Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Profil Kesehatan Kabupaten Langkat 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Profil Kesehatan Kabupaten Langkat
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Kesehatan Kabupaten Langkat
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jln. Imam Bonjol No. 53
| Telepon: | 0618910444 |
| Faksimile: | 0618910444 |
| Email: | dinkeskablangkat@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | - |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Sri Mahyuni,S.KM |
| Jabatan: | Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat |
| Alamat: | dinkeskablangkat@gmail.com |
| Telepon: | 0618910444 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dinkeskablangkat@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanPembangunan kesehatan merupakan upaya yang dilakukan oleh semua bidang kesehatan dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kesehatan merupakan modal dasar dalam meningkatkan pembangunan sumber daya manusia yang produktif, baik secara sosial maupun ekonomis. Dalam rangka mendukung hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat melakukan kompilasi administrasi melalui penyusunan Profil Kesehatan Kabupaten Langkat setiap tahunnya. Kegiatan statistik sektoral ini memiliki poin-poin latar belakang sebagai berikut: 1.Referensi Kinerja Pembangunan: Profil Kesehatan merupakan salah satu referensi utama untuk memantau pencapaian hasil pembangunan kesehatan serta kinerja pelayanan bidang kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Langkat. 2.Penyediaan Data Akurat: Sebagai publikasi yang komprehensif, kegiatan ini bertujuan menyediakan data dan informasi kesehatan yang akurat sebagai parameter keberhasilan pembangunan kesehatan hingga tahun 2024. 3.Metodologi Penyusunan: Proses penyusunan dilakukan melalui pengumpulan data lampiran tabel-tabel, penyusunan narasi, serta lampiran pendukung lainnya untuk memastikan informasi yang dihasilkan bersifat valid. 4.Landasan Yuridis dan Standarisasi: Proses penyusunan merujuk pada Surat Edaran Sekjen Kemenkes No. HK.02.02/III/9190/2022 tentang Standar Instrumen Profil Kesehatan Kabupaten. Rujukan ini menjadi dasar penyempurnaan materi sesuai dengan masukan dari para pengelola program kesehatan. 5.Instrumen Pengambilan Keputusan: Hasil dari statistik sektoral ini diharapkan dapat menjadi alat evaluasi hasil pembangunan kesehatan serta menjadi landasan bagi para penentu kebijakan dalam pengambilan keputusan yang berbasis data di Kabupaten Langkat.
Tujuan Kegiatan
Tujuan Kegiatan Kompilasi data profil Kesehatan Kabupaten Langkat Tahun 2024, sebagai berikut 1.Menyediakan data dan informasi kesehatan yang komprehensif dan akurat sebagai parameter utama keberhasilan pembangunan kesehatan di Kabupaten Langkat hingga tahun 2024. 2.Menjadi alat untuk memantau, mengevaluasi hasil pembangunan, serta mengukur kinerja pencapaian pelayanan bidang kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Langkat. 3.Memastikan data kesehatan terkumpul secara sistematis melalui proses pengumpulan tabel, narasi, dan lampiran pendukung.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-01-01 s.d. 2025-01-30
Desain
2025-01-01 s.d. 2025-01-30
Pengumpulan Data
2025-02-01 s.d. 2025-04-01
Pengolahan Data
2025-04-01 s.d. 2025-06-30
Analisis
2025-07-01 s.d. 2025-07-31
Diseminasi Hasil
2025-08-01 s.d. 2025-08-31
Evaluasi
2025-09-01 s.d. 2025-09-15
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Kasus baru DBD | Kasus DBD | Jumlah kasus baru DBD pada kurun waktu tertentu | Tahunan |
| Ibu Hamil Mengonsumsi Tablet Tambah Darah 90 | Ibu Hamil | Bagian dari populasi ibu hamil yang mengonsumsi tablet tambah darah sesuai standar minimal 90 tablet selama masa kehamilan dengan sekurang-kurangnya setiap tablet mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam folat. | Tahunan |
| Kematian Neonatal | Kematian/Mortalitas, Bayi | anak yang meninggal dalam periode 28 hari pertama kehidupan untuk setiap 1.000 kelahiran hidup. | Tahunan |
| Kematian bayi | Bayi (0-11 bulan) | kematian bayi berumur di bawah satu tahun pada setiap 1.000 kelahiran hidup. | Tahunan |
| bayi berusia 0-5 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif | Air Susu Ibu | bayi berusia 0—5 bulan yang mendapatkan air susu ibu sejak dilahirkan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain. | Tahunan |
| Kematian Ibu | Kematian Ibu/Maternal Mortality | Perempuan yang meninggal dari suatu penyebab kematian yang terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan, bunuh diri atau kasus insidentil) selama masa kehamilan, melahirkan, dan masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilan untuk setiap 100.000 kelahiran hidup | Tahunan |
| Kesakitan Malaria | Kasus Malaria | Banyaknya kasus positif malaria yang dibuktikan dengan pemeriksaan sediaan darah pada setiap 1000 penduduk. | Tahunan |
| Konfirmasi laboratorium pada suspek malaria | Kasus suspek malaria | Persentase dari hasil konfirmasi laboratorium yang positif terhadap suspek malaria | Tahunan |
| Pengobatan standar kasus malaria positif | Kasus malaria | Jumlah kasus malaria positif yang diobati sesuai standar program di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu | Tahunan |
| Kematian Akibat Malaria | kasus malaria | Jumlah kasus meninggal karena malaria disuatu wilayah dalam kurun waktu tertentu | Tahunan |
| Rumah Sakit | Rumah Sakit | Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. | Tahunan |
| Rumah Sakit Khusus | Rumah Sakit Khusus | Rumah Sakit Khusus adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan, umur, organ, jenis penyakit, atau kekhususan lainnya | Tahunan |
| Rumah Sakit Umum | Rumah Sakit Umum | Rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit | Tahunan |
| Puskesmas | Pusat Kesehatan Masyarakat | Fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya. | Tahunan |
| Puskesmas non-rawat Inap | Puskesmas non-Rawat Inap | Puskesmas non-Rawat Inap adalah puskesmas yang tidak menyelenggarakan pelayanan rawat inap kecuali pertolongan persalinan normal | Tahunan |
| Puskesmas Keliling | Puskesmas Keliling | Puskesmas keliling adalah puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan yang sifatnya bergerak (mobile) untuk meningkatkan jangkauan mutu dan pelayanan bagi masyarakat di wilayah kerja puskesmas yang belum terjangkau oleh pelayanan dalam gedung puskesmas | Tahunan |
| Puskesmas pembantu | Puskesmas pembantu | Puskesmas Pembantu adalah puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan secara permanen di suatu lokasi dalam wilayah kerja puskesmas | Tahunan |
| Jaminan Kesehatan Nasional | Jaminan Pemeliharaan Kesehatan | Penduduk yang mendapatkan perlindungan kesejahteraan. | Tahunan |
| Stunting (Balita Pendek) | Balita (6-59 bulan) | Balita umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut umur (TB/U) memiliki Z score kurang dari -2 SD | Tahunan |
| Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) | Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) | Posyandu adalah suatu upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang bertujuan mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu, bayi, dan balita. | Tahunan |
| Keluarga dengan Fasilitas Sanitasi Layak | Sanitasi KK | Kepala Keluarga yang memiliki akses sanitasi layak bersama, akses sanitasi layak sendiri, dan akses sanitasi aman. | Tahunan |
| Kasus baru kusta | Kasus baru kusta | Kasus baru kusta adalah kasus kusta baru yang ditemukan pada periode tertentu pada setiap 100.000 penduduk. | Tahunan |
| Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR) | Kasus baru kusta | New Case Detection Rate adalah Kasus kusta baru yang ditemukan pada periode tertentu per 100.000 penduduk | Tahunan |
| Persentase Kasus Baru Kusta anak < 15 Tahun | Kasus baru kusta | Persentase penderita kasus kusta baru anak usia 0 - < 15 tahun | Tahunan |
| Persentase Cacat Tingkat 0 Penderita Kusta | Penderita Kusta | Persentase kasus kusta baru yang tidak memiliki kelainan sensorik maupun anatomis | Tahunan |
| Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta | Penderita Kusta | Persentase kasus kusta baru yang memiliki kelainan anatomis pada mata, tangan, dan kaki | Tahunan |
| Angka Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta | Penderita Kusta | Jumlah kasus baru dengan cacat tingkat 2 yang ditemukan pada periode satu tahun per 1000000 penduduk | Tahunan |
| Angka Prevalensi Kusta | Penderita Kusta | Jumlah kasus kusta terdaftar pada wilayah dan waktu tertentu per 10000 penduduk | Tahunan |
| Persentase Penderita Kusta PB Selesai Berobat (RFT PB) | Penderita Kusta | Jumlah kasus kusta baru PB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu atau disebut 6 blister dalamm 6-9 bulan. Penderita kusta baru PB diambil dari penderita kusta baru PB yang masuk dalam kohort yang sama 1 tahun sebelumnya, misalnya untuk mencari RFT rate PB Tahun 2021, maka dapat dihitung dari penderita baru PB tahun 2020 yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu | Tahunan |
| Persentase Penderita Kusta MB Selesai Berobat (RFT MB) | Penderita Kusta | Jumlah kasus kusta baru MB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu (12 blister dalam 12-18 bulan). Penderita kusta MB merupakan penderita pada kohort yang sama, yaitu diambil dari penderita baru MB yang masuk dalam kohort yang sama 2 tahun sebelumnya, misalnya: untuk mencari RFT rate tahun 2021, maka dapat dihitung dari penderita baru tahun 2019 yang menyelesaikan pengobatan (Multi Drug Therapy/MDT) tepat waktu. | Tahunan |
| Dokter | Dokter | Dokter adalah lulusan pendidikan kedokteran yang ahli dalam hal penyakit dan pengobatan. | Tahunan |
| Dokter Spesialis | Dokter | Dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan. | Tahunan |
| Dokter Umum | Dokter Umum | Dokter lulusan pendidikan kedokteran baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan. | Tahunan |
| Dokter Gigi | Dokter | Lulusan pendidikan kedokteran yang ahli dalam hal penyakit dan pengobatan gigi. | Tahunan |
| Tenaga Medis | Tenaga Kesehatan | Tenaga kesehatan yang berhubungan dengan bidang kedokteran, mencakup dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis. | Tahunan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| SUMATERA UTARA | LANGKAT |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
Lainnya : Tabel data dari setiap bidang dinkes
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Bidang di Dinkes Langkat
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Lainnya : Desk Evaluation
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 0
Pengumpul data/enumerator: 0
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataData Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Fasilitas Layanan Kesehatan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Lainnya : Fasilitas Layanan Kesehatan
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2025-08-31;
Digital (softcopy): 2025-08-31;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Persentase kasus kusta baru yang memiliki kelainan anatomis pada mata, tangan, dan kaki
-
Persentase kasus kusta baru yang tidak memiliki kelainan sensorik maupun anatomis
-
New Case Detection Rate adalah Kasus kusta baru yang ditemukan pada periode tertentu per 100.000 penduduk
-
Kepala Keluarga yang memiliki akses sanitasi layak bersama, akses sanitasi layak sendiri, dan akses sanitasi aman.
-
Jumlah kasus malaria positif yang diobati sesuai standar program di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu
-
"Dokter lulusan pendidikan kedokteran baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan."
-
"Dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan."
-
Jumlah kasus kusta terdaftar pada wilayah dan waktu tertentu per 10000 penduduk
-
Persentase penderita kasus kusta baru anak usia 0 - < 15 tahun
-
Jumlah kasus kusta baru PB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu atau disebut 6 blister dalamm 6-9 bulan. Penderita kusta baru PB diambil dari penderita kusta baru PB yang masuk dalam kohort yang sama 1 tahun sebelumnya, misalnya untuk mencari RFT rate PB....
-
Fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya.
-
Balita umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut umur (TB/U) memiliki Z score kurang dari -2 SD
-
Jumlah kasus baru DBD pada kurun waktu tertentu
-
Jumlah kasus baru dengan cacat tingkat 2 yang ditemukan pada periode satu tahun per 1000000 penduduk
-
"Posyandu adalah suatu upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang bertujuan mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu, bayi, dan balita. "
-
Rumah Sakit Khusus adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan, umur, organ, jenis penyakit, atau kekhususan lainnya
-
Puskesmas Pembantu adalah puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan secara permanen di suatu lokasi dalam wilayah kerja puskesmas
-
Lulusan pendidikan kedokteran yang ahli dalam hal penyakit dan pengobatan gigi.
-
Puskesmas keliling adalah puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan yang sifatnya bergerak (mobile) untuk meningkatkan jangkauan mutu dan pelayanan bagi masyarakat di wilayah kerja puskesmas yang belum terjangkau oleh pelayanan dalam gedung puskesmas
-
Penduduk yang mendapatkan perlindungan kesejahteraan.
-
Puskesmas non-Rawat Inap adalah puskesmas yang tidak menyelenggarakan pelayanan rawat inap kecuali pertolongan persalinan normal
-
kematian bayi berumur di bawah satu tahun pada setiap 1.000 kelahiran hidup.
-
Jumlah kasus meninggal karena malaria disuatu wilayah dalam kurun waktu tertentu
-
Persentase dari hasil konfirmasi laboratorium yang positif terhadap suspek malaria
-
Perempuan yang meninggal dari suatu penyebab kematian yang terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan, bunuh diri atau kasus insidentil) selama masa kehamilan, melahirkan, dan masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilan untuk setiap....
-
Bagian dari populasi ibu hamil yang mengonsumsi tablet tambah darah sesuai standar minimal 90 tablet selama masa kehamilan dengan sekurang-kurangnya setiap tablet mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam folat.
-
Rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit
-
anak yang meninggal dalam periode 28 hari pertama kehidupan untuk setiap 1.000 kelahiran hidup.
-
Dokter adalah lulusan pendidikan kedokteran yang ahli dalam hal penyakit dan pengobatan.
-
Kasus baru kusta adalah kasus kusta baru yang ditemukan pada periode tertentu pada setiap 100.000 penduduk.
-
bayi berusia 0—5 bulan yang mendapatkan air susu ibu sejak dilahirkan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain.
-
Tenaga kesehatan yang berhubungan dengan bidang kedokteran, mencakup dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis.
-
"Jumlah kasus kusta baru MB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu (12 blister dalam 12-18 bulan). Penderita kusta MB merupakan penderita pada kohort yang sama, yaitu diambil dari penderita baru MB yang masuk dalam kohort yang sama 2 tahun sebelumnya, misalnya:....
-
Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.
-
Banyaknya kasus positif malaria yang dibuktikan dengan pemeriksaan sediaan darah pada setiap 1000 penduduk.
Indikator Kegiatan
-
"dokter gigi dan dokter gigi spesialis, lulusan pendidikan kedokteran gigi baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan."
-
Banyaknya rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit.
-
Banyaknya rumah sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis penyakit, atau kekhususan lainnya.
-
Bayi usia 0 bulan sampai 5 bulan 29 hari yang diberi ASI saja tanpa makanan atau cairan lain kecuali obat, vitamin, dan mineral berdasarkan recall 24 jam
-
Puskesmas non rawat inap adalah Puskesmas yang tidak menyelenggarakan pelayanan rawat inap kecuali pertolongan persalinan normal
-
Banyaknya puskesmas yang diberi tambahan sumber daya untuk menyelenggarakan pelayanan rawat inap, sesuai pertimbangan kebutuhan pelayanan kesehatan.
-
"Dokter lulusan pendidikan kedokteran baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan."
-
Jumlah Kematian Neonatal terhadap 1.000 Kelahiran Hidup
-
Kematian yang terjadi pada bayi usia 0 - 11 bulan tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri
-
Banyaknya posyandu aktif yang meliputi posyandu dengan kegiatan pelayanan sebulan sekali atau lebih dan posyandu dengan kegiatan pelayanan dua bulan sekali atau lebih.
-
" dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan."
-
Jaringan Pelayanan puskesmas untuk meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kerjanya
-
Ibu hamil yang mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sekurangnya mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam folat yang disediakan oleh pemerintah minimal 90 tablet selama masa kehamilan
-
Jumlah seluruh kasus baru kusta pausi basiler/ kusta kering dan multibasiler / kusta basah
-
Puskesmas Keliling adalah jaringan pelayanan puskesmas yang sifatnya bergerak ( mobile)
-
Jumlah Kematian Bayi terhadap 1.000 Kelahiran Hidup
-
Jumlah Kematian yang terjadi pada bayi usia 0 sampai dengan 28 hari tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri
-
Jumlah kasus baru DBD pada kurun waktu tertentu per 100000 penduduk
-
Banyaknya tenaga kesehatan yang berhubungan dengan bidang kedokteran, mencakup dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis.
-
Banyaknya kejadian kematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan atau tempat persalinan, yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan,....
-
Banyaknya fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya.