Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Administrasi Profil Kesehatan Kota Pagar Alam Tahun 2022 2023
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Administrasi Profil Kesehatan Kota Pagar Alam Tahun 2022
Tahun Kegiatan
2023
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Kesehatan Kota Pagar Alam
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jalan Ais Nasution Kota Pagar Alam
| Telepon: | 0730622516 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dinkespagaralam@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Yodhi Hendri, S.Kom, M.Si |
| Jabatan: | Sekretaris Dinas Kesehatan |
| Alamat: | Jalan Ais Nasution No 01 Kel. Alun Dua Kec. Pagar Alam Utara Kota Pagar Alam Kode Pos 31511 |
| Telepon: | 081367628911 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dinkespagaralam@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanUndang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, pasal 168 menyebutkan bahwa untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang efektif dan efisien diperlukan informasi kesehatan yang dilakukan melalui sistem informasi dan melalui kerja sama lintas sektor. Salah satu keluaran dari penyelenggaraan sistem informasi kesehatan adalah penerbitan buku Profil kesehatan yang dilakukan setiap tahun anggaran. Tujuan dari penyusunan Profil Kesehatan Kota Pagar Alam adalah memberikan informasi tentang hasil pencapaian program pembangunan kesehatan yang menjadi landasan dalam pengambilan keputusan dalam setiap proses manajemen kesehatan. Selain itu Profil Kesehatan juga merupakan pemenuhan hak terhadap akses informasi dan edukasi tentang kesehatan yang seimbang dan bertanggung jawab.
Tujuan Kegiatan
Tujuan utama diterbitkannya Profil Kesehatan Kota Pagar Alam Tahun 2022 ini adalah: 1. Diperolehnya gambaran keadaan kesehatan masyarakat di Kota Pagar Alam Tahun 2022; 2. Sebagai salah satu sarana evaluasi terhadap tingkat pencapaian kinerja penyelenggaraan program kesehatan di Kota Pagar Alam, khususnya selama tahun 2022, yang diukur Indikator Kinerja SPM (Standar Pelayanan Minimal) bidang Kesehatan. 3. Profil ini juga merupakan salah satu sarana pemantau pencapaian visi Kota Pagar Alam Mewujudkan Pagar Alam maju dengan konsep kesejahteraan masyarakat serta keindahan ekonomi dan keadilan dalam memperoleh pendidikan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2023-01-02 s.d. 2023-01-06
Desain
2023-01-02 s.d. 2023-01-06
Pengumpulan Data
2023-02-13 s.d. 2023-04-14
Pengolahan Data
2023-04-17 s.d. 2023-05-17
Analisis
2023-05-22 s.d. 2023-05-26
Diseminasi Hasil
2023-10-09 s.d. 2023-10-09
Evaluasi
2023-10-10 s.d. 2023-10-13
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Jumlah penduduk | Penduduk | Penduduk adalah orang-orang yang biasanya tinggal di suatu wilayah. Pendekatan yang digunakan untuk mendefinisikan penduduk adalah de jure yaitu tempat dimana seseorang biasanya tinggal. Jumlah penduduk adalah jumlah penduduk de jure pada semester II tahun 2022. | Tahunan |
| Angka Kematian Balita (AKABA) | Angka Kematian Balita | Jumlah anak yang meninggal pada fase antara kelahiran hingga belum mencapai umur 5 tahun per 1000 anak umur yang sama. | Tahunan |
| Angka Harapan Hidup | Umur | Angka harapan hidup adalah suatu tingkat umur rata-rata yang dicapai suatu penduduk dalam periode tertentu. | Tahunan |
| Angka Kesakitan | Angka Kesakitan | Angka kesakitan merujuk kepada rasio jumlah penduduk yang merasakan keluhan kesehatan (sakit) terhadap jumlah penduduk. | Tahunan |
| Angka Kematian Bayi | Angka Kematian Bayi | Jumlah bayi yang meninggal pada fase antara kelahiran hingga belum mencapai umur 1 tahun per 1000 kelahiran hidup. | Tahunan |
| Jenis kelamin | Jenis kelamin | Perbedaan antara laki-laki dengan perempuan secara biologis yang ditandai dengan ciri-ciri fisik tertentu. | Tahunan |
| Kelompok Umur | Kelompok umur | Pengelompokan menurut umur satu atau lima tahunan atau umur tertentu sesuai kebutuhan. | Tahunan |
| Angka Kematian Ibu | Angka Kematian ibu | Jumlah kematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan (yaitu kematian yang disebabkan oleh kehamilan atau penanganannya tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan atau terjatuh) per 100.000 kelahiran hidup. | Tahunan |
| Angka kesakitan malaria | Angka Kesakitan Malaria | Jumlah kasus malaria positif per 1000 penduduk. | Tahunan |
| Angka penemuan pasien baru TB BTA Positif (CDR) | Angka Penemuan Pasien Baru TB BTA Positif | Jumlah pasien baru TB Paru BTA positif yang ditemukan per 100 jumlah pasien baru TB Paru BTA positif yang diperkirakan ada dalam suatu wilayah. | Tahunan |
| Angka kesembuhan TB BTA Positif (Cure Rate) | Angka Kesembuhan dari TB BTA Positif | Angka pasien baru TB BTA positif yang sembuh setelah masa pengobatan. | Tahunan |
| Jumlah kasus Acute Flacid Paralysis (AFP) | Jumlah kasus AFP (Non Polio) | Jumlah kasus Acute Flacid Paralysis (Non Polio) merujuk pada jumlah anak berumur kurang dari 15 tahun yang menderita Acute Flacid Paralysis (AFP). AFP adalah kelumpuhan yang bersifat layuh (Flaccid) terjadi secara akut, mendadak dan bukan disebabkan ruda paksa. | Tahunan |
| Jumlah kasus campak | Jumlah kasus campak | Campak adalah infeksi menular yang disebabkan oleh virus, dengan gejala-gejala eksantem akut, demam, kadang kataral selaput lendir dan saluran pernapasan, gejala-gejala mata, kemudian diikuti erupsi makulopapula yang berwarna merah dan diakhiri dengan deskuamasi dari kulit. Jumlah kasus campak dihitung dari jumlah anak yang menderita campak setahun terakhir. | Tahunan |
| Jumlah kasus diare | Jumlah kasus diare | Diare merupakan penyakit yang membuat penderitanya sering buang air besar dengan kondisi tinja encer atau cair. Jumlah kasus diare dihitung dari jumlah kasus diare pada anak. | Tahunan |
| Persentase cakupan pelayanan Antenatal K1 dan K6 | Persentase pelayanan Antenatal K1 dan K6 | Persentase ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal (pelayanan oleh tenaga profesional seperti dokter spesialis kebidanan, dokter umum, bidan, dan tenaga kesehatan) sesuai standar paling sedikit empat kali kunjungan, dengan distribusi pemberian pelayanan yang dianjurkan adalah minimal satu kali pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua dan dua kali pada trimester ketiga umur kehamilan. | Tahunan |
| Persentase cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan | Persentase cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan | Banyaknya ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan per 100 ibu bersalin yang menjadi target pelayanan. | Tahunan |
| Persentase pelayanan nifas | Persentase Pelayanan kesehatan ibu nifas | Pelayanan nifas adalah pelayanan kesehatan berstandar pada ibu mulai dari 6 jam sampai 42 hari pasca persalinan oleh tenaga kesehatan. Persentase pelayanan nifas didapatkan dengan membandingkan jumlah ibu nifas yang telah memperoleh 3 kali pelayanan nifas dengan jumlah seluruh ibu nifas. | Tahunan |
| Persentase kunjungan neonatal I | Persentase kunjungan neonatal I | Persentase pelayanan kunjungan neonatal pertama kali pada umur 0 - 7 hari setelah lahir baik di sarana pelayanan kesehatan (polindes, pustu, puskesmas, dan rumah sakit) maupun di rumah, posyandu, tempat penitipan anak, panti asuhan, dan sebagainya melalui kunjungan petugas. | Tahunan |
| Persentase kunjungan neonatal lengkap | Persentase kunjungan neonatal lengkap | Persentase pelayanan kunjungan neonatal lengkap, minimal 3 kali baik di sarana pelayanan kesehatan (polindes, pustu, puskesmas, dan rumah sakit) maupun di rumah, posyandu, tempat penitipan anak, panti asuhan, dan sebagainya melalui kunjungan petugas.. | Tahunan |
| Persentase kunjungan bayi | Persentase kunjungan bayi | Persentase kunjungan bayi berumur 29 hari sampai 11 bulan di sarana pelayanan kesehatan (polindes, pustu, puskesmas, dan rumah sakit) maupun di rumah, posyandu, tempat penitipan anak, panti asuhan, dan sebagainya melalui kunjungan petugas. | Tahunan |
| Cakupan bayi mendapat vitamin A | Persentase bayi yang mendapat vitamin A | Persentase bayi berumur 6 - 11 bulan yang diberikan kapsul vitamin A dengan dosis 100.000 SI . | Tahunan |
| Cakupan balita mendapat vitamin A | Persentase Balita yang mendapat vitamin A | Persentase balita berumur 12 - 59 bulan yang diberikan kapsul vitamin A dengan dosis 200.000 SI. | Tahunan |
| Jumlah KB aktif metode modern | Jumlah peserta KB aktif metode modern | Jumlah pasangan usia subur yang pada saat pendataan masih menggunakan salah satu cara atau alat kontrasepsi modern (kondom, suntik pil, AKDR, MOP, MOW, Implant, Mal). | Pada saat pendataan |
| Cakupan desa/kelurahan UCI | Cakupan desa/kelurahan UCI | Cakupan desa/kelurahan UCI merujuk pada persentase desa/kelurahan dengan minimal 80% dari jumlah bayi yang ada di desa/kelurahan tersebut sudah mencapai imunisasi dasar lengkap dalam satu tahun. | Tahunan |
| Persentase cakupan pelayanan imunisasi hepatitis B0 (<7 hari) pada bayi | Persentase cakupan pelayanan imunisasi hepatitis B0<7 hari pada bayi | Persentase bayi berumur kurang dari 7 hari yang mendapatkan imunisasi hepatitis B0. | Tahunan |
| Persentase cakupan pelayanan imunisasi BCG pada bayi | Persentase cakupan pelayanan imunisasi BCG pada bayi | Persentase bayi yang mendapatkan imunisasi BCG . | Tahunan |
| Persentase cakupan pelayanan imunisasi DPT-HB3/DPT-HB-Hib3 pada bayi menurut puskesmas | Persentase cakupan pelayanan imunisasi DPT-HB3/DPT-HB-Hib3 | Persentase bayi yang mendapatkan imunisasi DPT-HB3/DPT-HB-Hib3 . | Tahunan |
| Persentase cakupan pelayanan imunisasi Polio 4 pada bayi | Persentase cakupan pelayanan imunisasi Polio 4 pada bayi | Persentase bayi yang mendapatkan imunisasi Polio 4 . | Tahunan |
| Persentase cakupan pelayanan imunisasi Campak Rubela pada bayi | Persentase cakupan pelayanan imunisasi Campak Rubela pada bayi | Persentase bayi yang mendapatkan imunisasi Campak Rubela. | Tahunan |
| Persentase cakupan pelayanan kesehatan usia lanjut | Persentase cakupan pelayanan kesehatan usia lanjut | Persentase penduduk berumur 60 tahun ke atas yang mendapatkan pelayanan kesehatan. | Tahunan |
| Persentase jaminan pemeliharaan kesehatan | Persentase penerima manfaat Jaminan pemeliharaan kesehatan | Persentase jaminan pemeliharaan kesehatan merujuk pada persentase penerima manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan menurut jenis kepesertaan. | Tahunan |
| Jumlah pemberian ASI Eksklusif pada bayi | ASI Eksklusif | ASI Eksklusif adalah Air Susu Ibu yang diberikan kepada bayi selama 6 bulan sejak dilahirkan tanpa menambah/mengganti dengan makanan maupun minuman lain kecuali obat, vitamin dan mineral. | Tahunan |
| Persentase Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) memenuhi syarat kesehatan | Tempat Pengelolaan Pangan yang memenuhi syarat kesehatan | Persentase Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) memenuhi syarat kesehatan merujuk pada persentase usaha pengelolaan makanan yang meliputi jasa boga atau katering, rumah makan dan restoran, depot air minum, kantin dan makanan jajanan yang memenuhi syarat higiene sanitasi. | Tahunan |
| Persentase sarana air minum diinspeksi kesehatan lingkungan | Persentase sarana air minum diinspeksi kesehatan lingkungan | Persentase sarana air minum yang dilakukan pemeriksaan dan pengamatan terhadapnya dalam rangka pengawasan standar, norma dan baku mutu yang berlaku. | Tahunan |
| Persentase keluarga dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang aman (jamban sehat) | Persentase keluarga dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang aman (jamban sehat) | Persentase keluarga yang memiliki fasilitas sanitasi yang memenuhi kriteria kesehatan seperti dilengkapi leher angsa dan memiliki tanki septik (Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL). | Tahunan |
| Nama puskesmas | Nama puskesmas | Nama fasilitas pelayanan kesehatan yang berfungsi untuk menyelenggarakan upaya masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, yang mengutamakan upaya promotif dan preventif. | Tahunan |
| Alamat puskesmas | Alamat puskesmas | Informasi yang mengidentifikasi lokasi fisik/bangunan puskesmas | Tahunan |
| Jumlah Puskesmas Pembantu (Pustu) | Puskesmas Pembantu | Puskesmas Pembantu adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang berfungsi sebagai perpanjangan tangan puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan. | Tahunan |
| Jumlah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) | Pos Pelayanan Terpadu | Pos Pelayanan Terpadu adalah salah satu bentuk UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat) yang ditujukan untuk memantau dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama balita dan ibu hamil. Posyandu dilaksanakan oleh para kader yang berasal dari masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. | Tahunan |
| Jumlah Pos binaan terpadu penyakit tidak menular (Posbindu PTM) | Pos binaan terpadu penyakit tidak menular | Pos binaan terpadu penyakit tidak menular adalah kegiatan monitoring dan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular terintegrasi serta gangguan akibat kecelakaan dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dikelola oleh masyarakat. | Tahunan |
| Jumlah tenaga medis | Jumlah tenaga medis | Jumlah tenaga medis adalah banyaknya dokter spesialis, dokter umum, dan dokter gigi yang bekerja pada puskesmas dan rumah sakit. | Tahunan |
| Jumlah tenaga paramedis | Jumlah tenaga paramedis | Jumlah tenaga paramedis adalah banyaknya bidan dan perawat yang bekerja pada puskesmas dan rumah sakit. | Tahunan |
| Jumlah tenaga kesehatan lainnya | Jumlah tenaga kesehatan lainnya | Jumlah tenaga kesehatan lainnya adalah banyaknya tenaga kefarmasian yang bekerja pada puskesmas dan rumah sakit. | Tahunan |
| Jumlah tenaga gizi | Jumlah tenaga gizi | Jumlah tenaga gizi adalah banyaknya individu yang bekerja pada puskesmas/ rumah sakit yang memenuhi kualifikasi bidang gizi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. | Tahunan |
| Jumlah tenaga kesehatan masyarakat | Jumlah tenaga kesehatan masyarakat | Jumlah tenaga kesehatan masyarakat adalah banyaknya individu pada puskesmas/rumah sakit yang memenuhi kualifikasi bidang kesehatan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. | Tahunan |
| Sumber biaya | Sumber biaya | Dana APBN, APBD, pinjaman dan sumber pendanaan lain yang sah yang digunakan untuk membiayai pembangunan sektor kesehatan. | Tahunan |
| Alokasi anggaran kesehatan | Alokasi anggaran kesehatan | Besar anggaran yang dialokasikan untuk membiayai program -program pembangunan sektor kesehatan. | Tahunan |
| Luas wilayah | Luas wilayah | luas wilayah administratif dalam km persegi. | Tahunan |
| Jumlah desa | Jumlah desa | Jumlah desa yang terdapat dalam satu kecamatan | Tahunan |
| Jumlah kelurahan | Jumlah kelurahan | Jumlah kelurahan yang terdapat dalam satu kecamatan | Tahunan |
| Jumlah rumah tangga | Rumah tangga | Rumah tangga adalah sekumpulan orang yang tinggal dalam satu rumah yang masih mempunyai hubungan kekerabatan/ hubungan darah karena perkawinan, kelahiran, adopsi dan lain sebagainya. | Tahunan |
| Persentase pendidikan tertinggi yang ditamatkan | Persentase pendidikan tertinggi yang ditamatkan | Persentase penduduk menurut jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan, ditandai dengan kepemilikan ijazah. | Tahunan |
| Jumlah fasilitas kesehatan | Jumlah fasilitas kesehatan | Jumlah sarana/prasarana/perlengkapan yang diwujudkan dalam bentuk pelayanan yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, swasta atau organisasi kemasyarakatan bagi masyarakat untuk menjaga atau meningkatkan kesehatan melalu tindakan preventif, kuratif, dan rehabilitatif. | Tahunan |
| Cakupan akreditasi rumah sakit | Akreditasi rumah sakit | Akreditasi rumah sakit adalah pengakuan terhadap mutu pelayanan rumah sakit, setelah dilakukan penilaian bahwa Rumah Sakit telah memenuhi Standar Akreditasi. Tingkatan kelulusan yang dapat diraih oleh rumah sakit dari yang terendah sampai yang tertinggi berturut turut adalah dasar, madya,utama, paripurna. | Tahunan |
| Rumah sakit | Rumah sakit | Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna diantaranya layanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. | Tahunan |
| Cakupan akreditasi puskesmas | Akreditasi puskesmas | Akreditasi puskemas adalah pengakuan terhadap mutu pelayanan puskesmas, setelah dilakukan penilaian bahwa puskesmas telah memenuhi Standar Akreditasi. Tingkatan kelulusan yang dapat diraih dari yang terendah sampai yang tertinggi berturut turut adalah dasar, madya,utama, paripurna. | Tahunan |
| Jumlah kunjungan pasien baru di sarana pelayanan kesehatan | Jumlah kunjungan pasien baru | Jumlah kunjungan pasien baru rawat jalan, rawat inap, dan kunjungan gangguan jiwa di sarana pelayanan kesehatan. | Tahunan |
| Persentase puskesmas dengan ketersediaan obat esensial | Persentase puskesmas dengan ketersediaan obat esensial | Persentase puskesmas dengan ketersediaan obat esensial dikelompokkan dalam dua kriteria yaitu ketersediaan obat>=80% dan ketersediaan obat<80%. | Tahunan |
| Persentase rumah sakit dengan kemampuan pelayanan gawat darurat level 1 | Persentase rumah sakit dengan kemampuan pelayanan gawat darurat level 1 | Persentase rumah sakit yang memiliki kemampuan untuk memberikan pelayanan gawat darurat level 1. Ketentuan umum pelayanan gawat darurat level 1 mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 47 tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawatdaruratan | Tahunan |
| Persentase ketersediaan obat esensial | Persentase ketersediaan obat esensial | Persentase ketersediaan obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat. | Tahunan |
| Persentase puskesmas dengan ketersediaan vaksin imunisasi dasar lengkap (IDL) | Persentase puskesmas dengan ketersediaan vaksin imunisasi dasar lengkap (IDL) | Persentase puskesmas dengan ketersediaan vaksin imunisasi dasar lengkap (IDL) dikelompokkan dalam 2 kriteria yaitu memiliki 100% vaksin IDL dan memiliki <100% vaksin IDL | Tahunan |
| Cakupan imunisasi Td pada ibu hamil | Cakupan imunisasi Td (Tetanus Difteri) pada ibu hamil | Jumlah ibu hamil yang mendapatkan imunisasi Tetanus Difteri (Td1, Td2,Td3, Td4,Td2+). | Tahunan |
| Jumlah tempat tidur | Jumlah tempat tidur | Jumlah tempat tidur merujuk pada banyaknya tempat tidur yang disediakan untuk pasien rawat inap pada rumah sakit. | Tahunan |
| Jumlah hari perawatan | Jumlah hari perawatan | Jumlah hari perawatan merujuk pada jumlah pasien yang dirawat dalam periode tertentu. | Tahunan |
| Jumlah lama dirawat | Lama dirawat | Lama dirawat adalah selisih antara tanggal pulang (tanggal keluar rumah sakit, baik hidup maupun mati) dengan tanggal masuk rawat inap setiap pasien. Khusus pasien yang masuk dan keluar pada hari yang sama maka lama dirawat dihitung sebagai 1 hari. Jumlah lama dirawat menunjukkan total lama dirawat dari seluruh pasien dalam periode tertentu. | Tahunan |
| Persentase cakupan imunisasi Td pada wanita usia subur yang tidak hamil | Persentase cakupan imunisasi Td pada wanita usia subur yang tidak hamil | Persentase wanita usia subur berumur 15 s.d. 39 tahun dan tidak sedang hamil yang mendapatkan imunisasi Td (Td1 s.d Td5) | Tahunan |
| Bed Occupancy Rate (BOR) | Persentase pemakaian tempat tidur | Persentase pemakaian tempat tidur pada satuan waktu tertentu. | Tahunan |
| Bed Turn Over (BTO) | Frekuensi pemakaian tempat tidur | Frekuensi pemakaian tempat tidur merujuk pada berapa kali dalam satu satuan waktu tertentu tempat tidur rumah sakit dipakai. | Tahunan |
| Average Length of Stay (AV LOS) | Rata-rata lama perawatan seorang di rumah sakit. | Rata-rata lama rawat seorang pasien di rumah sakit. | Tahunan |
| Turn Over Internal (TOI) | Rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati | Rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati yaitu dari telah diisi ke saat terisi berikutnya. | Tahunan |
| Net Death Rate (NDR) | Angka kematian pasien setelah dirawat | Banyaknya kematian pasien setelah dirawat minimal 48 jam per 1000 pasien yang keluar rumah sakit. | Tahunan |
| Gross Death Rate (GDR) | Angka kematian pasien setelah dirawat | Banyaknya kematian pasien setelah dirawat kurang dari 48 jam per 1000 pasien yang keluar rumah sakit. | tahunan |
| Jumlah ibu hamil yang mendapatkan dan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) | Konsumsi tablet tambah darah (TTD) | Tablet tambah darah (TTD) adalah obat yang memiliki kandungan zat besi dan asam folat untuk mencegah dan mengatasi anemia pada ibu hamil. | Tahunan |
| Jumlah peserta KB aktif mengalami efek samping, komplikasi, kegagalan dan Drop Out ber-KB | Efek samping, komplikasi, kegagalan dan Drop Out ber-KB. | Efek Samping Ber-KB : Peserta KB Aktif yang mengalami efek samping yang tidak diinginkan akibat penggunaan alat kontrasepsi tetapi tidak menimbulkan akibat yang serius. Komplikasi Ber-KB : Peserta KB Aktif yang mengalami gangguan kesehatan mengarah pada keadaan patologis, sebagai akibat dari proses tindakan/ pemberian/ pemasangan alat kontrasepsi yang digunakan. Kegagalan Ber-KB : Kasus terjadinya kehamilan pada peserta KB aktif yang pada saat tersebut menggunakan metode kontrasepsi. Drop Out Ber-KB : Peserta KB Aktif yang tidak melanjutkan penggunaan kontrasepsi (drop out). | Tahunan |
| Jumlah PUS 4T | Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status 4 Terlalu (4T) | Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status 4 Terlalu (4T) memiliki kriteria berumur kurang dari 20 tahun, berumur lebih dari 35 tahun, telah memiliki anak hidup lebih dari 3 orang atau jarak kelahiran antara satu anak dengan lainnya kurang dari 2 tahun. | Tahunan |
| Jumlah PUS | Pasangan usia subur (PUS) | Pasangan usia subur adalah pasangan suami istri dimana istrinya berumur antara 15 s.d. 44 tahun. | Tahunan |
| Jumlah PUS 4T pada KB Aktif | Jumlah pasangan Usia Subur (PUS) dengan status 4 Terlalu (4T) pada KB Aktif | Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status 4 Terlalu (4T) yang masih menggunakan salah satu cara atau alat kontrasepsi. | Tahunan |
| Jumlah PUS ALKI | Jumlah pasangan Usia Subur dengan ALKI | Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dengan ALKI (Anemia, LiLA<23,5, Penyakit Kronis, dan IMS) | Tahunan |
| Jumlah PUS ALKI pada KB Aktif | Jumlah pasangan usia subur dengan ALKI pada KB Aktif | Jumlah pasangan usia subur (PUS) dengan ALKI ( Anemia, LiLA<23,5, Penyakit Kronis, dan IMS) yang menggunakan salah satu cara atau alat kontrasepsi. | Tahunan |
| Jumlah peserta KB pasca persalinan menurut jenis kontrasepsi | Jumlah peserta KB pasca persalinan menurut jenis kontrasepsi | Jumlah peserta KB pasca persalinan yang menggunakan kondom, suntik, pil, AKDR, MOP, MOW, MAL atau Implan. | Tahunan |
| Jumlah ibu hamil | Jumlah ibu hamil | Jumlah perempuan yang sedang mengandung atau memiliki janin yang sedang berkembang dalam rahimnya. | Tahunan |
| Jumlah perkiraan bumil dengan komplikasi kebidanan | Komplikasi kebidanan | Komplikasi kebidanan adalah kesakitan pada ibu hamil, ibu bersalin dan ibu nifas yang dapat menyebabkan kematian pada ibu dan bayi. Jumlah perkiraan bumil dengan komplikasi kebidanan dihitung berdasarkan angka estimasi tertentu dari jumlah seluruh ibu hamil. | Tahunan |
| Jumlah bumil dengan komplikasi kebidanan yang ditangani | Jumlah ibu hamil dengan komplikasi kebidanan yang ditangani. | Jumlah ibu hamil, bersalin dan nifas dengan komplikasi yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar | Tahunan |
| Jumlah lahir hidup | Kelahiran hidup | Kelahiran seorang bayi dengan menunjukkan tanda-tanda kehidupan seperti ada detak jantung, nafas dan lain-lain tanpa memperhitungkan lamanya si bayi di dalam kandungan. | Tahunan |
| Jumlah perkiraan neonatal komplikasi | Jumlah perkiraan neonatal komplikasi | Jumlah perkiraan bayi berumur 0 - 28 hari dengan komplikasi yang dihitung berdasarkan angka estimasi tertentu dari total bayi lahir hidup. | Tahunan |
| Jumlah komplikasi pada neonatus | Komplikasi pada neonatus | Komplikasi pada neonatus adalah penyakit dan atau kelainan yang dapat menyebabkan kecacatan dan atau kematian pada bayi berusia 0 sampai 28 hari. | Tahunan |
| Jumlah kematian neonatal | Kematian neonatal | Kematian neonatal didefinisikan sebagai kematian bayi yang dilahirkan hidup, tanpa memandang usia kehamilan saat lahir, dalam 28 hari pertama kehidupannya. | Tahunan |
| Jumlah kematian post neonatal | Kematian post neonatal | Kematian post neonatal adalah kematian yang terjadi pada bayi usia 29 hari sampai dengan 11 bulan yang bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri. | Tahunan |
| Jumlah kematian balita | Jumlah kematian balita | Jumlah kematian yang terjadi pada anak berusia kurang dari lima tahun. | Tahunan |
| Jumlah bayi baru lahir ditimbang | Jumlah bayi baru lahir ditimbang | Jumlah bayi baru lahir yang diukur berat badannya. | Tahunan |
| Jumlah bayi BBLR | Jumlah bayi Berat Badan Lahir Rendah | Jumlah bayi lahir dengan berat badan di bawah normal (yaitu kurang dari 2.500 gram). | Tahunan |
| Jumlah bayi prematur | Jumlah bayi prematur | Jumlah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. | Tahunan |
| Jumlah bayi baru lahir yang dilakukan skrining hipotiroid kongenital | Jumlah bayi baru lahir yang dilakukan screening hipotiroid kongenita | Jumlah bayi baru lahir yang dilakukan skrining terhadapnya untuk memeriksa apakah bayi menderita hipotiroid kongenital atau tidak. | Tahunan |
| Jumlah bayi baru lahir mendapat IMD | Inisiasi Menyusui Dini | Inisiasi Menyusui Dini adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri. | Tahunan |
| Jumlah baduta diimunisasi lanjutan DPT-HB-Hib4 | Jumlah baduta diimunisasi lanjutan DPT-HB-Hib4 | Jumlah anak usia di bawah dua tahun yang mendapatkan imunisasi lanjutan DPT-HB-Hib4. | Tahunan |
| Jumlah baduta diimunisasi lanjutan Campak-Rubela 2 | Jumlah baduta diimunisasi lanjutan Campak-Rubela 2 | Jumlah anak usia di bawah dua tahun yang mendapatkan imunisasi lanjutan Campak Rubela 2. | Tahunan |
| Sasaran balita (0-59 bulan) | Sasaran balita | Jumlah anak usia 0 s.d. 59 bulan yang menjadi target pelayanan kesehatan. | Tahunan |
| Sasaran balita (12-59 bulan) | Sasaran balita | Jumlah anak usia 12 s.d. 59 bulan yang menjadi target pelayanan kesehatan. | Tahunan |
| Jumlah balita yang memiliki KIA | Kepemilikan KIA | Jumlah anak usia 0 s.d. 59 bulan yang memiliki Buku Kesehatan Ibu dan Anak (lembar informasi dan catatan kesehatan serta catatan khusus ibu hamil sampai nifas serta anak (mulai dari janin sampai usia 6 tahun). | Tahunan |
| Jumlah balita yang dipantau pertumbuhan dan perkembangan | Jumlah balita yang dipantau pertumbuhan dan perkembangan | Jumlah anak usia 0 s.d. 59 bulan yang dipantau pertumbuhan dan perkembangannya. | Tahunan |
| Jumlah balita dilayani SDIDTK | Jumlah balita dilayani SDIDTK | Jumlah anak usia 0 s.d. 59 bulan yang mendapat pelayanan dalam kegiatan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang yaitu anak balita yang dipantau tumbuh kembangnya. | Tahunan |
| Jumlah balita yang dilayani MTBS | Jumlah balita yang dilayani MTBS | Jumlah anak usia 0 s.d. 59 bulan yang mendapatkan pelayanan terintegrasi melalui Program Manajemen Terpadu Balita Sehat (tata laksana balita sakit yang berfokus pada kesehatan anak balita secara menyeluruh di layanan rawat jalan fasilitas kesehatan dasar). | Tahunan |
| Jumlah balita yang ditimbang | Jumlah balita yang ditimbang | Jumlah anak usia 0 s.d. 59 bulan yang diukur berat badannya. | Tahunan |
| Jumlah balita berat badan kurang (BB/U) | Jumlah balita berat badan kurang (BB/U) | Jumlah anak usia 0 s.d. 59 bulan dengan indeks berat badan relatif menurut umur memiliki nilai Z antara -3SD s.d. < - 2SD. | Tahunan |
| Jumlah balita yang diukur tinggi badan | Jumlah balita yang diukur tinggi badan | Jumlah anak usia 0 s.d. 59 bulan yang diukur panjang atau tinggi badannya. | Tahunan |
| Jumlah balita pendek (TB/U) | Jumlah balita pendek (TB/U) | Jumlah anak usia 0 s.d. 59 bulan dengan indeks panjang badan atau tinggi badan menurut umur memiliki nilai Z antara -3SD sd < - 2SD. | Tahunan |
| Jumlah balita stunting (TB/U) | Jumlah balita stunting (TB/U) | Jumlah anak usia 0 s.d. 59 bulan dengan indeks tinggi badan menurut umur memiliki nilai Z kurang dari -2SD. | Tahunan |
| Jumlah balita gizi kurang (BB/TB) | Jumlah balita gizi kurang | Jumlah anak usia 0 s.d. 59 bulan dengan indeks berat badan menurut tinggi badan -3SD s.d < -2SD | Tahunan |
| Jumlah balita gizi buruk (BB/TB) | Jumlah balita gizi buruk | Jumlah anak usia 0 s.d. 59 bulan dengan indeks berat badan menurut tinggi badan kurang dari -3SD. | Tahunan |
| Jumlah peserta didik sekolah | Jumlah peserta didik sekolah | Jumlah peserta didik kelas 1 SD/MI, kelas 7 SMP/MTS dan kelas 10 SMA/MA. | Tahunan |
| Jumlah peserta didik sekolah mendapat pelayanan kesehatan | Jumlah peserta didik sekolah mendapat pelayanan kesehatan | Jumlah peserta didik kelas 1 SD/MI, kelas 7 SMP/MTS dan kelas 10 SMA/MA yang mendapatkan pelayanan kesehatan. | Tahunan |
| Jumlah unit sekolah | Jumlah unit sekolah | Jumlah unit sekolah SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA yang peserta didiknya mendapatkan pelayanan kesehatan. | Tahunan |
| Jumlah tumpatan gigi tetap | Pelayanan kesehatan gigi dan mulut | Jumlah pelayanan kesehatan gigi dan mulut berupa pelayanan tumpatan gigi tetap atau penambalan permanen pada gigi tetap. | Tahunan |
| Jumlah kunjungan | Jumlah kunjungan | Jumlah kunjungan baru dan lama rawat jalan gigi dan mulut di puskesmas meliputi pemeriksaan, pengobatan dan perawatan gigi dan mulut. | Tahunan |
| Jumlah pencabutan gigi tetap | Pelayanan kesehatan gigi dan mulut | Jumlah pelayanan kesehatan gigi dan mulut berupa pencabutan gigi tetap. | Tahunan |
| Jumlah kasus gigi | Jumlah kasus gigi | Jumlah pasien yang mengalami masalah pada gigi dan mulut. | Tahunan |
| Jumlah kasus gigi dirujuk | Kasus gigi dirujuk | Jumlah pasien yang dikirim ke fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut untuk mendapatkan pelayanan kesehatan baik pemeriksaan, pengobatan atau tindakan lanjutan. | Tahunan |
| Jumlah SD/MI | Jumlah Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah | Jumlah bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang pendidikan dasar. | Tahunan |
| Jumlah SD/MI dengan sikat gigi massal | Jumlah SD/MI dengan sikat gigi massal | Jumlah SD/MI yang menyelenggarakan kegiatan menggosok gigi secara bersama-sama di bawah bimbingan instruktur (guru dan petugas kesehatan). | Tahunan |
| Jumlah SD/MI yang mendapat pelayanan gigi | Jumlah SD/MI yang mendapat pelayanan gigi | Jumlah SD/MI yang peserta didiknya mendapatkan pelayanan kesehatan gigi . | Tahunan |
| Jumlah murid SD/MI | Jumlah murid SD/MI | Jumlah seluruh murid pada SD/MI yang terletak di wilayah kerja puskesmas. | Tahunan |
| Jumlah murid SD/MI yang diperiksa | Jumlah murid SD/MI yang diperiksa gigi | Jumlah murid SD/MI yang diperiksa kondisi kesehatan giginya. | Tahunan |
| Jumlah murid SD/MI perlu perawatan | Jumlah murid SD/MI perlu perawatan gigi | Jumlah murid SD/MI yang memerlukan perawatan gigi setelah dilakukan pemeriksaan. | Tahunan |
| Jumlah murid SD/MI mendapat perawatan | Jumlah murid SD/MI mendapat perawatan | Jumlah murid SD/MI yang mendapatkan perawatan gigi setelah dilakukan pemeriksaan. | Tahunan |
| Jumlah usia produktif yang mendapat pelayanan skrining kesehatan sesuai standar. | Jumlah usia produktif yang mendapat pelayanan skrining kesehatan sesuai standar | Jumlah penduduk usia 15 - 59 tahun yang dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadapnya sesuai standar skrining kesehatan usia produktif. | Tahunan |
| Jumlah penduduk beresiko | Jumlah penduduk beresiko | Jumlah penduduk usia 15-59 tahun yang memiliki faktor resiko terhadap penyakit menular dan tidak menular. | Tahunan |
| Jumlah catin terdaftar di KUA atau lembaga agama lainnya | Jumlah catin terdaftar di KUA atau lembaga agama lainnya | Jumlah calon pengantin laki-laki dan perempuan yang akan melangsungkan pernikahan dan sudah mendaftarkan pernikahan di KUA atau lembaga agama lainnya. | Tahunan |
| Jumlah calon pengantin yang mendapatkan layanan kesehatan | Jumlah calon pengantin yang mendapatkan layanan kesehatan | Jumlah calon pengantin laki-laki dan perempuan yang mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi calon pengantin (KIE kesehatan reproduksi calon pengantin dan pemeriksaan kesehatan minimal pemeriksaan HB dan status gizi) di fasilitas kesehatan.sebelum melangsungkan pernikahan. | Tahunan |
| Jumlah calon pengantin perempuan anemia | Anemia | Anemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau kapasitas sel darah merah membawa oksigen tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan fisiologis. | Tahunan |
| Jumlah penduduk usia lanjut | Jumlah penduduk usia lanjut | Jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas. | Tahunan |
| Jumlah penduduk usia lanjut mendapat skrining kesehatan sesuai standar | Jumlah penduduk usia lanjut mendapat skrining kesehatan sesuai standar | Jumlah penduduk usia 60 tahun ke atas yang dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadapnya sesuai standar skrining kesehatan usia lanjut. | Tahunan |
| Pelaksanaan Kelas hamil | Kelas hamil | Kelas hamil adalah kelompok belajar para calon ibu mengenai kesehatan ibu hamil secara keseluruhan. | Tahunan |
| Pelaksanaan orientasi P4K | Orientasi P4K | Orientasi Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) adalah kegiatan yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada suami, keluarga dan masyarakat paham tentang bahaya persalinan, adanya rencana persalinan yang aman, adanya rencana kontrasepsi yang akan dipakai, adanya dukungan masyarakat, tokoh agama dan kader untuk mendukung ikut KB pasca persalinan. | Tahunan |
| Pelaksanaan kelas Ibu Balita | Kelas Ibu Balita | Kelas ibu balita adalah kelompok belajar ibu-ibu yang memiliki anak-anak berumur kurang dari lima tahun (balita), yang secara bersama-sama berdiskusi, bertukar pendapat, bertukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak balita dengan dibimbing oleh fasilitator. | Tahunan |
| Pelaksanaan kelas SDIDTK | Kelas SDIDTK | SDIDTK adalah kegiatan konprehensif untuk memantau aspek tumbuh kembang anak. | Tahunan |
| Pelaksanaan MTBS | MTBS | Program Manajemen Terpadu Balita Sehat (MTBS) adalah tata laksana balita sakit yang berfokus pada kesehatan anak balita secara menyeluruh di layanan rawat jalan fasilitas kesehatan dasar. | Tahunan |
| Pelaksanan kegiatan kesehatan remaja | Kegiatan kesehatan remaja | Kegiatan kesehatan remaja adalah kegiatan yang dilakukan untuk melayani kesehatan remaja. | Tahunan |
| Pelaksanaan Penjaringan Kesehatan Kelas 1 | Penjaringan Kesehatan Kelas 1 | Penjaringan Kesehatan Kelas 1 adalah rangkaian pemeriksaan kesehatan (skrining) yang dilakukan terhadap seluruh peserta didik baru kelas 1 SD/MI. | Tahunan |
| Pelaksanaan Penjaringan Kesehatan Kelas 7 | Penjaringan Kesehatan Kelas 7 | Penjaringan Kesehatan Kelas 7 adalah rangkaian pemeriksaan kesehatan (skrining) yang dilakukan terhadap seluruh peserta didik baru kelas 7 SMP/MTS. | Tahunan |
| Pelaksanaan Penjaringan Kesehatan Kelas 10 | Penjaringan Kesehatan Kelas 10 | Penjaringan Kesehatan Kelas 10 adalah rangkaian pemeriksaan kesehatan (skrining) yang dilakukan terhadap seluruh peserta didik baru kelas 10 SMA/MAN. | Tahunan |
| Jumlah terduga Tuberculosis yang mendapatkan pelayanan standar | Jumlah terduga Tuberculosis yang mendapatkan pelayanan standar | Jumlah orang yang memiliki gejala utama tuberculosis dan mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar. | Tahunan |
| Jumlah semua kasus tuberculosis | Jumlah kasus tuberculosis | Tuberculosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Jumlah semua kasus tuberculosis adalah jumlah seluruh pasien tuberculosis yang ada di wilayah kerja puskesmas termasuk pasien yang ditemukan di RS, BBKPM/BPKPM/BP4, Lembaga Pemasyarakatan, Rumah Tahanan, Dokter Praktek Mandiri, Klinik dan lain-lain . | Tahunan |
| Jumlah kasus tuberculosis pada anak 0-14 tahun | Jumlah kasus tuberculosis pada anak 0-14 tahun | Jumlah anak umur 0-14 tahun yang dari hasil pemeriksaan terbukti positif menderita tuberculosis. | Tahunan |
| Jumlah kasus tuberculosis paru terkonfirmasi bakteriologis yang ditemukan dan diobati | Jumlah kasus tuberculosis paru terkonfirmasi bakteriologis yang ditemukan dan diobati | Jumlah seluruh pasien tuberculosis yang terbukti positif pada hasil pemeriksaan contoh uji biologinya (sputum dan jaringan) melalui pemeriksaan mikroskopis langsung, Tes Cepat Molekuler (TCM) tuberkulosis, atau biakan dan mendapatkan pengobatan dengan Obat Anti Tuberculosis (OAT). | Tahunan |
| Jumlah semua kasus tuberculosis yang ditemukan dan diobati | Jumlah semua kasus tuberculosis yang ditemukan dan diobati | Kasus tuberculosis ditemukan dan diobati berdasarkan kohort yang sama dari kasus penemuan kasus yang dinilai kesembuhan dan pengobatan lengkap. | Tahunan |
| Angka kesembuhan tuberculosis paru terkonfirmasi bakteriologis | Angka kesembuhan tuberculosis paru terkonfirmasi bakteriologis | Jumlah semua kasus tuberculosis yang sembuh (hasil pemeriksaan bakteriologis pada akhir pengobatan menjadi negatif setelah masa pengobatan) per 100 kasus tuberculosis yang dilaporkan dan diobati. | Tahunan |
| Angka pengobatan lengkap | Angka pengobatan lengkap tuberculosis | Jumlah semua kasus tuberculosis yang telah menyelesaikan pengobatan secara lengkap dimana pada salah satu pemeriksaan sebelum akhir pengobatan memperoleh hasil negatif meskipun tanpa ada bukti hasil pemeriksaan bakteriologis pada akhir pengobatan per 100 kasus tuberculosis yang dilaporkan dan diobati. | Tahunan |
| Angka keberhasilan pengobatan semua kasus tuberculosis | Angka keberhasilan pengobatan semua kasus tuberculosis | Jumlah semua kasus tuberculosis yang sembuh dan pengobatan lengkap per 100 jumlah kasus tuberculosis yang dilaporkan dan diobati. | Tahunan |
| Jumlah kematian selama pengobatan tuberculosis | Jumlah kematian selama pengobatan tuberculosis | Jumlah pasien tuberculosis yang meninggal selama masa pengobatan. | Tahunan |
| Jumlah kunjungan balita batuk atau kesukaran bernapas | Jumlah kunjungan balita batuk atau kesukaran bernapas | Jumlah anak berusia di bawah 5 tahun yang melakukan kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan dalam kondisi batuk dan susah bernapas. | Tahunan |
| Jumlah balita yang diberikan tata laksana standar (dihitung napas/lihat tddk) | Tata laksana standar (dihitung napas/lihat tddk) | Pelayanan kesehatan balita sesuai standar dengan mengidentifikasi keluhan batuk dan atau kesukaran bernafas dengan diberikan tatalaksana standar yaitu dilakukan hitung napas atau melihat Tarikan Dinding Dada Ke dalam (TDDK). | Tahunan |
| Realisasi penemuan pneumonia dan pneumonia berat pada balita | Pneumonia pada balita | Balita dengan Pneumonia adalah balita yang mengalami batuk dan atau kesukaran bernapas dan hasil perhitungan napas usia 0-2 bulan =60 kali/menit, usia 2-12 bulan = 50 kali/menit, usia 12-59 bulan =40 kali/menit. Pneumonia berat adalah tarikan dinding dada ke dalam (TDDK) atau saturasi oksigen <90. | Tahunan |
| Jumlah balita batuk bukan pneumonia | Batuk bukan pneumonia pada balita | Balita dikatakan menderita batuk bukan pneumonia jika tidak ada tarikan dinding dada ke dalam (TDDK) dan tidak ada napas cepat. | Tahunan |
| Jumlah kasus HIV | Jumlah kasus HIV | HIV/AIDS adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus HIV yang menyerang sistem imun tubuh. Jumlah kasus HIV adalah jumlah pasien yang menderita HIV/AIDS. | Tahunan |
| Jumlah ODHIV baru ditemukan | Jumlah ODHIV baru ditemukan | Jumlah kasus HIV baru. | Tahunan |
| Jumlah ODHIV baru ditemukan dan mendapat pengobatan ARV | Jumlah ODHIV baru ditemukan dan mendapat pengobatan ARV | Jumlah kasus HIV baru yang diberikan obat antiretroviral. | Tahunan |
| Jumlah target penemuan kasus diare | Jumlah target penemuan kasus diare | Jumlah target penemuan kasus diare dihitung menggunakan persentase perkiraan jumlah kasus diare yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan yang besarnya sesuai dengan perkiraan daerah, namun jika tidak tersedia maka menggunakan perkiraan 10% dari perkiraan jumlah penderita untuk semua umur dan 20% untuk balita. | Tahunan |
| Jumlah pasien diare yang dilayani | Jumlah pasien diare yang dilayani | Jumlah penderita diare yang mendapat pelayanan kesehatan sesuai standar. | Tahunan |
| Jumlah pasien yang mendapat oralit | Jumlah pasien yang mendapat oralit | Jumlah penderita diare yang diberikan oralit (larutan pengganti cairan dan elektrolit yang ada di dalam tubuh akibat diare). | Tahunan |
| Jumlah pasien diare mendapat zinc | Jumlah pasien diare mendapat zinc | Jumlah balita yang menderita diare dan diberikan suplemen zinc. | Tahunan |
| Jumlah deteksi dini hepatitis B pada ibu hamil | Jumlah deteksi dini hepatitis B pada ibu hamil | Jumlah deteksi dini hepatitis B adalah jumlah ibu hamil yang diperiksa HBsAg dengan hasil reaktif (positif hepatitis B) atau non reaktif (negatif hepatitis B). Hepatitis B adalah penyakit menular dalam bentuk peradangan hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. | Tahunan |
| Jumlah bayi yang lahir dari ibu HBsAg reaktif | Jumlah bayi yang lahir dari ibu HBsAg reaktif | Jumlah bayi yang lahir dari ibu yang pernah diperiksa HBsAg pada saat kehamilan dengan hasil reaktif. | Tahunan |
| Jumlah bayi yang lahir dari Ibu HBsAg mendapat HBIG | Jumlah bayi yang lahir dari Ibu HBsAg mendapat HBIG | Jumlah bayi yang lahir dari ibu HBsAg reaktif yang kemudian diberikan vaksin HB dan imunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada waktu tertentu setelah lahir. | Tahunan |
| Jumlah kasus baru kusta | Jumlah kasus baru kusta | Jumlah kasus baru orang yang menderita kusta,terbagi menjadi kusta kering (PB) maupun kusta basah (MB). Kusta adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium leprae. | Tahunan |
| Jumlah kasus baru cacat tingkat 0 | Jumlah kasus baru cacat tingkat 0 | Jumlah kasus kusta baru yang tidak memiliki kelainan sensorik maupun anatomis. | Tahunan |
| Jumlah kasus baru cacat tingkat 2 | Jumlah kasus baru cacat tingkat 2 | Jumlah kasus kusta baru yang menyebabkan cacat pada tangan dan kaki. | Tahunan |
| Jumlah penderita kusta anak <15 tahun | Jumlah penderita kusta anak <15 tahun | Jumlah kasus kusta pada anak usia di bawah 15 tahun. | Tahunan |
| Penderita kusta anak <15 tahun dengan cacat tingkat 2 | Penderita kusta anak <15 tahun dengan cacat tingkat 2 | Jumlah kasus kusta pada anak usia di bawah 15 tahun dengan cacat tingkat 2. | Tahunan |
| Jumlah kasus kusta terdaftar | Jumlah kasus kusta terdaftar | Jumlah kasus kusta lama dan baru yang terdaftar. | Tahunan |
| Jumlah penderita baru PB | Jumlah penderita baru PB | Jumlah penderita pada kohort yang sama, yaitu diambil dari penderita baru PB yang masuk dalam kohort yang sama 1 tahun sebelumnya. | Tahunan |
| Jumlah penderita RFT PB | Jumlah penderita RFT PB | Jumlah kasus kusta baru PB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu (6 blister dalam 6- 9 bulan). | Tahunan |
| Jumlah penderita baru MB | Jumlah penderita baru MB | Jumlah penderita pada kohort yang sama, yaitu diambil dari penderita baru MB yang masuk dalam kohort yang sama 2 tahun sebelumnya. | Tahunan |
| Jumlah penderita RFT PB | Jumlah penderita RFT PB | Jumlah kasus kusta baru MB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu (12 blister dalam 12-18 bulan). | Tahunan |
| Jumlah kasus PD3I | Jumlah kasus PD3I | Jumlah kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi meliputi difteri, pertusis, tetanus neonatorum, hepatitis B, dan suspek campak. Difteri adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium Diphtheria ditandai dengan adanya peradangan pada tempat infeksi, terutama pada selaput bagian dalam saluran pernapasan bagian atas, hidung, dan juga kulit. Pertusis adalah penyakit menular yang di sebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis yang menyerang saluran pernafasan dan biasanya terjadi pada anak berusia dibawah 1 tahun. Tetanus Neonatorum : Penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (0-28 hari) yang disebabkan oleh Clostridium tetani, yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang sistem saraf pusat. Hepatitis B : Peradangan pada sel-sel hati, yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B dari golongan virus DNA. Suspek Campak : Penyakit yang sangat menular (infeksius) disebabkan oleh virus RNA dari genus Morbilivirus, dari keluarga Paramyxoviridae yang mudah mati karena panas dan cahaya. Gejala klinis campak adalah demam (panas) dan ruam (rash) ditambah dengan batuk/pilek atau mata merah. | Tahunan |
| Jumlah kasus PD3I meninggal | Jumlah kasus PD3I meninggal | Jumlah kasus meninggal akibat PD3I . | Tahunan |
| Jumlah Kejadian Luar Biasa (KLB) di desa/kelurahan | Jumlah Kejadian Luar Biasa di desa/kelurahan | Jumlah kejadian kesakitan dan/atau kematian yang bermakna secara epidemiologi pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah. | Tahunan |
| Jumlah KLB di desa/kelurahan yang ditangani <24 jam | Jumlah KLB di desa/kelurahan yang ditangani <24 jam | Jumlah Kejadian Luar Biasa di desa/kabupaten yang berhasil ditangani dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. | Tahunan |
| Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) | Demam Berdarah Dengue (DBD) | Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus. Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami demam tinggi mendadak berlangsung 2-7 hari, disertai manifestasi perdarahan (antara lain uji tourniqet positif, petekie, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis dan/atau melena, dsb) ditambah trombositopenia (trombosit = 100.000 /mm³) dan hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit = 20%). | Tahunan |
| Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meninggal | Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meninggal | Jumlah kasus meninggal akibat Demam Berdarah Dengue DBD. | Tahunan |
| Jumlah suspek malaria | Jumlah suspek malaria | Jumlah individu yang tinggal di daerah endemik malaria yang menderita demam atau memiliki riwayat demam dalam 48 jam terakhir atau tampak anemi malaria tanpa mengesampingkan penyebab demam yang lain, atau individu yang tinggal di daerah non endemik malaria yang menderita demam atau riwayat demam dalam 7 hari terakhir dan memiliki risiko tertular malaria wajib diduga malaria. Risiko tertular malaria termasuk riwayat bepergian ke daerah endemik malaria atau adanya kunjungan individu dari daerah endemik malaria di lingkungan tempat tinggal penderita. | Tahunan |
| Jumlah konfirmasi laboratorium | Jumlah konfirmasi laboratorium | Jumlah suspek malaria yang diakukan pengujian mikroskopis ataupun Rapid Diagnostic Test (RDT). | Tahunan |
| Jumlah kasus malaria positif | Jumlah kasus malaria positif | Jumlah orang dengan hasil pemeriksaan sediaan darah positif malaria berdasarkan pengujian mikroskopis ataupun Rapid Diagnostic Test (RDT). | Tahunan |
| Pengobatan standar malaria | Pengobatan standar malaria | Jumlah orang dengan positif malaria yang diberikan pengobatan sesuai standar. | Tahunan |
| Jumlah kasus malaria yang meninggal | Malaria | Jumlah kasus meninggal akibat malaria | Tahunan |
| Penderita kasus kronis filariasis tahun sebelumnya | Kronis filariasis | Jumlah orang yang menderita penyakit kronis filariasis tahun sebelumnya. Kronis filariasis disebabkan oleh parasit atau cacing yang ditularkan melalui gigitan semua jenis nyamuk dengan menunjukkan gejala klinis kronis filariasis, seperti limfedema pada tungkai atau lengan, pembesaran payudara, dan hidrokel. | Tahunan |
| Penderita kasus kronis filariasis baru ditemukan | Kronis filariasis | Jumlah penderita kasus kronis filariasis yang baru ditemukan. | Tahunan |
| Penderita kasus kronis filariasis pindah | Kronis filariasis | Jumlah penderita kasus kronis filariasis yang pindah ke daerah lain. | Tahunan |
| Penderita kasus kronis filariasis meninggal | Kronis filariasis | Jumlah kasus meninggal akibat kronis filiariasis | Tahunan |
| Jumlah estimasi penderita hipertensi | Penderita hipertensi | Jumlah estimasi penderita hipertensi berusia 15 tahun ke atas berdasarkan angka prevalensi kota. | Tahunan |
| Jumlah estimasi penderita hipertensi yang mendapat pelayanan kesehatan | Penderita hipertensi | Jumlah penderita hipertensi yang mendapat pelayanan kesehatan sesuai standar. | Tahunan |
| Jumlah penderita Diabetes Melitus | Diabetes Melitus | Jumlah orang yang menderita diabetes melitus yaitu suatu kondisi dimana kandungan gula dalam darah melebihi kadar normal. Keadaan ini disebabkan oleh ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi insulin yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. | Tulisan |
| Jumlah penderita Diabetes Melitus yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar | Diabetes Melitus | Jumlah penderita Diabetes Melitus yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar | Tahunan |
| Kegiatan Deteksi Dini IVA dan SADANIS Kanker Rahim pada puskesmas | Deteksi Dini IVA dan SADANIS Kanker Rahim | Puskesmas yang melakukan pemeriksaan deteksi dini untuk payudara dengan sadanis (pemeriksaan payudara klinis) dan kanker leher rahim dengan metode IVA pada perempuan usia 30-50 tahun | Tahunan |
| Jumlah Pemeriksaan IVA | Pemeriksaan IVA | Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam asetat) adalah pemeriksaan dengan cara mengamati dengan menggunakan spekulum, melihat leher rahim yang telah dipulas dengan asam asetat atau asam cuka (3-5%). Pada lesi prakanker akan menampilkan warna bercak putih yang disebut acetowhite epithelium. Deteksi dini yang dimaksud dapat dilakukan di puskesmas dan jaringannya, di dalam maupun di luar gedung. | Tahunan |
| Jumlah Pemeriksaan SADANIS | SADANIS | Pemeriksaan klinis payudara oleh tenaga kesehatan terlatih. | Tahunan |
| Jumlah IV/A positif | IV/A positif | IVA positif jika ditemukan bercak putih (lesi pra kanker) dengan pemeriksaan aplikasi asam asetat | Tahunan |
| Jumlah curiga kanker leher rahim | Curiga kanker | Curiga kanker leher rahim apabila pertumbuhan massa seperti kembang kol yang mudah berdarah atau luka bernanah/ulcer. | Tahunan |
| Jumlah Tumor/benjolan | Tumor/benjolan | Tumor adalah benjolan tidak normal pada payudara pada pemeriksaan klinis payudara oleh petugas kesehatan terlatih. | Tahunan |
| Jumlah krioterapi | Krioterapi | Krioterapi adalah prosedur medis untuk menangani berbagai jenis tumor, baik tumor jinak, prakanker, maupun ganas (kanker). Krioterapi merupakan entuk pengobatan yang menggunakan suhu dingin (gas CO2 atau N2O cair) untuk efek terapeutik untuk mematikan jaringan yang abnormal (lesi pra kanker) | Tahunan |
| Jumlah IVA Positif dan curiga kanker leher rahim dirujuk | IVA Positif dan curiga kanker leher rahim yang dirujuk | Jumlah perempuan usia 30-50 tahun yang dinyatakan IVA positif dan dicurigai menderita kanker leher rahim berdasarkan pemeriksaan IVA yang dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. | Tahunan |
| Jumlah curiga kanker payudara | Curiga kanker payudara | Kelainan payudara yang mengarah kepada keganasan, seperti tekstur kulit seperti kulit jeruk, puting mengeluarkan darah, retraksi puting (puting tertarik kedalam), dan lesung pada payudara | Tahunan |
| Jumlah tumor dan curiga kanker payudara dirujuk | Tumor dan curiga kanker payudara dirujuk | Jumlah perempuan usia 30-50 tahun yang memiliki tumor/benjolan dan dicurigai menderita kanker payudara berdasarkan pemeriksaan sadanis yang dirujuk ke pelayanan kesehatan. | Tahunan |
| Jumlah sasaran ODGJ berat | Orang Dengan Gangguan Jiwa berat | Jumlah penderita skizofrenia dan psikosis akut berdasarkan data Riskesdas terbaru | Tahunan |
| Jumlah penderita skizofrenia yang mendapat pelayanan kesehatan | Pelayanan kesehatan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa | Jumlah penderita skizofrenia yang mendapat pelayanan kesehatan sesuai standar | Tahunan |
| Jumlah penderita psikosis akut yang mendapat pelayanan kesehatan | Pelayanan kesehatan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa | Jumlah penderita psikosis akut yang mendapat pelayanan kesehatan sesuai standar | Tahunan |
| Jumlah penderita skizofrenia | Skizofrenia | Skizofrenia adalah gangguan jiwa kompleks dengan persentasi klinis, perjalanan penyakit, dan respon terapi yang beragam. Gejala Skizofrenia terdiri dari: 1. Gejala positif, yaitu yang berlebihan dibandingkan fungsi normal, seperti waham, halusinasi, perilaku yang tidak terorganisasi; 2. Gejala negatif, dimana fungsi mental dan ekspresi emosi menjadi berkurang, misalnya ditandai dengan anhedonia, interaksi sosial yang terganggu, dan afek tumpul; 3. Gejala afektif, seperti cemas dan mood yang depresif 4. Gejala kognitif, misalnya gangguan memori kerja dan episodik, gangguan atensi, gangguan fungsi eksekutif dsbnya. Skizofrenia apabila gejala tsb sudah lebih 30 hari. | Tahunan |
| Jumlah penderita psikosis akut | Psikosis akut | Psikosis akut memiliki gejala yang sama dengan skizofrenia hanya belum sampai 30 hari. | Tahunan |
| Jumlah sarana air minum | Sarana air minum | Penyelenggara air minum di wilayah kerja puskesmass | Tahunan |
| Jumlah sarana air minum yang diawasi/diperiksa kualitas air minum sesuai standar | Pengawasan sarana air minum | Jumlah sarana air minum yang diawasi/diperiksa kualitas air minum sesuai standar. | Tahunan |
| Jumlah kasus Covid-19 per kelompok umur | Covid-19 | Jumlah pasien COVID-19 per kelompok umur | Tahunan |
| Jumlah kasus covid-19 konfirmasi | Covid-19 | Jumlah pasien terkonfirmasi positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR atau TCM. | Tahunan |
| Jumlah kasus covid-19 sembuh | Covid-19 | Jumlah pasien Covid-19 yang telah memenuhi kriteria selesai isolasi dan dikeluarkan surat pernyataan selesai pemantauan, berdasarkan penilaian dokter di faskes tempat dilakukan pemantauan atau oleh DPJP. | Tahunan |
| Jumlah kasus covid-19 meninggal | Covid-19 | Jumlah kasus terkonfirmasi covid-19 yang meninggal | Tahunan |
| Jumlah sasaran vaksinasi covid-19 dosis 1 | Vaksinasi covid-19 | Jumlah penduduk usia 6 tahun ke atas yang menjadi target diberikan vaksin covid-19 dosis 1 | Tahunan |
| Jumlah sasaran vaksinasi covid-19 dosis 2 | Vaksinasi covid-19 | Jumlah penduduk usia 6 tahun ke atas yang menjadi target diberikan vaksin covid-19 dosis 2 | Tahunan |
| Jumlah hasil vaksinasi covid-19 dosis 1 | Vaksinasi covid-19 | Jumlah penduduk usia 6 tahun ke atas yang mendapat vaksinasi covid-19 dosis 1 | Tahunan |
| Jumlah hasil vaksinasi covid-19 dosis 2 | Vaksinasi covid-19 | Jumlah penduduk usia 6 tahun ke atas yang mendapat vaksinasi covid-19 dosis 2 | Tahunan |
| Jumlah Tempat dan Fasilitas Umum (TFU) terdaftar | Tempat dan Fasilitas Umum | Lokasi, sarana, dan prasarana yang meliputi fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, hotel, rumah makan dan usaha lain yang sejenis, sarana olahraga, sarana transportasi darat, laut, udara, dan kereta api, stasiun dan terminal, pasar dan pusat perbelanjaan, pelabuhan, bandar udara, dan pos lintas batas darat negara, dan tempat dan fasilitas umum lainnya. TFU yang terdaftar meliputi sekolah, puskesmas, dan pasar. | Tahunan |
| TFU yang dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL) | Tempat dan Fasilitas Umum | Sekolah, puskesmas, dan pasar yang dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL). | Tahunan |
| Jumlah KK dengan akses sanitasi aman | Akses sanitasi aman | Jumlah KK pengguna fasilitas sanitasi rumah tangga milik sendiri, menggunakan kloset leher angsa yang memiliki tangki septik dan disedot setidaknya sekali dalam 3-5 tahun terakhir atau terhubung ke Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL). | Tahunan |
| Jumlah KK pengguna akses sanitasi layak sendiri | Akses sanitasi layak sendiri | Jumlah KK pengguna fasilitas sanitasi rumah tangga milik sendiri, menggunakan kloset leher angsa dengan tangki septik yang belum pernah disedot (perkotaan) atau menggunakan leher angsa dengan lubang tanah/cubluk (perdesaan). | Tahunan |
| Jumlah KK pengguna akses sanitasi layak bersama | Akses sanitasi layak bersama | Jumlah KK pengguna fasilitas sanitasi bersama rumah tangga lain tertentu yang : 1) menggunakan kloset leher angsa dengan tangki septik yang belum pernah disedot (perkotaan) atau 2) menggunakan kloset leher angsa dengan lubang tanah/cubluk (perdesaan). | Tahunan |
| Jumlah KK pengguna akses belum layak | Akses belum layak | Jumlah KK pengguna fasilitas sanitasi rumah tangga sendiri atau digunakan bersama dengan rumah tangga lain tertentu : 1) kloset menggunakan leher angsa dengan lubang tanah/cubluk (perkotaan); 2) menggunakan plengsengan dengan tutup dengan lubang tanah/cubluk (perdesaan); atau 3) fasilitas umum (pasar/masjid/dll) yang sudah memenuhi syarat (tangki septik). | Tahunan |
| Jumlah KK pengguna BABS tertutup | BABS tertutup | Jumlah KK pengguna fasilitas sanitasi : 1) ada bangunan atas (atap, dinding, ½ bangunan tutup sementara) atau bangunan tengah (menggunakan kloset leher angsa dan atau menggunakan plengsengan dengan tutup); atau 2) fasilitas umum (pasar/masjid/dll) yang memiliki tempat pembuangan akhir tinja berupa kolam/sawah/sungai/danau/laut dan atau pantai/tanah lapang/kebun dan lainnya. | Tahunan |
| Jumlah KK pengguna BABS terbuka | BABS terbuka | Jumlah KK yang tidak memiliki fasilitas sanitasi rumah tangga atau memiliki fasilitas sanitasi rumah tangga namun tidak menggunakannya (masih berperilaku buang air besar sembarangan ditempat terbuka). | Tahunan |
| Jumlah KK SBS | KK Stop Buang Air Besar Sembarangan | Jumlah KK yang tidak lagi melakukan perilaku buang air besar sembarangan yang berpotensi menyebarkan penyakit dan pembuangan akhirnya tidak mencemari lingkungan. KK ini mencakup kriteria sanitasi aman, sanitasi layak sendiri, sanitasi layak bersama, dan akses belum layak. | Tahunan |
| Jumlah KK dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak | Akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak | Jumlah KK yang memiliki akses sanitasi layak bersama, akses sanitasi layak sendiri, dan akses sanitasi aman | Tahunan |
| Jumlah KK dengan Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi yang Aman | kses Terhadap Fasilitas Sanitasi yang Aman | Jumlah KK yang menggunakan fasilitas sanitasi rumah tangga milik sendiri menggunakan leher angsa dengan tangki septik yang disedot setidaknya sekali dalam 3-5 tahun terakhir atau terhubung ke Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL). | Tahunan |
| Jenis kejadian luar biasa | Kejadian luar biasa | Jenis kejadian kesakitan dan/atau kematian yang bermakna secara epidemiologi pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah. | Tahunan |
| Jumah kecamatan, desa/kelurahan yang terserang | Kejadian luar biasa | Jumah wilayah kecamatan, desa/kelurahan yang penduduknya terserang kejadian luar biasa | Tahunan |
| Waktu kejadian (tanggal diketahui) | Kejadian luar biasa | Tanggal mulai diketahui terjadinya kejadian luar biasa, | Tahunan |
| Waktu kejadian (tanggal ditanggulangi) | Kejadian luar biasa | Periode waktu penanggulangan kejadian luar biasa | Tahunan |
| Waktu kejadian (tanggal akhiri) | Kejadian luar biasa | Tanggal berakhirnya kejaadian luar biasa | Tahunan |
| Jumlah penderita | Kejadian luar biasa | Banyaknya orang yang menderita kesakitan akibat suatu penyakit pada kejadian luar biasa | Tahunan |
| Jumlah kematian | Kejadian luar biasa | Banyaknya kematian pada kejadian luar biasa | Tahunan |
| Jumlah penduduk terancam | Kejadian luar biasa | Jumlah penduduk yang tinggal di wilayah yang terkena kejadian luar biasa | Tahunan |
| Jumlah Desa stop BABS (SBS) | Sanitasi Total Berbasis Masyarakat | Jumlah desa/kelurahan yang seluruh penduduknya tidak lagi melakukan praktik buang air besar sembarangan melalui proses verifikasi. | Tahunan |
| Jumlah KK Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) | Sanitasi Total Berbasis Masyarakat | Jumlah KK yang sudah memiliki sarana CTPS dengan air mengalir dan sabun, dapat mempraktikkan dan mengetahui waktu kritis CTPS. | Tahunan |
| Jumlah KK dengan pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga (PAMMRT) | Sanitasi Total Berbasis Masyarakat | Jumlah KK yang melakukan pengolahan air minum, penyimpanan air minum, penyimpanan peralatan pengolahan pangan dengan aman dan menjaga kebersihannya, serta penyajian makanan dan minuman yang baik dan benar. | Tahunan |
| Jumlah KK Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT) | Sanitasi Total Berbasis Masyarakat | Jumlah KK yang sudah menerapkan pengelolaan sampah rumah tangga (yaitu kondisi ketika sudah tidak ada sampah berserakan di lingkungan sekitar rumah, memiliki tempat sampah yang tertutup, kuat dan mudah dibersihkan, melakukan perlakuan yang aman (tidak dibakar) untuk sampah rumah tangga dan telah melakukan pemilahan sampah rumah tangga. | Tahunan |
| Jumlah KK Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT) | Sanitasi Total Berbasis Masyarakat | Jumlah KK yang sudah menerapkan pengelolaan limbah cair rumah tangga yaitu sudah tidak ada genangan air di sekitar rumah, memiliki saluran pembuangan limbah cair rumah tangga yang kedap dan tertutup, dan terhubung dengan sumur resapan dan atau sistem pengolahan limbah . | Tahunan |
| Jumlah Desa /Kelurahan 5 Pilar STB | Sanitasi Total Berbasis Masyarakat | Jumlah desa/kelurahan yang seluruh KK nya tidak lagi melakukan praktik buang air besar sembarangan dan minimal 50% KK nya telah melaksanakan pilar pilar CTPS, PAMMRT, PSRT, dan PLCRT. | Tahunan |
| Jumlah KK pengelolaan kualitas udara dalam rumah tangga(PKURT) | Sanitasi Total Berbasis Masyarakat | Jumlah KK yang sudah menerapkan pengelolaan kualitas udara dalam rumah tangga (yaitu kondisi ketika setiap KK mengupayakan terjadinya pertukaran udara yang sehat (memaksimalkan penggunaan ventilasi, memaksimalkan cahaya matahari masuk ke dalam rumah, tidak ada asap rokok, tidak ada asap dapur)) | Tahunan |
| Jumlah KK akses rumah sehat | Sanitasi Total Berbasis Masyarakat | Jumlah KK yang telah melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT), Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT) dan Pengelolaan Kualitas Udara dalam Rumah Tangga (PKURT) | Tahunan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| SUMATERA SELATAN | KOTA PAGAR ALAM |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : puskesmas dan rumah sakit
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Kunjungan kembali (revisit)
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 7
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan Data-
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : puskesmas dan rumah sakit
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2023-10-09;
Data Mikro: -