Detail Metadata Kegiatan Statistik
Faktor-Faktor Dominan yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita 2022
Informasi Umum
Judul KegiatanFaktor-Faktor Dominan yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita
Tahun Kegiatan
2022
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. 17 Agustus, Bumi Beringin Kec. Wenang Manado
| Telepon: | 0431-851380 |
| Faksimile: | - |
| Email: | balitbang@sulutprov.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Sekretariat Daerah |
| Eselon 2: | Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Friets S. Kawatu, SE |
| Jabatan: | Kabid Sosial, Ekonomi dan Pemerintahan |
| Alamat: | Jl. 17 Agustus, Bumi Beringin Kec. Wenang Manado |
| Telepon: | 0431-851380 |
| Faksimile: | - |
| Email: | balitbang@sulutprov.go.id |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanFaktor penyebab utama stunting diberbagai daerah dapat bervariasi satu daerah dengan daerah lain. Oleh karena itu, untuk mendukung program pemerintah dalam upaya percepatan penurunan stunting pada balita, perlu diidentifikasi terlebih dahulu faktor-faktor penyebab terjadinya stunting di masing-masing daerah agar rencana tindakan yang dibuat dapat tepat sasaran. Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, maka perlu diteliti tentang faktor-faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting di Kota Kotamobagu dan Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara.
Tujuan Kegiatan
a. Untuk mengetahui karakteristik responden di Kota Kotamobagu dan Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara. b. Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Kota Kotamobagu dan Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2022-04-01 s.d. 2022-04-15
Desain
2022-04-18 s.d. 2022-04-29
Pengumpulan Data
2022-05-02 s.d. 2022-06-30
Pengolahan Data
2022-07-01 s.d. 2022-07-29
Analisis
2022-08-01 s.d. 2022-08-31
Diseminasi Hasil
2022-09-01 s.d. 2022-09-09
Evaluasi
2022-09-12 s.d. 2022-09-30
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Stunting | Stunting | Stunting adalah kondisi dimana anak balita mengalami gagal tumbuh yang diakibatkan karena kekurangan gizi kronis sehingga balita terlalu pendek pada usianya. Kekurangan gizi ini terjadi sejak bayi berada didalam kandungan dan pada masa awal kelahiran. Kondisi stunting ini akan tampak setelah bayi menginjak usia 2 tahun | Juni 2022 |
| Kesehatan Reproduksi Remaja | Kesehatan Reproduksi | Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi pada laki-laki dan perempuan. Remaja merupakan aset dan potensi bangsa sehingga harus dijamin dapat tumbuh dan berkembang secara positif dan terbebas dari berbagai permasalahan yang mengancam termasuk masalah kesehatan reproduksi. | Juni 2022 |
| Ibu Hamil | Ibu Hamil | Menurut Depkes RI, kehamilan adalah suatu proses pembuahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami menghasilkan janin yang tumbuh di rahim ibu. Kehamilan terbagi dalam 3 trimester, dimana trimester pertama berlangsung 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-13 hingga ke-27), dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga ke-40). | Juni 2022 |
| Ibu Menyusui dan Bayi | Ibu Menyusui dan Bayi | Pemberian ASI yang dimaksud WHO yang menjadi penyebab stunting adalah keterlambatan inisiasi menyusui, tidak ASI ekslusif, menyapih bayi terlalu cepat. ASI ekslusif atau lebih tepatnya pemberian ASI secara ekslusif adalah bayiyang hanya diberikan ASI saja tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, the, dll. Pemberian ASI secara ekslusif ini dinjurkan untuk jangka waktu setidaknya selama 6 bulan. Bayi sehat pada umumnya tidak memerlukan makanan tambahan yang terlalu dini. Pemberian makanan terlalu dini dapat menganggu ASI ekslusif dan dapat meningkatan angka kesakitan. | Juni 2022 |
| Akses ke Pelayanan Kesehatan | Pelayanan Kesehatan | Indonesia masih memilliki banyak daerah tertinggal yang kekurangan terkait layanan di bidang kesehatan. Padahal layanan kesehatan berguna untuk memberikan perawatan pada anak maupun ibu hamil yang sakit. Keterbatasan layanan kesehatan yang dimaksud yaitu layanan Ante Natal Care (ANC) atau posyandu untuk ibu selama masa kehamilan, Post Natal Care (PNC) atau pelayanan yang dilakukan untuk ibu nifas yang meliputi message atau pijat pada masa nifas yang berguna untuk meredakan beberapa titik nyeri dan pelepasan tegangan otot, meningkatkan proses aliran darah dan oksigen ke dalam otot dan meredakan nyeri setelah melahirkan, perawatan payudara berguna untuk menjaga kebersihan payudara terutama putting susu serta melenturkan putting susu sehingga bayi mudah untuk menyusu dan dapat meningkatkan produksi ASI, pijat oksitosin yang berguna untuk mempercepat proses penyembuhan luka bekas implantasi plasenta. | Juni 2022 |
| Sanitasi Lingkungan | Sanitasi Lingkungan | Faktor sosial ekonomi dan sanitasi lingkungan tempat tinggal juga mempunyai kaitannya dengan kejadian stunting dimana hal ini sangat kuat kaitannya dengan kemampuan ibu dalam memenuhi asupan makanan yang bergizi dan juga pelayanan kesehatan untuk ibu yang sedang hamil dan juga balita serta sanitasi lingkungan dan keamanan pangan. Jika personal hygine dan sanitasi lingkungannya buruk maka akan berdampak pada penyakit infeksi dan balita akan mengalami gangguan penyerapan nutrisi dan gangguan pada proses pencernaan. Apabila kondisi ini terjadi dalam jangka waktu lama serta tidak diberikan asupan gizi yang cukup untuk proses penyembuhannya maka kondisi ini dapat juga menyebabkan stunting. | Juni 2022 |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanHANYA_SEKALI
Frekuensi Penyelenggaraan
-
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| SULAWESI UTARA | KEPULAUAN SANGIHE |
| SULAWESI UTARA | KOTA KOTAMOBAGU |
Wawancara, Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Individu
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelSINGLE_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_PROBABILITAS
Metode yang Digunakan
CLUSTER_SAMPLING
Kerangka Sampel Tahap Terakhir
LIST_FRAME
Fraksi Sampel Keseluruhan
0,5
Nilai Perkiraan Sampling Error Variabel Utama
0,5
Unit Sampel
Ibu yang Memiliki Balita
Unit Observasi
Puskesmas
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 3
Pengumpul data/enumerator: 4
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF_DAN_INFERENSIA
Unit Analisis
Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2022-09-08;
Digital (softcopy): 2022-09-08;
Data Mikro: -