Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Spasial Penyakit Tuberkulosis di Kabupaten Minahasa Utara 2024
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Spasial Penyakit Tuberkulosis di Kabupaten Minahasa Utara
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara Kabupaten Minahasa Utara
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Kompleks Perkantoran Pemkab Minahasa Utara, Airmadidi-95371
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | oymroo@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Kementrian Kesehatan |
| Eselon 2: | Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Olly Koloay, S.Tr.Keb, M.Kes |
| Jabatan: | Sekretaris Dinas Kesehatan Minahasa Utara |
| Alamat: | Laikit |
| Telepon: | 085256581222 |
| Faksimile: | - |
| Email: | renkeudinkesminut@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanTuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang terutama menyerang paru-paru tetapi dapat mempengaruhi organ lain dalam tubuh. Di Kabupaten Minahasa Utara, seperti di banyak daerah lainnya di Indonesia, TB tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Analisis spasial penyakit TB menjadi penting untuk memahami pola penyebaran penyakit ini dan faktor-faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi prevalensinya. Data spasial dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang area dengan insiden tinggi, membantu dalam perencanaan intervensi yang lebih efektif. Penggunaan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) memungkinkan peneliti dan otoritas kesehatan untuk memetakan kasus TB secara detail. Dengan memanfaatkan data geografis, analisis spasial dapat mengidentifikasi klaster atau hotspot di mana TB lebih banyak ditemukan. Di Minahasa Utara, berbagai faktor seperti kepadatan penduduk, akses ke fasilitas kesehatan, kondisi sanitasi, dan mobilitas penduduk dapat dianalisis untuk melihat bagaimana mereka mempengaruhi penyebaran TB. Informasi ini penting untuk mengalokasikan sumber daya kesehatan secara lebih efisien dan merancang program pencegahan serta pengobatan yang lebih tepat sasaran. Analisis spasial juga dapat membantu dalam monitoring dan evaluasi program pengendalian TB. Dengan memahami distribusi geografis TB, pihak berwenang dapat melacak kemajuan program intervensi dari waktu ke waktu dan menyesuaikan strategi mereka berdasarkan perubahan pola penyakit. Di Minahasa Utara, pendekatan ini dapat meningkatkan respons kesehatan masyarakat terhadap TB, dengan fokus pada area yang paling membutuhkan perhatian, serta mengurangi penyebaran penyakit secara keseluruhan melalui tindakan yang berbasis bukti
Tujuan Kegiatan
Identifikasi Pola Penyebaran Penyakit: Menganalisis data spasial untuk mengidentifikasi pola penyebaran tuberkulosis di Kabupaten Minahasa Utara, termasuk mengidentifikasi area dengan insiden tinggi atau klaster kasus TB. Analisis Faktor Lingkungan dan Sosial: Menilai hubungan antara prevalensi TB dengan faktor-faktor lingkungan dan sosial seperti kepadatan penduduk, sanitasi, akses ke fasilitas kesehatan, dan mobilitas penduduk untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran penyakit. Perencanaan dan Implementasi Intervensi: Menyediakan informasi yang diperlukan untuk merancang dan melaksanakan intervensi pencegahan serta pengobatan TB yang lebih efektif, dengan fokus pada area yang membutuhkan perhatian khusus. Monitoring dan Evaluasi Program Kesehatan: Memantau dan mengevaluasi efektivitas program pengendalian TB yang sudah ada dengan menggunakan data spasial untuk menilai kemajuan dan menyesuaikan strategi intervensi berdasarkan perubahan dalam pola penyebaran penyakit Peningkatan Kesadaran dan Sumber Daya: Meningkatkan kesadaran tentang masalah kesehatan masyarakat terkait TB dan mengoptimalkan alokasi sumber daya untuk pengendalian penyakit berdasarkan temuan dari analisis spasial
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-01-02 s.d. 2024-01-31
Desain
2024-01-02 s.d. 2024-01-31
Pengumpulan Data
2024-02-01 s.d. 2024-03-31
Pengolahan Data
2024-04-01 s.d. 2024-04-30
Analisis
2024-05-01 s.d. 2024-05-30
Diseminasi Hasil
2024-06-01 s.d. 2024-06-30
Evaluasi
2024-07-01 s.d. 2024-07-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Jumlah Kasus TB | Kasus | Jumlah Kasus TB adalah variabel yang mengukur total kasus tuberkulosis yang dilaporkan di suatu wilayah dalam periode waktu tertentu, biasanya per bulan atau per tahun. Variabel ini mencakup semua kasus yang telah didiagnosis, baik kasus baru maupun kasus lama, yang mungkin sedang dalam pengobatan atau sudah selesai. Data jumlah kasus TB digunakan untuk memetakan distribusi penyakit, mengidentifikasi area dengan insiden tinggi, serta merancang dan mengevaluasi program pengendalian tuberkulosis di masyarakat. | 2024 |
| Jenis Kelamin | Jenis Kelamin | Jenis Kelamin adalah variabel demografis yang mengklasifikasikan individu berdasarkan kategori biologis dan sosial mereka sebagai laki-laki atau perempuan. Dalam konteks analisis penyakit tuberkulosis, variabel ini digunakan untuk memeriksa perbedaan prevalensi dan risiko TB antara pria dan wanita. Misalnya, jenis kelamin dapat mempengaruhi pola infeksi dan respons terhadap pengobatan, serta berperan dalam studi epidemiologi untuk mengidentifikasi kelompok yang mungkin memerlukan perhatian atau intervensi khusus dalam upaya pengendalian penyakit. | 2024 |
| Jumlah Kasus Terobati | Kasus | Variabel "Kasus TB Terobati" mengacu pada jumlah pasien tuberkulosis yang telah menyelesaikan pengobatan standar secara lengkap dan dinyatakan sembuh oleh tenaga medis berdasarkan kriteria klinis dan laboratorium. Variabel ini mencakup pasien yang telah menjalani seluruh regimen pengobatan anti-TB sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan, tanpa adanya bukti kegagalan pengobatan atau kekambuhan penyakit. Pengukuran variabel ini penting untuk menilai efektivitas program pengobatan TB dan keberhasilan dalam mengendalikan penyebaran penyakit di suatu wilayah. | 2024 |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| SULAWESI UTARA | MINAHASA UTARA |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
Mail, Lainnya : WhatsApp
Unit Pengumpulan Data
Individu
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 0
Pengumpul data/enumerator: 0
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2024-06-30;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Jumlah Kasus Penyakit adalah variabel yang mengukur total kasus penyakit yang dilaporkan di suatu wilayah dalam periode waktu tertentu, biasanya per bulan atau per tahun. Variabel ini mencakup semua kasus yang telah didiagnosis, baik kasus baru maupun kasus lama, yang mungkin sedang dalam pengobatan....
-
Perbedaan antara perempuan dengan laki-laki secara fisiologis yang ditandai dengan ciri-ciri fisik tertentu. Jenis kelamin terbagi atas perempuan dan laki-laki.
Indikator Kegiatan
-
Angka yang menggambarkan bagian dari seluruh kasus TBC yang ditemukan dan diobati, yang mendapat pengobatan lengkap dan sembuh.
-
Angka Pengobatan Lengkap adalah proporsi pasien tuberkulosis yang telah menyelesaikan seluruh regimen pengobatan sesuai dengan standar yang ditetapkan tanpa ada interupsi atau kegagalan. Variabel ini diukur dengan membandingkan jumlah pasien yang berhasil menyelesaikan pengobatan dengan total jumlah....
-
Angka kesembuhan adalah persentase pasien yang sembuh dari suatu penyakit, dalam hal ini tuberkulosis (TB), dalam periode tertentu. Variabel ini dihitung dengan membandingkan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani pengobatan dengan total jumlah kasus TB yang terdaftar. Angka kesembuhan....