Detail Metadata Kegiatan Statistik
KOMPILASI DATA STATISTIK GENDER TEMATIK 2023
Informasi Umum
Judul KegiatanKOMPILASI DATA STATISTIK GENDER TEMATIK
Tahun Kegiatan
2023
Cara Pengumpulan Data
Pencacahan Lengkap
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo No. 7 Selong
| Telepon: | (0376) 23669 |
| Faksimile: | - |
| Email: | disnakkeswanlotim@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | KEPALA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | KASUBAG KEUANGAN DAN PELAPORAN |
| Jabatan: | KASUBAG KEUANGAN DAN PELAPORAN |
| Alamat: | JL. CIPTOMANGKUSUMO NO. 07 SELONG |
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | disnakkeswanlotim@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanPENINGKATAN POPULASI DAN PRODUKSI TERNAK GUNA MENCUKUPI KEBUTUHYAN DALAM NEGERI, EKSPOR DAN MENGURANGI IMPOR, MERUPAKAN SALAH SATU TUJUAN PEMBANGUNAN PETERNAKAN MENUJU SWASEMBADA PROTEIN HEWANI. MENINGKATNYA PERMINTAAN PRODUK-PRODUK PETERNAKAN, SEHARUSNYA DIIKUTI DENGAN PROGRAMPENGEMBANGAN TERNAK, KHUSUSNYA TERNAK POTONG. TERNAK POTONG RUMINANSIA MERUPAKAN KOMODITI TERNAK UNGGAS UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PROTEIN HEWANI. PENGEMBANGAN TERNAK POTONG DIINDONESIA BELUM MAKSIMAL DALAM MENSUKSESKAN SWASEMBADA DAGING INDONESIA. HAL INI DIDASARKAN KENYATAAN BAHWAA LAJU PERTUMBUHAN TERNAK CENDERUNG LAMBAT DAN TIDAK SEJALAN DENGAN PENINGKATAN PERMINTAAN DAGING NASIONAL DENGAN LAJU 6-8% PER TAHUN. PERTAMBAHAN DAN PERKEMBANGAN TERNAK UNTUK INI BERHUBUNGAN DENGAN FAKTOR UMUR, JENIS KELAMIN, BOBBOT HIDUP DAN LINGKUNGAN. KONDISI LINGKUNGAN YANG EKSTRIM DAN TIDAK NYAMAN AKAN SANGAT TERASA BAGI TERNAK UNTUK MENINGKATKAN PERTAMBAHAN EKSTRIM DAN TIDAK NYAMAN AKAN SANGAT TERASA BAGI TERNAK UNTUK MENINGKATKAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN. PENGARUH LINGKUNGAN BAGI TERNAK DAPAT MEMPENGARUHI KINERJA TERNAK BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG. PENGARUH LINGKUNGAN SECARA LANGSUNG ADALAH TERHADAP TINGKAT PRODUKSI MELALUI METABOLISME BASAL, KONSUMSI MAKANAN, GERAK LAJU MAKANAN, KEBUTUHAN PEMELIHARAAN, REPRODUKSI PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SUSU, SEDANGKAN PENGARUH TIDAK LANGSUNG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS DAN KETERSDEDIAAN MAKANAN UNTUK TERNAK. PERTUMBUHASN DIPENGARUHI OLEH BEBERAPA FAKTOR, SALAH SATUNYA AADALAH MODEL PEMELIHARAAN. PEMELIHARAAN TERNAK OLEH KELOMPOK TERNAK DISINI BERARTI TERNAK MILIK PETERNAK DIPELIHARA DISUATU LAHAN UNTUK DIKELOLA BERSAMA ANGGOTA KELOMPOK DAN DIDAMPIGI PENYULUH PETERNAKAN DI WILAYAH TERSEBUT.
Tujuan Kegiatan
1. MEMPEROLEH DATA POPULASI TERNAK BESAR 2. MEMPEROLEH DATA POPULASI TERNAK KECIL 3. MEMPEROLEH DATA POPULLLSASI TERNAK UNGGAS
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2023-01-01 s.d. 2023-12-31
Desain
2023-10-01 s.d. 2023-11-30
Pengumpulan Data
2023-12-01 s.d. 2023-12-31
Pengolahan Data
2024-01-01 s.d. 2024-01-24
Analisis
2024-01-25 s.d. 2024-01-31
Diseminasi Hasil
2024-01-25 s.d. 2024-01-25
Evaluasi
2024-01-25 s.d. 2024-01-28
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| POPULASI TERNAK BESAR | DATA POPULASI YANG TERDIRI ATAS IDENTITAS/PROFIL PEMELIHARA TERNAK, DINAMIKA POPULASI TERNAK, PEMASUKAN DAN PENGELUARAN TERNAK, SERTA KARAKTERISTIK PEMELIHARAAN TERNAK MENCAKUP JENIS TERNAK, YAITU: KERBAU, KUDA, SAPI PERAH, SAPI POTONG. UNIT PENDATAANNYA YAITU UNITUNIT PEMELIHARAAN TERNAK ( RUMAH TANGGA, PERUSAHAAN PETERNAKAN DAN NRT(SELAIN RUMAH TANGGA DAN SELAIN PERUSAHAAN PETERNAAKAN)) DAN PEDAGANG/PENGUMPUL TERNAK. | 1. Ternak adalah hewan peliharaan yang produknya diperuntukkan sebagai penghasil pangan, bahan baku industri, jasa, dan/atau hasil ikutannya, termasuk ternak hobi. 2. Peternakan adalah segala urusan yang berkaitan dengan sumber daya fisik, benih, bibit, bakalan, ternak ruminansia indukan, pakan, alat dan mesin peternakan, budidaya ternak, panen, pasca panen, pengolahan, pemasaran, pengusahaan, pembiayaan, serta sarana dan prasarana. 3. Petugas data adalah orang yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang untuk terlibat dalam kegiatan pengumpulan, pengolahan, dan penyajian Data Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan. 4. Populasi ternak adalah kumpulan atau jumlah ternak yang hidup pada wilayah dan satu waktu tertentu, kecuali ayam ras pedaging. 5. Populasi ayam ras pedaging (broiler) adalah populasi ayam ras pedaging komersial yang hidup dan pernah hidup di dalam usaha budidaya selama setahun. 6. Unit pemelihara ternak adalah unit yang melakukan pemeliharaan ternak pada 31 Desember tahun sebelumnya (t-1) atau pernah memelihara ternak pada periode 1 Januari s.d. 30 Desember tahun sebelumnya (t-1), yang meliputi rumah tangga pemelihara ternak, perusahaan peternakan dan NRT peternakan (selain rumah tangga dan selain perusahaan peternakan). 7. Rumah tangga pemelihara ternak adalah rumah tangga yang salah satu atau lebih anggota rumah tangganya melakukan pemeliharaan ternak, baik sebagai peternak, pedagang/ pengumpul ternak, pengangkutan menggunakan ternak, maupun hobi memelihara ternak. 8. Perusahaan peternakan adalah orang perseorangan atau korporasi berbadan hukum (PT, CV, Firma, Koperasi, Yayasan, BUMN/BUMD) dengan usaha utamanya di bidang peternakan. 9. Non Rumah Tangga (NRT) peternakan adalah unit yang memelihara ternak selain rumah tangga dan selain perusahaan peternakan berbadan hukum, seperti: kelompok ternak, pesantren/seminari/sekolah peternakan, UPT/UPTD, Instalasi Penelitian/Militer, lembaga pemasyarakat, tempat wisata, dan perusahaan non peternakan yang memelihara ternak (integrasi dan eks tambang). 10. Sapi potong adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) besar yang dipelihara sebagai penghasil daging dan kulit. Rumpun sapi potong, yaitu: Sapi Bali, Sapi Onggole/Peranakan Ongole (PO), Sapi Madura, Sapi Aceh, Sapi Benggala, Sapi Bengkulu, Sapi Brahman/Brahman Cross (BX), Sapi Brangus, Sapi Limousine, Sapi Jabres, Sapi Pesisir, Sapi Simental, dan sapi potong lainnya dengan ciri fisik yang berbeda setiap rumpun. 11. Sapi perah adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) besar yang dipelihara sebagai penghasil susu. Rumpun sapi perah, yaitu: Friesian Holstein (FH), Sahiwal, dan sapi perah lainnya dengan ciri fisik yang berbeda setiap rumpun. 12. Kerbau adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) besar yang dipelihara sebagai penghasil daging, susu, dan untuk dipekerjakan (membajak, menarik pedati) dengan kebiasaan berendam di lumpur. Rumpun kerbau, yaitu: Kerbau Sungai/Murrah dan Kerbau Lumpur/Lokal dengan ciri fisik yang berbeda setiap rumpun. Kerbau Sungai/Murrah merupakan jenis kerbau yang dapat diternakkan sebagai penghasil susu dan banyak diternakkan di daerah Sumatera Utara dan sekitarnya, sedangkan Kerbau Lumpur/Lokal merupakan jenis kerbau yang diternakkan sebagai penghasil daging. Jenis Kerbau Lumpur/Lokal, yaitu: Kerbau Simeulue, Kerbau Toraya, Kerbau Pampangan, Kerbau Kalimantan Timur, Kerbau Kalimantan Selatan, Kerbau Moa, Kerbau Sumbawa. 13. Kuda adalah jenis ternak pseudoruminansia (berlambung satu namun melakukan proses fermentasi pakan di bagian belakang saluran pencernaanya) dan berkuku satu yang dipelihara sebagai kendaraan (tunggangan, angkutan) atau penarik kendaraan, olahraga, dan kavaleri (militer). Jenis kuda meliputi kuda lokal (seperti: Kuda Sumba, Kuda Timor, Kuda Kuningan, Kuda Bima, dan Kuda Sumatera), dan kuda impor (seperti: Kuda Thorougbreed, Kuda Arab, dan Kuda Warmblood). 14. Babi adalah jenis ternak monogastrik (lambung dengan bilik satu) dengan ciri- ciri bermoncong panjang, berkulit tebal, berbulu kasar, berhidung lemper dan berujung rata yang dipelihara oleh masyarakat dengan tujuan untuk menghasilkan daging. Ada 3 rumpun babi, yaitu: babi lokal, babi ras/impor, dan babi persilangan. Beberapa rumpun babi lokal, antara lain: Babi Bali, Babi Karawang, Babi Sumba, Babi Nias, Babi Batak, dan Babi Tana Toraja. Beberapa rumpun babi ras/impor, antara lain: Babi Landrace, Babi Yorkshire, Babi Tamworth, dan Babi Saddle Back. 15. Domba adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) kecil yang dipelihara sebagai penghasil daging dan kulit dengan ciri-ciri berbulu tebal dan ikal serta ekor menjuntai ke bawah. Rumpun domba, yaitu: Domba Ekor Gemuk (seperti: Domba Sapudi) dan Domba Ekor Tipis. Jenis domba ekor tipis, antara lain: Domba Kisar, Domba Garut, Domba Wonosobo, Domba Batur, dan Domba Komposit. 16. Kambing adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) kecil yang dipelihara sebagai penghasil daging, susu, dan kulit dengan ciri-ciri berbulu tipis dan tidak ikal serta ekor terbuka ke atas. Rumpun kambing, yaitu: Kambing Kacang, Kambing Kaligesing, Kambing Peranakan Etawa (PE), Kambing Lakor, Kambing Boer, Kambing Boerawa, dan Kambing Saanen. 17. Kelinci adalah jenis ternak pseudoruminansia (berlambung satu namun melakukan proses fermentasi pakan di bagian belakang saluran pencernaanya) dan termasuk mamalia pengerat yang dipelihara sebagai penghasil daging dan kulit serta untuk hobi, dengan ciri-ciri telingan panjang dan berekor pendek. Rumpun kelinci, antara lain: Kelinci New Zealand White, Kelinci California, Kelinci Flemish Giant, Kelinci Rex, dan Kelinci Lokal. 18. Ayam lokal adalah ayam kampung yang biasa dipelihara oleh masyarakat, yang ditujukan untuk produksi telur atau daging, termasuk ayam hias atau ayam buras yang dipelihara untuk tujuan tertentu. 19. Ayam ras pedaging adalah ayam ras yang mempunyai sifat pertumbuhan yang cepat, dipelihara untuk tujuan memproduksi daging. 20. Ayam ras petelur adalah jenis ayam ras yang dipelihara oleh masyarakat karena sifatnya memproduksi telur yang baik. 21. Puyuh adalah jenis unggas kecil yang dipelihara masyarakat untuk diambil telur dan dagingnya. 22. Itik adalah jenis unggas air, yang meliputi semua jenis itik lokal dan itik impor yang ada di Indonesia. Itik lokal, antara lain itik Mojosari, Alabio, Tegal, Pitalah, Kerinci, Talang Benih, Bayang, Rabon, Magelang dan Bali, entok. 23. Usaha ternak adalah kegiatan yang dilakukan perseorangan atau korporasi yang melakukan usaha peternakan terdiri atas peternak dengan ternak milik sendiri, peternak dengan ternak bagi hasil, dan kuasa usaha peternak. 24. Peternak adalah orang yang melakukan usaha ternak. | 31-12-2023 |
| POPULASI TERNAK KECIL | DATA POPULASI YANG TERDIRI ATA IDENTITAS/PROFI PEMELIHARAAN TERNAK, DINAMIKA POPULASI TERNAK, PEMASUKAN DAN PENGELUARANTERNAK MENCAKUPJENIS TERNAK, YAITU: BABI, DOMBA, KAMBING. UNIT PENDATANNYA YAITU UNIT PEMELIHARAAN TERNAK (RUMAH TANGGA PERUSAHAAN PETERNAKAN, DAN NRT(SELAIN RUMAH TANGGA DAN SELAIN PERUSAHAAN PETERNAKAN)) DAN PEDAGANG/PENGUMPUL TERNAK | 1. Ternak adalah hewan peliharaan yang produknya diperuntukkan sebagai penghasil pangan, bahan baku industri, jasa, dan/atau hasil ikutannya, termasuk ternak hobi. 2. Peternakan adalah segala urusan yang berkaitan dengan sumber daya fisik, benih, bibit, bakalan, ternak ruminansia indukan, pakan, alat dan mesin peternakan, budidaya ternak, panen, pasca panen, pengolahan, pemasaran, pengusahaan, pembiayaan, serta sarana dan prasarana. 3. Petugas data adalah orang yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang untuk terlibat dalam kegiatan pengumpulan, pengolahan, dan penyajian Data Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan. 4. Populasi ternak adalah kumpulan atau jumlah ternak yang hidup pada wilayah dan satu waktu tertentu, kecuali ayam ras pedaging. 5. Populasi ayam ras pedaging (broiler) adalah populasi ayam ras pedaging komersial yang hidup dan pernah hidup di dalam usaha budidaya selama setahun. 6. Unit pemelihara ternak adalah unit yang melakukan pemeliharaan ternak pada 31 Desember tahun sebelumnya (t-1) atau pernah memelihara ternak pada periode 1 Januari s.d. 30 Desember tahun sebelumnya (t-1), yang meliputi rumah tangga pemelihara ternak, perusahaan peternakan dan NRT peternakan (selain rumah tangga dan selain perusahaan peternakan). 7. Rumah tangga pemelihara ternak adalah rumah tangga yang salah satu atau lebih anggota rumah tangganya melakukan pemeliharaan ternak, baik sebagai peternak, pedagang/ pengumpul ternak, pengangkutan menggunakan ternak, maupun hobi memelihara ternak. 8. Perusahaan peternakan adalah orang perseorangan atau korporasi berbadan hukum (PT, CV, Firma, Koperasi, Yayasan, BUMN/BUMD) dengan usaha utamanya di bidang peternakan. 9. Non Rumah Tangga (NRT) peternakan adalah unit yang memelihara ternak selain rumah tangga dan selain perusahaan peternakan berbadan hukum, seperti: kelompok ternak, pesantren/seminari/sekolah peternakan, UPT/UPTD, Instalasi Penelitian/Militer, lembaga pemasyarakat, tempat wisata, dan perusahaan non peternakan yang memelihara ternak (integrasi dan eks tambang). 10. Sapi potong adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) besar yang dipelihara sebagai penghasil daging dan kulit. Rumpun sapi potong, yaitu: Sapi Bali, Sapi Onggole/Peranakan Ongole (PO), Sapi Madura, Sapi Aceh, Sapi Benggala, Sapi Bengkulu, Sapi Brahman/Brahman Cross (BX), Sapi Brangus, Sapi Limousine, Sapi Jabres, Sapi Pesisir, Sapi Simental, dan sapi potong lainnya dengan ciri fisik yang berbeda setiap rumpun. 11. Sapi perah adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) besar yang dipelihara sebagai penghasil susu. Rumpun sapi perah, yaitu: Friesian Holstein (FH), Sahiwal, dan sapi perah lainnya dengan ciri fisik yang berbeda setiap rumpun. 12. Kerbau adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) besar yang dipelihara sebagai penghasil daging, susu, dan untuk dipekerjakan (membajak, menarik pedati) dengan kebiasaan berendam di lumpur. Rumpun kerbau, yaitu: Kerbau Sungai/Murrah dan Kerbau Lumpur/Lokal dengan ciri fisik yang berbeda setiap rumpun. Kerbau Sungai/Murrah merupakan jenis kerbau yang dapat diternakkan sebagai penghasil susu dan banyak diternakkan di daerah Sumatera Utara dan sekitarnya, sedangkan Kerbau Lumpur/Lokal merupakan jenis kerbau yang diternakkan sebagai penghasil daging. Jenis Kerbau Lumpur/Lokal, yaitu: Kerbau Simeulue, Kerbau Toraya, Kerbau Pampangan, Kerbau Kalimantan Timur, Kerbau Kalimantan Selatan, Kerbau Moa, Kerbau Sumbawa. 13. Kuda adalah jenis ternak pseudoruminansia (berlambung satu namun melakukan proses fermentasi pakan di bagian belakang saluran pencernaanya) dan berkuku satu yang dipelihara sebagai kendaraan (tunggangan, angkutan) atau penarik kendaraan, olahraga, dan kavaleri (militer). Jenis kuda meliputi kuda lokal (seperti: Kuda Sumba, Kuda Timor, Kuda Kuningan, Kuda Bima, dan Kuda Sumatera), dan kuda impor (seperti: Kuda Thorougbreed, Kuda Arab, dan Kuda Warmblood). 14. Babi adalah jenis ternak monogastrik (lambung dengan bilik satu) dengan ciri- ciri bermoncong panjang, berkulit tebal, berbulu kasar, berhidung lemper dan berujung rata yang dipelihara oleh masyarakat dengan tujuan untuk menghasilkan daging. Ada 3 rumpun babi, yaitu: babi lokal, babi ras/impor, dan babi persilangan. Beberapa rumpun babi lokal, antara lain: Babi Bali, Babi Karawang, Babi Sumba, Babi Nias, Babi Batak, dan Babi Tana Toraja. Beberapa rumpun babi ras/impor, antara lain: Babi Landrace, Babi Yorkshire, Babi Tamworth, dan Babi Saddle Back. 15. Domba adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) kecil yang dipelihara sebagai penghasil daging dan kulit dengan ciri-ciri berbulu tebal dan ikal serta ekor menjuntai ke bawah. Rumpun domba, yaitu: Domba Ekor Gemuk (seperti: Domba Sapudi) dan Domba Ekor Tipis. Jenis domba ekor tipis, antara lain: Domba Kisar, Domba Garut, Domba Wonosobo, Domba Batur, dan Domba Komposit. 16. Kambing adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) kecil yang dipelihara sebagai penghasil daging, susu, dan kulit dengan ciri-ciri berbulu tipis dan tidak ikal serta ekor terbuka ke atas. Rumpun kambing, yaitu: Kambing Kacang, Kambing Kaligesing, Kambing Peranakan Etawa (PE), Kambing Lakor, Kambing Boer, Kambing Boerawa, dan Kambing Saanen. 17. Kelinci adalah jenis ternak pseudoruminansia (berlambung satu namun melakukan proses fermentasi pakan di bagian belakang saluran pencernaanya) dan termasuk mamalia pengerat yang dipelihara sebagai penghasil daging dan kulit serta untuk hobi, dengan ciri-ciri telingan panjang dan berekor pendek. Rumpun kelinci, antara lain: Kelinci New Zealand White, Kelinci California, Kelinci Flemish Giant, Kelinci Rex, dan Kelinci Lokal. 18. Ayam lokal adalah ayam kampung yang biasa dipelihara oleh masyarakat, yang ditujukan untuk produksi telur atau daging, termasuk ayam hias atau ayam buras yang dipelihara untuk tujuan tertentu. 19. Ayam ras pedaging adalah ayam ras yang mempunyai sifat pertumbuhan yang cepat, dipelihara untuk tujuan memproduksi daging. 20. Ayam ras petelur adalah jenis ayam ras yang dipelihara oleh masyarakat karena sifatnya memproduksi telur yang baik. 21. Puyuh adalah jenis unggas kecil yang dipelihara masyarakat untuk diambil telur dan dagingnya. 22. Itik adalah jenis unggas air, yang meliputi semua jenis itik lokal dan itik impor yang ada di Indonesia. Itik lokal, antara lain itik Mojosari, Alabio, Tegal, Pitalah, Kerinci, Talang Benih, Bayang, Rabon, Magelang dan Bali, entok. 23. Usaha ternak adalah kegiatan yang dilakukan perseorangan atau korporasi yang melakukan usaha peternakan terdiri atas peternak dengan ternak milik sendiri, peternak dengan ternak bagi hasil, dan kuasa usaha peternak. 24. Peternak adalah orang yang melakukan usaha ternak. | 31-12-2023 |
| POPULASI TERNAK UNGGAS | Data populasi yang terdiri atas identitas/profil pemelihara ternak, dinamika populasi ternak, pemasukan dan pengeluaran ternak, serta karakteristik pemeliharaan ternak mencakup jenis ternak, yaitu : ayam lokal, ayam ras pedaging, ayam ras petelur, itik, kelinci, dan puyuh. Unit pendataannya yaitu unit pemeliharaan ternak (rumah tangga, perusahaan peternakan, dan NRT (selain rumah tangga dan selain perusahaan peternakan)) dan pedagang/pengumpul ternak. | 1. Ternak adalah hewan peliharaan yang produknya diperuntukkan sebagai penghasil pangan, bahan baku industri, jasa, dan/atau hasil ikutannya, termasuk ternak hobi. 2. Peternakan adalah segala urusan yang berkaitan dengan sumber daya fisik, benih, bibit, bakalan, ternak ruminansia indukan, pakan, alat dan mesin peternakan, budidaya ternak, panen, pasca panen, pengolahan, pemasaran, pengusahaan, pembiayaan, serta sarana dan prasarana. 3. Petugas data adalah orang yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang untuk terlibat dalam kegiatan pengumpulan, pengolahan, dan penyajian Data Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan. 4. Populasi ternak adalah kumpulan atau jumlah ternak yang hidup pada wilayah dan satu waktu tertentu, kecuali ayam ras pedaging. 5. Populasi ayam ras pedaging (broiler) adalah populasi ayam ras pedaging komersial yang hidup dan pernah hidup di dalam usaha budidaya selama setahun. 6. Unit pemelihara ternak adalah unit yang melakukan pemeliharaan ternak pada 31 Desember tahun sebelumnya (t-1) atau pernah memelihara ternak pada periode 1 Januari s.d. 30 Desember tahun sebelumnya (t-1), yang meliputi rumah tangga pemelihara ternak, perusahaan peternakan dan NRT peternakan (selain rumah tangga dan selain perusahaan peternakan). 7. Rumah tangga pemelihara ternak adalah rumah tangga yang salah satu atau lebih anggota rumah tangganya melakukan pemeliharaan ternak, baik sebagai peternak, pedagang/ pengumpul ternak, pengangkutan menggunakan ternak, maupun hobi memelihara ternak. 8. Perusahaan peternakan adalah orang perseorangan atau korporasi berbadan hukum (PT, CV, Firma, Koperasi, Yayasan, BUMN/BUMD) dengan usaha utamanya di bidang peternakan. 9. Non Rumah Tangga (NRT) peternakan adalah unit yang memelihara ternak selain rumah tangga dan selain perusahaan peternakan berbadan hukum, seperti: kelompok ternak, pesantren/seminari/sekolah peternakan, UPT/UPTD, Instalasi Penelitian/Militer, lembaga pemasyarakat, tempat wisata, dan perusahaan non peternakan yang memelihara ternak (integrasi dan eks tambang). 10. Sapi potong adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) besar yang dipelihara sebagai penghasil daging dan kulit. Rumpun sapi potong, yaitu: Sapi Bali, Sapi Onggole/Peranakan Ongole (PO), Sapi Madura, Sapi Aceh, Sapi Benggala, Sapi Bengkulu, Sapi Brahman/Brahman Cross (BX), Sapi Brangus, Sapi Limousine, Sapi Jabres, Sapi Pesisir, Sapi Simental, dan sapi potong lainnya dengan ciri fisik yang berbeda setiap rumpun. 11. Sapi perah adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) besar yang dipelihara sebagai penghasil susu. Rumpun sapi perah, yaitu: Friesian Holstein (FH), Sahiwal, dan sapi perah lainnya dengan ciri fisik yang berbeda setiap rumpun. 12. Kerbau adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) besar yang dipelihara sebagai penghasil daging, susu, dan untuk dipekerjakan (membajak, menarik pedati) dengan kebiasaan berendam di lumpur. Rumpun kerbau, yaitu: Kerbau Sungai/Murrah dan Kerbau Lumpur/Lokal dengan ciri fisik yang berbeda setiap rumpun. Kerbau Sungai/Murrah merupakan jenis kerbau yang dapat diternakkan sebagai penghasil susu dan banyak diternakkan di daerah Sumatera Utara dan sekitarnya, sedangkan Kerbau Lumpur/Lokal merupakan jenis kerbau yang diternakkan sebagai penghasil daging. Jenis Kerbau Lumpur/Lokal, yaitu: Kerbau Simeulue, Kerbau Toraya, Kerbau Pampangan, Kerbau Kalimantan Timur, Kerbau Kalimantan Selatan, Kerbau Moa, Kerbau Sumbawa. 13. Kuda adalah jenis ternak pseudoruminansia (berlambung satu namun melakukan proses fermentasi pakan di bagian belakang saluran pencernaanya) dan berkuku satu yang dipelihara sebagai kendaraan (tunggangan, angkutan) atau penarik kendaraan, olahraga, dan kavaleri (militer). Jenis kuda meliputi kuda lokal (seperti: Kuda Sumba, Kuda Timor, Kuda Kuningan, Kuda Bima, dan Kuda Sumatera), dan kuda impor (seperti: Kuda Thorougbreed, Kuda Arab, dan Kuda Warmblood). 14. Babi adalah jenis ternak monogastrik (lambung dengan bilik satu) dengan ciri- ciri bermoncong panjang, berkulit tebal, berbulu kasar, berhidung lemper dan berujung rata yang dipelihara oleh masyarakat dengan tujuan untuk menghasilkan daging. Ada 3 rumpun babi, yaitu: babi lokal, babi ras/impor, dan babi persilangan. Beberapa rumpun babi lokal, antara lain: Babi Bali, Babi Karawang, Babi Sumba, Babi Nias, Babi Batak, dan Babi Tana Toraja. Beberapa rumpun babi ras/impor, antara lain: Babi Landrace, Babi Yorkshire, Babi Tamworth, dan Babi Saddle Back. 15. Domba adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) kecil yang dipelihara sebagai penghasil daging dan kulit dengan ciri-ciri berbulu tebal dan ikal serta ekor menjuntai ke bawah. Rumpun domba, yaitu: Domba Ekor Gemuk (seperti: Domba Sapudi) dan Domba Ekor Tipis. Jenis domba ekor tipis, antara lain: Domba Kisar, Domba Garut, Domba Wonosobo, Domba Batur, dan Domba Komposit. 16. Kambing adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) kecil yang dipelihara sebagai penghasil daging, susu, dan kulit dengan ciri-ciri berbulu tipis dan tidak ikal serta ekor terbuka ke atas. Rumpun kambing, yaitu: Kambing Kacang, Kambing Kaligesing, Kambing Peranakan Etawa (PE), Kambing Lakor, Kambing Boer, Kambing Boerawa, dan Kambing Saanen. 17. Kelinci adalah jenis ternak pseudoruminansia (berlambung satu namun melakukan proses fermentasi pakan di bagian belakang saluran pencernaanya) dan termasuk mamalia pengerat yang dipelihara sebagai penghasil daging dan kulit serta untuk hobi, dengan ciri-ciri telingan panjang dan berekor pendek. Rumpun kelinci, antara lain: Kelinci New Zealand White, Kelinci California, Kelinci Flemish Giant, Kelinci Rex, dan Kelinci Lokal. 18. Ayam lokal adalah ayam kampung yang biasa dipelihara oleh masyarakat, yang ditujukan untuk produksi telur atau daging, termasuk ayam hias atau ayam buras yang dipelihara untuk tujuan tertentu. 19. Ayam ras pedaging adalah ayam ras yang mempunyai sifat pertumbuhan yang cepat, dipelihara untuk tujuan memproduksi daging. 20. Ayam ras petelur adalah jenis ayam ras yang dipelihara oleh masyarakat karena sifatnya memproduksi telur yang baik. 21. Puyuh adalah jenis unggas kecil yang dipelihara masyarakat untuk diambil telur dan dagingnya. 22. Itik adalah jenis unggas air, yang meliputi semua jenis itik lokal dan itik impor yang ada di Indonesia. Itik lokal, antara lain itik Mojosari, Alabio, Tegal, Pitalah, Kerinci, Talang Benih, Bayang, Rabon, Magelang dan Bali, entok. 23. Usaha ternak adalah kegiatan yang dilakukan perseorangan atau korporasi yang melakukan usaha peternakan terdiri atas peternak dengan ternak milik sendiri, peternak dengan ternak bagi hasil, dan kuasa usaha peternak. 24. Peternak adalah orang yang melakukan usaha ternak. | 31-12-2023 |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| NUSA TENGGARA BARAT | LOMBOK TIMUR |
Wawancara
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Usaha/perusahaan
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 10
Pengumpul data/enumerator: 50
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataData Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : -
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2024-03-01;
Digital (softcopy): 2024-03-01;
Data Mikro: -