Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Penyusunan Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah 2024
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Penyusunan Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Lingkungan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Khatib Sulaiman No. 22 Padang
| Telepon: | 0751-7055231 |
| Faksimile: | 0751-445232 |
| Email: | dlh@sumbarprov.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat |
| Eselon 2: | Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Teguh Ariefianto |
| Jabatan: | Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup |
| Alamat: | Jl. Khatib Sulaiman No.22 Padang |
| Telepon: | 0751 7055231 |
| Faksimile: | 0751 445232 |
| Email: | dlh@sumbarprov.go.id |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanSalah satu upaya mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance) dalam pembangunan lingkungan hidup adalah dengan menyediakan data dan informasi lingkungan hidup daerah yang aktual dan dapat dipertanggunjawabkan secara periodik, yang memuat potret/gambaran kondisi lingkungan hidup berikut dengan perkembangan atau kecendrungannya dilihat dari berbagai aspek dan indikator, yang dilengkapi dengan analisis yang memadai, sebagaimana telah ditetapkan/diatur sistematikanya oleh pedoman penyusunannya oleh Kementerian Lungkungan Hidup dan Kehutanan RI.
Tujuan Kegiatan
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat setiap tahunnya menyusun Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD) Provinsi Sumatera Barat yang bertujuan sebagai sumber informasi dalam menggambarkan kondisi lingkungan hidup dan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan lingkungan dan evaluasinya.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-01-02 s.d. 2024-02-28
Desain
2024-01-02 s.d. 2024-02-28
Pengumpulan Data
2024-03-01 s.d. 2024-07-31
Pengolahan Data
2024-03-01 s.d. 2024-07-31
Analisis
2024-03-01 s.d. 2024-07-31
Diseminasi Hasil
2024-08-15 s.d. 2024-12-31
Evaluasi
2024-12-01 s.d. 2024-12-15
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Derajat Keasaman`(pH) | derajat keasaman | Tingkat keasaman atau kebasaan dari suatu cairan. | Saat pencacahan |
| Kebutuhan oksigen biokimiawi | Air | Jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan senyawa organik pada kondisi aerobik | Saat pencacahan |
| Kebutuhan oksigen kimiawi | kebutuhan oksigen kimiawi | Jumlah oksigen yang diperlukan untuk mengurai seluruh bahan anorganik yang terkandung dalam air | Saat pencacahan |
| Padatan tersuspensi total | air, tanah | Muatan padatan tersuspensi adalah bahan-bahan tersuspensi (diameter > 1 µm) yang tertahan pada saringan miliopore dengan diameter pori 0.45 µm | Saat pencacahan |
| Oksigen terlarut | oksigen, air | Banyaknya oksigen terlarut dalam suatu perairan | Saat pencacahan |
| Nitrat | nitrat | Bentuk utama nitrogen di perairan utama dan merupakan nutrient utama bagi pertumbuhan tanaman dan algae | Saat pencacahan |
| Total fosfat (T-Phosfat) | Total fosfat (T-Phosfat) | Senyawa yang menghasilkan ion fosfat dan merupakan indikator penting untuk mengukur kualitas air. Fosfat total terdiri dari ortofosfat, polifosfat, dan fosfor organik. | Saat pencacahan |
| Total nitrogen | air, nitrogen | Jumlah semua bentuk nitrogen yang terdapat dalam suatu sampel atau bahan tertentu. Bentuk nitrogen ini meliputi nitrogen organik dan nitrogen anorganik (seperti ammonium, nitrit, dan nitrat). | Saat pencacahan |
| Fecal coliform | Fecal coliform | Bakteri coliform yang berasal dari tinja manusia atau hewan | Saat pencacahan |
| Sufur dioksida | sufur dioksida, udara | Salah satu jenis dari gas-gas oksida sulfur (SOx). Gas ini sangat mudah terlarut dalam air, memiliki bau namun tidak berwarna. SO2 dan gas-gas oksida sulfur lainnya terbentuk saat terjadi pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur. | Saat pencacahan |
| Nitrogen dioksida | nitrogen dioksida | Nitrogen dioksida adalah salah satu dari beberapa nitrogen oksida (NO x ). Gas ini berbau tajam dan sangat mudah menguap, merupakan polutan udara berbahaya yang terkait dengan pembakaran bahan bakar fosil . | Saat pencacahan |
| Minyak dan lemak | minyak dan lemak air | Zat padat atau cair yang juga merupakan sumber lipid, berasal dari bahan hewani atau nabati. | Saat pencacahan |
| Amonia total | amonia total air | Jumlah amonia yang terdapat dalam air dan dapat diukur dengan satuan miligram per liter (mg/L). Amonia sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di dalam air seperti ikan dan tumbuhan air. Kadar amonia yang tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada makhluk hidup tersebut | Saat pencacahan |
| Ortofosfat | ortofosfat | Bentuk ion fosfat yang memiliki struktur PO4³. Ion ini adalah bentuk paling umum dari fosfat yang ditemukan di dalam berbagai kondisi alami dan teknologi. Secara kimia, ortofosfat sering dijadikan indikator keberadaan zat fosfor dalam suatu larutan atau bahan. | Saat pencacahan |
| Luas wilayah | Wilayah | Luas wilayah darat daerah provinsi dan kabupaten/kota berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. | Saat pencacahan |
| Luas Dampak kanal dan kebakaran di Kesatuan Ekosistem Gambut | Luas Dampak kanal dan kebakaran di Kesatuan Ekosistem Gambut | Jumlah luasan tutupan hutam dan tutupan belukar di kesatuan hidrolis Gambut baik yang berada pada fungsi lindung maupun fungsi budi daya yang terdampak kanal dan kebakaran | Saat pencacahan |
| Luas Tutupan Hutan | Luas Tutupan Hutan | Nilai luas pada kelas tutupan lahan berupa hutan lahan kering primer, hutan rawa primer, hutan mangrove primer, hutan lahan kering sekunder, hutan rawa sekunder, hutan mangrove sekunder, dan hutan tanaman. | Saat pencacahan |
| Jumlah Timbulan Sampah | Jumlah Timbulan Sampah | Jumlah sampah yang timbul dari masyarakat dalam satuan volume ataupun berat | Saat pencacahan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| SUMATERA BARAT | KEPULAUAN MENTAWAI |
| SUMATERA BARAT | PESISIR SELATAN |
| SUMATERA BARAT | SOLOK |
| SUMATERA BARAT | SIJUNJUNG |
| SUMATERA BARAT | TANAH DATAR |
| SUMATERA BARAT | PADANG PARIAMAN |
| SUMATERA BARAT | AGAM |
| SUMATERA BARAT | LIMA PULUH KOTA |
| SUMATERA BARAT | PASAMAN |
| SUMATERA BARAT | SOLOK SELATAN |
| SUMATERA BARAT | DHARMASRAYA |
| SUMATERA BARAT | PASAMAN BARAT |
| SUMATERA BARAT | KOTA PADANG |
| SUMATERA BARAT | KOTA SOLOK |
| SUMATERA BARAT | KOTA SAWAH LUNTO |
| SUMATERA BARAT | KOTA PADANG PANJANG |
| SUMATERA BARAT | KOTA BUKITTINGGI |
| SUMATERA BARAT | KOTA PAYAKUMBUH |
| SUMATERA BARAT | KOTA PARIAMAN |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI, Lainnya : Surat
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Dinas/OPD terkait, instansi vertikal, dan DLH kabupaten/kota
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi, Lainnya : rapat
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 3
Pengumpul data/enumerator: 29
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Provinsi, Kab/Kota
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Provinsi, Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Ya
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2024-08-15;
Digital (softcopy): 2024-08-15;
Data Mikro: 2024-08-15;
Variabel Kegiatan
-
Jumlah luasan tutupan hutam dan tutupan belukar di kesatuan hidrolis Gambut baik yang berada pada fungsi lindung maupun fungsi budi daya yang terdampak Kanal dan Kebakaran
-
Bakteri coliform yang berasal dari tinja manusia atau hewan.
-
Muatan padatan tersuspensi adalah bahan-bahan tersuspensi (diameter > 1 µm) yang tertahan pada saringan miliopore dengan diameter pori 0.45 µm
-
Jumlah oksigen yang diperlukan untuk mengurai seluruh bahan anorganik yang terkandung dalam air
-
Bentuk utama nitrogen di perairan utama dan merupakan nutrient utama bagi pertumbuhan tanaman dan algae
-
Banyaknya oksigen terlarut dalam suatu perairan
-
jumlah amonia yang terdapat dalam air dan dapat diukur dengan satuan miligram per liter (mg/L). Amonia sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di dalam air seperti ikan dan tumbuhan air. Kadar amonia yang tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada makhluk hidup tersebut
-
luas wilayah darat daerah provinsi dan kabupaten/kota berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
-
Bentuk ion fosfat yang memiliki struktur PO4³. Ion ini adalah bentuk paling umum dari fosfat yang ditemukan di dalam berbagai kondisi alami dan teknologi. Secara kimia, ortofosfat sering dijadikan indikator keberadaan zat fosfor dalam suatu larutan atau bahan.
-
Salah satu dari beberapa nitrogen oksida (NO x ). Gas ini berbau tajam dan sangat mudah menguap, merupakan polutan udara berbahaya yang terkait dengan pembakaran bahan bakar fosil .
-
Senyawa yang menghasilkan ion fosfat dan merupakan indikator penting untuk mengukur kualitas air. Fosfat total terdiri dari ortofosfat, polifosfat, dan fosfor organik.
-
Zat padat atau cair yang juga merupakan sumber lipid, berasal dari bahan hewani atau nabati.
-
Jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan senyawa organik pada kondisi aerobik
-
Nilai luas pada kelas tutupan lahan berupa hutan lahan kering primer, hutan rawa primer, hutan mangrove primer, hutan lahan kering sekunder, hutan rawa sekunder, hutan mangrove sekunder, dan hutan tanaman.
-
Derajat Keasaman (pH) adalah tingkat keasaman atau kebasaan dari suatu cairan.
-
Jumlah sampah yang timbul dari masyarakat dalam satuan volume ataupun berat
-
Salah satu jenis dari gas-gas oksida sulfur (SOx). Gas ini sangat mudah terlarut dalam air, memiliki bau namun tidak berwarna. SO2 dan gas-gas oksida sulfur lainnya terbentuk saat terjadi pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur.
-
jumlah semua bentuk nitrogen yang terdapat dalam suatu sampel atau bahan tertentu. Bentuk nitrogen ini meliputi nitrogen organik dan nitrogen anorganik (seperti ammonium, nitrit, dan nitrat).
Indikator Kegiatan
-
Angka yang menggambarkan tingkat polusi udara di suatu wilayah.
-
Angka yang menggambarkan kualitas air ambien yang baik pada badan air yang didekati dengan jumlah zat padat tersuspensi/total suspended solid (TSS), jumlah oksigen terlarut/dissolved oxygen (DO), kebutuhan oksigen biokimia/biochemical oxygen demand (BOD), kebutuhan oksigen kimia/chemical oxygen demand....
-
Nilai yang menggambarkan kualitas lahan yang terdiri dari Indeks Kualitas Tutupan Lahan dan Indeks Kualitas Ekosistem Gambut.
-
suatu ukuran yang menggambarkan kualitas lahan, yang merupakan bagian dari Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). IKL terdiri dari Indeks Kualitas Tutupan Lahan dan Indeks Kualitas Ekosistem Gambut, yang secara keseluruhan memberikan gambaran tentang kondisi lahan di suatu wilayah.
-
Angka yang digunakan untuk menentukan tingkat pencemaran relatif terhadap parameter kualitas air yang diizinkan
-
Indeks Kualitas Udara model EU (IEU) adalah ukuran yang membandingkan nilai rata-rata tahunan konsentrasi polutan udara (SO2 dan NO2) dengan standar Uni Eropa (EU).
-
Suatu nilai yang menggambarkan kondisi air laut yang merupakan nilai komposit dari beberapa parameter kualitas air laut dalam suatu wilayah pada waktu tertentu