 tahun |
| Peringatan Dini Tradisional Bencana Alam Gempa | Peringatan Dini Tradisional Bencana Alam Gempa | Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang | 1 tahun |
| Sistem Elektronik Peringatan Dini Bencana Alam Gunung Meletus | Sistem Elektronik Peringatan Dini Bencana Alam Gunung Meletus | Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang | 1 tahun |
| Peringatan Dini Tradisional Bencana Alam Gunung Meletus | Peringatan Dini Tradisional Bencana Alam Gunung Meletus | Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang | 1 tahun |
| Sistem Elektronik Peringatan Dini Bencana Alam Tsunami | Sistem Elektronik Peringatan Dini Bencana Alam Tsunami | Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang | 1 tahun |
| Peringatan Dini Tradisional Bencana Alam Tsunami | Peringatan Dini Tradisional Bencana Alam Tsunami | Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang | 1 tahun |
| Sistem Elektronik Peringatan Dini Bencana Alam Lainnya | Sistem Elektronik Peringatan Dini Bencana Alam Lainnya | Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang | 1 tahun |
| Peringatan Dini Tradisional Bencana Alam Lainnya | Peringatan Dini Tradisional Bencana Alam Lainnya | Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang | 1 tahun |
| Potensi Luas Bahaya | Potensi Luas Bahaya | Luas bahaya yang berpotensi bencana | 1 tahun |
| Titik pipa air untuk pemadam kebakaran (Fire Hydrants) | Titik pipa air untuk pemadam kebakaran (Fire Hydrants) | Titik pipa air untuk pemadam kebakaran (Fire Hydrants) | 1 tahun |
| Rambu, papan informasi dan jalur evakuasi pada kawasan rawan bencana | Rambu, papan informasi dan jalur evakuasi pada kawasan rawan bencana | Rambu, papan informasi dan jalur evakuasi pada kawasan rawan bencana | 1 tahun |
| Kelurahan tangguh bencana yang dibentuk dan dikembangkan | Kelurahan tangguh bencana yang dibentuk dan dikembangkan | Kelurahan tangguh bencana yang dibentuk dan dikembangkan | 1 tahun |
| Peta risiko kawasan rawan bencana | Peta risiko kawasan rawan bencana | Peta risiko kawasan rawan bencana | 1 tahun |
| Ketersediaan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) | Ketersediaan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) | Ketersediaan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) | 1 tahun |
| 32 Ketersediaan rencana kontinjensi (Renkon) penanganan darurat bencana | 32 Ketersediaan rencana kontinjensi (Renkon) penanganan darurat bencana | 32 Ketersediaan rencana kontinjensi (Renkon) penanganan darurat bencana | 1 tahun |
| Petugas yang terlatih bidang kebencanaan | Petugas yang terlatih bidang kebencanaan | Petugas yang terlatih bidang kebencanaan | 1 tahun |
| Dokumen rencana penanggulangan kedaruratan bencana | Dokumen rencana penanggulangan kedaruratan bencana | Dokumen rencana penanggulangan kedaruratan bencana | 1 tahun |
| Dokumen Rencana kontinjensi (Renkon) penanganan darurat bencana | Dokumen Rencana kontinjensi (Renkon) penanganan darurat bencana | Dokumen Rencana kontinjensi (Renkon) penanganan darurat bencana | 1 tahun |
| Petugas kabupaten/kota dengan indeks risiko bencana tinggi yang terlatih bidang kebencanaan | Petugas kabupaten/kota dengan indeks risiko bencana tinggi yang terlatih bidang kebencanaan | Petugas kabupaten/kota dengan indeks risiko bencana tinggi yang terlatih bidang kebencanaan | 1 tahun |
| Lokasi dengan sistem peringatan dini yang termanfaatkan (sistem) | Lokasi dengan sistem peringatan dini yang termanfaatkan (sistem) | Lokasi dengan sistem peringatan dini yang termanfaatkan (sistem) | 1 tahun |
| Meningkatnya Desa Tangguh Bencana | Meningkatnya Desa Tangguh Bencana | Persentase kelurahan tangguh bencana yang dibentuk | 1 tahun |
| Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) | Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) | Nilai Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) | 1 tahun |
| Indeks Ketahanan Daerah (IKD) | Indeks Ketahanan Daerah (IKD) | Nilai Indeks Ketahanan Daerah (IKD) | 1 tahun |
| sistem peringatan dini yang sudah terintegrasi | sistem peringatan dini yang sudah terintegrasi | sistem peringatan dini yang sudah terintegrasi | 1 tahun |
| Persentase dokumen Rencana Kontijensi terhadap 5 (lima) jenis ancaman bencana | Persentase dokumen Rencana Kontijensi terhadap 5 (lima) jenis ancaman bencana | perbandingan dokumen Rencana Kontijensi terhadap 5 (lima) jenis ancaman bencana | 1 tahun |
| Dokumen RPB & RADPRB | Dokumen RPB & RADPRB | Dokumen RPB & RADPRB | 1 tahun |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| BANTEN | KOTA TANGERANG |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI, CAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : OPD
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 4
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Rumah Tangga
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2026-04-01;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Meningkatnya Desa Tangguh Bencana
-
Kelurahan tangguh bencana yang dibentuk dan dikembangkan
-
Rambu, papan informasi dan jalur evakuasi pada kawasan rawan bencana
-
Ketersediaan rencana kontinjensi (Renkon) penanganan darurat bencana
-
sistem peringatan dini yang sudah terintegrasi
-
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang
-
Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI)
-
Titik pipa air untuk pemadam kebakaran (Fire Hydrants)
-
Dokumen rencana penanggulangan kedaruratan bencana
-
Luas bahaya yang berpotensi bencana
-
Persentase dokumen Rencana Kontijensi terhadap 5 (lima) jenis ancaman bencana
-
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang
-
Petugas kabupaten/kota dengan indeks risiko bencana tinggi yang terlatih bidang kebencanaan
-
Dokumen Rencana kontinjensi (Renkon) penanganan darurat bencana
-
Petugas yang terlatih bidang kebencanaan
-
Peta risiko kawasan rawan bencana
-
Ketersediaan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB)
-
Dokumen RPB & RADPRB
-
Indeks Ketahanan Daerah (IKD)
-
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang
-
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang
-
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang
-
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang
-
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang
-
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang
-
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang
-
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang
-
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang
-
Fenomena cuaca ekstrem yang ditandai oleh sistem tekanan udara rendah dengan angin berputar kencang. Angin ini berkecepatan minimal 63 km/jam dan dapat mencapai lebih dari 118 km/jam. Angin topan sering kali terbentuk di atas lautan tropis dan dapat menimbulkan kerusakan signifikan ketika mencapai daratan?
-
Kondisi di mana suatu wilayah mengalami defisit curah hujan yang berkepanjangan sehingga mengakibatkan kekurangan air untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, dan aktivitas lainnya. Kekeringan dapat menyebabkan berkurangnya persediaan air, kerusakan tanaman, dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan?
-
Serangkaian gelombang yang terbentuk akibat gangguan impulsif di dasar laut, seperti gempa bumi bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, tanah longsor bawah laut, atau bahkan hantaman benda luar angkasa. Gangguan ini menyebabkan perpindahan air laut yang besar dan mendadak, menciptakan gelombang....
-
Kawasan rawan atau yang berpotensi tinggi mengalami bencana alam
-
Kejadian alam di mana air menutupi lahan yang biasanya kering, yang disebabkan oleh tingginya curah hujan, meluapnya sungai, rusaknya tanggul, atau kombinasi faktor-faktor tersebut. Banjir juga dapat terjadi karena faktor lain seperti pasang surut laut (rob) dan banjir bandang?
-
Warga negara yang memperoleh layanan pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana
-
Perangkat daerah kabupaten atau kota sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang memiliki wilayah kerja tertentu.
-
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang
-
Peristiwa di mana material dari dalam bumi berupa magma, gas, dan abu dikeluarkan ke permukaan melalui rekahan atau lubang pada kerak bumi. Letusan gunung berapi dapat terjadi karena tekanan gas yang sangat tinggi di dalam magma, menyebabkan material vulkanik tersebut terlontar keluar dengan kekuatan....
-
Warga negara yang memperoleh layanan informasi rawan bencana
-
Persentase dokumen Rencana Kontijensi terhadap 5 (lima) jenis ancaman bencana
-
Peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan massa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Tanah longsor terjadi akibat gravitasi yang mempengaruhi lereng yang curam, serta dapat dipicu oleh berbagai faktor lain seperti erosi, gempa bumi,....
-
Getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam bumi secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Penyebab utama gempa bumi adalah pergerakan lempeng tektonik, aktivitas vulkanik, atau akibat runtuhan bawah tanah?
-
Lokasi dengan sistem peringatan dini yang termanfaatkan (sistem)
-
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang
Indikator Kegiatan
-
Jumlah Petugas kabupaten/kota dengan indeks risiko bencana tinggi yang terlatih bidang kebencanaan
-
Indeks Ketahanan Daerah (IKD)
-
Persentase Desa Tangguh Bencana
-
Persentase jumlah dokumen Rencana Kontijensi terhadap 5 (lima) jenis ancaman bencana
-
Jumlah Lokasi dengan sistem peringatan dini yang termanfaatkan (sistem)
-
Jumlah sistem peringatan dini yang sudah terintegrasi
-
Jumlah Dokumen RPB & RADPRB
-
Jumlah Petugas yang terlatih bidang kebencanaan
-
Jumlah Dokumen rencana penanggulangan kedaruratan bencana
-
Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI)
-
Ketersediaan rencana kontinjensi (Renkon) penanganan darurat bencana
-
Jumlah Peringatan Dini Tradisional Bencana Alam Lainnya
-
Jumlah Sistem Elektronik Peringatan Dini Bencana Alam Longsor
-
Jumlah Peta risiko kawasan rawan bencana
-
Luas wilayah yang berpotensi bahaya bencana
-
Jumlah Sistem Elektronik Bencana Alam Banjir
-
Jumlah Kelurahan tangguh bencana yang dibentuk dan dikembangkan
-
Persentase warga negara yang memperoleh layanan pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana
-
Jumlah Sistem Elektronik Peringatan Dini Bencana Alam Lainnya
-
Jumlah Sistem Elektronik Peringatan Dini Bencana Alam Gunung Meletus
-
Jumlah Sistem Elektronik Peringatan Dini Bencana Alam Gempa
-
Ketersediaan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB)
-
Jumlah kawasan atau wilayah yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana kebakaran
-
Jumlah Titik pipa air untuk pemadam kebakaran (Fire Hydrants)
-
Jumlah Peringatan Dini Tradisional Bencana Alam Tsunami
-
Jumlah Rambu, papan informasi dan jalur evakuasi pada kawasan rawan bencana
-
Persentase warga negara yang memperoleh layanan informasi rawan bencana
-
Jumlah Peringatan Dini Tradisional Bencana Alam Gempa
-
Jumlah kawasan rawan atau yang berpotensi tinggi mengalami bencana alam
-
Jumlah Sistem Peringatan Dini Bencana Alam Banjir
-
Jumlah Peringatan Dini Tradisional Bencana Alam Longsor
-
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang
-
Jumlah Sistem Elektronik Peringatan Dini Bencana Alam Tsunami
-
Jumlah Peringatan Dini Tradisional Bencana Alam Gunung Meletus
-
Jumlah dokumen Rencana kontinjensi (Renkon) penanganan darurat bencana