Detail Metadata Kegiatan Statistik
Survei Neraca Bahan Makanan (NBM) dan Pola Pangan Harapan (PPH) Kota Prabumulih 2020
Informasi Umum
Judul KegiatanSurvei Neraca Bahan Makanan (NBM) dan Pola Pangan Harapan (PPH) Kota Prabumulih
Tahun Kegiatan
2020
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Ketahanan Pangan
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Jend Sudirman Gd. Pemkot Lt. 6
| Telepon: | 0713392001 |
| Faksimile: | 07133920019 ext 6603-6604 |
| Email: | dkp@kotaprabumulih.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Dinas Ketahanan Pangan |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Dzul Hidayat, SP |
| Jabatan: | PPTK |
| Alamat: | Jl Jend Sudirman Gd. Pemkot Lt. 6 |
| Telepon: | 0713392001 |
| Faksimile: | 07133920019 ext 6603-6604 |
| Email: | Dzul.Hidayat@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanPerumusan Kebijakan Ketersediaan Pangan yang tepat harus didasari oleh data dan informasi yang berkualitas yaitu yang relevan, tepat waktu dan akurat. informasi mengenai situasi penyediaan pangan secara menyeluruh di suatu negara atau wilayah digambarkan melalui Neraca Bahan Makanan(NBM). Penyusunan NBM dilakukan dalam periode tahunan untuk menyajikan informasi ketersediaan bahan makanan secara nasional. Dengan mencermati NBM dari tahun ke tahun dapat diketahui adaya perubahan jenis dan ketersediaan serta tingkat kecukupan menurut kebutuhan gizi bahan makanan yang harus tersedia untuk konsumsi penduduk secara keseluruhan. NBM menunjukkan ketersediaan bahan pangan untuk setiap komoditas dan olahannya yang lazim dikonsumsi penduduk berdasarkan sumber penyediaan dan penggunaannya. Penyediaan diperoleh dari jumlah total bahan pangan yang diproduksi dengan jumlah total yang diekspor selama periode NBM juga berguna untuk menganalisis situasi pangan suatu negara. Metode penghitungan NBM Nasional mengacu pada metode dari Food and Agriculture Organization (FAO). Data dan informasi yang digunakan bersumber dari data resmi yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang. Proses pengolahan data seringkali menemui kendala sehingga informasi yang dihasilkan belum sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini akan berujung pada tersedianya data yang kurang tepat, tidak informatif dan tertinggal. Masalah utama penyusunan tabel NBM adalah terbatasnya ketersediaan data- data pokok sehingga menjadi kendala dalam pengisian kolom-kolom dalam tabel NBM. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dilakukan penghitungan dengan menggunakan pendekatan, yaitu menggunakan faktor konversi dan data sekunder lain, seperti data konsumsi. Faktor konversi diperoleh dari hasil kajian yang dilakukan oleh instansi terkait maupun hasil analisis tabel input-output. Dengan digunakannya pendekatan tersebut, diperlukan kecermatan dan ketelitian dalam melakukan langkah-langkah perhitungan untuk setiap komoditas dalam tabel NBM. melakukan langkah-langkah perhitungan untuk setiap komoditas dalam tabel NBM.Proses penyempurnaan dalam penghitungan NBM sampai saat ini terus dilakukan dalam rangka menyajikan informasi ketersediaan pangan yang tepat dan relevan. NBM menyajikan angka rata-rata bahan makanan perkomoditas yang tersedia untuk dikonsumsi penduduk dalam kilogram perkapita pertahun serta dalam gramper hari. Selanjutnya untuk mengetahui nilai gizi bahan makanan yang tersedia tersebut, maka angka ketersediaan bahan makanan perkapita perhari diterjemahkan ke dalam satuan energi, protein dan lemak. Penyusunan NBM mengacu kepada metode dari Food and Agriculture Organization (FAO) yang kemudian disesuaikan dengan kondisi ketersediaan data di Indonesia, serta memperhatikan pendapat dan saran para ahli pertanian, ekonomi dan statistik khususnya dalam asumsi dasar yang melandasi penyusunan NBM di Indonesia. Kualitas konsumsi pangan masyarakat Indonesia dipantau dengan menggunakan ukuran melalui Pola Pangan Harapan(PPH). Skor PPH Indonesia sejak tahun 2009 sampai sekarang mengalami fluktuasibahkan cenderung mengalami penurunan. Hal ini disebabkan masih rendahnya konsumsi pangan hewani sayur dan buah. Situasi seperti ini terjadi karena polapangan masyarakat yang kurang beragam, bergizi dan seimbang sehingga belum memenuhi komposisi ideal yang dianjurkan, seperti kelompok umbi, pangan hewani,sayuran dan aneka buah dan semakin meningkatnya konsumsi produk impor seperti gandum dan terigu. Sedangkan PPH (Pola Pangan Harapan) menurut definisi dari FAO-RAPA (1989) adalah komposisi keseimbangan energi dari 9 (Sembilan) kelompok pangan dengan mempertimbangkan segi daya terima, ketersediaan pangan, ekonomi, budaya dan agama. Pengertian tersedia untuk dikonsumsi penduduk adalah yang tersedia ditingkat pedagang pengecer (retail level). Selanjutnya untuk mengetahui nilai gizi dalam bahan makanan yang tersedia untuk dikonsumsi, maka angka ketersediaan pangan untuk dikonsumsi perkapita perhari diterjemahkan dalam satuan kkal untuk energi dan gram untuk protein dan lemak.
Tujuan Kegiatan
Tujuan dan ManfaatTujuan penyusunan Neraca Bahan Makanan (BM) dan Pola Pangan Harapan (PPH)di Kota Prabumulih antara lain : 1. Sebagai alat perencanaan di bidang pangan dan glal yang dapat memberikanbahan informasi mengenal Jenis dan jumlah komoditi bahan makanan yang ada diKota Prabumulih 2. Memberikan gambaran jumlah komposisi bahan makanan untuk dikonsumsipenduduk Kota Prabumulih, baik kalori, protein dan lemak yang tersedia untukdikonsumsi penduduk Kota Prabumulih. 3.Memberikan gambaran pola kontribusi dari berbagai jenis makanan baik jumlahyang diekspor maupun diimpor ke Kota Prabumulih. 4. Untuk mengetahui kuantitas, kualitas pangan dan gizi baik di tingkat ketersediaanmaupun konsumsi pangan. Sedangkan manfaat yang diperoleh dari disusunnya Neraca Bahan Makanan(NBM) dan Pola Pangan Harapan (PPH) Kota Prabumulih adalah : 1. Mengetahui jumlah penyediaan pangan, penggunaan pangan dan ketersediaanpangan perkapita untuk dikonsumsi penduduk. 2. Mengevaluasi pengadaan dan penggunaan pangan di Kota Prabumulih. 3. Mengevaluasi tingkat ketersediaan pangan berdasarkan rekomendasikecukupan gizi dan pola pangan harapan ketersediaan. 4. Sebagai bahan acuan dalam perencanaan produksi/ pengadaan pangan. 5. Sebagai bahan penyusunan kebijakan pangan dan gizi di Prabumulih. Adapun tujuan dari penyusunan Pola Pangan Harapan (PPH) adalah untukmenghasilkan suatu komposisi norma (standar) pangan guna memenuhi kebutuhangizi penduduk, yang mempertimbangkan keseimbangan gizi (nutrition balance)berdasarkan cita rasa (palatability), daya cerna (digestibility), daya terimamasyarakat (acceptability), kuantitas dan kemampuan daya beli. Manfaat lain dari penyusunan Pola Pangan Harapan (PPH) dan Angka kecukupan Gizi(AKG) antara lain : 1. Menilai ketersediaan dan konsumsi pangan (Jumlah dan komposisi/keragaman)dengan cara : a. Membandingkan skor PPH konsumsi ketersediaan pangan aktual dengan skoryang diharapkan. b. Membandingkan kontribusi konsumsi/ketersediaan energi (% AKG) aktualdengan komposisi energi harapan (PPH). 2. Sebagai bahan perencanaan perhitungan ketersediaan serta konsumsi pangan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
Sep 1, 2019, 7:00:00 AM s.d. Oct 31, 2019, 7:00:00 AM
Desain
Sep 1, 2019, 7:00:00 AM s.d. Oct 31, 2019, 7:00:00 AM
Pengumpulan Data
Jan 1, 2020, 7:00:00 AM s.d. Dec 31, 2020, 7:00:00 AM
Pengolahan Data
Jan 1, 2020, 7:00:00 AM s.d. Dec 31, 2020, 7:00:00 AM
Analisis
Jan 1, 2021, 7:00:00 AM s.d. Feb 28, 2021, 7:00:00 AM
Diseminasi Hasil
Jan 1, 2021, 7:00:00 AM s.d. Feb 28, 2021, 7:00:00 AM
Evaluasi
Jan 1, 2021, 7:00:00 AM s.d. Feb 28, 2021, 7:00:00 AM
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Produksi Tanaman Pangan Hortikultura | Produksi Tanaman Pangan Hortikultura | Produksi Tanaman Pangan Hortikultura di suatu wilayah | - |
| Produksi Tanaman Sayur-sayuran | Produksi Tanaman Sayur-sayuran | Produksi Tanaman Sayur-sayuran di suatu wilayah | - |
| Produksi tanaman buah-buahan | Produksi tanaman buah-buahan | Produksi tanaman buah-buahan di suatu wilayah | - |
| Produksi Komoditas peternakan | Produksi Komoditas peternakan | Produksi Komoditas peternakan di suatu wilayah | - |
| Produksi Komoditas perkebunan | Produksi Komoditas perkebunan | Produksi Komoditas perkebunan di suatu wilayah | - |
| Jumlah impor bahan pangan | impor bahan pangan | jumlah impor bahan pangan di suatu daerah | - |
| Jumlah Ekspor bahan pangan | Ekspor bahan pangan | Jumlah Ekspor bahan pangan di suatu wilayah | - |
| Jumlah Penduduk | Penduduk | Jumlah Penduduk di suatu wilayah | - |
| Konsumsi pangan penduduk perkapita | Konsumsi pangan penduduk perkapita | Konsumsi pangan penduduk perkapita di suatu wilayah | - |
| Ketersediaan pangan | Ketersediaan pangan | Ketersediaan pangan dalam benuk energi di suatu wilayah | - |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| SUMATERA SELATAN | PRABUMULIH |
Wawancara, Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Usaha/perusahaan
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelSINGLE_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_NONPROBABILITAS
Metode yang Digunakan
SNOWBALL_SAMPLING
Unit Sampel
Usaha/Perusahaan
Unit Observasi
Pemilik Usaha/Perusahaan
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi, Taskforce
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 9
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Usaha/perusahaan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Tidak
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): Feb 28, 2021, 7:00:00 AM;
Digital (softcopy): -
Data Mikro: -