Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Kebencanaan Daerah Istimewa Yogyakarta 2024
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Kebencanaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Sektor Publik Perpajakan dan Regulasi Pasar
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Penanggulangan Bencana Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Kenari No.14A, Semaki, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55166
| Telepon: | 0274 555836 |
| Faksimile: | 0274 554206 |
| Email: | bpbd@jogjaprov.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Badan Penanggulangan Bencana Daerah |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | R. Tito Asung Kumoro Wicaksono, S.T., M.Eng. |
| Jabatan: | Plt. Sekretaris BPBD DIY |
| Alamat: | Jl. Kenari No.14 A, Semaki, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta |
| Telepon: | 0274555836 |
| Faksimile: | 0274554206 |
| Email: | bpbd@jogjaprov.go.id |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanDaerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kejadian dan bencana yang beragam. Hal itu mendorong pemerintah dan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melaksanakan pengurangan risiko bencana (PRB) dalam setiap tahap pembangunan. Sejarah bencana mengidentifikasikan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki 14 (empat belas) potensi bahaya. Potensi bahaya tersebut antara lain banjir, banjir bandang, Covid-19, cuaca ekstrim, epidemi dan wabah penyakit, gelombang ekstrim dan abrasi, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan, kegagalan teknologi, kekeringan, erupsi gunung api, likuifaksi, tanah longsor dan tsunami (Kajian Risiko Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta, 2022, Rencana Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta, 2022). Pengurangan risiko bencana di daerah dapat dilaksanakan dengan mengintegrasikan pembangunan dan pengurangan risiko bencana. Proses pengintegrasian pembangunan dan pengurangan risiko bencana membutuhkan identifikasi potensi bencana di daerah yang dilaksanakan dengan kajian Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI) Daerah Istimewa Yogyakarta. Data DIBI akan menghasilkan identifikasi kejadian dan bencana berdasarkan bencana alam, non alam, dan sosial. Analisis DIBI akan menghasilkan data kejadian dan bencana Daerah Istimewa Yogyakarta, dampak kejadian utama, studi kasus, dan upaya penanggulangan bencana . DIBI juga disusun guna memastikan bahwa potensi risiko teridentifikasi sehingga langkah-langkah untuk mengantisipasinya dapat direncanakan.
Tujuan Kegiatan
1. Menyusun baseline Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI) di wilayah DIY Tahun 2024 2. Keterbukaan Informasi dan pemenuhan hak warga negara atas informasi kebencanaan di Daerah Istimewa Yogyakarta 3. Menyediakan rujukan kepada pemerintah DIY dan para pihak dalam upaya pengelolaan risiko bencana dan memastikan langkah-langkah mengantisipasi sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-01-05 s.d. 2024-01-16
Desain
2024-01-08 s.d. 2024-01-12
Pengumpulan Data
2024-01-22 s.d. 2024-12-31
Pengolahan Data
2024-02-01 s.d. 2025-01-03
Analisis
2024-02-05 s.d. 2025-01-06
Diseminasi Hasil
2025-06-02 s.d. 2025-06-02
Evaluasi
2025-07-15 s.d. 2025-07-15
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Jumlah Kejadian Bencana | Bencana | Banyaknya kejadian peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. | setahun yang lalu |
| Jumlah Korban Bencana | Korban, Bencana | Banyaknya orang yang mengalami kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dampak psikologis, dan meninggal dunia akibat kecelakaan, bencana, dan/atau kondisi membahayakan manusia. | setahun yang lalu |
| Jumlah Korban Terluka Akibat Bencana | Korban, Bencana | Banyaknya orang yang mengalami luka-luka atau sakit, dalam keadaan luka ringan, maupun luka parah/berat, akibat bencana. | setahun yang lalu |
| Jumlah kasus kebakaran hutan dan lahan | Kebakaran Hutan | Banyaknya kasus dimana hutan dan lahan dilanda api, sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan lahan yang menimbulkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan. | setahun yang lalu |
| Jumlah kejadian banjir | Banjir | Banyaknya kejadian dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. | setahun yang lalu |
| Jumlah kejadian kekeringan | Kekeringan | Banyaknya kasus dimana ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Adapun yang dimaksud kekeringan di bidang pertanian adalah kekeringan yang terjadi di lahan pertanian yang ada tanaman (padi, jagung, kedelai dan lain-lain) yang sedang dibudidayakan . | setahun yang lalu |
| Jumlah kejadian gempa bumi | Gempa Bumi | Banyaknya kejadian getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan. | setahun yang lalu |
| Jumlah kejadian letusan gunung api | Letusan gunung api | Banyaknya kejadian aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah “erupsi”. Bahaya letusan gunung api dapat berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar. | setahun yang lalu |
| Jumlah kejadian tanah longsor | Tanah Longsor | Banyaknya kejadian dimana satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng. | setahun yang lalu |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| DI YOGYAKARTA | KULON PROGO |
| DI YOGYAKARTA | BANTUL |
| DI YOGYAKARTA | GUNUNG KIDUL |
| DI YOGYAKARTA | SLEMAN |
| DI YOGYAKARTA | KOTA YOGYAKARTA |
Pengumpulan data sekunder, Lainnya : Aplikasi Pamor
Sarana Pengumpulan Data
PAPI, Mail, Lainnya : Media Sosial
Unit Pengumpulan Data
Individu, Lainnya : BPBP Kabupaten/Kota
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Lainnya : FGD
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 4
Pengumpul data/enumerator: 12
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataData Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Individu, Lainnya : BPBP Kabupaten/Kota
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Ya
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2025-07-17;
Data Mikro: 2025-07-17;
Variabel Kegiatan
-
Jenis peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat.
-
Perbedaan antara perempuan dengan laki-laki secara fisiologis yang ditandai dengan ciri-ciri fisik tertentu. Jenis kelamin terbagi atas perempuan dan laki-laki.
-
Keadaan orang yang ditemukan setelah mengalami penderitaan, meninggal dunia, atau hilang akibat, kecelakaan, bencana, dan/atau kondisi membahayakan jiwa manusia dan membutuhkan pertolongan dengan teknologi, sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, prosedur kerja, dan/atau terjadi di lokasi yang sulit dijangkau.
-
Orang atau sekelompok orang yang menderita atau meninggal dunia akibat bencana.
Indikator Kegiatan
-
Banyaknya orang yang mengalami kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dampak psikologis, dan meninggal dunia akibat kecelakaan, bencana, dan/atau kondisi membahayakan manusia.
-
Banyaknya kejadian peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.