Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Peserta KB Daldukppa Kabupaten Bandung 2026
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Peserta KB Daldukppa Kabupaten Bandung
Tahun Kegiatan
2026
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Demografi dan Kependudukan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-26.3204.034
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Pengendalian Penduduk kelaurga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
komplek pemda soreang
| Telepon: | 0225891002 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dp2kbp3a@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | ADE YENI NOBERTI S.Sos, M.Si |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | ADE YENI NOBERTI S.Sos, M.Si |
| Jabatan: | plt. Kabid Dalduk |
| Alamat: | jln Raya soreang KM 17 Komplek Pemda Kab. Bandung |
| Telepon: | 0225891002 |
| Faksimile: | - |
| Email: | wilygunawan89@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanProgram Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu program strategis nasional yang dijalankan oleh DALDUKPPA Kabupaten Bandung . Salah satu elemen kunci dalam keberhasilan program ini adalah pengelolaan data yang baik melalui kegiatan pengolahan dan pelaporan data pengendalian lapangan serta pelayanan KB. Data yang akurat dan mutakhir diperlukan untuk memastikan bahwa program KB berjalan secara efektif dan mencapai target yang telah ditetapkan. Salah satu tantangan terbesar dalam pelaksanaan program KB adalah memastikan bahwa data yang dikumpulkan dari lapangan, baik dari pelayanan KB maupun pengendalian program, terintegrasi dengan baik dan mencerminkan kondisi di lapangan. Data ini sangat penting untuk mengukur capaian program KB di berbagai daerah dan mengidentifikasi hambatan yang mungkin terjadi. Data lapangan dan pelayanan KB digunakan untuk menilai keberhasilan program dalam mengendalikan jumlah penduduk dan meningkatkan kualitas hidup keluarga. Pengolahan dan pelaporan data pengendalian lapangan membantu dalam memantau capaian program Keluarga Berencana di tingkat lokal maupun nasional. Pemantauan ini meliputi berapa banyak pasangan usia subur (PUS) yang menggunakan alat kontrasepsi, jenis kontrasepsi yang digunakan, serta efektivitas layanan KB yang diberikan. Tanpa data yang teratur dan akurat, sulit untuk mengetahui seberapa baik program berjalan dan apakah ada wilayah yang memerlukan intervensi tambahan. Data dari lapangan juga membantu BKKBN dalam memahami tantangan yang dihadapi oleh tenaga lapangan KB, termasuk kesulitan dalam menjangkau masyarakat, ketersediaan alat kontrasepsi, serta kualitas layanan yang diberikan. Pengolahan data ini penting untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, baik dalam hal akses terhadap layanan KB, maupun dalam peningkatan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan. Pengendalian lapangan dan pelaporan data pelayanan KB juga merupakan dasar penting bagi pengambil kebijakan di BKKBN dan pemerintah untuk membuat keputusan yang lebih tepat. Data yang diolah dengan baik memungkinkan BKKBN merespons perubahan kebutuhan lapangan, menyesuaikan alokasi sumber daya, serta menargetkan wilayah-wilayah dengan tingkat partisipasi KB yang rendah. Kebijakan yang berbasis data akan lebih adaptif terhadap tantangan di lapangan, sehingga program KB dapat lebih efektif mencapai target pengendalian pertumbuhan penduduk. Program KB merupakan salah satu upaya untuk mendukung target pembangunan nasional, seperti pengendalian angka kelahiran dan peningkatan kesehatan ibu dan anak. Selain itu, program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam bidang kesehatan reproduksi, kesetaraan gender, dan pengentasan kemiskinan. Data dari pengendalian lapangan dan pelayanan KB membantu memastikan bahwa program ini berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan, serta memungkinkan evaluasi berkala untuk perbaikan program. Tantangan di lapangan, seperti tingkat kesadaran masyarakat yang rendah terhadap pentingnya KB, kendala geografis, serta keterbatasan akses layanan kesehatan, menjadi faktor yang mempengaruhi capaian program KB. Data yang dikumpulkan melalui pengendalian lapangan membantu BKKBN memahami masalah-masalah ini dan merumuskan strategi intervensi yang tepat. Dengan memahami dinamika sosial, BKKBN dapat merancang program-program penyuluhan yang lebih efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program KB. Pelaporan data dari lapangan juga berperan dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas program Keluarga Berencana. Pemerintah dan publik perlu mengetahui sejauh mana program KB telah dijalankan, apakah sesuai dengan perencanaan, dan apakah ada tantangan yang perlu segera diatasi. Data yang teratur dan akurat meningkatkan akuntabilitas lembaga-lembaga pelaksana program, sehingga anggaran dan sumber daya yang dialokasikan dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satu latar belakang kegiatan ini adalah penguatan dan integrasi data lapangan dengan Sistem Informasi Keluarga (SIGA) yang dikembangkan oleh BKKBN. Pengumpulan data yang terintegrasi dalam sistem digital ini memungkinkan akses yang lebih cepat dan efisien terhadap informasi, serta membantu mengurangi kesalahan dalam pelaporan data. Melalui SIGA, pelaporan data dari berbagai daerah dapat langsung dikumpulkan dan diolah secara real-time, memungkinkan pemangku kebijakan untuk segera merespons perkembangan di lapangan. Data pengendalian lapangan dan pelayanan KB juga memberikan gambaran tentang kualitas layanan kesehatan reproduksi yang diterima oleh masyarakat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan mencapai target sasaran. Jika ditemukan kekurangan dalam layanan, data ini akan membantu BKKBN dan instansi terkait melakukan perbaikan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi di seluruh Indonesia. Pengumpulan dan pengolahan data lapangan membantu memastikan distribusi alat kontrasepsi yang merata dan tepat sasaran. Hal ini sangat penting, terutama di daerah terpencil dan tertinggal, di mana akses terhadap alat kontrasepsi sering kali menjadi tantangan. Data dari pengendalian lapangan akan mengidentifikasi daerah-daerah yang membutuhkan lebih banyak pasokan alat kontrasepsi, sehingga distribusi dapat disesuaikan dengan kebutuhan setempat.
Tujuan Kegiatan
1. Menyediakan Data yang Akurat dan Terpadu 2. Mendukung Perencanaan dan Pengambilan Keputusan yang Tepat. 3. Memantau Capaian Program Keluarga Berencana. 4. Mengevaluasi Efektivitas Layanan KB. 5. Mengidentifikasi Kesenjangan dalam Pelayanan 6. Memastikan Pemenuhan Target Pembangunan Nasional dan Internasional 7. Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Program 8. Meningkatkan Efisiensi dan Kualitas Pelayanan Keluarga Berencana 9. Mendukung Pengembangan Sistem Informasi Keluarga 10. Mengurangi Kesenjangan Regional dalam Layanan KB
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2026-02-05 s.d. 2026-02-28
Desain
2026-02-05 s.d. 2026-02-28
Pengumpulan Data
2026-03-05 s.d. 2026-12-31
Pengolahan Data
2026-03-15 s.d. 2026-12-31
Analisis
2026-04-01 s.d. 2026-12-31
Diseminasi Hasil
2026-04-15 s.d. 2026-12-31
Evaluasi
2026-04-20 s.d. 2026-12-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Laporan Pengendalian Lapangan | K00830 ( Keluarga Berencana ) | upaya mengatur kelahiran anak, jarak, dan usia ideal melahirkan, serta mengatur kehamilan terutama menggunakan kontrasepsi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas | Laporan Tiap Bulan berjalan |
| Laporan Pelayanan KB | K00970 ( Kontrasepsi ) | Bagian dari populasi perempuan kawin berusia 15—49 tahun yang masih haid yang menggunakan metode kontrasepsi berbasis medis atau teknologi, seperti sterilisasi, alat kontrasepsi dalam rahim/ intrauterine device (IUD), implan, dan pil, dengan tujuan menunda, mengatur jarak kelahiran, atau membatasi jumlah kelahiran | Laporan Tiap Bulan berjalan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
BULANAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA BARAT | BANDUNG |
Wawancara, Pengumpulan data sekunder, Lainnya : pengisian formulir
Sarana Pengumpulan Data
PAPI, CAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Petugas Lapangan KB dan Kader KB
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Ya
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Kunjungan kembali (revisit), Taskforce
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 25
Pengumpul data/enumerator: 31
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF_DAN_INFERENSIA
Unit Analisis
Individu, Rumah Tangga
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota, Lainnya : Kecamatan
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Ya
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2026-04-15;
Digital (softcopy): 2026-04-15;
Data Mikro: 2026-04-15;
Variabel Kegiatan
-
Cara mencegah kehamilan dengan menggunakan alat/obat pencegah kehamilan seperti spiral, kondom, pil anti hamil, dll atau dengan metode alami yang dipercaya dapat mencegah kehamilan seperti pantang berkala, senggama terputus, metode menyusui alami, dan lainnya.
-
Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga yang selanjutnya disebut Program KKBPK adalah upaya terencana dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas melalui pengaturan kelahiran anak, jarak, dan usia ideal melahirkan, serta mengatur kehamilan
-
Banyaknya akseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di mana MKJP adalah alat kontrasepsi yang digunakan untuk menunda, menjarangkan kehamilan, serta menghentikan kesuburan yang digunakan dengan jangka panjang yang meliputi Intra Uterin Device (IUD), Intra atau susuk dan Kontrasepsi Mantap.
-
bagian dari seluruh pasangan usia subur (usia 15—49 tahun) yang menjalani program keluarga berencana yang pencegahan kehamilannya dilakukan dengan cara yang efektif untuk jangka waktu yang lama
Indikator Kegiatan
-
Bagian dari populasi perempuan kawin usia 15—49 tahun yang masih haid yang menggunakan metode kontrasepsi berbasis medis atau teknologi, seperti sterilisasi, alat kontrasepsi dalam rahim/intrauterine device (IUD), implan, dan pil, dengan tujuan menunda, mengatur jarak kelahiran, atau membatasi jumlah kelahiran.
-
Angka yang menunjukkan bagian dari seluruh wanita usia reproduksi (15—49 tahun) yang berkebutuhan mengikuti program keluarga berencana (KB) namun belum terpenuhi.
-
Angka yang menggambarkan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan seorang perempuan selama masa usia suburnya.
-
Bagian dari perempuan berusia reproduksi 15- 49 tahun (wanita usia subur/WUS) atau berstatus kawin yang tidak ingin memiliki anak lagi (limiting) atau ingin menunda memiliki anak (spacing) dan menggunakan metode kontrasepsi modern.
-
Bagian dari perempuan berumur 15—49 tahun berstatus kawin yang tidak ingin memiliki anak lagi (limiting) atau ingin menunda memiliki anak (spacing) menggunakan metode kontrasepsi modern.