Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Stunting Kabupaten Sidenreng Rappang 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Stunting Kabupaten Sidenreng Rappang
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-25.7314.001
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Kesehatan
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Harapan Baru, Kompleks SKPD Blok A No. 2 & 3Kab. Sidenreng Rappang
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | dinkesppkbsidrap@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Dr. Ishak Kenre, SKM, M.Kes |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Asmidar Ahmad, SKM |
| Jabatan: | Penanggung Jawab KIA & Gizi |
| Alamat: | Jl. Poros Pare-Pare No.165 Panreng |
| Telepon: | 081342402650 |
| Faksimile: | - |
| Email: | ahmadasmidar@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanLatar Belakang Pengumpulan Data StuntingStunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang serius, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Anak yang mengalami stunting akan memiliki tinggi badan di bawah standar usianya dan berisiko mengalami keterlambatan perkembangan kognitif, gangguan kesehatan, dan produktivitas yang rendah di masa dewasa.Menurut data dari berbagai lembaga nasional dan internasional, prevalensi stunting di Indonesia masih tergolong tinggi dan menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Untuk mengatasi permasalahan ini, dibutuhkan kebijakan dan intervensi yang tepat sasaran, yang hanya dapat dirumuskan berdasarkan data yang akurat, lengkap, dan terkini.Pengumpulan data stunting bertujuan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai prevalensi stunting, distribusinya menurut wilayah, usia, jenis kelamin, dan faktor-faktor risiko yang menyertainya. Data ini sangat penting sebagai dasar dalam perencanaan program intervensi gizi, pemantauan pertumbuhan anak, serta evaluasi efektivitas program pemerintah seperti posyandu, pemberian makanan tambahan, dan edukasi gizi.Dengan demikian, pengumpulan data stunting menjadi langkah strategis dalam mendukung pencapaian target penurunan angka stunting nasional dan global, serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.
Tujuan Kegiatan
Tujuan Pengumpulan Data StuntingPengumpulan data stunting dilakukan dengan tujuan untuk:Mengetahui Prevalensi StuntingMengidentifikasi tingkat kejadian stunting pada balita di suatu wilayah, termasuk distribusinya berdasarkan usia, jenis kelamin, wilayah geografis, dan kelompok sosial ekonomi.Mendeteksi Faktor RisikoMenggali informasi mengenai faktor-faktor penyebab stunting, seperti status gizi ibu hamil, pola asuh, sanitasi lingkungan, akses terhadap layanan kesehatan, dan ketersediaan pangan.Mendukung Perencanaan Program IntervensiMenyediakan data yang valid dan akurat sebagai dasar dalam merancang kebijakan serta program pencegahan dan penanggulangan stunting, baik di tingkat nasional maupun daerah.Memantau dan Mengevaluasi ProgramMengukur efektivitas program intervensi gizi dan kesehatan yang telah dijalankan oleh pemerintah atau lembaga terkait, serta memberikan umpan balik untuk perbaikan ke depan.Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dan Pemangku KepentinganMemberikan informasi faktual untuk mendorong keterlibatan aktif dari masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemangku kebijakan dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.Mendukung Target Pembangunan Nasional dan GlobalMembantu pencapaian target nasional dalam penurunan prevalensi stunting serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-2 (mengakhiri kelaparan) dan ke-3 (kehidupan sehat dan sejahtera).
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-12-17 s.d. 2024-12-18
Desain
2024-12-19 s.d. 2024-12-20
Pengumpulan Data
2025-01-01 s.d. 2025-01-31
Pengolahan Data
2025-02-01 s.d. 2025-02-05
Analisis
2025-07-04 s.d. 2026-01-05
Diseminasi Hasil
2026-01-05 s.d. 2026-01-30
Evaluasi
2026-02-02 s.d. 2026-02-28
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Nama | Nama | Nama adalah sebutan atau label yang digunakan untuk memanggil atau mengidentifikasi seseorang, tempat, benda, atau konsep. Dalam konteks yang lebih luas, nama juga bisa menjadi doa atau harapan dari orang tua bagi anaknya. | Kondisi Saat Pendataan |
| Jenis Kelamin | Jenis Kelamin | Jenis kelamin adalah kategori biologis yang membedakan antara laki-laki dan perempuan, dan dalam konteks pendataan balita, jenis kelamin menjadi salah satu data penting yang dicatat karena: ?? Fungsi dalam Pendataan Balita: Untuk mengetahui distribusi stunting berdasarkan jenis kelamin. Untuk analisis apakah ada perbedaan prevalensi stunting antara balita laki-laki dan perempuan. Sebagai identitas dasar dalam laporan kesehatan dan tumbuh kembang anak. | Kondisi Saat Pendataan |
| Tanggal Lahir | Tanggal Lahir | Tanggal lahir adalah informasi penting dalam pendataan balita karena digunakan untuk menghitung usia anak secara tepat dalam bulan atau tahun, yang kemudian menjadi dasar penilaian status gizi (misalnya: stunting, gizi kurang, gizi baik). ?? Fungsi Tanggal Lahir dalam Pendataan Balita: Menentukan usia balita secara akurat (misalnya: usia 24 bulan = 2 tahun, penting untuk grafik pertumbuhan WHO). Menyesuaikan standar pengukuran antropometri seperti tinggi badan menurut usia (TB/U) atau berat badan menurut usia (BB/U). Membantu jadwal imunisasi dan pelayanan kesehatan lainnya. | Kondisi Saat Pendataan |
| Umur | Umur | Umur (usia) balita adalah informasi kunci dalam pendataan gizi dan kesehatan anak. Umur dihitung berdasarkan selisih antara tanggal lahir dengan tanggal pengukuran (biasanya dalam satuan bulan untuk balita usia 0–59 bulan). ?? Mengapa Umur Penting? Menentukan status gizi berdasarkan standar WHO, seperti: Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) Berat Badan menurut Umur (BB/U) Membantu analisis perkembangan dan tumbuh kembang anak. Menyesuaikan intervensi gizi atau pelayanan kesehatan. Menentukan kelompok usia dalam laporan stunting (0–6 bln, 7–23 bln, 24–59 bln). | Kondisi Saat Pendataan |
| Berat Badan | Berat Badan | Berat badan (BB) adalah salah satu indikator utama dalam menilai status gizi balita. Pengukuran ini digunakan bersama data umur dan tinggi badan untuk menentukan apakah balita mengalami: Gizi buruk Gizi kurang Gizi baik (normal) Risiko gizi lebih Gizi lebih atau obesitas Stunting (jika dikaitkan dengan tinggi badan menurut umur) | Kondisi Saat Pendataan |
| Tinggi Badan | Tinggi Badan | Tinggi badan (TB) adalah salah satu indikator kunci untuk menilai status pertumbuhan dan gizi anak, terutama untuk mendeteksi stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. ?? Mengapa Tinggi Badan Penting dalam Data Stunting? Digunakan untuk menentukan status gizi berdasarkan tinggi badan menurut umur (TB/U). Menjadi indikator utama dalam mendeteksi stunting. Membantu mengevaluasi pola pertumbuhan jangka panjang. Digunakan bersama berat badan untuk menghitung indeks BB/TB (berat badan menurut tinggi badan). | Kondisi Saat Pendataan |
| Status Gizi | Status Gizi | Status gizi balita adalah indikator yang menggambarkan keadaan gizi anak berdasarkan hasil pengukuran antropometri, seperti berat badan, tinggi badan, dan umur. Penilaian status gizi sangat penting untuk mendeteksi dini masalah gizi seperti stunting, gizi kurang, atau obesitas. ?? Indikator Penilaian Status Gizi (Standar WHO): Berat Badan menurut Umur (BB/U) ? Untuk mengetahui apakah anak mengalami gizi kurang atau berat badan berlebih. Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) ? Untuk mendeteksi stunting (pendek atau sangat pendek). Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) ? Untuk mendeteksi wasting (kurus), atau overweight/obesitas. Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) ? Digunakan sebagai indikator tambahan. | Kondisi Saat Pendataan |
| Alamat | Alamat | Alamat adalah data penting untuk mengidentifikasi lokasi tempat tinggal balita. Informasi ini berguna untuk: Memetakan distribusi kasus stunting berdasarkan wilayah (desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten). Memudahkan penjangkauan intervensi gizi dan pelayanan kesehatan. Monitoring dan evaluasi program di tingkat wilayah yang spesifik. Koordinasi antar petugas kesehatan dan kader posyandu. | Kondisi Saat Pendataan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
BULANAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| SULAWESI SELATAN | SIDENRENG RAPPANG |
Pengamatan, Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Individu
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Kunjungan kembali (revisit), Supervisi, Lainnya : Validasi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma I/II/III
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 4
Pengumpul data/enumerator: 28
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota, Kecamatan, Lainnya : Desa/Kelurahan
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Ya
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2026-01-15;
Digital (softcopy): 2026-01-15;
Data Mikro: 2026-01-15;
Variabel Kegiatan
-
Umur (usia) balita adalah informasi kunci dalam pendataan gizi dan kesehatan anak. Umur dihitung berdasarkan selisih antara tanggal lahir dengan tanggal pengukuran (biasanya dalam satuan bulan untuk balita usia 0–59 bulan).
-
Tanggal lahir adalah informasi penting dalam pendataan balita karena digunakan untuk menghitung usia anak secara tepat dalam bulan atau tahun, yang kemudian menjadi dasar penilaian status gizi (misalnya: stunting, gizi kurang, gizi baik).
-
inggi badan (TB) adalah salah satu indikator kunci untuk menilai status pertumbuhan dan gizi anak, terutama untuk mendeteksi stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. ?? Mengapa Tinggi Badan Penting dalam Data Stunting? Digunakan untuk menentukan status gizi berdasarkan tinggi....
-
Hasil penilaian kondisi gizi anak oleh tenaga kesehatan berdasarkan parameter hasil pengukuran berat badan dan panjang/tinggi badan anak usia 0-60 bulan, dibandingkan dengan Standar Antropometri Anak yang menggunakan indeks berat badan menurut umur (BB/U), indeks panjang/tinggi badan menurut umur (PB/U....
-
Panggilan lengkap seseorang sesuai dengan nama yang tercantum pada kartu keluarga (KK) atau kartu tanda penduduk (KTP).
-
Alamat lengkap tempat tinggal sekarang yang mencakup nama jalan, nomor rumah, lingkungan, dan keterangan lainnya seperti kode pos
-
Penggolongan seseorang secara fisiologis yang ditandai dengan ciri-ciri fisik tertentu.
-
Berat badan (BB) adalah salah satu indikator utama dalam menilai status gizi balita. Pengukuran ini digunakan bersama data umur dan tinggi badan untuk menentukan apakah balita mengalami: Gizi buruk Gizi kurang Gizi baik (normal) Risiko gizi lebih Gizi lebih atau obesitas Stunting (jika dikaitkan dengan....
Indikator Kegiatan
-
Bagian dari populasi anak berusia di bawah lima tahun yang bertubuh pendek dan sangat pendek ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.