Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Penyusunan Informasi Kebencanaan 2024
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Penyusunan Informasi Kebencanaan
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-24.1300.008
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Barat
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Jend. Sudirman No. 47, Padang Pasir, Kec. Padang Barat., Kota Padang, Sumatera Barat 25129
| Telepon: | 089680672290 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dillaulfa24@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat |
| Eselon 2: | Kepala Badan Penanggulanggan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Barat |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Benny Yansukral, S.P.,M.P |
| Jabatan: | Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan |
| Alamat: | Jl. Jendral Sudirman 47 |
| Telepon: | 0751890720 |
| Faksimile: | 890721 |
| Email: | bpbd@sumbarprov.go.id |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanProvinsi Sumatera Barat merupakan wilayah dengan potensi bencana tinggi (IRBI, 2022). Hal ini disebabkan oleh posisi Sumatera Barat yang terletak pada bagian barat tengah pulau Sumatera yang berhadapan langsung dengan lempeng Samudera Hindia di sebelah barat, gunung api yang berada pada jajaran perbukitan barisan, dan jalur sesar semangko yang membelah pulau Sumatera dari Aceh hingga Lampung. Selain itu, Sumatera Barat juga dilalui oleh garis khatulistiwa yang menyebabkan wilayah ini mempunyai musim hujan dan musim kemarau yang tidak teratur (bias). Kondisi geologi dan geografis tersebut menimbulkan beberapa potensi bencana alam di Sumatera Barat antara lain: 1. Erupsi Gunung Api 2. Longsor 3. Banjir 4. Banjir Bandang 5. Gelombang Pasang 6. Gempa Bumi 7. Tsunami 8. Kebakaran Hutan dan Lahan 9. Abrasi Pantai 10. Angin Kencang (Badai/ Puting Beliung /Hujan Badai) Kesiapsiagaan Sumatera Barat dalam menghadapi berbagai potensi tersebut telah diupayakan dalam berbagai hal, mulai dari pembentukan Badan Penanggulangan Bencana yang berada di 19 Kabupaten/Kota, pembentukan Komunitas Siaga Bencana di tiap Kabupaten/Kota hingga mengadakan sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat dan siswa sekolah. Selain itu, terdapat juga pengadaan peralatan pemantauan cuaca dan kegempaan dari sumber terpercaya melalui mekanisme yang diselenggarakan oleh instansi teknis seperti Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), serta sumber-sumber resmi internasional melalui jaringan internet. Sementara itu, koordinasi dan jaringan informasi kebencanaan se-Sumatera Barat dilakukan secara intensif dengan Pemda Kabupaten/Kota yang dalam hal ini adalah BPBD Kabupaten/Kota. Upaya yang dilakukan tidak akan maksimal hasilnya apabila tidak diiringi oleh analisis basis data kebencanaan terkini di masing-masing Kabupaten/Kota dalam periode tertentu. Oleh karena itu, BPBD Provinsi Sumatera Barat perlu melakukan pengumpulan data dan analisis sederhana tentang bencana-bencana alam yang terjadi di Sumatera Barat dalam periode 1 (satu) tahun hingga dapat diketahui upaya yang tepat untuk menanggulangi bencana-bencana yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.
Tujuan Kegiatan
1.Dapat mengetahui jumlah kejadian bencana yang ada di Provinsi Sumatera Barat 2.Dapat mengetahui kerugian dan dampak dari bencana yang ada di Provinsi Sumatera Barat 3.Dapat mengetahui potensi dan kapasitas masyarakat Provinsi Sumatera Barat
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-01-02 s.d. 2024-01-10
Desain
2024-01-15 s.d. 2024-01-19
Pengumpulan Data
2024-01-22 s.d. 2024-01-31
Pengolahan Data
2024-02-01 s.d. 2024-02-23
Analisis
2024-02-26 s.d. 2024-03-29
Diseminasi Hasil
2024-04-12 s.d. 2024-04-15
Evaluasi
2024-04-16 s.d. 2024-04-19
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Jenis Bencana | Jenis Bencana | Jenis peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. | Setahun yang lalu |
| Kejadian Bencana Alam (banjir, tanah longsong, kebakaran hutan) | Bencana | Bencana Tanah Longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng. Banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi Gelombang pasang laut adalah gelombang tinggi yang ditimbulkan karena efek terjadinya siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia dan berpotensi kuat menimbulkan bencana alam. Indonesia bukan daerah lintasan siklon tropis tetapi keberadaan siklon tropis akan memberikan pengaruh kuat terjadinya angin kencang, gelombang tinggi disertai hujan deras Angin puting beliung adalah angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan bumi dan akan hilang dalam waktu singkat (3-5 menit) Gunung Meletus merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah "erupsi". Bahaya letusan gunung api dapat berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar. Kebakaran Hutan adalah suatu keadaan di mana hutan dan lahan dilanda api, sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan lahan yang menimbulkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan. Kebakaran hutan dan lahan seringkali menyebabkan bencana asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitar. Kekeringan Lahan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. | Setahun yang lalu |
| Korban Bencana | Korban Bencana | Banyaknya orang yang mengalami kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dampak psikologis, dan meninggal dunia akibat kecelakaan, bencana, dan/atau kondisi membahayakan manusia | Setahun yang lalu |
| Tingkat Kerugian Terdampak Bencana | Risiko Bencana, Kerugian Ekonomi Langsung Akibat Bencana | Penilaian kerugian ekonomi pasca bencana pada berbagai sektor pembangunan (pemukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial dan lintas sektor) yang diakibatkan oleh bencana pada sebuah kota | Setahun yang lalu |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| SUMATERA BARAT | KEPULAUAN MENTAWAI |
| SUMATERA BARAT | PESISIR SELATAN |
| SUMATERA BARAT | SOLOK |
| SUMATERA BARAT | SIJUNJUNG |
| SUMATERA BARAT | TANAH DATAR |
| SUMATERA BARAT | PADANG PARIAMAN |
| SUMATERA BARAT | AGAM |
| SUMATERA BARAT | LIMA PULUH KOTA |
| SUMATERA BARAT | PASAMAN |
| SUMATERA BARAT | SOLOK SELATAN |
| SUMATERA BARAT | DHARMASRAYA |
| SUMATERA BARAT | PASAMAN BARAT |
| SUMATERA BARAT | KOTA PADANG |
| SUMATERA BARAT | KOTA SOLOK |
| SUMATERA BARAT | KOTA SAWAH LUNTO |
| SUMATERA BARAT | KOTA PADANG PANJANG |
| SUMATERA BARAT | KOTA BUKITTINGGI |
| SUMATERA BARAT | KOTA PAYAKUMBUH |
| SUMATERA BARAT | KOTA PARIAMAN |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI, Mail, Lainnya : diambil dari rekapitulasi data kabupaten/kota
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Kabupaten/Kota
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Lainnya : data yang sudah disahkan oleh BPBD Kab/Kota
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 1
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Kab/Kota
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Provinsi, Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Ya
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2024-04-15;
Data Mikro: 2024-04-15;
Variabel Kegiatan
-
Penilaian kerugian ekonomi pasca bencana pada berbagai sektor pembangunan (pemukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial dan lintas sektor) yang diakibatkan oleh bencana pada sebuah kota
-
Banyaknya orang yang mengalami kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dampak psikologis, dan meninggal dunia akibat kecelakaan, bencana, dan/atau kondisi membahayakan manusia
-
Bencana Tanah Longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng. Banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume....
-
Jenis peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat.
Indikator Kegiatan
-
Jumlah taksiran kerugian yang ditimbulkan akibat bencana
-
Banyaknya orang yang mengalami kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dampak psikologis, dan meninggal dunia akibat kecelakaan, bencana, dan/atau kondisi membahayakan manusia.
-
jumlah pemukiman yang rusak akibat bencana
-
Jumlah sarana dan prasarana yang rusak akibat bencana