Detail Metadata Kegiatan Statistik
Survei Indeks Harmoni Indonesia Kabupaten Cilacap 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanSurvei Indeks Harmoni Indonesia Kabupaten Cilacap
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Lingkungan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Cilacap
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. D.I. Panjaitan No. 1, Kelurahan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap
| Telepon: | (0282) 534118 |
| Faksimile: | (0282) 534118 |
| Email: | kesbangpol@cilacapkab.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | JAROT PRASOJO, S.Sos.,M.Si |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Titi Sugiarti, S.Sos.,M.Si |
| Jabatan: | Kepala Bidang Ketahanan Bangsa |
| Alamat: | JL. SAWO NO. 176 RT 004 RW 007 KELURAHAN TEGALREJA KECAMATAN CILACAP SELATAN KABUPATEN CILACAP |
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | giarti1967@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanKabupaten Cilacap sebagai salah satu daerah strategis di Provinsi Jawa Tengah dikenal dengan tingkat keberagaman masyarakatnya yang tinggi. Perbedaan latar belakang suku, agama, budaya, dan kelompok sosial di wilayah ini telah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Cilacap. Keberagaman tersebut merupakan aset penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan toleran. Namun, di tengah arus globalisasi, dinamika politik, dan tantangan sosial ekonomi, potensi disintegrasi atau konflik horizontal tetap perlu diantisipasi melalui langkah-langkah pengawasan dan pengukuran sosial yang terstruktur. Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) menjadi salah satu instrumen penting untuk mengetahui sejauh mana masyarakat Cilacap merasakan kehidupan yang rukun, setara, dan saling menghargai. Survei ini menggali dimensi-dimensi penting dalam hubungan sosial, seperti tingkat toleransi, kesetaraan dalam perlakuan sosial, serta adanya kerja sama lintas kelompok. Melalui pendekatan data yang valid dan terukur, IHaI memberikan gambaran faktual mengenai kondisi harmoni sosial yang ada di lapangan. Hasil pengukuran ini akan menjadi bahan rujukan bagi Pemerintah Daerah, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merancang kebijakan strategis yang berpihak pada penguatan kohesi sosial. Selain itu, IHaI juga membantu dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang berpotensi mengganggu kerukunan warga serta memberikan arah kebijakan yang responsif terhadap dinamika masyarakat lokal. Dengan hadirnya Indeks Harmoni Indonesia, diharapkan tumbuh kesadaran bersama di kalangan masyarakat Kabupaten Cilacap mengenai pentingnya merawat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi, demi menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan berkelanjutan bagi semua golongan.
Tujuan Kegiatan
Mengukur tingkat harmoni sosial masyarakat. Mendeteksi potensi konflik atau ketegangan sosial. Menyediakan data empiris untuk perumusan kebijakan. Menilai efektivitas program penguatan nilai kebangsaan dan toleransi. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup rukun dan inklusif. Membandingkan tingkat harmoni antarwilayah sebagai bahan evaluasi dan replikasi kebijakan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-01-01 s.d. 2025-02-28
Desain
2025-03-01 s.d. 2025-03-03
Pengumpulan Data
2025-03-03 s.d. 2025-03-24
Pengolahan Data
2025-03-26 s.d. 2025-04-30
Analisis
2025-05-01 s.d. 2025-05-10
Diseminasi Hasil
2025-05-15 s.d. 2025-05-30
Evaluasi
2025-06-01 s.d. 2025-06-05
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Harmoni Ekonomi | Harmoni Ekonomi | Harmoni Ekonomi mencerminkan sejauh mana masyarakat merasakan adanya keadilan dan kesetaraan dalam hal akses terhadap sumber daya ekonomi, pekerjaan, dan penghidupan yang layak. Dalam dimensi ini juga terlihat bagaimana masyarakat dari berbagai latar belakang sosial dapat bekerja sama dan tidak mengalami diskriminasi ekonomi berdasarkan suku, agama, atau status sosial. | Tahunan |
| Harmoni Sosial | Harmoni Sosial | Harmoni Sosial adalah kondisi di mana individu dan kelompok dalam masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, serta berinteraksi secara positif tanpa adanya konflik sosial yang signifikan. Harmoni sosial mencerminkan hubungan yang seimbang antara berbagai elemen masyarakat dalam aspek toleransi, kepercayaan, interaksi, dan solidaritas sosial. | Tahunan |
| Harmoni Budaya | Harmoni Budaya | Harmoni Budaya/Kultural adalah kondisi di mana masyarakat dengan berbagai latar belakang budaya, adat, dan tradisi dapat hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, serta berinteraksi secara positif tanpa adanya konflik atau diskriminasi berbasis budaya. Harmoni budaya mencerminkan tingkat penerimaan, kerja sama, serta keterbukaan masyarakat dalam menghadapi keberagaman budaya yang ada. | Tahunan |
| Harmoni Keberagamaan/ Religius | Harmoni Keberagamaan/ Religius | Harmoni Religius adalah kondisi di mana individu dan kelompok dengan latar belakang agama yang berbeda dapat hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, serta memiliki toleransi dalam menjalankan keyakinan masing-masing tanpa adanya konflik atau diskriminasi berbasis agama. Harmoni religius mencerminkan keseimbangan dalam kebebasan beragama, interaksi antarumat, serta penerimaan terhadap keberagaman keyakinan di masyarakat. | Tahunan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA TENGAH | CILACAP |
Mengisi Kuesioner Sendiri
Sarana Pengumpulan Data
CAWI, Mail
Unit Pengumpulan Data
Individu
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelSINGLE_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_NONPROBABILITAS
Metode yang Digunakan
QUOTA_SAMPLING
Unit Sampel
Individu
Unit Observasi
Masyarakat Kabupaten Cilacap
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Ya
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Taskforce
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 2
Pengumpul data/enumerator: 2
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF_DAN_INFERENSIA
Unit Analisis
Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2025-07-15;
Digital (softcopy): 2025-10-15;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Dimensi sosial merupakan aspek Indeks Harmoni Indonesia yang menggambarkan kualitas hubungan sosial antarwarga. Nilai dimensi ini diukur dari tingkat toleransi, kepedulian sosial, rasa aman, dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal.
-
Dimensi keberagamaan merupakan aspek Indeks Harmoni Indonesia yang menggambarkan tingkat toleransi, kerukunan, dan partisipasi antarumat beragama. Nilainya diperoleh dari persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan ibadah, hubungan antarumat, serta kegiatan lintas agama yang memperkuat persatuan.
-
Dimensi budaya merupakan bagian dari Indeks Harmoni Indonesia yang menilai tingkat penghargaan dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Nilai ini diukur berdasarkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan budaya, keterbukaan terhadap perbedaan budaya, dan pemeliharaan identitas budaya daerah.
-
Dimensi ekonomi merupakan aspek dari Indeks Harmoni Indonesia yang menggambarkan tingkat kesejahteraan dan pemerataan ekonomi masyarakat. Nilainya diperoleh dari hasil survei terhadap persepsi masyarakat mengenai kemampuan ekonomi rumah tangga, keadilan ekonomi, dan akses terhadap sumber daya ekonomi.
Indikator Kegiatan
-
Ukuran komposit yang menggambarkan tingkat keharmonisan kehidupan masyarakat Indonesia.