Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Produk Administrasi Ketahanan Pangan Kabupaten Gianyar 2024
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Produk Administrasi Ketahanan Pangan Kabupaten Gianyar
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-24.5104.026
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Astina Sel. No.3, Abianbase, Kec. Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali 80511
| Telepon: | 4791525 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dkpkp89@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar |
| Eselon 2: | Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Ida Bagus Made Wiantika,S.Sn.M.Si |
| Jabatan: | Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan |
| Alamat: | Jl. Astina Sel. No.3, Gianyar |
| Telepon: | (0361) 4791525 |
| Faksimile: | (0361) 4791525 |
| Email: | dkpkp.kabgianyar@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanPenganekaragaman pangan adalah upaya peningkatan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan berbasis pada potensi sumber daya lokal. Sementara, pangan lokal adalah makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal. Sehubungan dengan hal diatas Pemerintah dan Pemerintah Daerah berperan penting dalam mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan mendukung hidup sehat, aktif dan produktif, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan membudayakan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman, dengan potensi dan kearifan lokal, serta ramah lingkungan. Konsumsi masyarakat saat ini khususnya pangan sumber karbohidrat masih didominasi beras. Padahal Indonesia memiliki aneka pangan sumber karbohidrat yang melimpah yang tersebar di masing - masing daerah. Ini merupakan potensi luar biasa bagi upaya penyediaan bahan pangan masyarakat, seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, talas dan lain - lain, selain pagan sumber karbohidrat, Indonesia juga memiliki aneka sumber pangan lainnya sebagai sumber protein hewani maupun protein nabati. Pangan sumber protein hewai bukan hanya berasal dari daging sapi, tetapi bisa berasal dari daging unggas, telur, dan dari ikan yang sejenisnya beranekaragam. Sementara bahan pangan sebagai sumber protein nabati tidak hanya berasal dari kedelai saja tetapi juga kacang - kacangan seperti kacang tolo, kacang hitam, kacang mente da lainya. Pangan atau makanan merupakan kebutuhan primer setiap manusia, oleh sebab itu keamanan serta kebersihan makanan tersebut menjadi faktor yang tidak kalah penting untuk diperhatikan oleh masyarakat. Pola konsumsi pangan merupakan gambaran jenis, porsi, dan ukuran dari makanan yang dikonsumsi oleh setiap individu, dari pola konsumsi pangan, juga terbentuk gambaran mengenai seberapa besar kecukupan gizi yang telah terpenuhi. Zat gizi yang diasup berguna bagi kesehatan untuk menghasilkan energi, membangun serta memelihara jaringan tubuh. Pemenuhan zat gizi pada tiap individu berbeda-beda tergantung dari jenis kelamin, usia, dan aktivitas fisiknya. Apabila zat gizi yang diasup telah sesuai dengan yang dibutuhkan, maka individu tersebut dapat dikatakan memiliki status gizi yang baik, namun pemenuhan zat gizi tidaklah mudah, sehingga permasalahan yang berkaitan dengan status gizi dapat terjadi pada setiap individu di setiap tahapan siklus kehidupan. Oleh karena hal tersebut, diperlukan kesadaran pemenuhan gizi mulai dari sedini mungkin. Kesadaran pemenuhan gizi dapat diimplementasikan dengan cara menerapkan pola makan seimbang secara kuantitas maupun kualitasnya sesuai dengan kebutuhan gizi setiap individu mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serta mineral. Terlebih pemenuhan vitamin dan mineral memang harus dimulai sejak dini bahkan ketika masih dalam kandungan. Oleh karena itu, peran keluarga sangat penting dalam mendukung pemenuhan nutrisi terutama vitamin dan mineral dalam tubuh.
Tujuan Kegiatan
Tersedianya Data dan Informasi Ketahanan Pangan Kabupaten Gianyar
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2023-06-01 s.d. 2023-12-31
Desain
2023-06-01 s.d. 2023-06-30
Pengumpulan Data
2024-04-25 s.d. 2024-05-30
Pengolahan Data
2024-05-01 s.d. 2024-06-30
Analisis
2024-07-01 s.d. 2024-12-31
Diseminasi Hasil
2024-12-02 s.d. 2024-12-31
Evaluasi
2024-12-23 s.d. 2024-12-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Angka Konsumsi Energi | Angka Konsumsi Energi | Konsumsi Energi adalah makanan yang berfungsi sebagai sumber energi pada tubuh manusia | 1 Tahun |
| Angka Konsumsi Protein | Angka Konsumsi Protein | Konsumsi Protein adalah jenis makanan yang mengandung protein | 1 Tahun |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| BALI | GIANYAR |
Pengamatan
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Desa
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi, Lainnya : Pemeriksaan oleh atasan langsung
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 2
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataData Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Kabupaten
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2024-12-09;
Digital (softcopy): 2024-12-09;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Kematian ibu merupakan kematian yang terjadi pada ibu karena peristiwa kehamilan, persalinan dan masa nifas.
-
Status kesejahteraan keluarga dalam kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar minimum yang diperlukan untuk hidup layak dan bermartabat.
-
luas wilayah darat daerah provinsi dan kabupaten/kota berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
-
Jumlah balita usia sampai 59 bulan yang meninggal di mana Balita adalah anak umur 12 bulan sampai dengan 59 bulan
-
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.
-
Pengkategorian kelayakan kondisi air yang diminum.
-
Nama wilayah yang dipimpin oleh kepala desa/kepala kelurahan (lurah) yang berada di bawah koordinasi camat.
-
Kategori tempat atau wadah air alami dan/ atau buatan yang terdapat pada, di atas, atau di bawah permukaan tanah.
-
Penduduk adalah banyaknya orang yang mendiami suatu wilayah.
-
Banyaknya Balita umur 0-59 bulan dengan status gizi kurang di mana gizi kurang adalah kategori status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) dengan z-score kurang dari -2 SD.
-
Penggolongan tenaga yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
-
Banyaknya hasil dari setiap tanaman menurut bentuk produksi (hasil) yang diambil berdasarkan luas yang dipanen pada bulan/triwulan/semester laporan
Indikator Kegiatan
-
Angka yang menggambarkan banyaknya perempuan yang meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan, bunuh diri atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan, dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan....
-
Banyaknya rumah tangga di suatu wilayah pada suatu waktu tertentu.
-
Banyaknya penyedia makan minum yang menyediakan makanan atau minuman untuk dikonsumsi segera baik di tempat tetap maupun sementara dengan atau tanpa tempat duduk.berdasarkan jenis penyedia makan minum
-
Semua produksi yang dihasilkan termasuk yang dikonsumsi sendiri, langsung diolah oleh unit usaha tersebut, dijual, diberikan kepada pekerja sebagai upah/gaji, diberikan kepada pihak lain baik untuk bagi hasil/membayar biaya produksi maupun untuk alasan lainnya, dan yang disimpan atau belum dijual.
-
Persentase anak usia 0-4 tahun yang stunting Keterangan: Stunting adalah adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Anak yang memiliki status gizi stunting adalah anak usia 0-4 tahun yang memiliki tinggi badan kurang dari -2 SD
-
Banyaknya orang yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia selama 1 tahun atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 1 tahun tetapi bertujuan untuk menetap.
-
Banyaknya penduduk yang tidak mampu memenuhi hak dasar (hak atas pangan, sandang, layanan kesehatan, layanan pendidikan, pekerjaan dan berusaha, dan/atau perumahan) secara layak dan mandiri; atau penduduk yang memiliki rata- rata pengeluaran per kapita sebulan di bawah garis kemiskinan.
-
Nilai indeks yang menggambarkan kondisi ketahanan pangan di suatu wilayah dalam periode tertentu.
-
Banyaknya penduduk yang mempunyai akses pada air minum yang bersumber dari PAM, mata air, sumur bor, sumur galian yang terlindung, penampungan air hujan, dan air kemasan yang dialirkan dengan pipa. Mata air dan sumur bor/galian tersebut harus berjarak lebih > 10 meter dari tempat pembuangan limbah dan tangki septik.
-
persentase balita usia 0 – 59 bulan yang memiliki tanda klinis gizi buruk dan atau Indeks Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) dengan nilai z-score kurang dari -3 SD atau Lingkar Lengan Atas (LiLA) <11.5 cm pada balita usia 6-59 bulan yang dirawat....
-
Bagian dari populasi penduduk, yang tidak mampu memenuhi hak dasar (hak atas pangan, sandang, layanan kesehatan, layanan pendidikan, pekerjaan dan berusaha, dan/atau perumahan) secara layak dan mandiri, dan rata-rata pengeluaran per kapita di bawah garis kemiskinan.
-
Total luas lahan yang berada dalam kewenangan suatu entitas untuk dikelola atau diurus, mencakup lahan milik sendiri, lahan yang berasal dari pihak lain, tidak termasuk lahan yang berada di pihak lain. Lahan yang dikuasai dapat berupa lahan pertanian (lahan sawah dan/atau lahan bukan sawah) dan lahan bukan pertanian.
-
Bagian dari populasi desa/kelurahan yang memiliki jalan yang dapat dilalui kendaraan bermotor roda 4 atau lebih.
-
Jumlah sarana dan prasarana ekonomi di desa/kelurahan: Kelompok pertokoan (minimal 10 toko dan mengelompok dalam satu lokasi)
-
Angka yang menggambarkan banyaknya kematian bayi berumur di bawah satu tahun pada setiap 1000 kelahiran hidup.
-
Banyaknya desa/kelurahan atau yang setara dengan desa/kelurahan seperti Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT), desa persiapan, nagari, pemukiman suku pedalaman, dll.
-
Banyaknya tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang kesehatan masyarakat yang terdiri dari epidemiolog kesehatan, tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, pembimbing kesehatan kerja, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan, tenaga biostatistik dan kependudukan, serta tenaga kesehatan....
-
Banyaknya pasar yang meliputi pasar dengan bangunan permanen, pasar dengan bangunan semi permanen, dan pasar tanpa bangunan.