Detail Metadata Kegiatan Statistik
Survei Pembangunan Pemuda Kabupaten Tangerang 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanSurvei Pembangunan Pemuda Kabupaten Tangerang
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Demografi dan Kependudukan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-25.3603.003
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Tangerang
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Komplek Perkantoran Tigaraksa Jl.KH. Somawinata No.1 Kel.Kadu Agung Kec.Tigaraksa Kab.Tangerang
| Telepon: | (021) 5994156 |
| Faksimile: | (021) 599420 |
| Email: | kabtangerangbappeda@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tangerang |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Dra. Upit Kurniasih, M.Si. |
| Jabatan: | Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Daerah |
| Alamat: | Jalan H. Somawinata Blok D No 1, Tigaraksa, Tangerang, Banten |
| Telepon: | 081310345666 |
| Faksimile: | - |
| Email: | kurniasihupit@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanKriteria pemuda dapat dilihat dari tiga sudut pandang, yaitu menyangkut batasan usia pemuda, sifat atau karakteristik pemuda, dan tujuan. Posisi pemuda yang dimaksudkan adalah mereka yang berusia 16 tahun hingga usia 29 tahun lebih atau menjelang usia 30 tahun. Tiga sudut pandang terkait pemuda menjadi pertimbangan dalam keterlibatan pada pembangunan. Pemuda menempati posisi yang sangat strategis yang mampu menciptakan hal-hal luar biasa termasuk faktor perubahan yang fundamental. Pemuda memiliki peran besar dan kontribusi aktif melalui gerakan perubahan pada kehidupan bermasyarakat. Agent of change memiliki pengaruh dalam merawat dan mengokohkan nilai-nilai baik nilai-nilai kejujuran, gotong royong, empati, keadilan. Pemuda sebagai agen perubahan melakukan berbagai tahapan kegiatan baru dan inovatif yang membutuhkan regulasi/kebijakan guna menjamin keberlangsungan pelaksanaan kegiatan.Kebijakan pembangunan pemuda menjadi dasar dalam merumuskan kegiatan yang dilakukan secara inklusif, setara, dan merata di daerah perdesaan dan perkotaan. Pendekatan pembangunan pemuda memanfaatkan kebijakan pembangunan lokal. Kebijakan memiliki pendekatan teritorial dalam pembangunan yang mempertimbangkan pemanfaatan potensi pembangunan masing masing wilayah yang bersifat strategis bagi pertumbuhan daerah dan kota. Kebijakan pembangunan pemuda disertakan dengan penguatan kapasitas yang menekankan pada pemanfaatan berbagai potensi yang terdapat di daerah. Pemerintah memfokuskan pembangunan kepemudaan kepada seluruh pemuda dengan prioritas target ke arah peningkatan kualitas pemuda, baik dari sisi pendidikan, keterampilan, maupun karakter dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam mencapai keberhasilannya. Keberhasilan pembangunan pemuda diukur dengan berbagai kriteria dan metode salah satunya melalui Indeks Pembangunan Pemuda.Tingkat pencapaian pembangunan pemuda diukur dengan menggunakan Indeks Pembangunan Pemuda, tidak hanya bermakna bagi optimalisasi peningkatan peran atau partisipasi pemuda dalam pembangunan berdasarkan potensi yang dimiliki, namun juga bermakna dalam konteks penyiapan masa depan bangsa. Pembangunan pemuda sendiri dapat ditelisik melalui 3 (tiga) lapisan, yakni: (1) pembangunan individu, (2) penghidupan dan kesejahteraan, serta (3) partisipasi dalam berbagai bidang kehidupan. Kaum muda mencari keterlibatan yang bermakna dalam layanan, sistem, lembaga, dan komunitas tempat mereka terlibat. Budaya pemuda memiliki peluang besar untuk memperkuat hubungan antar budaya, dan mendorong partisipasi dalam platform sipil, politik dan demokrasi. Kepemimpinan pemuda menjadi bentuk partisipasi yang nyata dalam memperkuat kapasitas mereka. Media komunikasi yang mudah di akses serta minimnya akses terhadap ruang partisipasi masyarakat oleh pemuda pada usia 16-30 tahun menjadi penyebab rendahnya partisipasi dan kepemimpinan pemuda. Partisipasi pemuda merupakan proses pelibatan generasi muda dalam institusi dan pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka dengan meningkatkan pendanaannya untuk organisasi masyarakat dan lembaga sipil; asosiasi nasional telah memperluas dukungan mereka terhadap inisiatif lokal; dan organisasi perantara telah memperluas pelatihan dan bantuan teknis.Penelitian tentang kepemudaan melingkupi kebijakan pembangunan berupa model program intervensi yang menjamin pemuda serta meningkatkan kualitas kesejahteraan. Namun masih minim sekali penelitian mengenai pengembangan pemuda yang ditinjau dari perspektif kebutuhan pada setiap Kawasan Dalam sebuah daerah. Untuk itu, penelitian ini, mengisi kekosongan pengetahuan terkait pengembangan pemuda dengan basis perspektif kebutuhan pada Kawasan di Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menyajikan data lapangan secara empiris mengenai pengembangan pemuda setiap Kawasan pada Kabupaten Tangerang. Pengembangan pemuda ditinjau dari aspek kebijakan yang menyasar seluruh pemuda, partisipasi pemuda dalam pembangunan serta kemampuan pemuda sebagai agen perubahan. Hal ini guna melengkapi argumentasi kebijakan terhadap capaian Indeks Pembangunan Pemuda yang ada.
Tujuan Kegiatan
Menghasilkan gambaran tingkat Pembangunan Pemuda Kabupaten Tangerang melalui Indeks Pembangunan Pemuda (IPP)
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-01-02 s.d. 2025-01-28
Desain
2025-02-01 s.d. 2025-02-28
Pengumpulan Data
2025-02-24 s.d. 2025-03-09
Pengolahan Data
2025-03-10 s.d. 2025-03-16
Analisis
2025-03-17 s.d. 2025-03-23
Diseminasi Hasil
2025-03-24 s.d. 2025-03-30
Evaluasi
2025-03-31 s.d. 2025-03-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Rata-Rata Lama Sekolah | Rata-Rata Lama Sekolah | Rata-rata jumlah tahun yang ditempuh oleh penduduk berusia 16-30 tahun untuk menempuh semua jenjang pendidikan yang pernah dijalani. | Setahun terakhir |
| Angka Partisipasi Kasar (APK) Sekolah Menengah | Angka Partisipasi Kasar (APK) Sekolah Menengah | Persentase siswa di SMP dan SMA dalam kelompok usia 13-18 tahun. | Setahun terakhir |
| Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi | Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi | Proporsi mahasiswa pada jenjang perguruan tinggi (D-1 sampai S-3) dalam kelompok usia 19-23 tahun | Setahun terakhir |
| Angka Kesakitan Pemuda | Angka Kesakitan Pemuda | Proporsi pemuda berusia 16-30 tahun yang mengalami masalah kesehatan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari selama satu bulan terakhir. | Setahun terakhir |
| Persentase Pemuda Korban Kejahatan | Persentase Pemuda Korban Kejahatan | Proporsi pemuda berusia 16-30 tahun yang menjadi korban tindak kejahatan dalam setahun terakhir. | Setahun terakhir |
| Persentase Pemuda Yang Merokok | Persentase Pemuda Yang Merokok | Persentase pemuda berusia 16-30 tahun yang pernah merokok dalam sebulan terakhir. | Setahun terakhir |
| Persentase Remaja Perempuan Yang Sedang Hamil | Persentase Remaja Perempuan Yang Sedang Hamil | Persentase remaja perempuan berusia 10-18 tahun yang sedang hamil dalam kelompok perempuan pernah kawin. | Setahun terakhir |
| Persentase Pemuda Wirausaha Kerah Putih | Persentase Pemuda Wirausaha Kerah Putih | Persentase pemuda berusia 16-30 tahun yang bekerja dengan status berusaha sendiri, berusaha dengan dibantu buruh tidak tetap, atau berusaha dengan dibantu buruh tetap dan jenis pekerjaan kerah putih (tenaga profesional atau teknisi, kepemimpinan atau ketatalaksanaan, pejabat pelaksana, atau tenaga tata usaha) yang dibagi dengan jumlah pemuda berusia 16-30 tahun. | Setahun terakhir |
| Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Pemuda | Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Pemuda | Persentase pemuda berusia 16-30 tahun yang mengikuti kegiatan sosial kemasyarakat dalam tiga bulan terakhir. | Setahun terakhir |
| Persentase Pemuda yang Mengikuti Kegiatan Sosial Kemasyarakatan | Persentase Pemuda yang Mengikuti Kegiatan Sosial Kemasyarakatan | Persentase pemuda berusia 16-30 tahun yang mengikuti kegiatan sosial kemasyarakat dalam tiga bulan terakhir. | Setahun terakhir |
| Persentase Pemuda yang Aktif Dalam Organisasi | Persentase Pemuda yang Aktif Dalam Organisasi | Persentase pemuda berusia 16-30 tahun yang mengikuti kegiatan organisasi yang memiliki keanggotaan, kepenguruan, dan aturan tertentu selain di tempat kerja dan sekolah dalam tiga bulan terakhir. | Setahun terakhir |
| Persentase Pemuda yang Memberikan Saran/ Pendapat dalam Rapat | Persentase Pemuda yang Memberikan Saran/ Pendapat dalam Rapat | Persentase pemuda berusia 16-30 tahun yang pernah mengikuti pertemuan (rapat) di lingkungan sekitar dalam setahun terakhir dan memberikan saran/pendapat dalam rapat tersebut. | Setahun terakhir |
| Angka Perkawinan Usia Anak | Angka Perkawinan Usia Anak | Persentase pemuda perempuan berusia 20-24 tahun yang saat perkawinan pertamanya berusia di bawah 18 tahun di antara seluruh perempuan berusia 20-24 tahun. | Setahun terakhir |
| Persentase Pemuda Perempuan Berusia 16- 24 Tahun yang sedang Menempuh Pendidikan Tingkat SMA ke Atas | Persentase Pemuda Perempuan Berusia 16- 24 Tahun yang sedang Menempuh Pendidikan Tingkat SMA ke Atas | Persentase pemuda perempuan berusia 16-24 tahun yang sedang bersekolah di jenjang SMA/ sederajat atau lebih tinggi. | Setahun terakhir |
| Persentase Pemuda Perempuan yang Bekerja di Sektor Formal | Persentase Pemuda Perempuan yang Bekerja di Sektor Formal | Persentase pemuda perempuan berusia 16-30 tahun yang bekerja di sektor formal. | Setahun terakhir |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| BANTEN | TANGERANG |
Wawancara
Sarana Pengumpulan Data
CAPI
Unit Pengumpulan Data
Individu, Rumah Tangga
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelMULTI_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_PROBABILITAS
Metode yang Digunakan
SYSTEMATIC_RANDOM_SAMPLING
Kerangka Sampel Tahap Terakhir
LIST_FRAME
Fraksi Sampel Keseluruhan
Tahap 1 Sampel Rukun Tetangga (RT) f1 = n(h) x [M(hi)/M(h)] dimana: f1 : fraksi sampling Rukun Tetangga (RT) n(h) : Jumlah Rukun Tetangga (RT) yang dgunakan sebagai Master Sampling Frame di starata ke-h (h = 1 untuk daerah perkotaan, h = 2 untuk daerah perdesaan) M(hi) : Jumlah Populasi Keluarga pada Rukun Tetangga (RT) i strata ke-h M(h) : Jumlah Populasi Keluarga pada strata ke-h pada sampling frame Tahap 2 Sampel Keluarga f2 = m(hi)/M(hi) dimana: f2 : fraksi sampling Keluarga m(hi) : Jumlah Sampel Keluarga pada Rukun Tetangga (RT) i strata ke-h M(hi) : Jumlah Populasi Keluarga pada Rukun Tetangga (RT) i strata ke-h Fraksi Sampling Keseluruhan (f) f = f1 x f2
Nilai Perkiraan Sampling Error Variabel Utama
5%
Unit Sampel
Keluarga
Unit Observasi
Keluarga
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Kunjungan kembali (revisit), Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 3
Pengumpul data/enumerator: 27
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataValidasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Rumah Tangga
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2025-03-31;
Digital (softcopy): 2025-03-31;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Keadaan responden yang menunjukkan ada atau tidaknya keluhan kesehatan yang dirasakan selama satu bulan terakhir, baik berupa gangguan kesehatan ringan maupun penyakit kronis.
-
Umur responden pada saat pertama kali melangsungkan perkawinan yang sah menurut hukum dan/atau adat, dinyatakan dalam satuan tahun penuh.
-
Panggilan lengkap seseorang sesuai dengan nama yang tercantum pada kartu keluarga (KK) atau kartu tanda penduduk (KTP).
-
Alamat lengkap tempat tinggal sekarang yang mencakup nama jalan, nomor rumah, lingkungan, dan keterangan lainnya seperti kode pos
-
Keikutsertaan responden dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang diselenggarakan di lingkungan tempat tinggal, seperti di tingkat RT, RW, dusun, atau desa, selama tiga bulan terakhir sebelum pelaksanaan survei.
-
Status seseorang dalam kaitannya dengan status perkawinan pada saat pendataan.
-
Ikatan atau pertalian setiap anggota rumah tangga dengan kepala rumah tangga.
-
Nomor identitas penduduk yang bersifat unik atau khas, tunggal, dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk Indonesia yang tercantum di beberapa dokumen kependudukan seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, dan sumber lainnya. NIK terdiri dari 16 digit angka yang mengandung informasi....
-
Jenjang pendidikan formal tertinggi yang telah ditamatkan oleh responden dan dibuktikan dengan kepemilikan ijazah, sesuai dengan sistem pendidikan nasional yang berlaku di Indonesia.
-
Partisipasi penduduk berusia 5 tahun ke atas dalam bersekolah.
-
Perbedaan antara perempuan dengan laki-laki secara fisiologis yang ditandai dengan ciri-ciri fisik tertentu. Jenis kelamin terbagi atas perempuan dan laki-laki.
-
Jenis kegiatan yang dilakukan oleh responden selama tujuh hari terakhir sebelum pelaksanaan survei, baik kegiatan utama maupun kegiatan lainnya yang berkaitan dengan pendidikan, pekerjaan, rumah tangga, maupun aktivitas sosial.
-
Lama waktu hidup sejak dilahirkan yang dihitung dalam tahun menurut sistem kalender Masehi dengan pembulatan ke bawah atau umur ulang tahun yang terakhir. Dalam pengumpulan data direkomendasikan menggunakan kelompok umur tunggal, sedangkan untuk penyajian data direkomendasikan menggunakan kelompok umur....
-
Nama wilayah yang dipimpin oleh kepala desa/kepala kelurahan (lurah) yang berada di bawah koordinasi camat.
-
Status responden yang menunjukkan apakah responden terdaftar sebagai anggota organisasi di luar organisasi yang berkaitan dengan tempat kerja atau sekolah, selama satu tahun terakhir sebelum pelaksanaan survei.
-
Kelas/tingkat terakhir atau paling tinggi yang pernah/sedang diduduki yang dilalui seseorang pada pendidikan formal dan nonformal, sesuai kelas/tingkat/Satuan Kredit Kompetensi (SKK)/Satuan Kredit Semester (SKS) pada masing-masing jenjang pendidikan.
-
Nomor identitas unik yang terdapat pada Kartu Keluarga (KK).
-
Keikutsertaan responden dalam kegiatan pertemuan atau rapat yang diselenggarakan di lingkungan tempat tinggal, seperti di tingkat RT, RW, dusun, atau desa, selama satu tahun terakhir sebelum pelaksanaan survei.
-
Pengalaman responden dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan berupa rawat jalan dan/atau rawat inap di fasilitas kesehatan selama satu bulan terakhir sebelum pelaksanaan survei.
-
Jenjang pendidikan tertinggi yang sedang diduduki oleh seseorang yang masih bersekolah atau yang pernah diduduki oleh seseorang yang sudah tidak bersekolah lagi, baik jenjang pendidikan formal maupun nonformal kesetaraan (Paket A/B/C).
Indikator Kegiatan
-
Persentase penduduk perempuan usia 16-24 yang sedang bersekolah di jenjang SMA/sederajat ke atas terhadap jumlah penduduk perempuan usia 16-24 tahun.
-
Jumlah tahun yang digunakan oleh pemuda dalam menjalani pendidikan formal.
-
Persentase penduduk usia 16-30 tahun yang pernah menjadi korban kejahatan sejak 1 Januari sampai dengan 31 Desember pada tahun tertentu terhadap total penduduk usia 16-30 tahun.
-
Proporsi anak yang masih bersekolah pada jenjang PT (tanpa memperhatikan umur) terhadap penduduk usia 19-23 tahun.
-
Persentase penduduk usia 16-30 tahun yang pernah mengikuti kegiatan pertemuan (rapat) di lingkungan sekitar dalam setahun terakhir dan memberikan saran/pendapat dalam rapat tersebut terhadap jumlah penduduk usia 16-30 tahun.
-
Persentase Remaja Perempuan Sedang Hamil adalah persentase perempuan usia 15-18 tahun pernah kawin yang saat pencacahan sedang hamil terhadap total perempuan usia 15-18 tahun yang pernah kawin.
-
Persentase penduduk usia 16-30 tahun yang mempunyai keluhan kesehatan dalam sebulan terakhir dan keluhan tersebut mengakibatkan terganggunya kegiatan sehari-hari terhadap total penduduk usia 16-30 tahun.
-
Persentase penduduk perempuan usia 20-24 tahun yang pernah kawin dan usia kawin pertamanya di bawah 18 tahun terhadap jumlah penduduk perempuan usia 20-24 tahun.
-
Persentase penduduk usia 16-30 tahun yang merokok tembakau dalam sebulan terakhir terhadap total penduduk usia 16-30 tahun.
-
Persentase penduduk usia 16-30 tahun yang termasuk pengangguran terhadap jumlah penduduk usia 16-30 tahun yang termasuk angkatan kerja.
-
Persentase penduduk perempuan usia 16-30 tahun yang bekerja dengan status/kedudukan berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar atau buruh/karyawan/pegawai terhadap penduduk perempuan usia 16-30 tahun.
-
Proporsi anak yang masih bersekolah pada jenjang SMP dan SM (tanpa memperhatikan umur) terhadap penduduk usia 13-18 tahun
-
Persentase penduduk usia 16-30 tahun yang mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkungan sekitar dalam 3 bulan terakhir terhadap jumlah penduduk usia 16-30 tahun.
-
Persentase penduduk usia 16-30 tahun yang aktif dalam kegiatan organisasi selain di tempat kerja/sekolah dalam tiga bulan terakhir terhadap jumlah penduduk usia 16-30 tahun.
-
Persentase penduduk usia 16-30 tahun yang berusaha (baik berusaha sendiri atau berusaha dibantu buruh tidak tetap/pekerja keluarga/tidak dibayar atau berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar dengan jenis jabatan kerah putih (white collar)