Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Profil Daerah Kabupaten Tegal 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Profil Daerah Kabupaten Tegal
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Sektor Publik Perpajakan dan Regulasi Pasar
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-25.3328.001
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan Kabupaten Tegal
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
JL. Dr. Sutomo Nomor 1 Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah
| Telepon: | 0283491694 |
| Faksimile: | 0283492023 |
| Email: | bappedalitbangtegalkab01@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | - |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Nur Isnaeni, S.STP |
| Jabatan: | Kabid Perencanaan Pengendalian Evaluasi Program |
| Alamat: | Jl. Dr. Soetomo No. 1 Slawi |
| Telepon: | 0283492023 |
| Faksimile: | 0283492023 |
| Email: | bappedalitbangkab01@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanProfil daerah merupakan dokumen penting yang menggambarkan kondisi wilayah secara komprehensif, mencakup aspek geografis, demografis, sosial, ekonomi, dan potensi pembangunan. Kabupaten Tegal, sebagai salah satu kabupaten strategis di Provinsi Jawa Tengah, memerlukan dokumen profil yang terkini untuk memberikan gambaran jelas kepada pemerintah, investor, dan masyarakat tentang kondisi serta peluang pembangunan yang tersedia. Penyusunan profil daerah yang akurat dan up-to-date menjadi landasan penting bagi pengambilan keputusan berbasis data, perencanaan pembangunan, serta pengembangan potensi unggulan daerah.Kabupaten Tegal memiliki berbagai keunikan dan potensi, mulai dari sektor pertanian, industri, pariwisata, hingga budaya, yang perlu dioptimalkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan menyusun profil daerah yang komprehensif, pemerintah daerah dapat memetakan tantangan serta peluang pembangunan, sekaligus menyediakan informasi yang relevan bagi pemangku kepentingan. Selain itu, dokumen ini juga menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan daerah, promosi investasi, dan peningkatan daya saing kabupaten di tingkat nasional maupun internasional.
Tujuan Kegiatan
Kegiatan penyusunan profil daerah Kabupaten Tegal bertujuan untuk menyediakan dokumen yang memuat data dan informasi komprehensif mengenai berbagai aspek wilayah, termasuk kondisi geografis, demografis, sosial, ekonomi, serta potensi dan permasalahan pembangunan. Dokumen ini akan menjadi acuan strategis bagi pemerintah daerah dalam menyusun rencana pembangunan yang tepat sasaran dan berbasis data, sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pencapaian visi pembangunan daerah.Selain itu, profil daerah ini juga ditujukan untuk mendukung upaya promosi potensi unggulan Kabupaten Tegal, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan menyediakan data yang akurat dan terstruktur, dokumen ini diharapkan dapat menarik minat investasi, memperkuat kolaborasi antar pihak, serta meningkatkan daya saing kabupaten. Secara keseluruhan, kegiatan ini berorientasi pada penciptaan perencanaan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif, yang mampu mengoptimalkan pemanfaatan potensi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-01-02 s.d. 2025-01-31
Desain
2025-01-02 s.d. 2025-01-31
Pengumpulan Data
2025-02-03 s.d. 2025-03-31
Pengolahan Data
2025-04-01 s.d. 2025-05-30
Analisis
2025-06-02 s.d. 2025-07-31
Diseminasi Hasil
2025-08-01 s.d. 2025-09-30
Evaluasi
2025-09-01 s.d. 2025-09-30
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Tingkat Pengangguran Terbuka | persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja | persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja | Tahunan |
| Inflasi | kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam suatu periode waktu tertentu. Inflasi mencerminkan penurunan daya beli uang, yang berarti dengan jumlah uang yang sama, masyarakat dapat membeli lebih sedikit barang atau jasa dibandingkan sebelumnya. | enaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam suatu periode waktu tertentu. Inflasi mencerminkan penurunan daya beli uang, yang berarti dengan jumlah uang yang sama, masyarakat dapat membeli lebih sedikit barang atau jasa dibandingkan sebelumnya. | Tahunan |
| Indeks Pembangunan Manusia | indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. | indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. | Tahunan |
| Usia Harapan Hidup | rata-rata jumlah tahun yang dapat diharapkan untuk hidup oleh seseorang sejak lahir, dengan asumsi pola mortalitas (angka kematian) saat ini tetap berlaku sepanjang hidupnya. | rata-rata jumlah tahun yang dapat diharapkan untuk hidup oleh seseorang sejak lahir, dengan asumsi pola mortalitas (angka kematian) saat ini tetap berlaku sepanjang hidupnya. | Tahunan |
| Harapan Lama Sekolah | jumlah tahun sekolah yang diharapkan akan dijalani oleh seorang anak pada usia tertentu, dengan asumsi bahwa pola partisipasi pendidikan yang berlaku pada saat ini tetap sama sepanjang hidupnya. | jumlah tahun sekolah yang diharapkan akan dijalani oleh seorang anak pada usia tertentu, dengan asumsi bahwa pola partisipasi pendidikan yang berlaku pada saat ini tetap sama sepanjang hidupnya. | Tahunan |
| Rata-rata Lama Sekolah | rata-rata jumlah tahun pendidikan formal yang telah dijalani oleh penduduk berusia 25 tahun ke atas. | rata-rata jumlah tahun pendidikan formal yang telah dijalani oleh penduduk berusia 25 tahun ke atas. | Tahunan |
| Persentase Penduduk Miskin | proporsi penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan terhadap total jumlah penduduk. | proporsi penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan terhadap total jumlah penduduk. | Tahunan |
| Garis Kemiskinan | ambang batas pengeluaran minimum yang mencakup kebutuhan dasar makanan dan non-makanan untuk mempertahankan kelangsungan hidup yang layak. | ambang batas pengeluaran minimum yang mencakup kebutuhan dasar makanan dan non-makanan untuk mempertahankan kelangsungan hidup yang layak. | Tahunan |
| Indeks Gini | indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan atau pengeluaran di antara penduduk dalam suatu wilayah | indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan atau pengeluaran di antara penduduk dalam suatu wilayah | Tahunan |
| Indeks Kedalaman Kemiskinan | indikator yang mengukur rata-rata kesenjangan antara pengeluaran penduduk miskin dengan garis kemiskinan, dinyatakan sebagai persentase dari garis kemiskinan. Indeks ini menunjukkan sejauh mana rata-rata pengeluaran penduduk miskin berada di bawah garis kemiskinan. | indikator yang mengukur rata-rata kesenjangan antara pengeluaran penduduk miskin dengan garis kemiskinan, dinyatakan sebagai persentase dari garis kemiskinan. Indeks ini menunjukkan sejauh mana rata-rata pengeluaran penduduk miskin berada di bawah garis kemiskinan. | Tahunan |
| Indeks Keparahan Kemiskinan | indikator yang mengukur tingkat ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin. Indeks ini menunjukkan distribusi pengeluaran di kelompok penduduk miskin, sehingga dapat mencerminkan tingkat keparahan atau tingkat kesenjangan antar individu dalam kelompok tersebut. | indikator yang mengukur tingkat ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin. Indeks ini menunjukkan distribusi pengeluaran di kelompok penduduk miskin, sehingga dapat mencerminkan tingkat keparahan atau tingkat kesenjangan antar individu dalam kelompok tersebut. | Tahunan |
| Pengeluaran Per Kapita | rata-rata jumlah uang yang dikeluarkan oleh setiap individu dalam suatu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama periode tertentu. Pengeluaran ini mencakup berbagai kebutuhan seperti makanan, non-makanan, dan kebutuhan lainnya yang diperlukan untuk kelangsungan hidup. | rata-rata jumlah uang yang dikeluarkan oleh setiap individu dalam suatu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama periode tertentu. Pengeluaran ini mencakup berbagai kebutuhan seperti makanan, non-makanan, dan kebutuhan lainnya yang diperlukan untuk kelangsungan hidup. | Tahunan |
| Angka Kematian Ibu | jumlah kematian perempuan yang terjadi selama masa kehamilan, persalinan, dan dalam 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, terlepas dari durasi dan lokasi kehamilan, yang disebabkan oleh segala penyebab yang berkaitan dengan atau diperburuk oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi bukan karena kecelakaan atau cedera, per 100.000 kelahiran hidup. | jumlah kematian perempuan yang terjadi selama masa kehamilan, persalinan, dan dalam 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, terlepas dari durasi dan lokasi kehamilan, yang disebabkan oleh segala penyebab yang berkaitan dengan atau diperburuk oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi bukan karena kecelakaan atau cedera, per 100.000 kelahiran hidup. | Tahunan |
| Angka Kematian Bayi | jumlah kematian bayi yang terjadi pada usia kurang dari satu tahun per 1.000 kelahiran hidup dalam suatu periode tertentu. Kematian bayi ini meliputi kematian pada usia 0 hingga 11 bulan, yang sering kali disebabkan oleh faktor-faktor seperti komplikasi saat kelahiran, infeksi, kelainan bawaan, atau kondisi kesehatan yang buruk setelah kelahiran. | jumlah kematian bayi yang terjadi pada usia kurang dari satu tahun per 1.000 kelahiran hidup dalam suatu periode tertentu. Kematian bayi ini meliputi kematian pada usia 0 hingga 11 bulan, yang sering kali disebabkan oleh faktor-faktor seperti komplikasi saat kelahiran, infeksi, kelainan bawaan, atau kondisi kesehatan yang buruk setelah kelahiran. | Tahunan |
| Angka Kematian Balita | Jumlah kematian pada anak usia 1 hingga 4 tahun per 1.000 kelahiran hidup dalam suatu periode tertentu. Kematian balita sering disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi, malnutrisi, penyakit menular, serta kondisi kesehatan yang buruk yang dapat diperburuk oleh keterbatasan akses terhadap perawatan kesehatan yang memadai. | umlah kematian pada anak usia 1 hingga 4 tahun per 1.000 kelahiran hidup dalam suatu periode tertentu. Kematian balita sering disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi, malnutrisi, penyakit menular, serta kondisi kesehatan yang buruk yang dapat diperburuk oleh keterbatasan akses terhadap perawatan kesehatan yang memadai. | Tahunan |
| Angka Partisipasi Kasar | persentase jumlah penduduk yang terdaftar dalam suatu jenjang pendidikan tertentu, baik yang sesuai dengan usia resmi untuk jenjang tersebut maupun yang tidak sesuai, terhadap jumlah total penduduk di kelompok usia yang bersangkutan. | persentase jumlah penduduk yang terdaftar dalam suatu jenjang pendidikan tertentu, baik yang sesuai dengan usia resmi untuk jenjang tersebut maupun yang tidak sesuai, terhadap jumlah total penduduk di kelompok usia yang bersangkutan. | Tahunan |
| Angka Partisipasi Murni | persentase jumlah penduduk pada kelompok usia tertentu yang terdaftar atau berpartisipasi dalam jenjang pendidikan yang sesuai dengan usia resmi untuk jenjang tersebut, terhadap jumlah total penduduk di kelompok usia tersebut. | persentase jumlah penduduk pada kelompok usia tertentu yang terdaftar atau berpartisipasi dalam jenjang pendidikan yang sesuai dengan usia resmi untuk jenjang tersebut, terhadap jumlah total penduduk di kelompok usia tersebut. | Tahunan |
| Jumlah Produksi Komoditas Pertanian | total hasil atau jumlah produksi dari berbagai jenis tanaman atau produk pertanian dalam suatu periode waktu tertentu, yang dihasilkan dari kegiatan pertanian di suatu wilayah. Produksi ini mencakup berbagai komoditas pertanian, seperti padi, jagung, sayuran, buah-buahan, serta tanaman perkebunan dan hortikultura lainnya. | total hasil atau jumlah produksi dari berbagai jenis tanaman atau produk pertanian dalam suatu periode waktu tertentu, yang dihasilkan dari kegiatan pertanian di suatu wilayah. Produksi ini mencakup berbagai komoditas pertanian, seperti padi, jagung, sayuran, buah-buahan, serta tanaman perkebunan dan hortikultura lainnya. | Tahunan |
| Jumlah Produksi Komoditas Peternakan | total hasil atau jumlah produk yang dihasilkan dari kegiatan peternakan dalam suatu periode waktu tertentu. Komoditas peternakan ini meliputi berbagai produk seperti daging, susu, telur, bulu, dan produk sampingan lainnya yang berasal dari hewan ternak seperti sapi, kambing, ayam, dan ternak lainnya | total hasil atau jumlah produk yang dihasilkan dari kegiatan peternakan dalam suatu periode waktu tertentu. Komoditas peternakan ini meliputi berbagai produk seperti daging, susu, telur, bulu, dan produk sampingan lainnya yang berasal dari hewan ternak seperti sapi, kambing, ayam, dan ternak lainnya | Tahunan |
| umlah Produksi Komoditas Perikanan | total hasil atau jumlah produk yang dihasilkan dari kegiatan perikanan, baik yang berasal dari laut, sungai, danau, maupun budidaya perikanan (aquaculture) dalam suatu periode waktu tertentu. Komoditas perikanan ini mencakup berbagai produk seperti ikan, udang, kerang, dan hasil laut atau air tawar lainnya yang dapat dikonsumsi atau digunakan untuk kebutuhan lain, seperti pakan ikan. | total hasil atau jumlah produk yang dihasilkan dari kegiatan perikanan, baik yang berasal dari laut, sungai, danau, maupun budidaya perikanan (aquaculture) dalam suatu periode waktu tertentu. Komoditas perikanan ini mencakup berbagai produk seperti ikan, udang, kerang, dan hasil laut atau air tawar lainnya yang dapat dikonsumsi atau digunakan untuk kebutuhan lain, seperti pakan ikan. | Tahunan |
| Potensi Industri Kabupaten Tegal | kemampuan atau peluang yang dimiliki oleh Kabupaten Tegal dalam mengembangkan sektor industri, baik itu industri manufaktur, pengolahan, maupun sektor lainnya yang berbasis sumber daya alam, keterampilan, dan infrastruktur yang ada di wilayah tersebut. Potensi ini mencakup berbagai faktor seperti keberadaan bahan baku lokal, tenaga kerja, teknologi, pasar, serta dukungan kebijakan yang mendukung pengembangan industri. | kemampuan atau peluang yang dimiliki oleh Kabupaten Tegal dalam mengembangkan sektor industri, baik itu industri manufaktur, pengolahan, maupun sektor lainnya yang berbasis sumber daya alam, keterampilan, dan infrastruktur yang ada di wilayah tersebut. Potensi ini mencakup berbagai faktor seperti keberadaan bahan baku lokal, tenaga kerja, teknologi, pasar, serta dukungan kebijakan yang mendukung pengembangan industri. | Tahunan |
| Desa Wisata | desa yang dikembangkan dan dikelola dengan tujuan untuk menarik wisatawan melalui potensi alam, budaya, dan tradisi lokal yang dimilikinya. | desa yang dikembangkan dan dikelola dengan tujuan untuk menarik wisatawan melalui potensi alam, budaya, dan tradisi lokal yang dimilikinya. | Tahunan |
| Jumlah Wisata Domestik | total jumlah wisatawan yang melakukan perjalanan wisata di dalam negeri, baik untuk tujuan rekreasi, bisnis, maupun keperluan lainnya, yang berasal dari dalam negara tersebut. Wisata domestik mencakup perjalanan wisata yang dilakukan oleh warga negara atau penduduk yang tinggal di suatu negara untuk mengunjungi destinasi wisata di wilayah negara yang sama. | otal jumlah wisatawan yang melakukan perjalanan wisata di dalam negeri, baik untuk tujuan rekreasi, bisnis, maupun keperluan lainnya, yang berasal dari dalam negara tersebut. Wisata domestik mencakup perjalanan wisata yang dilakukan oleh warga negara atau penduduk yang tinggal di suatu negara untuk mengunjungi destinasi wisata di wilayah negara yang sama. | Tahunan |
| Jumlah Wisata Mancanegara | total jumlah wisatawan yang melakukan perjalanan wisata ke suatu negara dari luar negeri, baik untuk tujuan rekreasi, bisnis, atau keperluan lainnya. Wisatawan mancanegara ini berasal dari negara lain dan mengunjungi destinasi wisata di negara yang menjadi tujuan perjalanan. | total jumlah wisatawan yang melakukan perjalanan wisata ke suatu negara dari luar negeri, baik untuk tujuan rekreasi, bisnis, atau keperluan lainnya. Wisatawan mancanegara ini berasal dari negara lain dan mengunjungi destinasi wisata di negara yang menjadi tujuan perjalanan. | Tahunan |
| Jumlah Kejadian Bencana | total peristiwa bencana yang terjadi dalam suatu periode waktu tertentu di suatu wilayah. Bencana tersebut dapat berupa bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, tsunami, atau bencana non-alam seperti kebakaran, kecelakaan industri, atau pandemi. | total peristiwa bencana yang terjadi dalam suatu periode waktu tertentu di suatu wilayah. Bencana tersebut dapat berupa bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, tsunami, atau bencana non-alam seperti kebakaran, kecelakaan industri, atau pandemi. | Tahunan |
| Luasan Kumuh | total area atau wilayah yang memiliki kondisi lingkungan yang buruk dan tidak layak huni, biasanya ditandai dengan infrastruktur yang terbatas, kualitas perumahan yang rendah, sanitasi yang buruk, dan akses terbatas terhadap layanan dasar seperti air bersih, kesehatan, dan pendidikan. | total area atau wilayah yang memiliki kondisi lingkungan yang buruk dan tidak layak huni, biasanya ditandai dengan infrastruktur yang terbatas, kualitas perumahan yang rendah, sanitasi yang buruk, dan akses terbatas terhadap layanan dasar seperti air bersih, kesehatan, dan pendidikan. | Tahunan |
| Rumah Tidak Layak Huni | rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan fisik dan lingkungan untuk dihuni, yang dapat meliputi aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan fasilitas dasar. Ciri-ciri RTLH antara lain atap yang bocor, dinding yang rapuh atau terbuka, lantai yang tidak rata atau berlubang, serta kurangnya akses terhadap sanitasi dan air bersih. | rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan fisik dan lingkungan untuk dihuni, yang dapat meliputi aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan fasilitas dasar. Ciri-ciri RTLH antara lain atap yang bocor, dinding yang rapuh atau terbuka, lantai yang tidak rata atau berlubang, serta kurangnya akses terhadap sanitasi dan air bersih. | Tahunan |
| Kondisi Sanitasi | keadaan atau kualitas sistem pengelolaan sanitasi, yang mencakup akses terhadap fasilitas yang mendukung kebersihan dan kesehatan, seperti sistem pembuangan air limbah, penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, serta kondisi jamban atau toilet. Kondisi sanitasi yang baik mencakup adanya fasilitas yang memadai untuk menjaga kebersihan, mencegah penyebaran penyakit, dan mendukung kesehatan lingkungan. | keadaan atau kualitas sistem pengelolaan sanitasi, yang mencakup akses terhadap fasilitas yang mendukung kebersihan dan kesehatan, seperti sistem pembuangan air limbah, penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, serta kondisi jamban atau toilet. Kondisi sanitasi yang baik mencakup adanya fasilitas yang memadai untuk menjaga kebersihan, mencegah penyebaran penyakit, dan mendukung kesehatan lingkungan. | Tahunan |
| Kondisi Jalan | keadaan fisik dan fungsi jalan yang mencakup berbagai aspek, seperti kelancaran lalu lintas, kualitas permukaan jalan, keausan, kerusakan (seperti lubang atau retakan), serta tingkat keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Kondisi jalan juga dapat mencakup faktor-faktor lain seperti penerangan jalan, tanda lalu lintas, serta drainase yang memadai untuk mencegah genangan air. | keadaan fisik dan fungsi jalan yang mencakup berbagai aspek, seperti kelancaran lalu lintas, kualitas permukaan jalan, keausan, kerusakan (seperti lubang atau retakan), serta tingkat keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Kondisi jalan juga dapat mencakup faktor-faktor lain seperti penerangan jalan, tanda lalu lintas, serta drainase yang memadai untuk mencegah genangan air. | Tahunan |
| Kondisi Pengelolaan Sampah | sistem dan praktik yang diterapkan untuk mengelola sampah, mulai dari pengumpulan, pemilahan, pengangkutan, pengolahan, hingga pembuangan akhir sampah. Kondisi pengelolaan sampah mencakup keberadaan infrastruktur yang memadai, seperti tempat sampah, fasilitas daur ulang, tempat pembuangan akhir (TPA), serta kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah secara efektif | sistem dan praktik yang diterapkan untuk mengelola sampah, mulai dari pengumpulan, pemilahan, pengangkutan, pengolahan, hingga pembuangan akhir sampah. Kondisi pengelolaan sampah mencakup keberadaan infrastruktur yang memadai, seperti tempat sampah, fasilitas daur ulang, tempat pembuangan akhir (TPA), serta kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah secara efektif | Tahunan |
| PDRB ADHB | ukuran total nilai barang dan jasa yang diproduksi di suatu daerah selama periode tertentu, yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada saat perhitungan dilakukan. PDRB ADHB mencerminkan total output ekonomi daerah tanpa memperhitungkan perubahan harga atau inflasi. | ukuran total nilai barang dan jasa yang diproduksi di suatu daerah selama periode tertentu, yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada saat perhitungan dilakukan. PDRB ADHB mencerminkan total output ekonomi daerah tanpa memperhitungkan perubahan harga atau inflasi. | Tahunan |
| PDRB ADHK | total nilai barang dan jasa yang diproduksi di suatu daerah selama periode tertentu, yang dihitung menggunakan harga konstan (harga yang disesuaikan dengan inflasi atau perubahan harga). PDRB ADHK bertujuan untuk menghilangkan pengaruh perubahan harga (inflasi atau deflasi), sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang pertumbuhan ekonomi riil di suatu daerah dari tahun ke tahun. | total nilai barang dan jasa yang diproduksi di suatu daerah selama periode tertentu, yang dihitung menggunakan harga konstan (harga yang disesuaikan dengan inflasi atau perubahan harga). PDRB ADHK bertujuan untuk menghilangkan pengaruh perubahan harga (inflasi atau deflasi), sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang pertumbuhan ekonomi riil di suatu daerah dari tahun ke tahun. | Tahunan |
| Pertumbuhan Ekonomi | laju perubahan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) suatu negara atau daerah dari tahun ke tahun, yang biasanya dihitung dalam persentase. Pertumbuhan ekonomi mengindikasikan sejauh mana perekonomian suatu negara atau daerah berkembang, baik dari segi produksi barang dan jasa maupun dari segi peningkatan pendapatan. | laju perubahan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) suatu negara atau daerah dari tahun ke tahun, yang biasanya dihitung dalam persentase. Pertumbuhan ekonomi mengindikasikan sejauh mana perekonomian suatu negara atau daerah berkembang, baik dari segi produksi barang dan jasa maupun dari segi peningkatan pendapatan. | Tahunan |
| Realisasai PAD | jumlah pendapatan yang berhasil dihimpun atau diterima oleh pemerintah daerah dari sumber-sumber pendapatan yang berasal dari daerah itu sendiri, selama periode tertentu, yang tercatat dan dilaporkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). PAD meliputi pendapatan dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. | jumlah pendapatan yang berhasil dihimpun atau diterima oleh pemerintah daerah dari sumber-sumber pendapatan yang berasal dari daerah itu sendiri, selama periode tertentu, yang tercatat dan dilaporkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). PAD meliputi pendapatan dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. | Tahunan |
| Realisasi Belanja | jumlah belanja yang telah dikeluarkan oleh pemerintah daerah selama periode tertentu, yang tercatat dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Belanja daerah ini mencakup seluruh pengeluaran pemerintah untuk membiayai program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat, baik yang bersifat operasional maupun investasi. | jumlah belanja yang telah dikeluarkan oleh pemerintah daerah selama periode tertentu, yang tercatat dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Belanja daerah ini mencakup seluruh pengeluaran pemerintah untuk membiayai program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat, baik yang bersifat operasional maupun investasi. | Tahunan |
| Jumlah ASN | total jumlah pegawai yang bekerja di instansi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, yang terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). ASN memiliki peran dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik berdasarkan aturan dan perundang-undangan yang berlaku. | total jumlah pegawai yang bekerja di instansi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, yang terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). ASN memiliki peran dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik berdasarkan aturan dan perundang-undangan yang berlaku. | Tahunan |
| Kepadatan Penduduk | jumlah penduduk yang tinggal di suatu wilayah tertentu per satuan luas, biasanya dihitung per kilometer persegi (km²). Kepadatan penduduk dapat dihitung dengan membagi total jumlah penduduk di suatu wilayah dengan luas wilayah tersebut. | jumlah penduduk yang tinggal di suatu wilayah tertentu per satuan luas, biasanya dihitung per kilometer persegi (km²). Kepadatan penduduk dapat dihitung dengan membagi total jumlah penduduk di suatu wilayah dengan luas wilayah tersebut. | Tahunan |
| Pertumbuhan Penduduk | perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah dalam periode waktu tertentu, yang dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kelahiran, kematian, serta migrasi (masuk atau keluar). Pertumbuhan penduduk biasanya dihitung dalam persentase per tahun untuk menggambarkan seberapa cepat atau lambat jumlah penduduk bertambah. | perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah dalam periode waktu tertentu, yang dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kelahiran, kematian, serta migrasi (masuk atau keluar). Pertumbuhan penduduk biasanya dihitung dalam persentase per tahun untuk menggambarkan seberapa cepat atau lambat jumlah penduduk bertambah. | Tahunan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA TENGAH | TEGAL |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
CATI, Lainnya : Perangkat Daerah
Unit Pengumpulan Data
Usaha/perusahaan, Lainnya : perangkat daerah
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 2
Pengumpul data/enumerator: 5
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : usaha, OPD, dll
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2025-09-26;
Digital (softcopy): 2025-09-26;
Data Mikro: -