Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Konsumsi Pangan Terhadap Konsumsi Ideal Kabupaten Bandung 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Konsumsi Pangan Terhadap Konsumsi Ideal Kabupaten Bandung
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-24.3204.002
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Ketahanan Pangan dan Perikanan
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Raya Soreang No.17, Pamekaran, Kec. Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40912
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | dispakan@bandungkab.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Drs. H. UKA SUSKA PUJI UTAMA M.Si |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | ACEP IRMAN FIRMANSYAH HIDAYAT S.H., M.Hum |
| Jabatan: | Kepala Bidang Distribusi Konsumsi dan Keamanan Pangan |
| Alamat: | Jl. Kartika Raya, Cipacing Kab. Sumedang |
| Telepon: | 081322212441 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dispakan.kabbdg@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanPangan selalu menjadi isu strategis dalam pembangunan baik di tingkat global, nasional maupun regional, karena pemenuhannya merupakan kebutuhan dasar yang menjadi hak setiap warga negara. Selain sebagai kebutuhan dasar, pangan juga berperan penting dalam menentukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pembangunan SDM yang berkualitas dan berdaya saing merupakan salah satu dari tujuh agenda utama pembangunan nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024. Salah satu cara paling efektif dalam memperbaiki gizi masyarakat adalah melalui penganekaragaman konsumsi pangan. Secara fisiologis, manusia memerlukan lebih dari 40 jenis zat gizi yang terdapat pada berbagai jenis makanan (Martianto, 2005). Di satu sisi, tidak ada satupun sumber pangan yang mengandung zat gizi yang lengkap. Konsumsi pangan di Kabupaten Bandung masih didominasi pangan sumber karbohidrat, terutama dari padi-padian. Selain itu konsumsi minyak/lemak tergolong berlebih. Konsumsi umbi-umbian, pangan hewani, buah/biji berminyak, kacang-kacangan, gula, serta sayur dan buah masih dibawah anjuran konsumsi ideal. Ketidakseimbangan pola konsumsi pangan jika berlangsung dalam jangka panjang dapat menyebabkan defisiensi zat gizi. Defisiensi gizi memberikan beban yang besar, tak hanya bagi penderitanya tapi juga bagi negara yakni mengganggu pertumbuhan fisik dan belajar, membatasi produktivitas, menambah biaya kesehatan dan akhirnya melanggengkan kemiskinan di suatu siklus yang berkelanjutan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jawa Barat (2022), terdapat 8,85% balita stunting di Kabupaten Bandung pada tahun 2021. Jika tidak ditangani dengan baik, hal ini dapat menurunkan kualitas sumberdaya manusia Kabupaten Bandung di masa depan serta memberikan kerugian ekonomi yang cukup besar.Situasi konsumsi pangan ditinjau berdasarkan aspek kuantitatif dan kualitatif. Penilaian terhadap konsumsi pangan penduduk secara kuantitas dapat ditunjukkan melalui konsumsi energi penduduk (kkal/kap/hari) dan konsumsi protein penduduk (gram /kap/hari) berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan bagi penduduk Indonesia. Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan bagi penduduk Indonesia merupakan kecukupan rata-rata zat gizi sehari bagi hampir semua orang sehat menurut golongan umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, aktifitas fisik dan keadaan fisiologis untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Mengacu pada Widyakarya Pangan dan Gizi (WNPG) XI tahun 2018, Angka Kecukupan Energi sebesar 2.100 kkal/kapita/hari dan Angka Kecukupan Protein (AKP) 57 gr/kapita/hari. Adapun penilaian konsumsi pangan dari segi kualitas menggunakan skor Pola Pangan Harapan (PPH). Pola Pangan Harapan merupakan susunan beragam pangan yang didasarkan atas proporsi keseimbangan energi dari berbagai kelompok pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi, baik dalam jumlah maupun mutu dengan mempertimbangkan aspek daya terima, ketersediaan pangan, ekonomi, budaya, dan agama. Pemerintah Kabupaten Bandung telah memiliki komitmen yang baik pada urusan pangan. Hal ini terlihat pada tujuan ke-2 dari misi ke-5 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2021-2026 yakni meningkatkan ketahanan pangan daerah dan masyarakat. Salah satu indikator sasaran yang ditetapkan untuk meraih tujuan tersebut adalah Skor PPH konsumsi pangan. Kajian analisis situasi konsumsi pangan dilaksanakan rutin oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung untuk mengetahui situasi konsumsi pangan penduduk di Kabupaten Bandung serta menyusun rekomendasi untuk perbaikan pola konsumsi pangan.
Tujuan Kegiatan
Analisis situasi konsumsi pangan ini bertujuan untuk memberi gambaran tentang konsumsi pangan penduduk sebagai output pembangunan ketahanan pangan dan gizi
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-03-18 s.d. 2025-03-21
Desain
2025-03-24 s.d. 2025-03-31
Pengumpulan Data
2025-05-02 s.d. 2025-05-30
Pengolahan Data
2025-06-02 s.d. 2025-06-30
Analisis
2025-07-01 s.d. 2025-10-31
Diseminasi Hasil
2025-12-01 s.d. 2025-12-15
Evaluasi
2025-12-16 s.d. 2025-12-19
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Padi padian | Padi Padian | "Padi-padian" adalah istilah umum yang merujuk pada kelompok tanaman yang termasuk dalam famili Poaceae (Gramineae) dan menghasilkan biji-bijian yang merupakan sumber makanan pokok di banyak budaya di seluruh dunia. | 1 tahun |
| Umbi - umbian | Umbi Umbian | Umbi-umbian adalah kelompok tanaman yang menyimpan cadangan makanan mereka dalam bentuk umbi, baik di bawah tanah (seperti kentang dan ubi jalar) maupun di atas tanah (seperti ubi batang). | 1 tahun |
| Pangan hewani | Pangan Hewani | Pangan hewani merupakan kelompok pangan dengan jenis komoditas daging dan olahannya, ikan dan olahannya, telur, serta susu dan olahannya | 1 tahun |
| Minyak dan Lemak | Minyak dan Lemak | Minyak dan lemak merupakan kelompok pangan dengan jenis komoditas minyak kelapa, minyak sawit, margarin dan lemak hewani | 1 tahun |
| Buah/biji berminyak | Buah/Biji berminyak | Buah/biji berminyak merupakan kelompok pangan dengan jenis komoditas kelapa, kemiri, kenari, dan coklat | 1 tahun |
| Kacang-kacangan | Kacang - kacangan | Kacang kacangan merupakan kelompok pangan dengan jenis komoditas kacang tanah, kocong kedelai, kacang hijau, kacang merah kacang polong, kacang mete, kacang tunggak, kacang lain, tahu, tempe, tauco, oncom, sari kedelai, kecap | 1 tahun |
| Gula | Gula | Gula merupakan kelompok pangan dengan jenis komoditas gula pasir, gula merah, sirup, minuman jadi dalam botol/ kaleng | 1 tahun |
| sayur dan buah | sayur dan buah | Sayur dan buah merupakan kelompok kelompok pangan dengan jenis komoditas sayur segar dan olahannya, buah segar dan olahannya termasuk emping | 1 tahun |
| Lain - lain | Lain - lain | makanan jadi | 1 tahun |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA BARAT | BANDUNG |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
CAWI
Unit Pengumpulan Data
Rumah Tangga
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Kunjungan kembali (revisit)
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma I/II/III
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 2
Pengumpul data/enumerator: 4
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataData Entry
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Rumah Tangga
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2025-12-30;
Digital (softcopy): 2025-12-30;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Lain - lain merupakan kelompok pangan dengan jenis komoditas makanan jadi
-
Sayur dan buah merupakan kelompok kelompok pangan dengan jenis komoditas sayur segar dan olahannya, buah segar dan olahannya termasuk emping
-
Gula merupakan kelompok pangan dengan jenis komoditas gula pasir, gula merah, sirup, minuman jadi dalam botol/ kaleng
-
Kelompok pangan yang jenis komoditasnya berupa beras dan olahannya, jagung dan olahannya, gandum dan olahannya
-
Minyak dan lemak merupakan kelompok pangan dengan jenis komoditas minyak kelapa, minyak sawit, margarin dan lemak hewani
-
Pangan hewani merupakan kelompok pangan dengan jenis komoditas daging dan olahannya, ikan dan olahannya, telur, serta susu dan olahannya
-
Umbi umbian merupakan kelompok pangan dengan jenis komoditas ubi kayu dan olahannya, ubi jalar, kentang, tals, dan sagu (termasuk makanan berpati)
-
Kacang kacangan merupakan kelompok pangan dengan jenis komoditas kacang tanah, kocong kedelai, kacang hijau, kacang merah kacang polong, kacang mete, kacang tunggak, kacang lain, tahu, tempe, tauco, oncom, sari kedelai, kecap
-
Buah/biji berminyak merupakan kelompok pangan dengan jenis komoditas kelapa, kemiri, kenari, dan coklat
Indikator Kegiatan
-
Angka yang menggambarkan jumlah dan komposisi atau ketersediaan pangan. Nilai ini diperoleh dari perkalian persentase angka kecukupan energi setiap golongan bahan pangan dengan bobotnya. Jika skor konsumsi pangan mencapai 100, maka wilayah tersebut dikatakan tahan pangan.