Detail Metadata Kegiatan Statistik
Survei Penyusunan skor pola pangan harapan (PPH) konsumsi pangan di Kabupaten Tulungagung 2024
Informasi Umum
Judul KegiatanSurvei Penyusunan skor pola pangan harapan (PPH) konsumsi pangan di Kabupaten Tulungagung
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Raya Wonorejo, Sumbergempol, Tulungagung
| Telepon: | (0355) 326459 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dketahananpanganta@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Bupati |
| Eselon 2: | Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada |
| Jabatan: | Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada |
| Alamat: | Jalan Flora, Bulaksumur, Yogyakarta |
| Telepon: | (0274) 563062 |
| Faksimile: | (0274) 563062 |
| Email: | faperta@ugm.ac.id |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanPemenuhan kebutuhan pangan seyogyanya tidak hanya ditekankan pada aspek kuantitas, tetapi juga memperhatikan kualitasnya, termasuk keragaman pangan dan keseimbangan gizi. Keragaman dan keseimbangan konsumsi pangan pada tingkat keluarga akan menentukan kualitas konsumsi pada tingkat wilayah, baik kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. Kualitas konsumsi pangan penduduk di tingkat wilayah (makro) ini dicerminkan dengan skor Pola Pangan Harapan (PPH). Saat ini, skor PPH telah menjadi indikator yang cukup strategis dan merupakan indikator kinerja di bidang ketahanan pangan yang tercantum dalam RPJM 2009-2014 dan RPJM 2015-2019. Pentingnya pencapaian skor PPH juga diamanatkan oleh UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan PP No. 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi. Pasal 60 UU No. 18 tahun 2012 menyebutkan bahwa Pemerintah Pusat dan Daerah berkewajiban mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi gizi masyarakat. Untuk mengetahui ketercapaian penganekaragaman konsumsi pagan tersebut, digunakan Pola Pangan Harapan (PPH) yang mengukur pencapaian nilai, komposisi, pola pangan, dan gizi seimbang.
Tujuan Kegiatan
Mengetahui pola pangan harapan di Kabupaten Tulungagung.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-10-01 s.d. 2024-10-10
Desain
2024-10-10 s.d. 2024-10-10
Pengumpulan Data
2024-10-14 s.d. 2024-10-25
Pengolahan Data
2024-10-28 s.d. 2024-10-31
Analisis
2024-10-28 s.d. 2024-10-31
Diseminasi Hasil
2024-11-04 s.d. 2024-11-04
Evaluasi
2024-11-08 s.d. 2024-11-08
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Identitas ART | Nama, Status dalam KK, Usia, Pendidikan terakhir, Pekerjaan utama | Keterangan identitas anggota rumah tangga | Saat pencacahan |
| ART yang bekerja | Jumlah ART yang bekerja | Anggota rumah tangga adalah orang yang biasanya tinggal dan makan di rumah tangga ini, baik dewasa, anak-anak, maupun bayi. ART yang bekerja adalah anggota rumah tangga yang melakukan kegiatan ekonomi untuk memperoleh pendapatan atau keuntungan, paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. | Seminggu terakhir |
| Pendapatan ART | Pendapatan kepala rumah tangga, Pendapatan istri, Pendapatan anggota rumah tangga lainnya, Kiriman, Pensiunan, Pendapatan lain | Pendapatan yang dimaksud adalah seluruh pendapatan utama dan pendapatan lainnya yang terkait dengan kegiatan/usaha yang dilakukan. | Sebulan terakhir |
| Pengeluaran pangan | Pengeluaran beras, Pengeluaran ketela jagung, dll, Pengeluaran lauk-pauk, Pengeluaran sayur, Pengeluaran bumbu, Pengeluaran minuman (gula, kopi, teh, susu, dll), Pengeluaran galon, Pengeluaran cemilan | Pengeluaran pangan yang dimaksud adalah seluruh pengeluaran utama dan pengeluaran lainnya yang terkait dengan komoditas yang tergolong untuk memenuhi kebutuhan pangan | Seminggu terakhir |
| Pengeluaran nonpangan | Pengeluaran membeli pakaian, Pengeluaran perawatan kesehatan, Pengeluaran MCK, Pengeluaran kegiatan sosial, Pengeluaran penerangan, bahan bakar (BBM, listrik, gas), Pengeluaran air (selain untuk minum), Pengeluaran pendidikan keluarga, Pengeluaran pajak, Pengeluaran pulsa, Pengeluaran rokok | Pengeluaran nonpangan yang dimaksud adalah seluruh pengeluaran utama dan pengeluaran lainnya yang terkait dengan komoditas yang bukan untuk memenuhi kebutuhan pangan | Sebulan terakhir |
| Produksi pangan pokok | Produksi padi, Produksi beras, Produksi jagung, Produksi ubi jalar, Produksi ubi kayu | Produksi pangan adalah kegiatan atau proses menghasilkan, menyiapkan, mengolah, membuat, mengawetkan, mengemas, mengemas kembali, dan atau mengubah bentuk pangan. Dalam satuan kg dan disetarakan dalam bentuk rupiah. | Setahun terakhir |
| Cadangan pangan pokok | Cadangan padi, Cadangan beras, Cadangan jagung, Cadangan ubi jalar, Cadangan ubi kayu, Cadangan mie instan, Cadangan pangan pokok lainnya | Cadangan pangan adalah persediaan bahan pangan pokok yang disimpan oleh rumah tangga yang dapat dimobilisasi secara cepat untuk keperluan konsumsi maupun menghadapi keadaan darurat dan antisipasi terjadinya gejolak harga. | Saat pencacahan |
| Harga pangan | Harga beras, Harga jagung, Harga gula, Harga minyak goreng, Harga ubi kayu, Harga ubi jalar, Harga mie instan, Harga daging ayam, Harga ikan, Harga telur | Biaya yang harus dibayar untuk mendapatkan 1 satuan komoditas pangan | Saat pencacahan |
| Ukuran konsumsi pangan rumah tangga (URT) | Konsumsi makan-minum pagi, Konsumsi makan-minum siang, Konsumsi makan-minum malam, Konsumsi makan/minum selingan (camilan) | Ukuran konsumsi pangan rumah tangga (URT) adalah ukuran atau takaran yang lazim digunakan untuk menaksir jumlah pangan yang dikonsumsi. Misalnya: sendok teh, sendok makan, gelas, bungkus, potong, dll | Hari ke-1 saat pencacahan, Hari ke-2 saat pencacahan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA TIMUR | TULUNGAGUNG |
Wawancara
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Rumah Tangga
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelSINGLE_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_PROBABILITAS
Metode yang Digunakan
STRATIFIED_RANDOM_SAMPLING
Kerangka Sampel Tahap Terakhir
LIST_FRAME
Fraksi Sampel Keseluruhan
-
Nilai Perkiraan Sampling Error Variabel Utama
-
Unit Sampel
Rumah Tangga
Unit Observasi
Rumah Tangga
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 3
Pengumpul data/enumerator: 10
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan Data-
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Rumah Tangga
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Tidak
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2024-11-04;
Digital (softcopy): -
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Pengeluaran pangan yang dimaksud adalah seluruh pengeluaran utama dan pengeluaran lainnya yang terkait dengan komoditas yang tergolong untuk memenuhi kebutuhan pangan
-
Pengeluaran Non pangan yang dimaksud adalah pengeluaran utama dan pengeluaran lainnya yang terkait dengan komoditas yang bukan untuk memenuhi kebutuhan pangan
-
Konsumsi pangan rumah tangga adalah jumlah pangan yang dikonsumsi oleh anggota keluarga yang dinyatakan dalam satuan Kg, Ons, Butir, Liter, Bungkus, Potong, Porsi
Indikator Kegiatan
-
PPH adalah susunan beragam bahan makanan atau kelompok bahan makanan yang iddasarkan pada sumbangan energi, baik secara absolut maupun relatif terhadap total energi, yang mampu memenuhi kebutuhan konsumsi pangan penduduk baik kuantitas, kualitas, maupun keragaman dengan mempertimbangkan aspek sosial,....