Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Infrastruktur Dasar, Iklim Investasi, dan Kondisi Perumahan dan Kawasan Pemukiman dalam rangka Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Indragiri Hulu 2023
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Infrastruktur Dasar, Iklim Investasi, dan Kondisi Perumahan dan Kawasan Pemukiman dalam rangka Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Indragiri Hulu
Tahun Kegiatan
2023
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pembangunan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
k-23.1402.001
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indragiri Hulu
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jalan Indragiri, Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, Kode Pos 29351
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | sektoral.inhukab@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | H. Arief Fadillah, SE, M.Si |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Yandri Frabita, S.Sos, M.Si |
| Jabatan: | Kepala Bidang Layanan Komunikasi dan Informatika |
| Alamat: | Jl. Azki Aris Gg. Bogenville Rt/rw 013/004, Kampung Dagang, Kec. Rengat |
| Telepon: | +628127608960 |
| Faksimile: | - |
| Email: | yandrifrabita@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanDalam 5 tahun terakhir upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Indragiri Hulu berada dalam tren positif. Ditahun 2015 persentase penduduk miskin tercatat 7.76% atau sekitar 31,63 ribu penduduk. Persentase penduduk miskin tersebut pada tahun 2020 menjadi 5.96% atau sekitar 26.66 ribu penduduk miskin. Dari tahun 2015 hingga tahun 2020 telah terjadi penurunan angka kemiskinan sebesar 1.8 poin. Penurunan kemiskinan tertinggi tercatat pada tahun 2018 dimana pada tahun tersebut angka kemiskinan terkoreksi sebesar 0.64 poin mejadi 6.3%. Jika dirata ratakan maka setiap tahunnya telah terjadi penurunan angka kemmiskinan 0.36 persen. Pengentasan kemiskinan merupakan upaya pemerintah secara terstruktur dan simultan serta berkelanjutan dalam tujuan mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Upaya tersebut juga sejalan dengan tujuan pada point pertama Sustainable Development Goals (SDGs) atau Global Goals yang dicanangkan oleh PBB yaitu no proverty atau tanpa kemiskinan. Angka kemiskinan pada posisi 5.96% pada tahun 2020 menjadikan tantangan tersendiri bagi Kabupaten Indragiri Hulu dalam menjawab tujuan mulia Pemerintah dan pencapaian apa yang telah dicanangkan dalam SDGs. Dalam menjalankan program pengentasan kemiskinan, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap program program kemiskinan yang telah dilaksanakan. Evaluasi sangat dibutuhkan untuk mengukur capaian yang telah ditargetkan, selain itu evaluasi juga sangat diperlukan guna merencanakan langkah kedepan yang lebih tepat sasaran. Setidaknya terdapat 6 (enam) indikator kemiskinan dalam berbagai dimensi diantaranya kemiskinan konsumsi, Pendidikan, Kesehatan, ketenagakerjaan, Infrastruktur dasar dan ketahanan pangan. Agar program pengentasan kemiskinan berjalan sesuai dengan alurnya, maka indikator kemiskinan tersebut harus diukur secara berkala sehingga berbagai program dan rencana dapat dievaluasi, lebih terarah dan tepat sasaran. Sebagian dari beberapa indikator kemiskinan telah diukur. Beberapa diantaranya adalah angka kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan. Akan tetapi terdapat beberapa indikator lainnya diantaranya infrastruktur dasar dan ketahanan pangan yang perlu dikumpulkan untuk mengetahui capaian indikator tersebut secara berkala. Indikator realisasi investasinya menjadi indikator tambahan yang perlu diukur untuk mengetahui nilai inverstasi investor dalam berinvestasi disuatu daerah. Dengan adanya ukuran untuk seluruh indikator kemiskinan multidimensi diharapkan capaian terkait pengentasan kemiskinan dapat diketahui secara terukur. Manfaat dari kegiatan statistik sektoral ini adalah penyediaan data yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi program yang telah dilaksanakan dan juga sekaligus sebagai dasar perencanaan program untuk tahun selanjutnya pada rencana aksi penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Indragiri Hulu.
Tujuan Kegiatan
Penyediaan data sebagai dasar evaluasi program yang telah dilaksanakan dan juga sekaligus sebagai dasar perencanaan program untuk tahun selanjutnya pada rencana aksi penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Indragiri Hulu.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2023-02-01 s.d. 2023-02-22
Desain
2023-02-23 s.d. 2023-02-28
Pengumpulan Data
2023-03-01 s.d. 2023-04-30
Pengolahan Data
2023-05-01 s.d. 2023-05-31
Analisis
2023-06-01 s.d. 2023-06-30
Diseminasi Hasil
2023-07-01 s.d. 2023-07-31
Evaluasi
2023-12-01 s.d. 2023-12-29
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Jumlah Jembatan | Jembatan | Jalan yang terletak di atas permukaan air dan/atau di atas permukaan tanah. | 1 Tahun |
| Panjang Jalan | Jalan | Prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. | 1 Tahun |
| Realisasi Investasi | Realisasi Investasi | Besaran nilai investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan kawasan industri untuk melakukan Pembelian lahan dan Pematangan Lahan, pembangunan Infrastruktur Dasar, pembangunan infrastruktur Penunjang, dan Sarana Penunjang, serta modal lainnya sejak periode pembangunan sampai dengan akhir periode pelaporan | 1 Tahun |
| Rumah Layak Huni | Rumah Layak Huni | Hunian layak memiliki 4 (empat) kriteria yang diwajibkan terpenuhi kelayakannya dan 2 (dua) kriteria yang akan terus dikawal adalah sebagai berikut: 1. Ketahanan bangunan (durabel housing) 2. Kecukupan luas tempat tinggal (sufficient living space) yaitu luas lantai perkapita minimal 7,2 m2 3. Memiliki akses air minum (access to improved water) 4. Memiliki akses sanitasi layak (access to adequate sanitation) | 1 Tahun |
| Daerah kumuh | Daerah kumuh | Daerah atau kawasan tempat tinggal (hunian) yang dihuni sekelompok orang yang menempati bangunan sementara, tidak ada akses air yang aman untuk diminum, tidak ada fasilitas sanitasi yang layak, dan kondisi lingkungan yang tidak memadai. | 1 Tahun |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanHANYA_SEKALI
Frekuensi Penyelenggaraan
-
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| RIAU | INDRAGIRI HULU |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
CAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Unit Kerja / Perangkat Daerah
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Kunjungan kembali (revisit), Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 2
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Unit Kerja / Perangkat Daerah
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Tidak
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): -
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Panjang jalan berdasarkan bentuk permukaan jalan merupakan pengukuran panjang jalan yang dihitung berdasarkan bentuk permukaan jalan
-
Daerah atau kawasan tempat tinggal (hunian) yang dihuni sekelompok orang yang menempati bangunan sementara, tidak ada akses air yang aman untuk diminum, tidak ada fasilitas sanitasi yang layak, dan kondisi lingkungan yang tidak memadai.
-
Program bantuan pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumahnya beserta prasarana, sarana dan utilitas umumnya.
-
Hunian layak memiliki 4 (empat) kriteria yang diwajibkan terpenuhi kelayakannya dan 2 (dua) kriteria yang akan terus dikawal adalah sebagai berikut: 1. Ketahanan bangunan (durabel housing) 2. Kecukupan luas tempat tinggal (sufficient living space) yaitu luas lantai perkapita minimal 7,2 m2 3. Memiliki....
-
Keadaan baik buruknya jembatan sebagai bangunan pelengkap jalan hasil dari pemeriksaan.
-
Asal atau sumber investasi di saat awal perusahaan berdiri.
Indikator Kegiatan
-
Persentase nilai investasi berdasarkan jenis investasi merupakan indikator perbandingan realisasi investasi berdasarkan jenis investasi
-
Perasentase peningkatan investasi merupakan indikator perubahan realisasi investasi tahun T jika dibandingkan dengan realisasi investasi tahun T-1
-
Persentase Panjang Jalan berdasarkan Jenis permukaan jalan adalah perbandingan panjang jalan berdasarkan jenis permukaan jalan
-
Persentase peningkatan kondisi jalan menggambarkan capaian perbaikan jalan yang dapat dilihat dari perubahan persentase kondisi jalan (Baik, Sedang, Rusak Ringan, Rusak Berat) pada tahun T dengan kondisi jalan (Baik, Sedang, Rusak Ringan, Rusak Berat) tahun T-1.
-
Persentase Rumah BSPS yang dibangun per Kecamatan
-
Persentase Rumah Layak Huni (Hunian layak memiliki 4 (empat) kriteria yang diwajibkan terpenuhi kelayakannya dan 2 (dua) kriteria yang akan terus dikawal adalah sebagai berikut: 1. Ketahanan bangunan (durabel housing) 2. Kecukupan luas tempat tinggal (sufficient living space) yaitu luas lantai perkapita....
-
Persentase Jembatan Menurut Kondisi menggambarkan proporsi Jembatan berdasarkan klasifikasi kondisi jembatan (Baik, Rusak Ringan, Rusak Sedang, Rusak berat, Kritis, Runtuh/Belum Terbangun)
-
Total seluruh Rumah Layak Huni yang sudah dibangun.
-
Agregat nilai investasi awal perusahaan industri untuk seluruh perushaan industri.
-
Banyaknya jembatan dalam ruas jalan nasional.