Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Normalisasi Saluran Kota Surabaya 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Normalisasi Saluran Kota Surabaya
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Perwilayahan dan Perkotaan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-25.3578.005
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Sumber Daya Air dan Bina Marga
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Jimerto No.6-8
| Telepon: | 0315343051-57 |
| Faksimile: | - |
| Email: | binamarga.kotasurabaya@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | LILIK ARIJANTO, ST, MT |
| Eselon 2: | SYAMSUL HARIADI, ST. MT |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | WINDO GUSMAN PRASETYO ST, M.Si. |
| Jabatan: | Kepala Bidang Drainase |
| Alamat: | Jl. Jimerto 6-8, Surabaya |
| Telepon: | 031534305157 |
| Faksimile: | - |
| Email: | drainasedsdabm@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanSebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Surabaya menghadapi tantangan serius terkait tata air dan sistem drainase akibat pertumbuhan pesat perkotaan, perubahan pola tata guna lahan, dan kurangnya infrastruktur penanganan air yang memadai. Banjir yang terjadi di Surabaya menjadi ancaman serius terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat dan infrastruktur kota. Penyebabnya antara lain adalah kurangnya daya tampung air hujan, penyumbatan saluran drainase akibat sampah dan limbah, serta peningkatan volume air sungai yang tidak mampu diatasi oleh sistem drainase yang ada. Hal ini menciptakan kebutuhan mendesak untuk melakukan normalisasi saluran drainase, yang melibatkan perbaikan, perawatan, dan peningkatan kapasitas saluran air.Normalisasi saluran drainase bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aliran air, mencegah genangan dan banjir, serta memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik. Selain itu, normalisasi juga dapat melibatkan pembenahan tepian saluran, pembersihan sungai, dan penataan ruang sungai untuk meminimalkan risiko banjir dan memperbaiki kualitas lingkungan. Dengan melibatkan masyarakat, pemerintah daerah Surabaya berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, bersih, dan berkelanjutan serta meningkatkan kualitas hidup warganya. Normalisasi saluran drainase menjadi langkah penting dalam menyikapi tantangan infrastruktur perkotaan dan perubahan iklim guna menciptakan lingkungan kota yang lebih tahan terhadap risiko banjir dan bencana alam lainnya.
Tujuan Kegiatan
Pencatatan normalisasi saluran drainase memiliki tujuan utama untuk menyediakan data dan informasi yang akurat, terkini, dan komprehensif terkait perbaikan dan peningkatan saluran air. Dengan memantau secara teratur, baik aspek fisik maupun fungsional dari saluran drainase, pihak berwenang dapat mengidentifikasi area-area yang membutuhkan perbaikan lebih lanjut.Salah satu tujuan utama pencatatan adalah untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi saluran drainase. Dengan mencatat data terkait dimensi, volume air, dan kondisi fisik saluran, pemerintah dan pihak terkait dapat merencanakan perbaikan yang spesifik untuk meningkatkan daya tampung dan aliran air yang lebih lancar. Pencatatan juga bertujuan untuk memonitor dan mencegah penyumbatan saluran drainase, yang seringkali disebabkan oleh sampah, limbah, atau tanaman liar. Data yang terkumpul akan menjadi dasar untuk perencanaan program pembersihan dan pemeliharaan secara berkala.Selain itu, pencatatan normalisasi saluran drainase juga menjadi landasan dalam pengelolaan risiko banjir. Dengan mengumpulkan data ketinggian air, curah hujan, dan kondisi sungai, pemerintah dapat memahami pola banjir dan mengembangkan strategi mitigasi yang lebih efektif. Pencatatan ini juga dapat membantu dalam menyusun peringatan dini dan merumuskan kebijakan penanganan darurat ketika terjadi banjir.Kegiatan pencatatan normalisasi saluran drainase di Surabaya secara keseluruhan bertujuan untuk menciptakan sistem drainase yang lebih handal, mengurangi risiko banjir, dan meningkatkan daya dukung lingkungan. Dengan pemantauan yang cermat, diharapkan normalisasi saluran drainase dapat memberikan manfaat jangka panjang, seperti lingkungan yang lebih bersih, masyarakat yang lebih aman dari risiko banjir, dan infrastruktur kota yang lebih tahan terhadap perubahan iklim.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-01-02 s.d. 2025-02-28
Desain
2025-01-02 s.d. 2025-02-28
Pengumpulan Data
2025-03-23 s.d. 2025-12-31
Pengolahan Data
2025-03-23 s.d. 2025-12-31
Analisis
2025-03-23 s.d. 2025-12-31
Diseminasi Hasil
2025-12-01 s.d. 2026-01-31
Evaluasi
2025-12-01 s.d. 2026-01-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Nama Saluran | Nama Saluran | Nama yang diberikan untuk saluran yang digunakan dalam sistem pengelolaan air atau drainase | Setahun yang lalu |
| Jenis Saluran | Jenis Saluran | Kategori atau tipe saluran berdasarkan fungsi atau konstruksinya, seperti saluran Primer, Sekunder, Tersier | Setahun yang lalu |
| Kelurahan | [K00836] Kelurahan | Nama wilayah yang dipimpin oleh kepala desa/kepala kelurahan (lurah) yang berada di bawah koordinasi camat. | Setahun yang lalu |
| Kecamatan | [K00788] Kecamatan | Nama wilayah yang dipimpin oleh seorang kepala kecamatan yang disebut camat yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada bupati/wali kota melalui sekretaris Daerah. | Setahun yang lalu |
| Sistem Drainase | Sistem Drainase | Sistem yang digunakan untuk mengelola aliran air, baik itu untuk pengendalian banjir atau pengaliran air limbah | Setahun yang lalu |
| Dimensi Saluran | Dimensi Saluran | Ukuran fisik saluran secara keseluruhan, termasuk lebar, kedalaman, dan panjang, yang menentukan kapasitas saluran dalam menampung aliran air | Setahun yang lalu |
| Rit DT | Satuan pengerukan | Rit DT (Dump Truck) mengacu pada jumlah perjalanan (rit) yang dilakukan oleh kendaraan dump truck dalam suatu periode waktu tertentu | Setahun yang lalu |
| Panjang pekerjaan | Panjang pekerjaan | Panjang pekerjaan mengacu pada panjang sungai yang dikeruk dalam suatu kegiatan pengerukan. Satuan yang digunakan biasanya dalam meter (m) | Setahun yang lalu |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA TIMUR | KOTA SURABAYA |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Ritase
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 4
Pengumpul data/enumerator: 7
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Ritase
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota, Kecamatan, Lainnya : Kelurahan, Kecamatan
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2026-01-31;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Ukuran total bentang saluran yang menjadi objek pekerjaan normalisasi, dihitung dari titik awal hingga titik akhir kegiatan pada setiap lokasi saluran yang dilakukan kegiatan normalisasi
-
Nama yang diberikan untuk saluran yang digunakan dalam sistem pengelolaan air atau drainase.
-
Ukuran fisik saluran secara keseluruhan, termasuk lebar, kedalaman, dan panjang, yang menentukan kapasitas saluran dalam menampung aliran air.
-
Sistem yang digunakan untuk mengelola aliran air, baik itu untuk pengendalian banjir atau pengaliran air limbah.
-
Nama wilayah yang dipimpin oleh kepala desa/kepala kelurahan (lurah) yang berada di bawah koordinasi camat.
-
Nama wilayah yang dipimpin oleh seorang kepala kecamatan yang disebut camat yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada bupati/wali kota melalui sekretaris Daerah.
-
Kategori atau tipe saluran berdasarkan fungsi atau konstruksinya, seperti saluran Primer, Sekunder, Tersier.
-
Jumlah perjalanan (rit) yang dilakukan oleh kendaraan dump truck dalam suatu periode waktu tertentu.
Indikator Kegiatan
-
Total lokasi atau tempat yang menjadi objek kegiatan pengerukan pada suatu wilayah dalam periode tertentu.
-
Total frekuensi hasil material endapan (seperti lumpur, sedimen, atau sampah) yang diangkut menggunakan dump truck dari kegiatan pengerukan dalam periode tertentu.
-
Total ukuran panjang saluran, sungai, atau badan air yang dikeruk dalam kegiatan pengerukan pada suatu wilayah dan periode tertentu.