Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Produk Administrasi Angka Keberhasilan Pengobatan TBC dalam Program DOTS Tahun 2023 2023
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Produk Administrasi Angka Keberhasilan Pengobatan TBC dalam Program DOTS Tahun 2023
Tahun Kegiatan
2023
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Kesehatan Kabupaten Badung
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Raya Sempidi Mangupura, Badung, Sempidi, Kec. Mengwi, Kabupaten Badung, Bali 80351
| Telepon: | (0361) 190094 |
| Faksimile: | - |
| Email: | diskes@badungkab.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | I Wayan Adi Arnawa |
| Eselon 2: | dr. Made Padma Puspita, Sp.PD |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Putu Eka Purnama |
| Jabatan: | Fungsional Perencana |
| Alamat: | Mangupura |
| Telepon: | +62 813-3875-3082 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dinkes@badungkab.go.id |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanTuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (M.tb) serta dapat menyerang berbagai organ di dalam tubuh terutama paru-paru (Kemenkes RI, 2021). Berbagai upaya telah dilakukan World Health Organization (WHO) dalam pengendalian TB, namun hingga kini TB masih menjadi masalah kesehatan di dunia (Kemenkes RI, 2014). Pengendalian TB dewasa ini semakin sulit karena adanya beban ganda akibat epidemi human immunodeficiency virus (HIV) yang mempengaruhi peningkatan kasus TB di masyarakat (Kemenkes RI, 2020). Secara global selama tahun 2022 terdapat 7,5 juta orang yang terdiagnosa TBC dan dilaporkan ke WHO (WHO, 2023). Ini merupakan angka tertinggi jumlah orang terdiagnosa TBC sejak WHO memulai pemantauan TBC secara global mulai tahun 1995. Jumlah kasus TBC pada tahun 2022 mungkin mencakup sebagian besar orang yang menderita TBC pada tahun-tahun sebelumnya, tetapi diagnosisnya dan pengobatan tertunda karena adanya pandemi coronavirus disease 2019 (COVID-19). Pada tahun 2022 Pada tahun 2022, 55% penderita TBC adalah laki-laki, 33% adalah perempuan dan 12% adalah anak-anak (usia 0–14 tahun). Pada tahun 2022 sebesar 1,3 juta orang meninggal karena TBC. Tiga puluh negara dengan beban TBC tinggi menyumbang 87% dari total kasus kasus TBC dunia pada tahun 2022. Dua pertiga kasus TBC global ada di delapan negara. Indonesia menduduki urutan kedua negara dengan kasus TBC tertinggi setelah India dengan perikaan jumlah kasus TBC di Indonesia sebesar 10% jumlah kasus TBC di dunia (WHO, 2023). Target global dan milestone untuk penurunan insiden TBC dan kematian TBC telah ditetapkan sebagai bagian dari SDGs dan End TBC Strategi TBC pada akhir tahun 2030; yaitu penurunan 90% kematian TBC dan 80% penurunan insiden TBC (kasus baru dan kambuh per 100.000 penduduk per tahun) antara 2015 dan 2030 (Kemenkes RI, 2023). Estimasi insiden TBC Indonesia tahun 2021 sebesar 969.000 atau 354 per 100.000 penduduk; TB-HIV sebesar 22.000 kasus per tahun atau 8,1 per 100.000 penduduk. Kematian karena TBC diperkirakan sebesar 144.000 atau 52 per 100.000 penduduk dan kematian TBC-HIV sebesar 6.500 atau 2,4 per 100.000 penduduk. Berdasarkan insiden tuberkulosis tahun 2000-2020 terjadi penurunan insiden TBC dan angka kematian TBC meskipun tidak terlalu tajam tetapi pada tahun 2020-2021 terjadi peningkatan. Insiden TBC pada tahun 2021 terjadi peningkatan 18% (absolut tahun 2020; 819.000 tahun 2021; 969.000 dan rate per 100.000 penduduk tahun 2020; 301 tahun 2021; 354) dan angka kematian TBC mengalami peningkatan 55% untuk aboslut (tahun 2020; 93.000 tahun 2021; 144.000), 52% untuk rate per 100.000 penduduk (tahun 2020; 34 tahun 2021; 52). Berdasarkan insiden TBC sebesar 969.000 kasus per tahun terdapat notifikasi kasus TBC tahun 2022 sebesar 724.309 kasus (75%); atau masih terdapat 25% yang belum ternotifikasi; baik yang belum terjangkau, belum terdeteksi maupun tidak terlaporkan. Estimasi kasus TBC MDR/RR tahun 2021 sebesar 28.000 atau 10 per 100.000; bila dibandingkan dengan tahun 2020 terdapat peningkatan sebesar 17% dari 24,000 dan rate per 100.000 penduduk sebesar 15%; Penemuan kasus TBC RO sebesar 12.531 dengan cakupan 51% (Kemenkes RI, 2023). Sebagian besar (75%) pasien TB di Indonesia merupakan kelompok usia produktif (15-50 tahun). Apabila seorang penduduk usia produktif menderita TB, diperkirakan akan kehilangan waktu kerjanya 3-4 bulan yang berdampak pada kehilangan pendapatan tahunan rumah tangga sekitar 20-30%. Apabila penduduk tersebut meninggal akibat TB, akan kehilangan pendapatannya sekitar 15 tahun. Tuberkulosis juga memberikan dampak negatif dalam bidang sosial, seperti stigma dan diskriminasi bahkan dikucilkan oleh keluarga dan masyarakat (Kemenkes RI, 2014). Strategi directly observed treatment shortcourse (DOTS) merupakan upaya yang direkomendasikan WHO sebagai strategi dalam pengendalian TB sejak tahun 1995. Pada awal penerapan strategi DOTS, hanya diterapkan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), namun sejak tahun 2000 telah diintegrasikan ke rumah sakit (RS) pemerintah dan swasta serta praktisi swasta (Kemenkes RI, 2014). Di Provinsi Bali, integrasi ke RS dilakukan sejak tahun 2000 dan kerjasama dengan praktisi swasta dilakukan sejak tahun 2004 (Dinas Kesehatan Provinsi Bali, 2023). Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam standar pelayanan minimal (SPM) program kesehatan, dan program nasional yang harus tersedia mulaid ari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKTP) Dalam menilaia capaian program TBC, terdapat 10 indikator utama dalam program penanggulangan TBC, dua diantaranya yang menjadi tolok ukur penanggulangan TBC adalah cakupan treatment coverage (TC) atau penemuan kasus TBC dan angka keberhasilan pengobatan TBC atau treatment success rate/TSR dengan target masing-masing 90% (Kemenkes RI, 2020). Berdasarkan Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali menunjukkan bahwa cakupan treatment coverage (TC) atau penemuan kasus TBC di Provinsi Bali sebesar 51% dan 52 % di Kabupaten Badung. Capaian di Kabupaten Badung sudah di atas capaian Provinsi Bali namun masih di bawah target nasional (target 90%). Selama 10 tahun terakhir, Povinsi Bali dan Kabupaten Badung belum pernah mencapai target penemuan kasus TBC. Angka Keberhasilan Pengobatan TBC (Treatment Success Rate) adalah jumlah semua kasus TBC yang sembuh dan pengobatan lengkap di antara semua kasus TBC yang diobati dan dilaporkan. Dengan demikian angka ini merupakan penjumlahan dari angka kesembuhan semua kasus dan angka pengobatan lengkap semua kasus (Kemenkes RI, 2016). Tahun 2023 di Provinsi Bali sebesar 85% dan di Kabupaten Badung sebesar 87,2%. Kabupaten Badung belum mencapai target TSR karena tingginya angka kematian selama pengobatan TBC sebesar 6,6% (target 3%), pasien putus berobat atau lost to follow up sebesar 5,7% (target 5%), dan gagal sebesar 0,5% (Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, 2024). Guna mencapai eliminasi TBC 2030, angka keberhasilan pengobatan TBC (Treatment Success Rate) perlu memperoleh perhatian karena apabila pasien TBC yang putus berobat semakin banyak, akan dapat tetap menularkan kepada orang lain atau bahkan menjadi TBC resisten obat (TBC RO) yang menambah beban program baik dari segi pelayanan yang diberikan maupun dana yang dikeluarkan untuk pengobatan. Angka keberhasilan pengobatan TBC sangat penting dalam program TBC karena menggambarkan kualitas pengobatan TBC (Kemenkes RI, 2016). Berdasarkan latar belakang di atas maka dilakukan Evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral tentang Kompilasi Produk Administrasi Kasus Tuberkulosis Yang Diobati dan Menyelesaikan Pengobatan dalam Program DOTS di Kabupaten Badung
Tujuan Kegiatan
Tujuan Kegiatan: 1. Untuk mengetahui Karakteristik kasus TBC di Kabupaten Badung. 2. Untuk mengetahui angka keberhasilan pengobatan di Kabupaten Badung 3. Untuk mengetahui proporsi pasien TBC yang meninggal, putus berobat, gagal, dan tidak dapat dievaluasi selama pengobatan. 4. Untuk mengetahui sebaran kasus TBC yang meninggal, putus berobat, gagal, dan tidak dapat dievaluasi selama pengobatan berdasarkan orang, tempat dan waktu.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2023-04-01 s.d. 2023-05-05
Desain
2023-05-05 s.d. 2023-05-16
Pengumpulan Data
2023-06-03 s.d. 2023-07-03
Pengolahan Data
2023-08-06 s.d. 2023-09-06
Analisis
2023-10-08 s.d. 2023-10-18
Diseminasi Hasil
2023-10-19 s.d. 2023-11-18
Evaluasi
2023-12-18 s.d. 2023-12-19
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Klasifikasi Pasien TBC | Tuberkulosis (TB) | Penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyerang paru dan organ lainnya | 2023 |
| Nomor Induk Kependudukan (NIK) | Nomor Induk Kependudukan (NIK) | Nomor identitas penduduk yang bersifat unik atau khas, tunggal dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk Indonesia | 2023 |
| Nama Pasien | Nama | Nama Lengkap Pasien | 2023 |
| Tanggal Mulai Pengobatan Pasien | Tanggal | Tanggal Mulai Pengobatan | 2023 |
| Tanggal Menyelesaikan Pengobatan | Tanggal | Tanggal Selesai Pengobatan | 2023 |
| Hasil Akhir Pengobatan | Status Sehat | Status hasil pengobatan (sehat/meninggal) | 2023 |
| Nama Fasyankes | Fasilitas Kesehatan | Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, rumah sakit bersalin, klinik/bidan praktek swasta/praktek dokter, dan puskesmas/pustu/polindes. | 2023 |
| Kode Fasyankes | Kode Faskes | Kode Faskes Tempat Pasien TB dirawat | 2023 |
| Kabupaten | Kabupaten | Wilayah Administratif yang menjadi wilayah kerja bagi bupati dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan umum di wilayah Daerah kabupaten. | 2023 |
| Nomor Rekam Medis | Rekam Medis | nomor rekam medis pasien (Diisi oleh fasyankes yang memiliki nomor rekam medik) | 2023 |
| Nomor BPJS | Nomor BPJS | nomor kepesertaan BPJS kesehatan pasien | 2023 |
| Umur(Tahun) | Umur | Umur Pasien | 2023 |
| Jenis Kelamin | Jenis Kelamin | Jenis Kelamin Pasien | 2023 |
| Pekerjaan | Pekerjaan | Pekerjaan Pasien TBC | 2023 |
| Status Hamil | Status Hamil | Jika pasien perempuan, isikan status hamil pasien (hamil/tidak hamil) | 2023 |
| Dilakukan Pemeriksaan Kontak | Dilakukan Pemeriksaan Kontak | Tulis Ya jika dilakukan pemeriksaan kontak atau Tidak jika tidak dilakukan pemeriksaan kontak | 2023 |
| Dirujuk/dikirimoleh | Perujuk | siapa yang merujuk terduga TBC | 2023 |
| Tipe Diagnosis TBC | Tuberkulosis | Bakteriologis atau Klinis | 2023 |
| Klasifikasi Berdasarkan Lokasi Anatomi | Tuberkulosis | TP:untuk TBC Paru TEP: untuk TBC Ekstra paru | 2023 |
| Klasifikasi Berdasarkan Riwayat Pengobatan Sebelumnya | Tuberkulosis | DSG: untuk Diobati Setelah Gagal DSPB: untuk Diobati Setelah Putus Berobat LL: untuk Lain -lain TD: untuk Riwayat Pengobatan Sebelumnya Tidak Diketahui | 2023 |
| Klasifikasi Berdasarkan Status HIV | HIV | Pos: untuk Positif Neg: untuk Negatif TD: untuk Tidak Diketahui | 2023 |
| Tulis jumlah dari parameter skoring anak (0-13) | Tuberkulosis | Tulis jumlah dari parameter skoring anak (0-13) | 2023 |
| Sumber Obat | Obat TBC | PR: untuk Program P2TBC BS:Biaya sendiri AS: Asuransi L: Lain-lain | 2023 |
| Sebelum pengobatan- Hasil-Mikroskopis | Tuberkulosis | Tulis hasil Pemeriksaan Mikroskopis dengan salah satu kode: Neg: Tidak ditemukan BTA dalam100 Lapang Pandang (LP) Jumlah BTA: ditemukan 1-9 BTA dalam 100LP (misalnya,tulis: 2BTA, 7BTA) 1+: ditemukan 10-99 BTA dalam 100LP 2+: ditemukan 1-10 BTA dalam 1LP (periksamin 50 LP) 3+: ditemukan = 10 BTA dalam 1LP (periksamin 20 LP) TD: tidak dilakukan | 2023 |
| Sebelum Pengobatan -Hasil–Tes Cepat Molekuler | Tuberkulosis | Tulis hasil pemeriksaan TCM dengan salah satu kode: (jika dilakukan pengulangan TCM,tuliskan hasil akhir TCM) Neg: MTB NOT DETECTED RifSen: MTB DETECTED, RIF RESISTANCE NOT DETECTED RifRes: MTB DETECTED,RIF RESISTANCE DETECTED RifIndet:MTBDETECTED,RIFRESISTANCE INDETERMINATED INVALID: Invalid ERROR: Error NORESULT: No Result | 2023 |
| Sebelum Pengobatan-Hasil–Biakan | Tuberkulosis | Tulis hasil pemeriksaan biakan dengan salah satu kode: Neg: Tidak ada koloni yang tumbuh Tulis Jumlah Koloni: Jumlah koloni 1-9 1+: 10-100 koloni 2+: 101-200 koloni 3+: >200 koloni NTM: Apabila ditemukan kuman Mycobacterium Non Tuberculosis KTM: Apabila terjadi kontaminasi | 2023 |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| BALI | BADUNG |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
CAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Fasilitas Kesehatan
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi, Taskforce
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 5
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Ya
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2023-12-10;
Digital (softcopy): 2023-12-10;
Data Mikro: 2023-12-10;
Variabel Kegiatan
-
TP:untuk TBC Paru TEP: untuk TBC Ekstra paru
-
Hasil Skoring TBC Anak
-
Pos: untuk Positif Neg: untuk Negatif TD: untuk Tidak Diketahui
-
PR: untuk Program P2TBC BS:Biaya sendiri AS: Asuransi L: Lain-lain
-
DSG: untuk Diobati Setelah Gagal DSPB: untuk Diobati Setelah Putus Berobat LL: untuk Lain -lain TD: untuk Riwayat Pengobatan Sebelumnya Tidak Diketahui
-
nomor rekam medis pasien (Diisi oleh fasyankes yang memiliki nomor rekam medik)
-
Perbedaan antara perempuan dengan laki-laki secara fisiologis yang ditandai dengan ciri-ciri fisik tertentu. Jenis kelamin terbagi atas perempuan dan laki-laki.
-
Jika pasien perempuan, isikan status hamil pasien (hamil/tidak hamil)
-
Alamat Lengkap Tempat Tinggal Pasien TBC
-
Cara diagnosis TBC TBC: untuk terkonfirmasi bakteriologis TK:untuk terdiagnosis klinis
-
Nomor kepesertaan BPJS kesehatan
-
Tulis Ya jika dilakukan pemeriksaan kontak atau Tidak jika tidak dilakukan pemeriksaan kontak
-
K: Kader/Komunitas, sebutkan kader atau komunitas yang merujuk misalnya LKNU, AISYIYAH FL: Fasyankes lain, sebutkan nama fasyanke lain yang merujuk L: Lain-lain, sebutkan selain kategori diatas misalnya apabila terduga datang atas inisiatif sendiri
-
Umur Pasien TBC
-
Tuliskan jenis pekerjaan pasien TBC
-
Penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyerang paru dan organ lainnya
-
Nomor identitas penduduk yang bersifat unik atau khas, tunggal, dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk Indonesia yang tercantum di beberapa dokumen kependudukan seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, dan sumber lainnya. NIK terdiri dari 16 digit angka yang mengandung informasi....
-
Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, rumah sakit bersalin, klinik/bidan praktek swasta/praktek dokter, dan puskesmas/pustu/polindes.
Indikator Kegiatan
-
Bagian dari perkiraan semua kasus TBC (insiden), yang ditemukan dan diobati.