Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Ketahanan Dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vunerability Atlas- FSVA) Sulawesi Tenggara 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Ketahanan Dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vunerability Atlas- FSVA) Sulawesi Tenggara
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-25.7400.001
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
JALAN PERTANIAN No. 5 KENDARI
| Telepon: | (0401) 3128198 |
| Faksimile: | - |
| Email: | bkpsultra@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Deputi Kerawanan Pangan Dan Gizi |
| Eselon 2: | Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Aristosis , Stp |
| Jabatan: | KEPALA BIDANG KETERSEDIAAN DAN KERAWANAN PANGAN |
| Alamat: | JALAN PERTANIAN No. 5 KENDARI |
| Telepon: | 04013128198 |
| Faksimile: | - |
| Email: | bkpsultra@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanPeta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas – FSVA) merupakan peta tematik yang menggambarkan visualisasi geografis wilayah rentan terhadap kerawanan pangan. FSVA disusun dalam upaya menyediakan informasi ketahanan pangan yang akurat, komprehensif, dan tertata dengan baik untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan kerawanan pangan dan gizi, sehingga dapat memberikan arah dan rekomendasi kepada pembuat keputusan dalam penyusunan program, kebijakan, serta pelaksanaan intervensi di tingkat pusat dan daerah. Penyediaan informasi ini diamanahkan dalam UU No 18/ 2012 tentang Pangan dan PP No 17/2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi dimana Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya untuk membangun, menyusun, dan mengembangkan Sistem Informasi Pangan dan Gizi yang terintegrasi.
Tujuan Kegiatan
1. Menghasilkan Peta Ketahanan Dan Kerentanan Pangan (food Security And Vulnerability Atlas-fsva) Sebagai Dasar Perencanaan, Pelaksanaan Dan Evaluasi Kebijakan Di Bidang Pangan. 2. Menghasilkan Peta Ketahanan Dan Kerentanan Pangan (food Security And Vulnerability Atlas-fsva) Sebagai Instrumet Penelitian, Pengembangan, Pengkajian Di Bidang Pangan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-04-01 s.d. 2025-04-30
Desain
2025-04-01 s.d. 2025-04-30
Pengumpulan Data
2025-05-02 s.d. 2025-11-30
Pengolahan Data
2025-11-01 s.d. 2025-12-31
Analisis
2025-11-01 s.d. 2025-12-31
Diseminasi Hasil
2025-11-01 s.d. 2025-12-31
Evaluasi
2025-11-01 s.d. 2025-12-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Rasio konsumsi normatif per kapita thd produksi bersih pangan | konsumsi | pemakaian barang hasil produksi (bahan pakaian, makanan, dan sebagainya) | Tahunan |
| Persentase penduduk miskin | penduduk miskin | bagian dari populasi penduduk yang tidak mampu memenuhi hak dasar (hak atas pangan, sandang, layanan kesehatan, layanan pendidikan, pekerjaan dan berusaha, dan/atau perumahan) secara layak dan mandiri dan memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan di bawah garis kemiskinan | Tahunan |
| Persentase rumah tangga dengan proporsi pengeluaran untuk pangan lebih dari 65% terhadap total pengeluaran | rumah tangga | Rumah tangga dengan proporsi pengeluaran untuk makanan lebih dari 65% dibandingkan dengan total pengeluaran (makanan dan non makanan) rumah tangga | Tahunan |
| Persentase rumah tangga tanpa akses listrik | Rumah tangga; Tanpa akses Listrik | Rumah tangga yang tidak memiliki akses terhadap listrik dari PLN dan/atau non PLN, misalnya generator | Tahunan |
| Rata-rata lama sekolah perempuan di atas 15 tahun | Lama Sekolah; Perempuan | Rata-rata lama bersekolah (total tahun bersekolah sampai pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan kelas tertinggi yang pernah diduduki) oleh perempuan berumur 15 tahun ke atas | Tahunan |
| Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih | Rumah Tangga; Akses Air Bersih | Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih yaitu persentase rumah tangga yang tidak memiliki akses ke air minum yang berasal dari air isi ulang, leding/PAM, sumur bor/pompa air, sumur terlindung serta mata air yang terlindung dengan memperhatikan jarak ke tempat penampungan limbah/kotoran/tinja terdekat minimal 10 (sepuluh) meter. | Tahunan |
| Rasio jumlah penduduk per tenaga kesehatan terhadap kepadatan penduduk | Penduduk; Tenaga Kesehatan;Kepadatan Penduduk | Jumlah penduduk per jumlah tenaga kesehatan (dokter, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker, pranata laboratorium, ahli gizi, sanitarian, sarjana kesehatan masyarakat, asisten apoteker, perawat gigi, pelaksana kesehatan dan penata rontgen dan tenaga kesehatan lainnya) dibandingkan dengan tingkat kepadatan penduduk | Tahunan |
| Prevalensi balita stunting | Stunting | Anak di bawah lima tahun yang tinggi badannya kurang dari -2 Standar Deviasi (-2 SD) dengan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dari referensi khusus untuk tinggi badan terhada usia dan jenis kelamin (Standar WHO, 2005) | Tahunan |
| Angka kesakitan | Kesakitan | Angka kesakitan/morbiditas/ persentase penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan. Keluhan kesehatan adalah gangguan terhadap kondisi fisik maupun jiwa, termasuk karena kecelakaan, atau hal lain yang menyebabkan terganggunya kegiatan sehari-hari | Tahunan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| SULAWESI TENGGARA | BUTON |
| SULAWESI TENGGARA | MUNA |
| SULAWESI TENGGARA | KONAWE |
| SULAWESI TENGGARA | KOLAKA |
| SULAWESI TENGGARA | KONAWE SELATAN |
| SULAWESI TENGGARA | BOMBANA |
| SULAWESI TENGGARA | WAKATOBI |
| SULAWESI TENGGARA | KOLAKA UTARA |
| SULAWESI TENGGARA | BUTON UTARA |
| SULAWESI TENGGARA | KONAWE UTARA |
| SULAWESI TENGGARA | KOLAKA TIMUR |
| SULAWESI TENGGARA | KONAWE KEPULAUAN |
| SULAWESI TENGGARA | MUNA BARAT |
| SULAWESI TENGGARA | BUTON TENGAH |
| SULAWESI TENGGARA | BUTON SELATAN |
| SULAWESI TENGGARA | KOTA KENDARI |
| SULAWESI TENGGARA | KOTA BAUBAU |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Dinas/Institusi
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Lainnya : Rapat Koordinasi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 2
Pengumpul data/enumerator: 10
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataCoding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Dinas/Instansi
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota, Kecamatan
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2025-12-09;
Digital (softcopy): 2025-12-09;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Jumlah penduduk per jumlah tenaga kesehatan (dokter, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker, pranata laboratorium, ahli gizi, sanitarian, sarjana kesehatan masyarakat, asisten apoteker, perawat gigi, pelaksana kesehatan dan penata rontgen dan tenaga kesehatan lainnya) dibandingkan dengan tingkat kepadatan penduduk
-
Bagian dari populasi penduduk yang tidak mampu memenuhi hak dasar (meliputi pangan, sandang, layanan kesehatan, layanan pendidikan, pekerjaan dan berusaha, serta perumahan) secara layak dan mandiri, serta memiliki rata-rata pengeluaran yang rendah.
-
Rumah tangga dengan proporsi pengeluaran untuk makanan lebih dari 65% dibandingkan dengan total pengeluaran (makanan dan non makanan) rumah tangga
-
Angka kesakitan/morbiditas/ persentase penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan. Keluhan kesehatan adalah gangguan terhadap kondisi fisik maupun jiwa, termasuk karena kecelakaan, atau hal lain yang menyebabkan terganggunya kegiatan sehari-hari.
-
Rasio konsumsi normatif per kapita terhadap produksi bersih serealia dan umbi-umbian (padi, jagung, ubi kayu dan ubi jalar), serta stok beras pemerintah daerah. Konsumsi normatif serealia dan umbi-umbian adalah 300 gram/kapita/hari
-
Rumah tangga yang tidak memiliki akses terhadap listrik dari PLN dan/atau non PLN, misalnya generator
-
Rata-rata lama bersekolah (total tahun bersekolah sampai pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan kelas tertinggi yang pernah diduduki) oleh perempuan berumur 15 tahun ke atas
-
Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih yaitu persentase rumah tangga yang tidak memiliki akses ke air minum yang berasal dari air isi ulang, leding/PAM, sumur bor/pompa air, sumur terlindung serta mata air yang terlindung dengan memperhatikan jarak ke tempat penampungan limbah/kotoran/tinja....
-
Anak di bawah lima tahun yang tinggi badannya kurang dari -2 Standar Deviasi (-2 SD) dengan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dari referensi khusus untuk tinggi badan terhada usia dan jenis kelamin (Standar WHO, 2005)
Indikator Kegiatan
-
Angka yang menggambarkan kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan.