Detail Metadata Kegiatan Statistik
Survei Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanSurvei Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Lingkungan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-25.7100.001
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Utara
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. 17 Agustus No. 69 Manado
| Telepon: | 816237367 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dlh@sulutprov.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Sekretariat Dinas Provinsi Sulawesi Utara |
| Eselon 2: | Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Danso Ayhuan, S.Pi |
| Jabatan: | Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan |
| Alamat: | Jl 17 Agustus No 69 |
| Telepon: | 0816237367 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dansoayhuan340@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanUndang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menegaskan bahwa salah satu kewenangan dan kewajiban pemerintah daerah adalah melaksanakan pengendalian dan pelestarian lingkungan hidup. Selanjutnya, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengatur kewenangan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan pemantauan kualitas lingkungan, termasuk sumber air. Sejalan dengan hal tersebut, diperlukan data yang komprehensif mengenai kualitas lingkungan hidup di Provinsi Sulawesi Utara. Survei Indeks Kualitas Lingkungan Hidup diselenggarakan untuk menghasilkan informasi statistik mengenai kualitas air, udara, air laut, dan tutupan lahan sebagai dasar penyusunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), yang akan mendukung perumusan kebijakan pembangunan berkelanjutan di daerah
Tujuan Kegiatan
Menyediakan data dan informasi statistik sektoral mengenai kualitas lingkungan hidup di Provinsi Sulawesi Utara.Mengukur indikator kualitas lingkungan, yang meliputi Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), Indeks Kualitas Air Laut (IKAL), dan Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL).Menyusun Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebagai ukuran komposit kondisi lingkungan di daerah.Mendukung perumusan, evaluasi, dan pengendalian kebijakan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Utara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-01-01 s.d. 2025-03-31
Desain
2025-01-01 s.d. 2025-03-31
Pengumpulan Data
2025-04-01 s.d. 2025-11-30
Pengolahan Data
2025-04-01 s.d. 2025-12-31
Analisis
2026-01-01 s.d. 2026-02-27
Diseminasi Hasil
2026-02-01 s.d. 2026-02-27
Evaluasi
2026-02-01 s.d. 2026-02-28
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Lahan Kritis | Lahan Kritis | Lahan dengan kondisi rusak yang menurunkan fungsi ekologis (erosi, alih fungsi, tambang). | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
| Kerapatan Vegetasi | Kerapatan Vegetasi | Kondisi kehijauan vegetasi hasil pengolahan citra satelit. | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
| Luas Lahan/Hutan | Luas Lahan/Hutan | Luas wilayah yang secara administratif atau ekologis dikategorikan sebagai kawasan hutan (hutan lindung, hutan produksi, hutan konservasi) maupun lahan non-hutan, berdasarkan hasil inventarisasi kehutanan dan citra satelit. | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
| Karbon Monoksida | Karbon Monoksida | Gas beracun tanpa warna dan bau dari pembakaran tidak sempurna. | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
| Ozon Troposfer | Ozon Troposfer | Gas sekunder terbentuk dari reaksi NOx & VOCs di bawah sinar matahari. | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
| Nitrogen Dioksida | Nitrogen Dioksida | Gas hasil pembakaran mesin kendaraan dan industri. | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
| Sulfur Dioksida | Sulfur Dioksida | Gas pencemar dari pembakaran batu bara, minyak, dan kegiatan industri. | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
| Partikel Debu Halus | Partikel Debu Halus | Partikel debu halus berdiameter = 10 µm atau 2,5 µm yang dapat terhirup masuk ke sistem pernapasan. | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
| Derajat Keasaman (pH) | Derajat Keasaman (pH) | Derajat Keasaman (pH) adalah tingkat keasaman atau kebasaan dari suatu cairan. | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
| Total Suspended Solid | Total Suspended Solid | Jumlah padatan tersuspensi (lumpur, tanah, partikel organik/anorganik) dalam air. | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
| Chemical Oxygen Demand | Chemical Oxygen Demand | Kebutuhan oksigen secara kimia untuk menguraikan bahan organik/anorganik dalam air | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
| Biochemical Oxygen Demand | Biochemical Oxygen Demand | Kebutuhan oksigen oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik di air selama 5 hari inkubasi | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
| Dissolved Oxygen | Dissolved Oxygen | Jumlah oksigen yang terlarut dalam air yang tersedia bagi organisme akuatik untuk respirasi. | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
| Suhu | Suhu | Besaran derajat panas atau dingin air laut yang memengaruhi aktivitas metabolisme biota perairan, kelarutan oksigen, serta keseimbangan ekosistem laut. | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
| Kecerahan / Turbiditas | Kecerahan / Turbiditas | Tingkat kejernihan air laut yang menunjukkan kemampuan cahaya menembus kolom air, dipengaruhi oleh partikel tersuspensi, plankton, sedimen, atau pencemaran. | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
| Salinitas | Salinitas | Tingkat konsentrasi garam terlarut (NaCl dan mineral lain) dalam air laut, yang menentukan keseimbangan osmotik dan jenis organisme yang dapat hidup di dalamnya. | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
| Amoniak | Amoniak | Senyawa hasil dekomposisi bahan organik atau limbah domestik/industri yang dapat bersifat racun bagi organisme laut dalam konsentrasi tinggi. | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
| Minyak & Lemak | Minyak & Lemak | Senyawa hidrokarbon, trigliserida, atau fraksi minyak bumi yang mencemari perairan laut, berpotensi menghambat penetrasi cahaya dan mengganggu biota perairan. | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
| Logam Berat | Logam Berat | Unsur logam dengan densitas tinggi seperti merkuri (Hg), timbal (Pb), kadmium (Cd) yang bersifat toksik, dapat terakumulasi dalam jaringan organisme laut, dan berisiko bagi kesehatan manusia melalui rantai makanan. | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
| Coliform | Coliform | Kelompok bakteri (misalnya Escherichia coli) yang digunakan sebagai indikator adanya pencemaran biologis dari limbah domestik/fekal di perairan laut. | Tahun 2025 (Musim Hujan dan Kemarau) |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| SULAWESI UTARA | BOLAANG MONGONDOW |
| SULAWESI UTARA | MINAHASA |
| SULAWESI UTARA | KEPULAUAN SANGIHE |
| SULAWESI UTARA | KEPULAUAN TALAUD |
| SULAWESI UTARA | MINAHASA SELATAN |
| SULAWESI UTARA | MINAHASA UTARA |
| SULAWESI UTARA | BOLAANG MONGONDOW UTARA |
| SULAWESI UTARA | SIAU TAGULANDANG BIARO |
| SULAWESI UTARA | MINAHASA TENGGARA |
| SULAWESI UTARA | BOLAANG MONGONDOW SELATAN |
| SULAWESI UTARA | BOLAANG MONGONDOW TIMUR |
| SULAWESI UTARA | KOTA MANADO |
| SULAWESI UTARA | KOTA BITUNG |
| SULAWESI UTARA | KOTA TOMOHON |
| SULAWESI UTARA | KOTA KOTAMOBAGU |
Wawancara, Pengamatan, Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : sampel (udara, air, air laut, lahan)
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelSINGLE_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_NONPROBABILITAS
Metode yang Digunakan
PURPOSIVE_SAMPLING
Unit Sampel
Titik amatan (Sungai, Koordinat Tertentu Di Laut, Posisi AQMS (Air Quality Monitoring Sistem))
Unit Observasi
Kualitas Air, Kualitas Air Laut, Kualitas Udara Ambien, Luas Tutupan Lahan
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma I/II/III
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 2
Pengumpul data/enumerator: 10
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Air, Udara, Air Laut, Tutupan Lahan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Provinsi
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2026-03-02;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Gas sekunder terbentuk dari reaksi NOx & VOCs di bawah sinar matahari.
-
Unsur logam dengan densitas tinggi seperti merkuri (Hg), timbal (Pb), kadmium (Cd) yang bersifat toksik, dapat terakumulasi dalam jaringan organisme laut, dan berisiko bagi kesehatan manusia melalui rantai makanan.
-
Derajat Keasaman (pH) adalah tingkat keasaman atau kebasaan dari suatu cairan.
-
Kebutuhan oksigen secara kimia untuk menguraikan bahan organik/anorganik dalam air
-
Gas pencemar dari pembakaran batu bara, minyak, dan kegiatan industri.
-
Besaran derajat panas atau dingin air laut yang memengaruhi aktivitas metabolisme biota perairan, kelarutan oksigen, serta keseimbangan ekosistem laut.
-
Jumlah padatan tersuspensi (lumpur, tanah, partikel organik/anorganik) dalam air.
-
Tingkat konsentrasi garam terlarut (NaCl dan mineral lain) dalam air laut, yang menentukan keseimbangan osmotik dan jenis organisme yang dapat hidup di dalamnya.
-
Jumlah oksigen yang terlarut dalam air yang tersedia bagi organisme akuatik untuk respirasi.
-
Partikel debu halus berdiameter = 10 µm atau 2,5 µm yang dapat terhirup masuk ke sistem pernapasan.
-
Lahan dengan kondisi rusak yang menurunkan fungsi ekologis (erosi, alih fungsi, tambang).
-
Kelompok bakteri (misalnya Escherichia coli) yang digunakan sebagai indikator adanya pencemaran biologis dari limbah domestik/fekal di perairan laut.
-
Gas beracun tanpa warna dan bau dari pembakaran tidak sempurna.
-
Senyawa hasil dekomposisi bahan organik atau limbah domestik/industri yang dapat bersifat racun bagi organisme laut dalam konsentrasi tinggi.
-
Kondisi kehijauan vegetasi hasil pengolahan citra satelit.
-
Senyawa hidrokarbon, trigliserida, atau fraksi minyak bumi yang mencemari perairan laut, berpotensi menghambat penetrasi cahaya dan mengganggu biota perairan.
-
Tingkat kejernihan air laut yang menunjukkan kemampuan cahaya menembus kolom air, dipengaruhi oleh partikel tersuspensi, plankton, sedimen, atau pencemaran.
-
Kebutuhan oksigen oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik di air selama 5 hari inkubasi
-
Gas hasil pembakaran mesin kendaraan dan industri.
-
Luas wilayah yang secara administratif atau ekologis dikategorikan sebagai kawasan hutan (hutan lindung, hutan produksi, hutan konservasi) maupun lahan non-hutan, berdasarkan hasil inventarisasi kehutanan dan citra satelit.
Indikator Kegiatan
-
Ukuran komposit yang menggambarkan kondisi kualitas perairan laut berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi utama. IKAL digunakan untuk menilai tingkat pencemaran dan kesehatan ekosistem laut, serta menentukan apakah perairan laut layak untuk kegiatan perikanan, pariwisata, transportasi, dan ekosistem pesisir.
-
Perubahan luas lahan/hutan adalah selisih luas tutupan hutan atau lahan alami pada dua periode waktu tertentu yang menggambarkan dinamika deforestasi, degradasi, atau rehabilitasi lahan.
-
Indeks yang menggambarkan daya dukung ekologis suatu wilayah berdasarkan tutupan vegetasi alami, luas hutan, dan perubahan lahan.
-
Indeks yang menunjukkan kualitas udara ambien suatu wilayah berdasarkan konsentrasi polutan utama dibandingkan dengan baku mutu.
-
Nilai yang menggambarkan kualitas Lingkungan Hidup dalam suatu wilayah pada waktu tertentu, yang merupakan nilai komposit dari Indeks Kualitas Air, Indeks Kualitas Udara, Indeks Kualitas Lahan, dan Indeks Kualitas Air Laut.
-
Indeks yang menggambarkan kualitas badan air permukaan (sungai, danau, waduk) berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi dibandingkan dengan baku mutu.
-
Persentase tutupan vegetasi alami adalah proporsi luas daratan suatu wilayah yang masih ditutupi oleh vegetasi alami (hutan primer, hutan sekunder, padang rumput alami, rawa, dan ekosistem alami lainnya) dibandingkan dengan total luas daratan wilayah tersebut.