Detail Metadata Kegiatan Statistik
Survei Disparitas Wilayah Kabupaten Blitar 2023
Informasi Umum
Judul KegiatanSurvei Disparitas Wilayah Kabupaten Blitar
Tahun Kegiatan
2023
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Pembangunan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-23.3505.006
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Perencanaan Pembangunan Daerah
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jl. Semeru 40, Kabupaten Blitar Jawa Timur
| Telepon: | 555955 |
| Faksimile: | 555955 |
| Email: | bappeda@blitarkab.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | M. YUSRI KHOIRI, S.Sos, M.Ak. |
| Jabatan: | Kepala Bidang Prasarana Wilayah dan Ekonomi |
| Alamat: | Jl. Semeru No. 40 Kota Blitar |
| Telepon: | 085645884642 |
| Faksimile: | - |
| Email: | praswilekobappedakabblitar@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanPembangunan wilayah pada hakekatnya bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan taraf hidup penduduk, dan mengurangi kesenjangan antar wilayah. Pembangunan wilayah merupakan suatu proses perbaikan yang berkesinambungan yang memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada di dalamnya. Pembangunan wilayah yang merata dapat membantu mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Namun, ketika pembangunan wilayah tidak dilakukan secara merata dan adil, kesenjangan antar wilayah akan terjadi. Kesenjangan antar wilayah dapat menimbulkan kecemburuan sosial, kerawanan disintegrasi wilayah, dan disparitas ekonomi yang semakin tajam. Kesenjangan antar wilayah di Indonesia masih merupakan salah satu tantangan utama dan menjadi salah satu agenda prioritas pembangunan nasional dalam RPJMN Tahun 2020-2024. Saat ini, kesenjangan antar wilayah di Indonesia dipandang relatif masih cukup tinggi, khususnya kesenjangan pembangunan antara Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Hal ini ditandai dengan jumlah kemiskinan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) lebih besar dua kali lipat dibandingkan Kawasan Barat Indonesia (KBI), ditinjau dari indeks Gini terjadi kesenjangan pendapatan antar daerah perkotaan dan pedesaan, konsentrasi kegiatan ekonomi yang berpusat di Kawasan Barat Indonesia (KBI) terutama Pulau Jawa, keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas serta belum optimalnya pengembangan ekonomi lokal. Isu kesenjangan antar wilayah tidak hanya merupakan isu pembangunan dalam skala nasional akan tetapi juga terjadi dalam lingkup regional maupun lokal, bahkan terjadi di Kabupaten Blitar. Secara geografis Kabupaten Blitar terbagi oleh aliran sungai Brantas sepanjang 65 km, menjadi dua wilayah besar Blitar Bagian Utara dan Blitar Bagian Selatan. Kedua wilayah tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, dimana Blitar Bagian Utara sangat subur oleh limpahan material vulkanik Gunung Kelud dan sumber mata air yang berlimpah, sangat baik untuk usaha pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan darat. Sementara itu Blitar Bagian Selatan merupakan daerah perbukitan dan pegunungan dengan topografi curam dan berliku-liku, yang kaya akan material tambang, dan potensial dimanfaatkan untuk sentra ternak unggas, pertanian lahan kering, serta wisata pantai. Berdasarkan arah kebijakan pembangunan daerah, bahwa Pemerintah Kabupaten Blitar terus berupaya untuk melaksanakan pembangunan secara adil dan merata sebagaimana tertuang dalam salah satu Misi RPJMD Kabupaten Blitar Tahun 2021-2026 yaitu percepatan dan pemerataan pembangunan yang adil dan merata melalui pembangunan potensi ekonomi daerah dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan spasial dalam RTRW Kabupaten Blitar Tahun 2011-2031 yang salah satu misinya adalah mewujudkan pertumbuhan wilayah yang selaras dengan daya dukung di Kabupaten Blitar disertai pengurangan kesenjangan antar wilayah. Akan tetapi, saat ini perkembangan wilayah Kabupaten Blitar mengindikasikan terjadinya kesenjangan wilayah yang dipengaruhi oleh berbagai aspek baik fisik, sosial, ekonomi, maupun infrastruktur. Ditinjau dari nilai koefisien gini, diketahui bahwa Gini Ratio di daerah perdesaan pada September 2021 tercatat sebesar 0,319, turun dibanding Gini Ratio Maret 2021 yang sebesar 0,324 dan naik dibanding Gini Ratio September 2020 yang sebesar 0,318. Di sisi lain, jika dilihat dari aspek ketersediaan infrastruktur utamanya jalan, bahwa pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Blitar Bagian Selatan dirasa masih kurang optimal dan merata. Dalam beberapa kasus, infrastruktur jalan di wilayah tersebut hanya dapat diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua, sehingga menghambat aksesibilitas, mobilitas penduduk dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Kondisi ini juga dapat menyebabkan kesulitan dalam mengakses pasar, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan sektor lainnya. Berdasarkan kondisi tersebut di atas, bahwa kesenjangan antar wilayah di Kabupaten Blitar masih relatif cukup tinggi meskipun Pemerintah Kabupaten Blitar telah mengupayakan berbagai kebijakan dalam mengurangi tingkat kesenjangan di Kabupaten Blitar. Dalam konteks pembangunan daerah kesenjangan tidak hanya terjadi pada aspek perekonomian dan pendapatan namun juga dapat terjadi pada aspek tingkat perkembangan wilayah meliputi aspek sosial, aspek ekonomi dan aspek infrastruktur. Oleh karena itu, diperlukan kajian untuk mengetahui tingkat kesenjangan dan strategi penanganannya khususnya dalam bidang infrastruktur dan kewilayahan sehingga dirumuskan rekomendasi kebijakan dan program yang tepat, efektif, dan efisien
Tujuan Kegiatan
Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan Penyusunan Indeks Disparitas Wilayah Kabupaten Blitar antara lain: a. Mengukur tingkat kesenjangan/ disparitas wilayah Kabupaten Blitar; b. Menganalisis tipologi dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesenjangan/ disparitas wilayah di Kabupaten Blitar; c. Menganalisis keterkaitan pembangunan infrastruktur dengan kesenjangan/ disparitas wilayah di Kabupaten Blitar; d. Merumuskan rekomendasi untuk mengurangi kesenjangan/ disparitas wilayah di Kabupaten Blitar
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2023-09-14 s.d. 2023-09-20
Desain
2023-09-14 s.d. 2023-09-20
Pengumpulan Data
2023-09-21 s.d. 2023-09-29
Pengolahan Data
2023-10-02 s.d. 2023-10-13
Analisis
2023-10-16 s.d. 2023-11-10
Diseminasi Hasil
2023-11-13 s.d. 2023-11-21
Evaluasi
2023-11-22 s.d. 2023-11-30
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| PDRB Kabupaten Blita | PDRB perkapita | PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) dan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Kabupaten Blitar | Lima tahun terakhir (series) |
| Jumlah Penduduk Kabupaten Blitar | Jumlah Penduduk | Jumlah Penduduk Kabupaten Blitar dirinci per Kecamatan | Lima tahun terakhir (series) |
| Jumlah Sarana dan Prasarana Kabupaten Blitar | Sarana dan Prasarana | Sarana dan Prasarana meliputi sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana perdagangan, prasarana jalan, prasarana air minum, dll | Tahun terakhir |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanHANYA_SEKALI
Frekuensi Penyelenggaraan
-
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA TIMUR | BLITAR |
Pengamatan, Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI, Mail
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : Kecamatan
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelSINGLE_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_NONPROBABILITAS
Metode yang Digunakan
PURPOSIVE_SAMPLING
Unit Sampel
Tokoh Masyarakat, Pemerintahan, Swasta
Unit Observasi
Wilayah Kabupaten Blitar
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 3
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF_DAN_INFERENSIA
Unit Analisis
Lainnya : Kecamatan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2024-01-01;
Digital (softcopy): 2024-01-01;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Kumpulan semua orang yang berdomisili di wilayah geografis suatu wilayah selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan untuk menetap.
-
Jumlah sarana dan prasarana wilayah di Kabupaten Blitar, meliputi prasarana jalan, prasarana transportasi, sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana peribadatan, sarana perdagangan dan jasa
Indikator Kegiatan
-
Faktor-faktor yang berpengaruh dan menyebabkan terjadinya kesenjangan/ disparitas wilayah meliputi aspek geografis, sumber daya alam, kependudukan, perekonomian, sistem transportasi, dan sarana
-
Besaran/ nilai yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kesenjangan antar daerah yang didasarkan pada keragaman yang terjadi atas hasil-hasil pembangunan ekonomi antar derah