Detail Metadata Kegiatan Statistik
Pengumpulan Data Tanaman Perkebunan di Kabupaten Bangka 2022
Informasi Umum
Judul KegiatanPengumpulan Data Tanaman Perkebunan di Kabupaten Bangka
Tahun Kegiatan
2022
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Diponegoro no. 10 Sungailiat
| Telepon: | 071792300 |
| Faksimile: | - |
| Email: | dinpanpertan@bangka.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Syarli Nopriansyah, S.STP |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Subhan, SP |
| Jabatan: | Kepala Bidang Perkebunan |
| Alamat: | Sripemandang, Sungailiat, Bangka |
| Telepon: | 081367315534 |
| Faksimile: | - |
| Email: | bidbunbangka@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanSub sektor perkebunan merupakan salah satu sub sektor dari sektor pertanian yang dapat meningkatkan devisa negara dan menyerap tenaga kerja . Pemerintah mengutamakan pada sub sektor perkebunan , karena memiliki daya tarik yang tinggi untuk diekspor ke negara maju . Komoditas yang termasuk komoditas sub sekor perkebunan meliputi kelapa sawit , kelapa , karet , kopi , lada dan kakao . Perkebunan dibagi menjadi tiga berdasarkan jenis pengusahaannya , yaitu perkebunan rakyat, perkebunan besar swasta dan perkebunan besar negara . Perkebunan rakyat harus diperhatikan oleh pemerintah daerah maupun pusat untuk meningkatkan kualitas dan pendapatan petani pekebun, sehingga dapat menjadi penopang atau pemecah permasalahan negara Indonesia . Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia . Tanaman ini merupakan sumber penghasil minyak nabati berupa ( CPO- Crude Palm Oil ) dan ( PKO- Palm Kernel Oil ) yang memberikan kontribusi penting bagi perekonomian Indonesia sebagai sumber penghasil devisa non migas. Cerahnya prospek komoditi minyak kelapa sawit dalam perdagangan minyak nabati dunia telah mendorong pemerintah Indonesia untuk memacu pengembangan areal perkebunan kelapa sawit. Industri kelapa sawit Indonesia telah tumbuh secara signifikan dalam empat puluh tahun terakhir. Kopi merupakan salah satu komoditas sub sektor perkebunan yang merupakan komoditas ekspor yang dapat meningkatkan devisa negara . Peran komoditas kopi bagi perekonomian Indonesia cukup penting , baik sebagai sumber pendapatan bagi petani kopi , sumber devisa , penghasil bahan baku industri , maupun penyedia lapangan kerja melalui kegiatan pengolahan , pemasaran , dan perdagangan ( ekspor dan impor ) . Kopi merupakan produk perkebunan yang mempunyai peluang pasar , baik di dalam negeri maupun di luar negeri . Terkait mengenai kegiatan ekspor kopi , pemerintah menerapkan beberapa kebijakan - kebijakan ekspor bagi para eksportir kopi dalam melakukan ekspor kopi demi meningkatkan daya saing produk kopi Indonesia di pasar kopi dunia . Tanaman Lada juga termasuk salah satu komoditas perkebunan yang menghasilkan devisa , tanaman ini merupakan salah satu komoditas ekspor tradisional serta merupakan produk tertua dari rempah rempah yang diperdagangkan di pasar dunia . Dewasa ini pemanfaatan lada tidak terbatas hanya sebagai bumbu penyedap masakan di rumah tangga dan penghangat tubuh saja , akan tetapi juga telah berkembang untuk berbagai kebutuhan industri , misalnya industri makanan dan kosmetik . Dengan bertambahnya jumlah penduduk akan menyebabkan permintaan lada semakin meningkat , hal ini bisa kita lihat dari perilaku konsumsi manusia dan beranekaragam jenis makanan yang ditawarkan . Lada juga baik digunakan sebagai bahan untuk memperlambat proses perubahan mutu pada minyak , lemak dan daging . Disamping yang terkenal adalah dibuat sebagai minyak lada atau oleoresin . Propinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu sentra produsen lada . Pada tahun 2002 di Kabupaten Bangka , Propinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mewakili sentra produksi lada . Di pasar internasional lada kita lebih terkenal dengan sebutan Lampung Black Pepper ( lada hitam ) dan Muntok White Pepper ( lada putih ) , bahkan kedua jenis lada ini dipakai sebagai standar perdagangan lada dunia . Pasar ekspor terbesar untuk lada hitam adalah Amerika Serikat , Singapura dan Belanda . Sedangkan untuk lada putih paling banyak di ekspor ke negara Singapura , Belanda dan Jerman . Indonesia merupakan negara pemasok terbesar dalam pasar lada internasional . Indonesia menguasai hampir seluruh kebutuhan lada dunia ( 80 persen ) . Komoditas kelapa merupakan tanaman perkebunan yang cukup besar kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia . Perkebunan kelapa memiliki luasan kedua terbesar di Indonesia setelah perkebunan kelapa sawit . Sebagian besar produksi kelapa Indonesia dimanfaatkan untuk konsumsi dan industri dalam negeri . Industri tersebut berupa industri rumah tangga , kecil , dan menengah yang membutuhkan bahan baku kelapa sebagai upaya diversifikasi produk kelapa sehingga memiliki nilai tambah . Alternatif produk yang dapat dikembangkan dari kelapa antara lain virgin coconut oil ( VCO ) , gula kelapa , oleokimia , kelapa parut kering , coconut cream / milk , arang tempurung , karbon aktif dan serat kelapa . Peran komoditas kelapa dalam bidang ekonomi nasional terbukti dengan mampu menyerap tenaga kerja dan berperan penting dalam menumbuhkan sentra - sentra ekonomi baru di wilayah - wilayah pengembangan . Karet merupakan salah satu komoditas terbesar Indonesia setelah minyak kelapa sawit , 85 % produksinya dilakukan oleh perkebunan rakyat . Sebagai produsen karet terbesar kedua di dunia , jumlah suplai karet Indonesia penting untuk pasar global . Sejak tahun 1980 - an , industri karet Indonesia telah mengalami pertumbuhan produksi yang stabil . Kebanyakan hasil produksi karet negara ini kira kira 80 % diproduksi oleh para petani kecil . Oleh karena itu , perkebunan Pemerintah dan swasta memiliki peran yang kecil dalam industri karet domestik . Sekitar 85 % dari produksi karet Indonesia diekspor . Hampir setengah dari karet yang diekspor ini dikirimkan ke negara - negara Asia lainnya , diikuti oleh negara - negara di Amerika Utara dan Eropa . Lima negara yang paling banyak mengimpor karet dari Indonesia adalah Amerika Serikat ( AS ) , Republik Rakyat Tiongkok ( RRT ) , Jepang , Singapura , dan Brazil . Konsumsi karet domestik kebanyakan diserap oleh industri - industri manufaktur Indonesia ( terutama sektor otomotif ) . Dibandingkan dengan negara - negara kompetitor penghasil karet yang lain , Indonesia memiliki level produktivitas per hektar yang rendah . Hal ini ikut disebabkan oleh fakta bahwa usia pohon - pohon karet di Indonesia umumnya sudah tua dikombinasikan dengan kemampuan investasi yang rendah dari para petani kecil , sehingga mengurangi hasil panen . Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan andalan dengan peranan penting dalam perekonomian Indonesia selain kelapa sawit , karet , kopi , teh , dan rempah - rempah . Namun , kakao tidak kunjung didukung industri pengolahan dan manajemen distribusi yang mumpuni agar bisa mendatangkan nilai tambah yang berlipat - lipat . Padahal , selain sebagai penghasil devisa negara , kakao menjadi sumber pendapatan petani , penciptaan lapangan kerja , mendorong tumbuhnya usaha agrobisnis dan agroindustri serta pengembangan wilayah . Potensi penyerapan tenaga kerja dari industri pengolahan juga terbuka lebar . Perkebunan kakao di Indonesia didominasi perkebunan rakyat dengan porsi 92,34 persen , yang melibatkan petani sebanyak 1.400.636 kepala keluarga . Dari sisi potensi , peluang untuk mendapatkan nilai tambah dari produk kakao luar biasa besar . Namun , yang terjadi hingga saat ini , peluang itu belum digarap secara sungguh - sungguh . Dari dulu hingga saat ini Indonesia hanya bisa mengekspor biji kakao . Sektor pertanian menjadi satu - satunya sektor yang mengalami pertumbuhan di tengah terpaan badai Pandemi Covid - 19 . Salah satunya sub sektor perkebunan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan tersebut .
Tujuan Kegiatan
1. Menambah Devisa Negara 2. Meningkatkan kesempatan/la[angan kerja 3. Sumber pendapatan petani/masyarakat 4. Meningkatkan usaha pembangunan antara pemerintah, masyarakat, dan pengusaha 5. Mendukung pengembangan wilayah 6. Pemberdayaan masyarakat menuju petani yang maju dan mandiri
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2022-11-01 s.d. 2022-11-15
Desain
2022-11-16 s.d. 2022-11-30
Pengumpulan Data
2022-12-10 s.d. 2022-12-15
Pengolahan Data
2022-12-16 s.d. 2022-12-21
Analisis
2022-12-22 s.d. 2022-12-29
Diseminasi Hasil
2022-12-30 s.d. 2022-12-31
Evaluasi
2023-01-01 s.d. 2023-01-15
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Tanaman Menghasilkan | - | Merupakan tanaman yang bisa dipanen dan menghasilkan buah secara rutin | Semester 2 |
| Tanaman Belum Menghasilkan | - | Merupakan tanaman baru ang sudah tumbuh di lapangan dan statusnya sudah memasuki masa TBM | Semester 2 |
| Hasil Produksi Tanaman Perkebunan | - | Merupakanhasil produksi dalam ton dari tanaman yang menghasilkan | Semester 2 |
| Luas Areal Tanaman Perkebunan | - | Merupakan luas areal tanaman perkebunan menurut komoditas tanaman yang menghasilkan, tanaman baru, tanaman tidak menghasilkan dan tanaman yang rusak | Semester 2 |
| Komoditas Perkebunan | - | Merupakan tanaman perkebunan yang ada di Kabupaten Bangka | Semester 2 |
| Pemilik Kebun | - | Merupakan orang yang memiliki lahan atau kebun | Semester 2 |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
SEMESTERAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| KEPULAUAN BANGKA BELITUNG | BANGKA |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Usaha/perusahaan
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Lainnya : validasi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 8
Pengumpul data/enumerator: 8
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataValidasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Usaha/perusahaan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Tidak
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2023-01-30;
Digital (softcopy): -
Data Mikro: -